• about me
  • menu
  • categories
  • Agi Tiara Pranoto

    Agi Tiara Pranoto

    Seorang Blogger Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. Selain menulis, dia juga sangat hobi bermain game FPS. Cita-citanya adalah mendapatkan passive income sehingga tidak perlu bekerja di kantor, apa daya selama cita-cita itu belum tercapai, dia harus menikmati hari-harinya sebagai mediator kesehatan.
    category
    photo journal
    Tampilkan postingan dengan label photo journal. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label photo journal. Tampilkan semua postingan
    Yogyakarta, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta, Indonesia

    all you can eat gaia cosmo hotel jogja

    Hal yang paling menyenangkan dari Yogyakarta di Bulan Ramadhan adalah promo all you can eat alias buffet buka puasa di hotel-hotel seantero jogja. Seriusan, jogja kota angkringan tiba-tiba berubah jadi jogja kota all you can eat. Tapi, Gaia Cosmo Hotel punya cara yang berbeda buat menghadapi trend all you can eat ini.

    . Rabu, 22 Mei 2019 .

    Buka Puasa All You Can Eat ala Street Food Hawker di Gaia Cosmo Hotel Jogja!

    popular posts

    IBX5B00F39DDBE69
    category
    photo journal
    Tampilkan postingan dengan label photo journal. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label photo journal. Tampilkan semua postingan
    . Rabu, 22 Mei 2019 .

    all you can eat gaia cosmo hotel jogja

    Hal yang paling menyenangkan dari Yogyakarta di Bulan Ramadhan adalah promo all you can eat alias buffet buka puasa di hotel-hotel seantero jogja. Seriusan, jogja kota angkringan tiba-tiba berubah jadi jogja kota all you can eat. Tapi, Gaia Cosmo Hotel punya cara yang berbeda buat menghadapi trend all you can eat ini.

    . Senin, 01 April 2019 .


    Jadi siapa yang kemarin follow keseruan #PucukCoolinaryFestival di instagram saya? Kamu? Kamu? Kamu? Apa?! masih belom follow juga?!?!

    . Sabtu, 22 Desember 2018 .


    Hai kalian semua! Saya nggak tahu apakah kalian kangen atau nggak sama post Photo Journal saya, tapi saya pede aja kalo kalian kangen #JumawaTingkatDewa 

    Jadi kalau biasanya saya berpergian lumayan jauh, kali ini saya mau berbagi soal hotel yang sebenarnya lumayan dekat dengan rumah saya tapi tetep menjadi salah satu tujuan menginap (dan makan-makan favorit) yaitu Grand Quality Hotel Yogyakarta atau yang biasa disebut sebagai GQ Hotel Jogja

    To be honest, i have been here multiple times, karena memang hotelnya sudah cukup lama berdiri--tapi setiap saya pergi ke GQ Hotel, selalu ada hal-hal baru yang saya jumpai, entah dekorasi, entah mas dan mba front office yang semakin good looking, dan masih banyak lagi.

    Belakangan, saya dengar GQ Hotel baru saja merenovasi kamar-kamar mereka dengan design yang lebih modern untuk memberikan kesan yang lebih homey kepada tamu-tamunya. Jadi seperti biasa, saya merasa harus 'mencicipi' keindahan kamar baru dari GQ Hotel ini.


    Sejujurnya, ada satu hal yang saya sukai dari hotel-hotel yang sudah established selama bertahun-tahun di Jogja, yaitu ketersediaan lahan. Saya suka lobby hotel yang grande dan cantik seperti lobby GQ Hotel. Meskipun seluruh furniturenya sudah lebih baru tapi tidak meninggalkan kesan luxurious seperti GQ Hotel yang saya kenal nyaris lima belas tahun yang lalu. 

    Memang apabila sebuah hotel sudah didesign dengan baik maka dalam tempo waktu puluhan tahun pun, kecantikan dari arsitekturnya akan terus terpancar. Sebagai #PengamatFengshuiLokal saya mengamati betul bahwa GQ Hotel ini memang didesign dengan prinsip-prinsip fengshui sehingga rasanya sangat nyaman sekali berjalan di lorong-lorong hotel ini.

