• about me
  • menu
  • categories
  • Agi Tiara Pranoto

    Agi Tiara Pranoto

    Seorang Blogger Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. Selain menulis, dia juga sangat hobi bermain game FPS. Cita-citanya adalah mendapatkan passive income sehingga tidak perlu bekerja di kantor, apa daya selama cita-cita itu belum tercapai, dia harus menikmati hari-harinya sebagai mediator kesehatan.
    category
    tech
    Tampilkan postingan dengan label tech. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label tech. Tampilkan semua postingan

    ac

    Hola guys! Akhirnya saya menulis artikel paling penting dan paling banyak di-request semenjak saya banyak mengisi acara-acara seputar blogging dan SEO yaitu cara membuat blog. 

    Kali ini saya akan mencoba membuat blog Wordpress dengan menggunakan layanan dari salah satu provider hosting dan domain terbaik di Indonesia yaitu Exabytes. Kenapa Exabytes? Karena mereka punya layanan Web Hosting dan Wordpress Hosting dengan SSD. 

    Kali ini saya berkesempatan mencoba layanan Wordpress Hosting SSD dari Exabytes. Ini menarik karena saya juga baru pertama kali mencoba layanan yang memang ditujukan khusus untuk website berbasis wordpress.

    Oh ya, disclaimer dikit, sebenarnya saya juga nggak merasa expert-expert banget dalam membuat website dan blog berbasis wordpress, tapi saya coba membuat versi dumb down-nya ya. Semoga bisa diikuti oleh teman-teman yang masih awam sekali dalam membuat website. 

    Langkah Pertama: Sign Up di Website Exabytes dan Beli Paket Hosting Wordpress Yang Kalian Inginkan

    Tentunya hal paling pertama yang harus kita lakukan sebelum sibuk mengurus konten website kita adalah membeli hosting dan domain dulu. Nah ini bisa kalian lakukan dengan mudah di Website Exabytes. 

    Caranya mudah, buka website exabytes disini dan pilih login pelanggan lalu pilih buat akun. Daftarkan akun kalian seperti biasa, nanti kalau sudah jadi, kalian diharuskan untuk login. Setelah itu tinggal pilih deh mau ngapain, mau beli domain bisa, mau beli hosting juga bisa. 

    Atau, kalian bisa pakai cara kedua yang menurut saya lebih gampang.

    Pertama, buka laman wordpress hosting dari Exabytes lalu pilih paket Wordpress Hosting yang kalian inginkan. Saat ini ada 4 paket Wordpress Hosting yang bisa kalian gunakan yaitu WP 12 Ecommerce, WP 12 Business, WP 12 Beginner dan WP 12 Ultimate. 

    Saya sendiri menggunakan WP 12 Beginner. Meski namanya Beginner tapi fiturnya sudah lebih dari cukup lho! Estimasi traffic yang dapat ditampung adalah sekitar 30.000 pengunjung dengan storage 30 GB fast SSD dan bisa dipakai untuk 30 Domain & e-Mail. Kalian juga akan mendapatkan perlindungan dari Immunify360 untuk mencegah malware dan Litespeed & Brotli compression sehingga website selain aman juga punya speed yang bagus. Ingat, speed yang bagus adalah salah satu fitur rank SEO yang penting lho! 

    Psst, kalian juga nggak perlu khawatir soal SSL karena kalian sudah akan mendapatkan free SSL juga lho. Jadi website kalian sudah pasti akan https! 

    Yang kedua, Kalau sudah tahu mau menggunakan paket apa, kalian tinggal klik mulai sekarang. Kalian akan di-redirect ke halaman untuk memesan domain, nah kalian pilih domain yang kalian mau lalu ikuti saja langkah-langkah untuk pembayarannya. Voila, kelar deh!

    Sebenarnya beberapa pertimbangan kenapa saya mau menggunakan layanan dari Wordpress Hosting dari Exabytes ini adalah karena saya orangnya tau beres. Jadi bener-bener kita order paket Wordpress terus langsung disetupin dan kita tinggal login dan ngurus websitenya.

     


    Untuk Hosting Control Panelnya menggunakan Plesk. Saya memang lebih terbiasa menggunakan CPanel ketimbang Plesk, tapi setelah dipelajari Plesk ini lebih simpel dan lebih to the point. Tampilannya yang lebih modern juga sangat beginner-friendly. Jadi teman-teman yang sudah terbiasa dengan CPanel nggak usah khawatir ya. 

    Untuk membuka Plesk ini caranya kalian login ke Client Area Exabytes, lalu klik Your Active Products/Services . Nanti kalian akan masuk ke halaman Manage Product.  Scroll sedikit dan kalian akan menemukan tombol Manage My Hosting.

    Voila! kalian udah masuk deh ke Plesk. Selanjutnya pilih menu Wordpress di sebelah kiri lalu pilih login. Kalian akan otomatis login ke dashboard wordpress kalian.

    Kalau bingung cara set-upnya, kalian bisa kontak Customer Support dari Exabytes melalui Live Chat dan Whatsapp. Saya beberapa kali kontak Customer Support Exabytes karena ISP saya entah kenapa nggak bisa buka Exabytes dan selalu dilayani dengan baik dan cepat. 

    Jadi ngga usah ragu untuk menghubungi CS dari Exabytes baik melalui Live Chat, E-Mail maupun Whatsapp ya, karena CS dari Exabytes ini 24 jam kok! 

    Langkah Kedua: Tentukan Tema dari Blog Wordpress


    Waktu saya login, ternyata saya sudah di setupin Elementor sama Exabytes! Seneng banget karena Website Building dengan menggunakan Elementor itu mudah banget sebenarnya. 

    Sayangnya, karena saya nggak ada akun premium Elementor dan untuk kepentingan tutorial ini, saya memilih menggunakan Wordpress Block saja. Iya Wordpress Block ini juga nggak jauh beda dengan Elementor. 

    Psst, sebenarnya saya juga sudah diinstallin plugin Wordpress Classic sama Exabytes, tapi saya anaknya #TeamWordpressBlock. Anak Classic Plugin nggak boleh protes. 

    Memilih tema blog itu mudah banget karena sebenarnya tema gratisan dari Wordpress itu highly customizable banget. Saya sendiri memilih menggunakan tema twenty-twenty dari Wordpress karena simpel banget. 

    Sebelumnya untuk mempermudah workflow, saya mencoba membuat mini branding block sebagai acuan dalam membuat konten. Jadi branding saya di website ini konsisten gitu. Kalian juga bisa baca seputar branding blog di blog post saya yang ini ya.


    Saya mencoba membuat branding block ini dengan illustrator karena sekalian mendesign logo dan favicon dari website. Kalian bisa membuat dengan canva, photoshop atau bahkan microsoft word. Pokoknya tidak perlu dibuat ribet, yang penting kalian punya patokan mengenai design kedepannya. 

    Setelah itu, yang perlu saya lakukan adalah memilih menu kustomisasi tema dan mengupload logo, favicon dan mengubah nama blog sesuai keinginan. 

    Jika sudah kita bisa mulai ke step selanjutnya yaitu setting Home Page. 

    Langkah Ketiga: Membuat Home Page

    Ada dua jenis blogger di muka bumi ini: yang begitu dibuka blognya langsung ada semua blog postnya terpampang nyata--dan blogger yang blognya pake landing page atau home page dulu, nggak langsung ke blog. 

    Berhubung Duckofyork termasuk kategori yang pertama (alias home page saya isinya langsung pilihan post-post terbaru), saya jadi penasaran pengen coba bikin home page yang kedua alias landing page terlebih dahulu. Disini saya terinspirasi dari blognya Mbak Rora Gusdo yang Home Page nya selalu cakep-cakep hehehe. 

    Untuk membuat Home Page ini kita cukup memodifikasi Home Page dari template yang kita punya di bagian Page. Dengan menggunakan Wordpress Block kita bisa menambahkan elemen gambar, post blog terbaru, sampai widget-widget social media dengan metode drag and drop saja. Jadi kalian tidak perlu punya kemampuan coding untuk membuat home page ini ya.