    Lho, apa hubungannya dengan Feng Shui? Jadi begini bapak-bapak dan ibu-ibu, sejatinya saya berpendapat bahwa feng shui bukan mistis melainkan ilmu harmonisasi design. Menurut fengshui segala hal yang ada disekeliling kita harus memiliki purpose. Ruangan yang diatur tata letaknya dengan fengshui akan memberikan kesan yang nyaman, terang, dengan aliran udara yang lancar.

    Jadi nggak ada hubungannya dengan mistis-mistis ya pakbapak buibu, catet!

    MINI TOUR: GQ HOTEL PRESIDENTIAL SUITE!

    Berhubung kalian banyak yang request untuk melihat kemewahan duniawi kamar hotel yang tidak deluxe saja seperti foto-foto staycation duckofyork pada umumnya maka kali ini saya akan berbagi sedikit mengenai Suite di GQ Hotel. BTW GQ Hotel punya 8 jenis suite yang berbeda-beda, dan yang paling luxurious adalah Presidential Suite!




    Presidential Suite ini terletak di lantai 8 dan dilengkapi dengan dapur, walk in closet, meeting room dan jacuzzi. Nuansa dari presidential suite ini memang bergaya rennaisance dengan ornamen-ornamen ukir kayu yang sangat luxurious. 

    Presidential Suite ini memang dirancang untuk teman-teman yang membutuhkan private room yang nyaman dengan fitur yang lengkap. Kamar mandinya dilengkapi dengan bidet dan jacuzzi, juga ada walk-in closet yang cukup spacious untuk menyimpan baju-baju dan gaun malam kamu tanpa takut lecek. 

    Service yang ditawarkan untuk presidential suite ini sangat personalized, jadi kamu bisa langsung menghubungi GQ Hotel untuk mengetahui ketersediaan Presidential Suite ini serta service apa saja yang bisa ditawarkan oleh GQ Hotel untuk membuat pengalaman menginapmu menjadi lebih waw!

    Now... Back To My Room!



    Kamar yang saya tempati adalah kamar deluxe dan kebetulan sekali merupakan kamar yang baru direnovasi sehingga vibes nya meskipun tetap classic tapi furniturenya baru dan kesan yang diberikan juga baru!

    Satu hal yang saya sangat sukai dari GQ Hotel Jogja; kamarnya lega sekali. Sejujurnya terkadang saya suka merasa sangat claustrophobic karena harus berpindah dari satu hotel ke hotel lainnya, tapi GQ Hotel Jogja terasa seperti dirumah--penataannya cantik tapi tidak overly decorated sehingga membuat kita merasa sesak. 

    Oh ya, satu lagi yang membuat saya jatuh cinta dengan kamar-kamar GQ Hotel; kamar mandinya masih menggunakan bath tub, sehingga saya bisa berendam air hangat kapanpun dan dimanapun! Sejujurnya aja nih ya, sekarang semakin sedikit hotel yang menyediakan bath tub; padahal bath tub ini sarana relaksasi paling menyenangkan tiap saya pergi menginap di hotel.

    ((dan itulah kenapa saya selalu memilih hotel dengan kamar yang ada bath tub nya kalo pergi-pergi gaes))

    The Classic Hotel For My Classic Personality


    Saya memang orangnya classic banget. Saya suka film hong kong tahun 80-90an, saya suka furnitur dengan nuansa kayu dan granit, saya suka nuansa warm dan kamera analog, dan saya suka musik jazz! 

    Dan semua ini bisa saya dapatkan di GQ Hotel Jogja ((sfx: cling cling!))

    GQ Hotel ini punya 4 (ya bener, seriusan empat) dining area dengan konsep yang berbeda-beda. Ada Nagoya Japanese Restaurant, Serayu Chinese Restaurant, Coffee Shop & D'Lounge. Untuk D'Lounge, setiap malam sabtu dan malam minggu ada live music Jazz dari d'Expression Band yang pernah juga saya tulis disini.


    Nagoya Japanese Restaurant ini punya teppanyaki dan livecooking yang super endeus. Vibesnya bener-bener seperti restoran teppanyaki jepang lengkap dengan view kolam renang. Kalau kalian suka teppanyaki, kalian boleh banget nyobain nonton live cooking teppanyaki dari chefnya! 