    (Ya walaupun untuk kustomisasi lebih lanjut, kemampuan coding itu terbukti bermanfaat banget lol)

    Disini saya lebih banyak menggunakan gambar soalnya saya pengen blog yang ini tampilannya lebih visual aja ketimbang duckofyork. Tapi kalian juga bisa membuat home page yang SEO Based dengan tulisan dan landing page yang SEO banget. Next post saya akan coba bahas untuk optimasi landing page ini ya. 

    Psst, meskipun Home Page kalian bukan langsung berisi postingan, tapi pastikan juga untuk selalu meletakkan satu atau dua post blog di depan ya, karena akan mempermudah navigasi dari pembaca kita dari home page ke post terbaru di blog. 

    Step Selanjutnya: Membuat Konten Blog Post

    Kalau sudah gimana? Ya tinggal bikin blog post guys! 

    Untuk membuat blog post kalian bisa menuju menu post dan mulai membuat tulisan. Untuk tulisan pertama saya, saya memutuskan untuk menulis ulang mengenai Alila Solo yang pernah saya bahas di blog ini dalam bahasa inggris. 

    Kenapa pake bahasa inggris? Karena kepengen aja. Kalian bebas kok mau pake bahasa apapun asal jangan bahasa kalbu aja lol. 

    Setelah konten blog post kalian publish, kalian juga bisa menambahkan konten tersebut ke home page untuk mempermudah pengunjung blog kalian untuk langsung menuju konten yang diinginkan. 

    Yang Tidak Kalah Penting: Buat E-Mail!



    Satu yang suka banget dengan layanan dari Wordpress Hosting dari Exabytes ini adalah kemudahan membuat webmail. Kalau berdasarkan pengalaman obyektif saya selama beberapa tahun terakhir bergulat dengan pembuatan website, membuat e-mail dengan domain pribadi itu emang malesin tapi kali ini beda!

    Lho bedanya apa?

    Karena dengan menggunakan hosting dari Exabytes kita dapat set-up e-mail personal dengan mudah dengan menggunakan fasilitas mail di plesk. Membuat e-mail dengan domain jadi super mudah seperti sign-up layanan e-mail besar. Gone are the days untuk setting setting POP dan IMAP, dengan plesk semuanya mudah!

    Review Wordpress Hosting Dari Exabytes

    Saya puas sekali dengan wordpress hosting dari Exabytes karena selain sudah menggunakan SSD sehingga speednya wuz wuz wuz dan anti lag, harganya juga terjangkau banget, mulai dari 35 ribu perbulan!

    Kapasitas hosting yang menurut saya juga lumayan besar ini lebih dari cukup jika kita ingin membuat blog wordpress, dengan syarat jangan lupa ngecilin image size ya. Penggunaan SSD juga membuat hosting jadi lebih cepat saat diakses. 

    Selain itu nggak perlu khawatir data kita akan hilang karena website kita akan di backup oleh Exabytes setiap minggunya. Ini penting banget karena kan kita "menitipkan" data isi blog yang sangat berharga itu ke pihak penyedia hosting, jadi harus milih Hosting yang terpercaya. Exabytes ini sudah punya nama besar di Asia tenggara jadi nggak usah khawatir dengan profesionalitasnya!

    Jika kalian berlangganan di atas satu tahun, kalian bisa mendapatkan domain gratis, lumayan banget kan? Harga annualnya juga bersaing banget dan JAUH LEBIH MURAH jadi mending sekalian ambil setahun biar nggak kelupaan perpanjang hehehe. 

    Jika kalian pengen saya membahas mengenai Plugin-plugin baik SEO maupun bukan yang saya gunakan di Junoaggy atau bahasan lainnya seputar wordpress blogging kalian bisa komen dibawah ya! Saya usahakan untuk membalas setiap komentar yang masuk sebaik mungkin. 

    Buat kalian yang ingin mencoba Wordpress Hosting SSD dari Exabytes, di bulan maret ini lagi ada promo lho! Ada Marchvelous Promo bagi kalian yang mau mencoba service-service dari Exabytes. PS: Kalian juga bisa cek promo-promo Exabytes di laman ini ya

    . Senin, 22 Maret 2021 .

    Cara Membuat Blog Wordpress Dengan Mudah Menggunakan Exabytes Wordpress Hosting

    popular posts

    IBX5B00F39DDBE69
    category
    tech
    Tampilkan postingan dengan label tech. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label tech. Tampilkan semua postingan
    . Senin, 22 Maret 2021 .

    ac

    Hola guys! Akhirnya saya menulis artikel paling penting dan paling banyak di-request semenjak saya banyak mengisi acara-acara seputar blogging dan SEO yaitu cara membuat blog. 

    Kali ini saya akan mencoba membuat blog Wordpress dengan menggunakan layanan dari salah satu provider hosting dan domain terbaik di Indonesia yaitu Exabytes. Kenapa Exabytes? Karena mereka punya layanan Web Hosting dan Wordpress Hosting dengan SSD. 

    Kali ini saya berkesempatan mencoba layanan Wordpress Hosting SSD dari Exabytes. Ini menarik karena saya juga baru pertama kali mencoba layanan yang memang ditujukan khusus untuk website berbasis wordpress.

    Oh ya, disclaimer dikit, sebenarnya saya juga nggak merasa expert-expert banget dalam membuat website dan blog berbasis wordpress, tapi saya coba membuat versi dumb down-nya ya. Semoga bisa diikuti oleh teman-teman yang masih awam sekali dalam membuat website. 

    Langkah Pertama: Sign Up di Website Exabytes dan Beli Paket Hosting Wordpress Yang Kalian Inginkan

    Tentunya hal paling pertama yang harus kita lakukan sebelum sibuk mengurus konten website kita adalah membeli hosting dan domain dulu. Nah ini bisa kalian lakukan dengan mudah di Website Exabytes. 

    Caranya mudah, buka website exabytes disini dan pilih login pelanggan lalu pilih buat akun. Daftarkan akun kalian seperti biasa, nanti kalau sudah jadi, kalian diharuskan untuk login. Setelah itu tinggal pilih deh mau ngapain, mau beli domain bisa, mau beli hosting juga bisa. 

    Atau, kalian bisa pakai cara kedua yang menurut saya lebih gampang.

    Pertama, buka laman wordpress hosting dari Exabytes lalu pilih paket Wordpress Hosting yang kalian inginkan. Saat ini ada 4 paket Wordpress Hosting yang bisa kalian gunakan yaitu WP 12 Ecommerce, WP 12 Business, WP 12 Beginner dan WP 12 Ultimate. 

    Saya sendiri menggunakan WP 12 Beginner. Meski namanya Beginner tapi fiturnya sudah lebih dari cukup lho! Estimasi traffic yang dapat ditampung adalah sekitar 30.000 pengunjung dengan storage 30 GB fast SSD dan bisa dipakai untuk 30 Domain & e-Mail. Kalian juga akan mendapatkan perlindungan dari Immunify360 untuk mencegah malware dan Litespeed & Brotli compression sehingga website selain aman juga punya speed yang bagus. Ingat, speed yang bagus adalah salah satu fitur rank SEO yang penting lho! 

    Psst, kalian juga nggak perlu khawatir soal SSL karena kalian sudah akan mendapatkan free SSL juga lho. Jadi website kalian sudah pasti akan https! 

    Yang kedua, Kalau sudah tahu mau menggunakan paket apa, kalian tinggal klik mulai sekarang. Kalian akan di-redirect ke halaman untuk memesan domain, nah kalian pilih domain yang kalian mau lalu ikuti saja langkah-langkah untuk pembayarannya. Voila, kelar deh!

    Sebenarnya beberapa pertimbangan kenapa saya mau menggunakan layanan dari Wordpress Hosting dari Exabytes ini adalah karena saya orangnya tau beres. Jadi bener-bener kita order paket Wordpress terus langsung disetupin dan kita tinggal login dan ngurus websitenya.

     


    Untuk Hosting Control Panelnya menggunakan Plesk. Saya memang lebih terbiasa menggunakan CPanel ketimbang Plesk, tapi setelah dipelajari Plesk ini lebih simpel dan lebih to the point. Tampilannya yang lebih modern juga sangat beginner-friendly. Jadi teman-teman yang sudah terbiasa dengan CPanel nggak usah khawatir ya. 

    Untuk membuka Plesk ini caranya kalian login ke Client Area Exabytes, lalu klik Your Active Products/Services . Nanti kalian akan masuk ke halaman Manage Product.  Scroll sedikit dan kalian akan menemukan tombol Manage My Hosting.

    Voila! kalian udah masuk deh ke Plesk. Selanjutnya pilih menu Wordpress di sebelah kiri lalu pilih login. Kalian akan otomatis login ke dashboard wordpress kalian.

    Kalau bingung cara set-upnya, kalian bisa kontak Customer Support dari Exabytes melalui Live Chat dan Whatsapp. Saya beberapa kali kontak Customer Support Exabytes karena ISP saya entah kenapa nggak bisa buka Exabytes dan selalu dilayani dengan baik dan cepat. 

    Jadi ngga usah ragu untuk menghubungi CS dari Exabytes baik melalui Live Chat, E-Mail maupun Whatsapp ya, karena CS dari Exabytes ini 24 jam kok! 

    Langkah Kedua: Tentukan Tema dari Blog Wordpress


    Waktu saya login, ternyata saya sudah di setupin Elementor sama Exabytes! Seneng banget karena Website Building dengan menggunakan Elementor itu mudah banget sebenarnya. 

    Sayangnya, karena saya nggak ada akun premium Elementor dan untuk kepentingan tutorial ini, saya memilih menggunakan Wordpress Block saja. Iya Wordpress Block ini juga nggak jauh beda dengan Elementor. 

    Psst, sebenarnya saya juga sudah diinstallin plugin Wordpress Classic sama Exabytes, tapi saya anaknya #TeamWordpressBlock. Anak Classic Plugin nggak boleh protes. 

    Memilih tema blog itu mudah banget karena sebenarnya tema gratisan dari Wordpress itu highly customizable banget. Saya sendiri memilih menggunakan tema twenty-twenty dari Wordpress karena simpel banget. 

    Sebelumnya untuk mempermudah workflow, saya mencoba membuat mini branding block sebagai acuan dalam membuat konten. Jadi branding saya di website ini konsisten gitu. Kalian juga bisa baca seputar branding blog di blog post saya yang ini ya.


    Saya mencoba membuat branding block ini dengan illustrator karena sekalian mendesign logo dan favicon dari website. Kalian bisa membuat dengan canva, photoshop atau bahkan microsoft word. Pokoknya tidak perlu dibuat ribet, yang penting kalian punya patokan mengenai design kedepannya. 

    Setelah itu, yang perlu saya lakukan adalah memilih menu kustomisasi tema dan mengupload logo, favicon dan mengubah nama blog sesuai keinginan. 

    Jika sudah kita bisa mulai ke step selanjutnya yaitu setting Home Page. 

    Langkah Ketiga: Membuat Home Page

    Ada dua jenis blogger di muka bumi ini: yang begitu dibuka blognya langsung ada semua blog postnya terpampang nyata--dan blogger yang blognya pake landing page atau home page dulu, nggak langsung ke blog. 

    Berhubung Duckofyork termasuk kategori yang pertama (alias home page saya isinya langsung pilihan post-post terbaru), saya jadi penasaran pengen coba bikin home page yang kedua alias landing page terlebih dahulu. Disini saya terinspirasi dari blognya Mbak Rora Gusdo yang Home Page nya selalu cakep-cakep hehehe. 

    Untuk membuat Home Page ini kita cukup memodifikasi Home Page dari template yang kita punya di bagian Page. Dengan menggunakan Wordpress Block kita bisa menambahkan elemen gambar, post blog terbaru, sampai widget-widget social media dengan metode drag and drop saja. Jadi kalian tidak perlu punya kemampuan coding untuk membuat home page ini ya.

    (Ya walaupun untuk kustomisasi lebih lanjut, kemampuan coding itu terbukti bermanfaat banget lol)

    Disini saya lebih banyak menggunakan gambar soalnya saya pengen blog yang ini tampilannya lebih visual aja ketimbang duckofyork. Tapi kalian juga bisa membuat home page yang SEO Based dengan tulisan dan landing page yang SEO banget. Next post saya akan coba bahas untuk optimasi landing page ini ya. 

    Psst, meskipun Home Page kalian bukan langsung berisi postingan, tapi pastikan juga untuk selalu meletakkan satu atau dua post blog di depan ya, karena akan mempermudah navigasi dari pembaca kita dari home page ke post terbaru di blog. 

    Step Selanjutnya: Membuat Konten Blog Post

    Kalau sudah gimana? Ya tinggal bikin blog post guys! 

    Untuk membuat blog post kalian bisa menuju menu post dan mulai membuat tulisan. Untuk tulisan pertama saya, saya memutuskan untuk menulis ulang mengenai Alila Solo yang pernah saya bahas di blog ini dalam bahasa inggris. 

    Kenapa pake bahasa inggris? Karena kepengen aja. Kalian bebas kok mau pake bahasa apapun asal jangan bahasa kalbu aja lol. 

    Setelah konten blog post kalian publish, kalian juga bisa menambahkan konten tersebut ke home page untuk mempermudah pengunjung blog kalian untuk langsung menuju konten yang diinginkan. 

    Yang Tidak Kalah Penting: Buat E-Mail!



    Satu yang suka banget dengan layanan dari Wordpress Hosting dari Exabytes ini adalah kemudahan membuat webmail. Kalau berdasarkan pengalaman obyektif saya selama beberapa tahun terakhir bergulat dengan pembuatan website, membuat e-mail dengan domain pribadi itu emang malesin tapi kali ini beda!

    Lho bedanya apa?

    Karena dengan menggunakan hosting dari Exabytes kita dapat set-up e-mail personal dengan mudah dengan menggunakan fasilitas mail di plesk. Membuat e-mail dengan domain jadi super mudah seperti sign-up layanan e-mail besar. Gone are the days untuk setting setting POP dan IMAP, dengan plesk semuanya mudah!

    Review Wordpress Hosting Dari Exabytes

    Saya puas sekali dengan wordpress hosting dari Exabytes karena selain sudah menggunakan SSD sehingga speednya wuz wuz wuz dan anti lag, harganya juga terjangkau banget, mulai dari 35 ribu perbulan!

    Kapasitas hosting yang menurut saya juga lumayan besar ini lebih dari cukup jika kita ingin membuat blog wordpress, dengan syarat jangan lupa ngecilin image size ya. Penggunaan SSD juga membuat hosting jadi lebih cepat saat diakses. 

    Selain itu nggak perlu khawatir data kita akan hilang karena website kita akan di backup oleh Exabytes setiap minggunya. Ini penting banget karena kan kita "menitipkan" data isi blog yang sangat berharga itu ke pihak penyedia hosting, jadi harus milih Hosting yang terpercaya. Exabytes ini sudah punya nama besar di Asia tenggara jadi nggak usah khawatir dengan profesionalitasnya!

    Jika kalian berlangganan di atas satu tahun, kalian bisa mendapatkan domain gratis, lumayan banget kan? Harga annualnya juga bersaing banget dan JAUH LEBIH MURAH jadi mending sekalian ambil setahun biar nggak kelupaan perpanjang hehehe. 

    Jika kalian pengen saya membahas mengenai Plugin-plugin baik SEO maupun bukan yang saya gunakan di Junoaggy atau bahasan lainnya seputar wordpress blogging kalian bisa komen dibawah ya! Saya usahakan untuk membalas setiap komentar yang masuk sebaik mungkin. 