    Nggak terlalu suka teppanyaki? Tenang, Nagoya Japanese Restaurant juga menyediakan sushi, sukiyaki dan berbagai masakan jepang lainnya, jadi nggak ada alesan "nggak ada makanan yang aku suka kakakkkkk" karena kalo kamu ngga suka masakan jepang, masih ada 3 tempat makan lainnya!!!

    ((lha malah ngegas))



    Now, on to Serayu Chinese Restaurant, which is my favorite spot in this hotel.

    Kenapa kok bisa bilang kalo ini spot favorit?? karena sudah 8 tahun lamanya saya menjadi pelanggan dimsum di Restoran Serayu ini. Dimsumnya enak dan dulu ada diskon 50% kalau kalian membawa kartu tanda mahasiswa. By far, ini salah satu dimsum terenak sejogja sih.

    BTW sekarang juga masih ada tuh diskon 50% dengan follow dan post dimsum kalian di instagram. Sok, dikepo aja instagramnya GQ Hotel Jogja!

    Selain karena ini tempat makan dimsum favorit saya, Serayu Chinese Restaurant ini designnya SANGAT AMAT mengingatkan saya pada masa kecil saya di Hong Kong dengan restoran-restoranya yang shabby tapi gemerlap. Cantik tapi bersahaja. Lengkap dengan meja bundar yang membuat semua orang terasa begitu dekat.

    Eh bukan cuma orangnya, tapi makanan juga dekat karena monmaap tinggal diputer aja tuh bunderan kaca yang ditengah, makanannya sampe didepan muka.

    Serayu Chinese Restaurant ini juga punya beberapa private room yang bisa kalian pakai untuk meeting, makan siang, sampai æ•¬èŒ¶. 


    gak cuma Serayu yang interiornya didominasi gaya oriental; coffee shop di GQ Hotel Juga bernuansa oriental lengkap dengan kursi dan design interior yang dipenuhi ornamen-ornamen bergaya klasik china. 

    Menurut saya, kalau kalian ingin suasana baru untuk hangout, semua spot dining di GQ Hotel bisa banget dicoba. Kalo Nagoya dan Serayu tutup jam 10 malam sedangkan Coffee Shopnya buka 24 jam. Cocok kalau kalian butuh suasana baru yang tenang buat hangout, ngobrol sampai mengerjakan tugas.

    Kalau kalian tertarik untuk berkunjung, menginap atau sekadar mencicipi masakan-masakan lezat di GQ Hotel Jogja, kalian bisa banget kunjungi GQ Hotel atau klik link dibawah ini untuk info lebih lanjut <3

    GQ (Grand Quality) Hotel Yogyakarta

    Jl Laksda Adisucipto No.48, Nayan, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282

    website | facebook | instagram




    . Selasa, 28 Agustus 2018 .

    Apa yang bakal kamu lakukan jika kamu diajak berkuda bersama teman-teman di hari minggu? Apakah kamu bakal menolak atau menerima? Kalo saya jelas menerima doooongggggg...

    Setelah 10 tahun sama sekali ngga ketemu kuda kecuali andong di malioboro, akhirnya saya memberanikan diri untuk kembali ber(temu)kuda. Dulu sih saya suka banget sama kuda, tapi nggak mau naik karena takut ditendang karena mengelus elus kuda aja udah bikin bahagia. Berhubung kuda itu hewan yang perasa, saya ngga mau kalo lagi gak good vibes terus ketemu kuda. Bisa berantem kita.

    Disini siapa yang pernah berkuda?


    . Kamis, 16 Agustus 2018 .


    Kali ini saya akan bercerita soal bagaimana saya sarapan di pemakaman tua, tempat dimana kakek dan kakek buyut saya dimakamkan. How come?

    Jadi, tepat sebelum bulan Ramadhan 2018, ibu saya sudah mewanti-wanti; "sebelum puasa harus pulang ya, kita mau bebersih makam"
    . Sabtu, 28 Juli 2018 .


    sometimes, i tried writing a concise review for you guys but even words won't suffice.
    itu hal yang saya rasakan ketika saya menginap di Plataran Heritage Borobudur.
    . Rabu, 11 April 2018 .