    Buat kalian yang ingin mencoba Wordpress Hosting SSD dari Exabytes, di bulan maret ini lagi ada promo lho! Ada Marchvelous Promo bagi kalian yang mau mencoba service-service dari Exabytes. PS: Kalian juga bisa cek promo-promo Exabytes di laman ini ya

    . Rabu, 17 Februari 2021 .

    Saya akhirnya telah mencapai titik lelah menggunakan Macintosh. Kali ini saya serius, saya benar-benar pindah Operating System.

    Kenapa pindah Operating System menjadi sebuah cerita baru buat saya? Karena saya sudah 13 tahun menggunakan mac--10 tahun bahkan secara eksklusif menggunakan mac tanpa produk windows sampingan. Saya menggunakan ekosistem apple untuk sehari-hari, kecuali untuk apple watch yang rentan hilang dikala tangan pegal-pegal.

    Jujur ada banyak hal yang saya sukai dari macintosh. Keyboard yang nyaman sebelum butterfly switch menyerang, trackpad yang akurat dan kaya gestur, tampilan aplikasi yang menawan, kemudahan untuk airdrop dan handoff sehingga saya bisa copy paste dari laptop ke handphone dan handphone ke laptop dengan cepat, sampai layar yang emang.... aduh pokoknya nggak bikin mata capek. Tapi itu semua telah tergantikan dengan kebutuhan baru:

    Yaitu Genshin Impact.

    Karena kita anaknya punya motto Harta, Tahta dan Gacha. 

    Nggak deng, bukan cuma Genshin Impact. Saya mulai merasa kalau macbook yang saya gunakan sudah lagi nggak mendukung kebutuhan pekerjaan freelance saya yang semakin hari semakin banyak, misalnya saja analisis data menggunakan office yang mana lambannya bikin inget Tuhan di Mac, render ini itu yang makin hari makin banyak aja rasanya, sampai ngisi e-filing pajak. Tapi yang paling penting adalah ini saya punya koleksi games di steam, ubisoft, origin, epic dan riot yang nggak kepake banyak banget karena ga disupport Mac lagi.

    Jadi dengan berat hati, saya memutuskan untuk... Build PC

    Kenapa PC? Kenapa Bukan Laptop Gaming?

    Jujur saya bukan tipe blogger/gamer zuma yang kemudian akan mengiklankan laptop gaming pemakaian sehari-hari. Laptop gaming itu jelas nggak masuk budget dan kebutuhan saya secara kita anaknya UMR jogja garis keras.

    Ini adalah pengalaman dan kebutuhan saya sendiri ya, bukan untuk mendiscourage kalian beli laptop gaming atau menjelek-jelekkan laptop gaming. 

    Secakep-cakepnya laptop gaming, semantap-mantapnya laptop gaming, spek yang bisa kita utak atik itu terbatas. Belum lagi penampilan kebanyakan laptop gaming yang nyala-nyala kaya odong-odong dengan RGB yang warnanya bikin sakit kepala seringkali membuat saya malas dengan laptop gaming.

    ((tentunya enggak semua laptop gaming bentuknya seperti odong-odong ya, tapi yang saya taksir kaya Razer Blade harganya beneran bikin kantong bolong))

    Apalagi, kita sebagai gamer zuma sejati jelas sudah punya line up keyboard gaming sendiri. Jadi alamat nantinya itu laptop mahal-mahal dengan teknologi layar aneh aneh itu  tetap akan dicolok ke monitor eksternal--secara, apa sih yang kamu harapkan dengan ngegame di layar 15 inchi?

    Terus pake keyboard sendiri. Mouse sendiri. 

    Cuma bisa dibawa ke kasur aja kalo lagi mager duduk di kursi. Udah begitulah inti pikiran saya soal laptop gaming. 

    Pun kalo mau bicara soal portabilitas, kebanyakan laptop gaming yang harganya masuk di budget saya itu bulky dan berat. Mau bawa-bawa keluar rumah malas, mending bawa iPad yang bisa masuk tas cantik. Jadi sudahlah sekalian saja saya build PC. 


    Adaptasi Dari Mac ke PC

    Ini susah banget. 13 tahun bukan waktu yang sebentar untuk beradaptasi dari sebuah ekosistem ke ekosistem lainnya. Kenapa saya bilang ekosistem? Karena saya adalah Apple fangirl lol. 

    Pekerjaan part-time pertama saya ketika kuliah adalah menjadi campus ambassador (aka anak marketing) di Emax My Campus yang notabene jualan apple. Saya pengguna iPod dari shuffle sampai iPod Touch, lalu iPhone, iPad, Macbook, dan iMac. Jadi kurang Apple apalagi?

    Jadi untuk transfer file foto dan video saya sudah nyaman banget menggunakan iTunes (dulunya) dan Airdrop. Untuk edit video saya sudah punya Final Cut Pro. Untuk musik saya terbantu banget dengan keberadaan Logic yang harganya murah meriah untuk ukuran DAW + menggunakan iPad sebagai MIDI Controllernya. Pokoknya udah saya anaknya Apple banget.

    Salah satu yang bikin saya berpindah adalah karena semenjak OSX Catalina, menggunakan WINE untuk menjalankan program-program windows jadi ribet banget. Saya jadi ngga bisa memainkan games-games yang biasa saya mainkan atau menggunakan program-program berbasis windows di Mac. Transisi Hard Disk dari HFS+ ke APFS yang seolah memaksa saya untuk berpindah ke SSD juga membuat saya kewalahan. Afterall, SSD dengan ukuran yang besar masih cukup mahal.

    Jadi intinya saya lagi kere dan nggak bisa upgrade macbook saya yang semakin uzur. Akhirnya berbekal kenekatan dan keinginan keras untuk kembali main DOTA2 dan Genshin Impact dalam damai akhirnya saya merakit PC. 

    Yang pertama berasa adalah: betapa murahnya merakit PC, pantes semua orang bachot ngomong "mending rakit PC aja"

    "Mending Rakit PC Aja"

    Saya merakit PC di salah satu toko komputer terkemuka di Jogja yaitu Starcomp. Kebetulan saya sedang nemenin Kak Arum benerin Ram dan salah satu salesnya menawarkan untuk merakitkan PC sesuai dengan spek yang saya butuhkan. Nggak sampai setengah jam, saya sudah diwhatsapp dengan quotation harga dan spek yang tentunya masih bisa saya otak-atik.

    Pikiran pertama saya: MURAH SEKALI YA HANYA DENGAN 5 JUTA LEBIH SAYA SUDAH BISA PUNYA CPU DENGAN SPEK YANG CUKUP UNTUK NGEDIT FOTO, NGONTEN DAN TENTUNYA NGEGAME.

    Tentunya saya seneng banget dong. Langsung aja saya beli. Kak Arum sampai geleng-geleng kepala. Besok siangnya itu PC langsung jadi dan bisa dibawa pulang. 

    Karena saya orangnya ((extra)), budget 5 juta lebih itu tentu saja naik dengan alasan butuh RAM buat rendering, butuh HDD buat nyimpen games dan tentunya butuh VGA yang lebih mumpuni (yang ini belom kebeli karena yang saya maunya yang mahal lol)

    *habis itu bingung sendiri entar balik modalnya gimana*

    Kondisinya saya sudah punya monitor sendiri ya (LG 22MK600) jadi pengeluaran saya jauh lebih hemat, kapan-kapan saya cerita soal monitor saya ya. 

    Pengen Balik Ke Apple Nggak?

    Jujur saya kangen Airdrop. Saya kangen banget mindahin file dengan mudah antara HP dan laptop. Saya kangen banget mencet tombol command dan tentunya saya kangen banget sama mighty trackpadnya apple. 

    Tapi itu semua termaafkan dengan bisa main Apex Legends sepuasnya dan buka microsoft office dengan wuzwuzwuz. Maafkan saya Apple, tapi versi Microsoft Office for Mac itu lemot banget, eke nggak suka. 

    Selain itu saya juga leluasa menggunakan hard disk dengan format NTFS--format yang jelas nggak disupport oleh MacOS. 

    sebagai pengguna Mac dari jaman OSX Leopard (yang mana dulu mau upgrade OS aja berbayar!) saya jelas masih susah move on dari beberapa fitur-fitur MacOS, tapi saya masih bisa dengan mudah menemukan substitusinya di Windows. 

    Kecuali untuk DAW ya, karena sampe sekarang saya belum paham cara pake frooty loops dan belom mampu beli license Ableton *menangis dipojokan*

    Mac atau Windows

    Jadi Mac atau Windows? 

    Jujur bagi saya sama saja. Wong yang membedakan memang cuma interface dan environment-nya saja. 

    Saya memang sudah akrab dengan command-command di Mac (sudo killall anyone?) dan bagaimana bernavigasi ria di finder Mac, jadi pas pindah ke windows saya masih kagok (ternyata preview pane di explorer windows ga ngasi detil lebih seperti di mac)

    Tapi kalau soal support ke banyak aplikasi, saya masih prefer windows. Akhirnya mengisi SPT ga perlu nebeng laptop orang cuma buat buka e-form :p

    Sisanya sama, cuma harus membiasakan diri untuk mencet ctrl instead of cmd wkwkwk

    Pertanyaannya, kalau bisa pake dua-duanya, kenapa harus milih salah satu? lol.
    . Rabu, 13 Januari 2021 .

    logitech pebble mouse m350 review

    Kalau kemarin saya sudah membahas Logitech K380, kali ini saya akan membahas ((jodohnya)) yaitu Pebble Mouse Logitech M350 yang juga gemes dan berwarna pink.

    Nggak, postingan ini nggak bersponsor karena saya beli sendiri pas shopee 9.9 siapalah saya--tapi jujur rasanya ngebahas Logitech K380 tanpa ngebahas mouse yang satu ini rasanya bagai makan sei tanpa kuah--ya nggak apa-apa sih, tapi kaya ada yang kurang gitu,

    . Rabu, 23 Desember 2020 .

    Salah satu hal yang paling bikin kita kangen dari kantor dan sekolah selama pandemi tentunya adalah kantin. Saya sering banget kepikiran bagaimana nasib para ibu kantin yang selama ini menjadi teman ngaso dan makan siang kita semua sebelum pandemi.

    Ya, karena pandemi, banyak sekali UMKM yang megap-megap dan sulit bertahan. Salah satunya adalah para ibu kantin, warung makan anak sekolah dan masih banyak lagi UMKM yang berada dalam kondisi hidup segan mati tak mau. 

    Kebanyakan dari para penggerak UMKM ini adalah perempuan. Kemarin waktu saya mendengarkan webinar hasil kolaborasi dari Danone Indonesia dan Women Will Google Indonesia mengenai UMKM digital, saya baru tahu kalau sekitar 60% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. 

    Ini berarti ada banyak Ibu kantin, Ibu Warung, Ibu Pedagang, Ibu Pengusaha, dan Ibu-ibu lainnya yang menggantungkan hidupnya pada UMKM yang mereka kelola. 

    Dan seperti yang kalian tahu, 1 orang dari 60% pelaku UMKM di Indonesia itu adalah saya sendiri.

    Baca Juga: tips survival sebagai freelancer

    Digitalisasi UMKM




    Jujur pandemi seperti ini adalah salah satu situasi yang bikin para pelaku UMKM--tidak terkecuali saya--ketar-ketir setengah mati. Model usaha yang tadinya bertumpu pada kegiatan usaha face to face tentunya harus bisa beradaptasi dengan cepat jika tidak ingin tergerus pandemi. Salah satu mode adaptasi tersebut adalah dengan mendigitalisasi usaha kita.

    Saya termasuk beruntung karena bisa hidup begitu dekat dengan teknologi--tapi tidak semua orang punya privilege seperti saya. Tidak semua Ibu UMKM sudah mendigitalisasi UMKM dan pekerjaan mereka. 

    Ini bisa dimengerti karena memang penggunaan teknologi digital dan Internet di Indonesia masih dalam masa perkembangan. Berbeda dengan negara-negara maju yang sudah terbiasa dengan sistem e-commerce, Indonesia baru belajar mengenal cara berniaga yang satu ini di beberapa tahun terakhir. 

    Sebenarnya nggak semua Ibu UMKM ini nggak paham mengenai digital-digitalan, hanya saja memang kebanyakan ibu baru sebatas memanfaatkan teknologi digital ini untuk bersosmed ria, belanja, dan berhepi-hepi. Disini dibutuhkan kepercayaan diri dan kemauan untuk belajar cara memanfaat teknologi digital ini dan mengubah mindset dari konsumen menjadi produsen.

    Women Will Indonesia



    Dalam webinar Danone yang saya ikuti kali ini saya diajak menengok langkah kolaborasi Danone Indonesia dan Google Indonesia. Hadir sebagai pembicara yaitu:

    1. Destry Anna Sari – Asisten Deputi Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia
    2. Vera Galuh Sugijanto - Vice President General Secretary Danone Indonesia
    3. Dora Songgo – Product Marketing Manager for Brand & Reputation Google Indonesia
    4. Jonathan End - Digital & Growth Consultant

    Salah satu inisiatif dari Google Indonesia yaitu Women Will sudah berpengalaman dalam memberikan bekal kepada para UMKM untuk bisa memanfaatkan fitur-fitur yang dimiliki Google misalnya Google My Business. 

    Sebelum pandemi, Women Will sudah menyelenggarakan kelas di 14 kota di Indonesia. Saat pandemi ini saya lihat Women Will juga seringkali menyelenggarakan kelas online bagi para pengusaha UMKM. Coba acungkan jari, disini siapa yang pernah ikut kelas Women Will? 

    Women Will Indonesia berkolaborasi dengan Danone Indonesia memberikan pelatihan-pelatihan bagi para perempuan pengelola UMKM yang tergabung dalam inisiatif Danone Indonesia seperti Warung Anak Sehat dan Aqua Home Service. Harapannya nantinya para ibu ini dapat mempelajari cara-cara untuk men-digitalisasi UMKM yang mereka kelola. 

    Danone Indonesia sendiri melihat bagaimana selama pandemi ini para Ibu yang tergabung dalam Warung Anak Sehat dan Aquan Home Service mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya baik dari segi produksi maupun distribusi. Salah satu peran penting Danone Indonesia adalah untuk membantu mengedukasi serta melatih para ibu untuk bisa terus menjalankan usaha mereka karena perempuan adalah pahlawan ekonomi keluarga. 

    Menurut Ibu Dora Songgo, Product Marketing Manager for Brand and Reputation Google Indonesia, para perempuan yang sudah memanfaatkan teknologi untuk usahanya mendapatkan peningkatan yang cukup signifikan. Kuncinya adalah yakin dan mau belajar. 

    Literasi digital juga menjadi penting bagi para pelaku UMKM yang memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran. Mengenal mengenai cara-cara berinteraksi di dunia digital juga menjadi salah satu hal penting yang harus dipelajari oleh para pelaku UMKM; misalnya saja search engine optimization, cara marketing dan menggunakan e-commerce, dan masih banyak lagi. 


    Saat Ini Eranya Kolaborasi


    Kolaborasi Danone Indonesia dan Women Will Indonesia menjadi salah satu milestone dalam perkembangan UMKM di Indonesia, mengingat banyaknya UMKM yang tergabung dalam Warung Anak Sehat dan Aqua Home Service. 

    But thats not the only collaboration that matters karena di era teknologi digital ini, sangat penting sekali bagi para pelaku UMKM untuk berkolaborasi. Udah nggak jaman lagi persaingan antar usaha--sekarang zamannya saling mendukung untuk sukses bersama-sama. 