    Hai klen semua pemirsa DUCKOFYORK yang suka bete karena saya jarang update blog! Eits, sabar dulu karena sebenernya banyak yang mau saya bahas, tapi kan mau bikin artikel kudu liputan dulu supaya lebih menyelami esensi #alesan

    Minggu lalu saya diundang menghadiri media trip yang diorganisir oleh PT Sari Husada & Danone. Ada banyak cerita sih selama mengikuti trip ini; dari nyicipin cookies tempe sampai panen sawi bersama ibu-ibu. Lha ini media trip apa? Katanya Sari Husada?? *YA SABAR SEK*
    . Selasa, 13 Maret 2018 .

    Setiap minggu pagi biasanya saya 'pindahan' dari kamar tidur ke kantor (yang cuma berjarak 10 langkah) sambil menyeret selimut, guling, dan berharap tidak ada tulisan yang harus diselesaikan hari itu. Tapi tidak minggu kali ini, karena pukul lima pagi saya sudah bangun dan bersiap-siap berangkat ke RS Puri Husada.
    . Sabtu, 03 Februari 2018 .


    Selama nyaris 8 tahun tinggal di Jogja, saya tidak pernah kehabisan tempat 'ngumpet'. Sebagai orang yang kerja dari rumah dan digital nomad, jelas saya butuh me-time dan tempat untuk unwind, karena kadang inspirasi yang datang dari rumah ya begitu-begitu aja.

    Jadilah saya beneran nomad. Hari ini di rumah, besok di hotel A, besoknya lagi di guesthouse B, besoknya lagi udah naik kereta entah kemana. Yang sudah lama kenal sama saya pasti tahu banget kebiasaan saya yang satu ini. Apalagi kalo editor sudah merongrong minta lanjutan revisi bab ini dan itu tapi isi kepala cuma namatin american crime story. Udah mending ngumpet aja, hehehe.

    Kali ini saya akan menceritakan tentang salah satu tempat 'ngumpet' saya yang baru. Saya paling seneng staycation disini, karena meskipun lokasinya di tengah kota, tapi begitu kita menginjakkan kaki di dalam lobby hotel langsung tenang banget suasananya. Iya, saya lagi ngomongin Swiss-Belboutique Yogyakarta. 



    Kenapa Swissbel-Boutique Yogyakarta menjadi favorit saya? Well, selain lokasinya yang terletak di tengah-tengah jalan sudirman Yogyakarta yang pedestriannya masih hijau dan berpohon, keramaian di luar hotel seakan luruh begitu kamu menginjakkan kaki di lobby nya yang super megah. Didominasi dengan marble putih dan hitam yang mewah, kamu bakal merasa ada di tengah-tengah set film the great gatsby. 

    Dari segi ukuran, Swissbel-Boutique Jogja memang tidak bisa dikatakan besar, tapi penataannya yang apik dengan langit-langit yang tinggi berhasil memberikan kesan lapang. Nuansa emas dan sedikit aksen merah juga menghiasi lobby bergaya neo-colonial.

    Dalam perjalanan kali ini, saya memang sengaja menyempatkan untuk staycation di Swiss-Belboutique Yogyakarta karena jujur aja deh, hari gini, quality time sama Pak Suami itu susah bangetttt! Dikit-dikit ada telepon, dikit-dikit ada email. Jadi, sepulang kerja, akhirnya saya melipir ke Swiss-Belboutique dengan tujuan melepas rasa lelah.

    1. Check-In di Swiss-Belboutique Yogyakarta



    Ada 121 kamar di Swiss-Belboutique Yogyakarta dengan 4 tipe yaitu deluxe, grand deluxe, business suite & executive suite. Saya memilih kamar tipe deluxe. Untuk tipe deluxe ini rate nya berkisar di harga 900.000 tergantung dengan season dan ketersediaan. Saya sangat menyarankan untuk cek harga melalui website resmi Swiss-Belboutique Yogyakarta, karena rate-nya sangat bersaing hehehe.

    Pelayanan yang diberikan kepada saya saat check-in sangat prima. Cepet banget, gak sampai 5 menit sudah langsung beres semua. Welcome drink berupa es wedang jahe & Cake yang diberikan juga sangat friendly di lidah.

    Oh ya, buat kalian yang membawa kendaraan sendiri seperti saya, nggak perlu khawatir soal parkir karena ada concierge dan valet yang selalu siap membantu. Jadi tidak perlu panik cari parkir. Percayakan saja mobil kamu ke valet Swiss-Belboutique Yogyakarta!