    Dengan teknologi, kolaborasi menjadi lebih mudah. Dengan kolaborasi sesama UMKM, bukan tidak mungkin kalau produk yang kita jual mendapatkan pasar yang lebih luas. Ingat beberapa bulan yang lalu sempat ramai ajakan dari sebuah restoran besar untuk makan di restoran lainnya agar bisa membangkitkan iklim usaha yang sedang lesu? Nah brand besar saja tidak ragu untuk saling berkolaborasi, jadi sebagai pelaku UMKM kita harus siap untuk terus berkolaborasi. 

    Bagi teman-teman pelaku usaha UMKM jangan menyerah ya. Di masa-masa pandemi ini memang mungkin akan terasa sangat berat, tapi jangan lupa tugas utama kita sebagai pengusaha adalah berusaha dan mengusahakan. Jika kita pelan-pelan mau belajar, pasti akan ada jalannya. 

    Keep spirit!

    . Kamis, 26 November 2020 .

    Review Logitech K380 Indonesia

    Setelah pandemi sebagian teman-teman saya punya interest dan hobby baru, misalnya saja bercocok tanam, masak memasak, sepedaan bahkan memelihara ikan. Saya punya hobi baru juga: nyobain keyboard dan mouse. Walaupun banyak yang dicoba tapi ujung-ujungnya hati saya berlabuh di Logitech K380 warna rose. 

    Sebenarnya hobi oprek gadget dan benda benda berbau teknologi ini bukan hobi baru--cuma saya merasa hobi ini kurang terdokumentasi dengan baik di sosial media (mengingat koleksi saya juga cupu dan murmer). Sekarang dengan bantuan diskon-diskon dari e-commerce saya mencoba untuk lebih banyak mengeksplor hobi saya di bidang teknologi.

    Jadi saya mau review aja keyboard yang sudah saya beli dengan harga yang ((cukup lumayan)) buat budget saya yang terbatas. Simak reviewnya berikut ini ya!

    Tampilan Keyboard Logitech K380

    Review Logitech K380 Indonesia

    Review Logitech K380 Indonesia


    Jujurrrr banget... nget.. nget.. nget, keyboard ini adalah salah satu keyboard dengan tampilan terbaik yang pernah saya punya. Bentuknya simple, minimalis dengan keypad berbentuk bulat. Ada beberapa pilihan warna untuk keyboard Logitech K380 ini, antara lain off-white (putih), rose (pink), hitam (black) dan biru (blue). Kemarin saya sempat liat varian warna merah di marketplace, tapi saya cek ke official website logitech belum ada varian merahnya :(

    Pilihan saya jatuh ke warna pink karena menggambarkan kepribadian saya yang menggemaskan dia matching sama Mouse Logitech Pebble M350 saya yang juga berwarna pink. Untuk mouse yang satu ini, nantilah saya review ya. 

    Logitech K380 ini adalah Multi Device Bluetooth Keyboard




    Apa itu multi device bluetooth keyboard? Mudahnya keyboard ini dapat terhubung dengan beberapa gadget menggunakan koneksi bluetooth 2.4 ghz tanpa dongle. 

    Jadi selama perangkat gadget yang kamu gunakan memiliki koneksi bluetooth kamu dapat menggunakan keyboard Logitech K380 ini tanpa menggunakan dongle bluetooth layaknya wireless bluetooth kebanyakan. 

    Keyboard ini sangat mudah untuk dihubungkan ke gadget. Ada tiga hotkeys yang bisa mengingat koneksi bluetooth keyboard ini ke tiga gadget yang berbeda supaya kalian tidak perlu ribet mengoneksikan ulang keyboard ini dengan gadget-gadget kalian setiap kali akan mengetik. 

    Perangkat Apa Saja Yang Disupport Logitech K380?

    Kamu bisa menggunakan keyboard logitech ini dengan perangkat apapun yang memiliki koneksi bluetooth mulai dari Windows, Mac, Android, iOS, sampai chromecast dan apple TV. 

    Saya sendiri menggunakan Logitech K380 ini untuk mengetik menggunakan iPad sebagai daily driver saya dan terkadang di Macbook. Saya nggak pakai di perangkat lainnya karena: a) saya lupa beli bluetooth card buat PC windows saya dan budgetnya keburu habis untuk beli Ryzen Renoir; b) saya nggak punya apple TV. 


    Bagaimana Cara Menghubungkan Logitech K380 dengan Gadget Yang Kita Punya?



    Untuk menghubungkan logitech K380 dengan gadget ataupun PC yang kita punya sangat mudah sekali, yang pertama, nyalakan keyboard dan perangkat gadget dengan bluetooth yang kita punya. 

    Scan perangkat bluetooth di gadget kita, lalu pilih nama keyboard Logitech K380. Lalu tekan tombol easy access di bagian angka 1, 2 dan 3 dan tahan selama 3 detik untuk mengasosiasikan angka tersebut dengan gadgetmu. Tunggu sampai lampu berhenti berkedip-kedip, jika lampu sudah berhenti berkedip berarti keyboard sudah terkoneksi. 

    Tinggal ngetik deh! gampang banget kaaan

    Berganti Gadget Dengan Mudah

    Karena namanya saja keyboard multi-device, berarti ini keyboard yang bisa dipakai oleh beberapa device kan ya? Nggak salah--dengan tombol easy access kalian bisa berganti gadget yang kalian pakai dengan mudah. 

    Caranya? cukup tekan dan tahan tombol 1, 2 dan 3 untuk berganti ganti device selama device tersebut sudah kamu koneksi dan asosiasikan dengan keyboardmu. 

    Ada 3 device yang bisa kamu daftarkan di keyboard ini. Saya baru pakai dua, yaitu untuk iPad dan untuk macbook. Slot yang ketiga tadinya mau buat PC, eh lupa nggak beli module bluetooth. Mungkin besok-besok slot ini akan saya pakai buat gadget lain.

    Cuma ada catatannya nih--kadang di Macbook yang saya pakai entah faktor macnya yang sudah jadul atau gimana, kadang saya harus matiin keyboard baru menyalakan lagi untuk mengakses si K380. Kalau laptop baru nyala juga kadang suka nggak autoconnect padahal kan buat start booting kan harus masukin password di awal :(

    User Experience Keyboard Logitech K380



    Jujur ini adalah keyboard yang nyaman banget di jari. 

    Buat kalian yang sudah terbiasa menggunakan keyboard Macbook nggak akan butuh waktu lama untuk adjusting jari kalian dengan keyboard ini karena feel-nya mirip! Meski demikian, dengan keyboard bulat yang slightly lebih lebar daripada keyboard mac, K380 terasa sangat nyaman untuk mengetik.

    Keyboard ini adalah tipe keyboard yang silent, jadi nggak akan ada suara ketikan yang berisik dan mengganggu jika kalian melakukan conference call sambil mengetik menggunakan keyboard ini. Meski silent, kalian tetap akan merasakan pengalaman mengetik yang menyenangkan karena kalian tetap bisa merasakan sedikit feedback di jari kalian. 

    Oh ya, suara mengetik di keyboard ini sama sekali nggak sember dan tombol spasinya mantap banget dan nggak cempreng. Cocok buat yang doyan ngetik malam-malam dan nggak pengen bangunin orang rumah dengan suara spasi yang plekeplekeplek :))))

    Selain itu entah kenapa saat menggunakan keyboard ini saya lebih jarang melakukan typo. Entah kenapa keyboard ini seolah-olah memang didesign untuk jari saya lol. Pergerakan jari terasa lebih cepat dan akurat. Saya selalu menggunakan keyboard ini saat menulis cerita-cerita horror saya di wattpad--jangan lupa dibaca ya. 

    Shortcut

    Bagi pengguna Mac akan sangat senang menggunakan keyboard ini karena shortcut-shortcut yang ditawarkan posisinya sama persis dengan keyboard mac, sehingga tidak ada proses adaptasi yang berarti. 

    Tapi jangan sedih, untuk pengguna windows dan android ada juga beberapa shortcut lain yang dapat kalian gunakan dengan keyboard Logitech K380 ini. 

    Battery Life

    Keyboard ini datang dengan 2 batre bawaan berukuran AA. Menurut klaim di kotaknya, batere keyboard ini bisa bertahan selama 2 tahun. Sejauh pemakaian saya selama kurang lebih 10 bulan terakhir sih belum ada masalah berarti dengan battery life keyboard ini. Belum ada tanda-tanda dia akan habis batere juga, padahal keyboard ini saya bawa ngetik berjam-jam dalam sehari lho!

    Yaaa meski baterenya habis juga saya nggak begitu khawatir karena battery replacementnya nggak sulit ditemukan. Cukup mencari battery AA biasa dan voila, keyboardnya nyala lagi deh!

    Bluetooth

    Keyboard ini menggunakan koneksi bluetooth tanpa dongle. Jadi buat kalian yang mau menggunakan keyboard ini tapi nggak ada modul bluetooth/bluetoothnya nggak berfungsi, nggak bisa ya.

    On the other hand, kalo kalian menggunakan perangkat seperti iPad, keyboard ini enak banget karena kalian nggak perlu colok apapun, cukup mengoneksikan iPad kalian dengan keyboard ini aja via setting. 

    Portabilitas

    Meski keyboard ini nampak kecil apalagi jika dibandingkan dengan saudaranya K480 yang lebih besar dan bulky, K380 ini bukan keyboard yang benar-benar ringan. 

    Jika dibandingkan dengan keyboard-keyboard portable sejenis, K380 ini bisa dibilang cukup bulky, meski masih mudah dibawa-bawa. Hanya saja, ke-bulky-annya ini berasal dari material plastic yang solid dengan tipe cangkang unibody. 

    Ini menjadikan Logitech K380 terasa lebih mewah, premium dan kuat ketimbag keyboard portable berbahan plastik lainnya, tapi karena keyboard saya warnanya pink cukup membuat saya deg-degan kalau harus membawa keyboard ini tanpa pembungkus hahahaha!

    Meski ada case ataupun silicon untuk melindungi keyboard saya dari goresan benturan maupun kotoran lainnya yang god knows why selalu mengintai keyboard-keyboard gemes portable yang saya punya, tapi agak males juga ya karena mostly accessories K380 ini cukup pricy dan dikirim dari luar negeri. 

    Verdict



    Saya suka banget dengan keyboard K380 ini. Meski bukan keyboard khusus iPad yang bisa dengan mudah dibawa kemana-mana, tapi saya merasa keyboard ini tetap portable dan mudah untuk dibawa-bawa meski saya harus waspada banget sama aneka ancaman seperti pulpen yang belom ditutup, kuah batagor, minyak di jari, dan masih banyak lagi ancaman-ancaman yang mengancam estetika keyboard gemes ini. 

    Dari segi performa, keyboard ini ganas banget karena selain nyaman dipakai, hampir ngga ada typo saat digunakan. Hampir nggak ada lag saat mengetik (meskipun saya sendiri belum menggunakan keyboard ini untuk ngegame ya, kecuali game ringan seperti the sims 4) 

    Keyboard ini juga punya feedback yang menyenangkan di jari saat mengetik meskipun key-nya relatively silent dan nggak berisik sehingga pengalaman mengetik tetap menyenangkan meskipun bukan mechanical keyboard.

    Kalo boleh jujur, satu-satunya hal yang saya nggak suka dari keyboard ini adalah HARGANYA. Harganya di kisaran 350 ribu - 450 ribu, tapi yuyur banyak merchant yang jual dengan harga jauh diatas itu di online shop :(  saya sendiri beli di harga 300 ribuan menggunakan voucher dan diskon harbolnas hahaha.

    Saya merekomendasikan keyboard ini buat teman-teman yang sering berganti-ganti device saat mengetik, menggunakan tablet PC yang nggak ada keyboard bawaannya, dan teman-teman yang mau beli apple keyboard tapi budgetnya nggak sampai karena honestly, Logitech K380 ini juara banget feel mengetiknya!

    Sekian review keyboard kali ini, sampai jumpa di review techno selanjutnya!

    Logitech K380 Multi Device Bluetooth Keyboard

    Estimasi Harga: Rp 396.000 - 455.000


    . Sabtu, 31 Oktober 2020 .

    link attribute

    Kemarin waktu saya mengisi kelas SEO Masterweb dan Blogger Perempuan, masih banyak teman-teman yang belum bisa membedakan link dofollow dan nofollow, maka dari itu saya mencoba membuat penjelasan singkat mengenai link attribution supaya besok-besok saya nggak perlu jelasin satu persatu lagi tiap ada yang nanya. 

    . Minggu, 11 Oktober 2020 .

    kapan butuh VPN

    Selama WFH ini saya seringkali mendengar ((teman-teman)) saya mengeluh karena harus mengajari orang-orang kantor menggunakan VPN jika harus berkorespondensi seputar masalah kantor. 

    Sebagai orang yang menggunakan VPN hanya untuk baca scanlation manga kantornya tidak pake VPN tentunya saya cannot relate. Tapi kalau kamu ada disini membaca artikel ini sekarang berarti kamu sedang mempertimbangkan apakah kamu butuh VPN atau tidak.

    Mari kita berkenalan dulu dengan VPN. Silahkan baca artikel ini, nggak panjang kok (semoga)

    . Minggu, 20 September 2020 .

    Hal yang tidak boleh dilakukan oleh blogger


    awas, dilarang emosi sepanjang membaca blog post kali ini karena saya sedang nyinyir maksimal.
    . Kamis, 06 Agustus 2020 .

    tips cara planning menggunakan google calendar

    Saya lagi berusaha running paperless office. Serius. Wacana yang satu ini sudah jalan di DUCKOFYORK dan DUCKY SEO selama bertahun-tahun tapi pada kenyataannya tetep aja kalo belom coret-coret di kertas kadang suka ada yang miss. 
    . Kamis, 16 Juli 2020 .

    Olio aplikasi untuk mengurangi foodwaste


    Kembali lagi di kehidupan minimalisku yang selain minimal barang juga minimal waste (karena kalo nggak ada barangnya, apa yang mau dibuang???)
    . Jumat, 27 September 2019 .


    Oke, judul postnya first world problem banget ya? Iya tapi nggak apa-apa, sebab saya baru belajar bahwa 128 GB itu nggak ada apa-apanya. Kesel kan, lagi foto-foto lucu buat konten instagram tau-tau muncul error memory full terus harus pause dulu foto-fotonya, delete-deletin foto terus mulai foto lagi? Kesel kan?

    Jadi gengs, saya adalah #antihapushapusclub. Serius, saya paling males disuruh ngapus-apus foto. Tapi apa daya kan, namanya juga manusia. Kadang tuh suka khilaf kalo jalan-jalan tiba-tiba memory-nya penuh. YA KAN SOALNYA MEMORY TUH BAHASA INDONESIANYA KENANGAN, JADI HARUS DIKENANG!!! Apasih.

    Oleh karena itu saya memutuskan untuk beli smartphone berkapasitas 128 GB. Sebelum pake hp yang ini, HP saya kapasitasnya cuma 16GB. Boro-boro nyimpen musik dan foto, buat aplikasi aja udah penuh. Tapi ternyata, 128 GB juga nggak berasa gengs karena...


    Tetep aja penuh! Liat itu udah mau 78 GB sendiri, padahal kayanya saya nggak nyimpen file aneh-aneh. Paling yaaaa... foto, video memory gitu, sama dokumen-dokumen penting. Kalo musik saya udah nggak simpen karena di laptop directory musik saya udah makan 60 GB sendiri, jadi sementara ya saya mengandalkan streaming-streaming service berbayar yaaaaa...