    Check-in bisa dilakukan mulai jam 14:00 ya, kalo check-outnya maksimal jam 12:00 siang.

    2. Gendhis Lounge and Bar


    Karena saya anaknya pemuja ketenangan, saya seneng banget kalo ada yang ngasi rekomendasi lounge atau bar yang tenang di Jogja. Minimal yang musiknya bukan top 40 ajeb-ajeb. Gendhis ini reccomended banget buat kamu yang suka sama ketenangan. Lokasinya ada di lobby Swiss-Belboutique Yogyakarta.

    Nuansa di Gendhis bar dan lounge ini seperti masuk ke ruang baca di tahun 1920-an. Rasanya kaya di novel-novel detektif Alfred Hitchcock atau Sherlock Holmes. Suasananya yang tenang dengan lampu yang redup (tapi cukup terang untuk baca buku kok, tenang aja!) belum lagi ditemani dengan bartender yang berpengalaman dalam meracik berbagai minuman dan pilihan wine. Rasanya seperti masuk ke novel-novel di tahun 20an!

    Pilihan wine yang diberikan oleh Swiss-Belboutique juga cukup variatif. Selain wine untuk alcoholic beverages, Gendhis juga menyediakan beer dan aneka jenis spirits & liquor. Kalau kalian tidak minum alkohol, Gendhis juga menyediakan berbagai kopi dan manual brew.

    3. Craving For Some Entertainment? Chadis Rooftop & Pool Bar Jawabannya!


    Buat kalian yang suka hiburan malam yang lebih exciting ketimbang duduk di bar sambil baca buku (seperti saya) di lantai 10 Swiss-Belboutique Yogyakarta ada Chadis Rooftop & Pool Bar. Ukurannya lebih besar daripada Gendhis. Dari sini kalian bisa menikmati live music dan DJ Performance sambil melihat pemandangan kota Yogyakarta dari atas. 

    Selain hiburan malam, di siang hari kalian juga bisa bersantai di pinggir kolam renang yang terletak di persis di depan Chadis Rooftop & Pool Bar. Ada beberapa bean bag yang bisa kalian gunakan untuk bersantai.

    Kalau saya sendiri memang lebih suka nongkrong di Gendhis, meskipun space nya lebih kecil. Mungkin karena suasananya lebih vintage dan lebih intimate, sedangkan Chadis lebih modern dan upbeat. Cuma Pak Suami lebih prefer untuk hang out dan chill di Chadis. Ujung-ujungnya masalah selera sih emang. ((enggak, kali ini nggak ada episode berantem lagi))

    4. Room 622 - Swiss-Belboutique Yogyakarta




    Saya mendapatkan kamar di lantai 6 Swiss-Belboutique Yogyakarta, berdekatan dengan Kahyangan Lounge. Kesan pertama saya dari kamar ini adalah luas dengan jendela yang terbuka dan menghadap ke arah timur Kota Yogyakarta.

    Kamar ini cukup luas dan ditata dengan apik sehingga saya tidak merasa left out. Seringkali kamar hotel yang terlalu besar membuat kita merasa tidak nyaman, tapi di Swiss-Belboutique ini saya merasa seperti di rumah sendiri.

    Kasur yang kami gunakan berukuran Queen Size dan cukup luas buat berdua. Bedsheets nya dari katun dengan thread count yang nampaknya cukup tinggi sehingga rasanya halus dan nyaman, sayangnya ini berarti spreinya cepat lecek kalo nggak cepat-cepat difoto :p

    Sepertinya Swiss-Belboutique Yogyakarta sangat memperhatikan kebersihan dan kerapihan kamar. Saya tidak menemukan setitikpun debu pada kamar yang kami tempati. This is actually very good, considering saya bener-bener alergi sama debu.


    Seperti ruangan lainnya di Swiss-Belboutique Yogyakarta ini, kamar mandi juga masih didominasi dengan design neo-colonial dan nuansa marble dimana-mana. Amenities yang disediakan juga cukup lengkap, mulai dari shampoo, sabun, conditioner sampai vanity kit pun tersedia. 

    Ada juga beberapa tisu toilet gulung cadangan di rak dibawah wastafel. Ini yang paling penting menurut saya. Saya paling sebel kalo kehabisan tisu toilet di hotel karena nggak mungkin dong kita lari keluar ngambil tisu toilet? Untuk soal detil-detil seperti ini Swiss-Belboutique Yogyakarta ini juara. 