    Mau hapus-hapus juga udah bingung apa lagi yang mau dihapus-hapusin. Padahal kadang saya harus backup dan restore isi HP karena maklum ya, HP Jadul sudah butuh maintenis disana-sini.

    Sebenernya Apa Sih Yang Bikin HP Kita Jadi Penuh?

    Jadi ada survey oleh DEKA yang dikomisikan oleh Western Digital Corp, judul surveynya Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey, yang mana berisi soal kebiasaan orang indonesia mengenai kebiasaan menggunakan gawai dan manajemen data di gawai mereka.

    Karena saya tuh pengertian banget kalo kalian nggak suka dikasi data-dataan, makanya saya begadang sehari semalem bikin infografis dari hasil survey ini demi kalian. So sweet banget kan saya tuh... makanya rajin-rajin dong buka duckofyork astagaaaaaa... (malah curhat)


    Jadi ya, orang Indonesia ini rata-rata menggunakan smartphone sebagai gadget utamanya. Aseli, emang iya sih karena saya tahu teman-teman blogger yang sanggup upload post dari HP (saya sih enggak, babay bebqu) dan kebanyakan orang termasuk pak suami bisa aja gitu ngapa-ngapain dari HP mulai dari baca ebook, main game sampe nonton TV dan dengerin radio (!!!) pun dari HP. 

    Nah saking jadi #AnakHape-nya, rata-rata orang Indonesia sampe cuma menyisakan 1-3GB di HP mereka. Ayo coba dicek storage masing-masing ya, terus kasi tau saya di kolom komen HP kalian sisa berapa GB???

    Apa aja sih yang bikin HP Orang Indonesia Penuh? Cus discroll infografisnya ya bebqu...


    Nah ini dia penyumbang penuhnya memori HP masyarakat Indonesia. Ini adalah data-data terbanyak yang disimpan di HP ya; foto, video, musik, aplikasi dan dokumen. Ini masih berdasarkan survey yang sama. 

    Ya, bisa dilihat di foto HP saya juga foto dan video jadi nomer 1 penyumbang habisnya storage HP, terus nomer dua...whatsapp (yang mana isinya adalah foto dan video juga) abis itu yaaa... aplikasi huhuhu. Game jaman sekarang berat-berat, saya sebagai atlet penggemar e-sports harus sabar dengan game yang tambah berat padahal fitur-fiturnya tidak penting-penting amat hmmm...

    BRB Istighfar dan mengelus dada sambil merenungi kemana perginya space di HPku.

    Kalian isi hapenya apa sih yang bikin penuh?

    Solusi Backup HP Penuh Kamu!


    Selama ini kan backup HP adalah pekerjaan yang paling bikin males diantara yang bikin males, benar begitu pembacaku yang budiman dan budiwoman?

    Padahal nih resiko ketika kita nggak backup HP itu BANYAK BANGET. Hape bisa aja ilang atau error sampe ngga bisa diapa-apain, memori bisa aja ngga sengaja keapus pas hp dimainin ponakan dan lain-lain.

    Sobat kenangan sejauh ini bisa relate?

    Nah sebenarnya opsi backup itu ada banyak kan ya: bisa via cloud, bisa tancep ke laptop terus backup manual, dan lain-lain, tapi karena kita anaknya #SquadRebahan banget, saya kasih cara mudahnya yaaaa yaitu dengan menggunakan OTG dari Sandisk.

    Apa itu OTG?


    Jadi OTG kepanjangannya adalah on the go, maksudnya penyimpanan OTG disini adalah penyimpanan data yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. 

    Kenapa bisa kapan saja dan dimana saja? karena bentuk dan cara pemakaiannya ringkas banget gengs. Bisa dilihat ya OTG itu bentuknya kaya flashdisk gitu dan colokannya ada dua biji gitu, satu buat HP dan satu lagi buat dicolok ke laptop/PC.

    Jadi OTG ini adalah flashdisk yang bisa buat HP gengs. Selama HP kamu sudah mendukung OTG (yang mana hampir semua HP jaman sekarang sudah support OTG loh!) kamu bisa tinggal langsung colok si OTG terus copas-copas file yang dibutuhkan deh ke directory si OTG.

    Gampang banget kan?

    Nanti kalo misalnya data tersebut kamu butuhkan buat presentasi atau apa, tinggal colok si OTG ke laptop heuheuheu, kelar. 

    OTG jaman sekarang canggih-canggih lho, kalo OTG punyanya Sandisk mulai dari kapasitas 16 GB sampai 256 GB ada semua. Kita tinggal pilih sesuai kebutuhan kita aja

    USB OTG SanDisk: Solusi #DibuangSayang 



    SanDisk itu udah mikirin tipe HP umat manusia yang penuh dengan keragaman ya gengs, jadi kalian ngga bisa alasan "aduh HPku colokannya jadul, ngga mungkin ada OTG nya" karenaaaaa ada semua lho segala jenis colokan di USB OTG SanDisk ini; mulai dari micro USB, USB Type C, sampai Lightning Connector  nya iOS. 

    Fungsi USB OTG Sandisk ini antara lain untuk: 

    1. Backup data dimanapun kapanpun
    2. Menyimpan data di thumb drive yang nggak ribet dibawa kemana-mana
    3. Memudahkan transfer data antar device (dari HP ke HP, HP ke laptop dan Laptop ke Laptop) tanpa tambahan software

    Oh ya, kecepatan transfer USB OTG Sandisk ini mencapai 150 MBPS dengan dukungan koneksi dari USB 3.0 jadi backup data bakal terasa lebih cepat, meskipun data yang dicopy banyak. Jadi beneran nih nggak ada lagi kata #DibuangSayang karena semua bisa dibackup pake USB OTG Sandisk 

    Kalau kalian mau backup HP kalian dengan lebih cepat dan all in one tersedia juga aplikasi Sandisk Memory Zone di google playstore dan SanDisk iXPand Sync buat auto sync camera roll di iOS. Backup jadi lebih gampang loh!

    Jadi kalian ngga perlu lagi ribet-ribet pindahin satu persatu foto-foto dan kenangan (dan kerjaan) di HP kalian karena SanDisk udah mikirin itu semua, heuheuheu 👍


    Oke, sampe sini udah pada ngerti kan fungsi dan kelebihan-kelebihan dari USB OTG Sandisk? Nah sekarang nih tinggal bahas pertanyaan paling basi se-DM Instagram setiap kali ngepost soal gadget-gadget gemes dan barang-barang lainnya yaitu....

    "Kak, Belinya dimanaaaaaaaaa?????"


    Kalo kalian mau membeli produk SanDisk yang terpercaya, resmi, original dan bergaransi, gak usah susah-susah lagi shayyyy karena #SanDiskAPAC punya Official Shop di Shopee. Disini kalian bisa membeli produk-produk SanDisk mulai dari OTG sampai memory card dan aneka storage solution lainnya. 

    Promo-promo di Official Shop SanDisk ini juga beragam lho gengs, asli banyak banget diskonnya. Kalo kalian shopee hunter boleh lho dimanfaatkan segala kupon kupon, shopee point dan voucher belanja buat berbelanja di Official Shop SanDisk ini heuheuheu

    Jadi sekarang udah ngga bingung lagi dong gimana caranya untuk backup dan mindahin file di Smartphone dengan mudah? Ngga ada lagi dong alesan "bos memorinya abis nggak bisa buka attachment" atau "foto kamu keapus, soalnya memori aku penuh pas kita lagi break" ya kan? Kan semua bisa dibackup pake USB OTG Sandisk!


    tulisan ini disertakan dalam Lomba Blog SanDisk APAC



    . Rabu, 17 Juli 2019 .



    Siapa yang mau laptop murah meriah dengan spek tinggi plus banyak bonus? Pasti semua mau dong. Apalagi ini tahun ajaran baru, pasti ada aja orang tua yang nyari laptop untuk anak sekolah, laptop untuk kerja, atau laptop untuk kuliah.