    Salah satu highlight dari kamar mandi ini adalah adanya jendela yang menghadap ke kamar dari Shower. Oh well,  untungnya ada curtain sehingga privasi ketika mandi tetap terjaga.


    Ada beberapa highlight lainnya soal kamar Deluxe ini yang baru saya temukan di malam harinya:

    1. Wi-Fi Speed nya super kenceng. Lumayan buat saya kirim-kirim attachment e-mail yang segede-gede gaban ((padahal niatnya mau mengabaikan kerjaan tapi teteup aja e-mail dibalesin semua))

    2. TV yang digunakan oleh Swiss-BelBoutique Jogja ini adalah Smart TV. Berhubung dirumah saya terbiasa menggunakan chromecast, keberadaan si Smart TV ini menyenangkan sekali. Oh ya, untuk controllernya terdapat remote, mouse dan keyboard. Lumayan, selain berbagai cable channel, saya juga bisa nonton Jamie Oliver lewat Youtube hehehe.

    3. Sistem pencahayaan di kamar Deluxe ini lumayan complex, dalam artian, lampunya banyaaaakkk banget!!! kalo saya ngga salah hitung ada sekitar 12 lampu yang bisa kamu nyalakan. Ini belum termasuk sama lampu di lemari yang nyala sendiri kalau lemarinya terbuka dan lampu kamar mandi ya! Kalau nyala semua sih terang banget, tapi sekali lagi berhubung saya anaknya remang-remang, lampu yang kepakai hanya 2 saja (baiklah)

    4. Saya sih suka dengan seprai katun yang nyaman, tapi itu semua nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan Pillow Menu dari Swiss-Belboutique Yogyakarta. Lho, apa itu Pillow Menu?

    Best Feature: Pillow Menu

    Jadi, di Swiss-Belboutique Yogyakarta kamu bebas memilih bantal yang kamu suka. Ada 5 bantal yang bisa kamu pilih yaitu Bantal Bulu Angsa, Thermo-Cool Gel, Hypoallergenic, Aeroflow Spring Pillow dan Firm Pilow

    Kalau Pak Suami jelas paling seneng sama si Bantal Bulu Angsa karena kalau udaranya panas si bantal tetep adem, tapi kalo dingin bantalnya jadi anget. Saya sendiri nggak bisa pakai bantal bulu angsa karena alergi, jadi saya lebih memilih pakai Thermo-Cool Gel soalnya saya seneng yang adem-adem gitu.

    Pillow Menu ini ada disetiap kamar dan bisa kamu pesen melalui jalur telepon yang ada di kamar.


    5. Opulent Breakfast & Dinner: Swiss-Cafe


    Untuk sarapan dan dinner, biasanya dilakukan di Swiss-Cafe ini. Lokasi swiss-cafe ini juga terletak di Lobby Swiss-Belboutique. Nuansa interiornya masih sama, yaitu bergaya colonial dengan aksen merah, emas dan hitam.  Untuk seating area nya terdapat 2 area yaitu indoor dan outdoor.


    Style Swiss-Cafe yang berada di lokasi indoor mengingatkan saya pada era-era great gatsby lengkap dengan panel dinding black and gold yang klasik dan elegan, sedangkan yang outdoor mengingatkan saya pada diner di Amerika pada Tahun 50an. Kerennya lagi terdapat tembok dengan dedaunan super instagramable dan rumput astroturf di seating area outdoor ini, sehingga meskipun terik suasana tetap terasa ademmmm...

    Breakfast di Swiss-Cafe: Lengkap dan Sehat!


    Saya harus mengakui kalau menu breakfast yang disediakan di Swiss-Cafe ini sangat lengkap! Dari egg stall, western buffet, menu prasmanan indonesia, yogurt & salad bar, juice bar, pastry, coffee & tea sampai aneka jenis minuman, dan yang paling penting.... DIMSUM!



    Yang gemes, menu-menu western disediakan indoor sedangkan menu-menu prasmanan indonesia seperti soto dan bubur ayam diletakkan dikendil-kendil yang ada diluar. Benar-benar perpaduan antara culture dan cuisine!

    Needless to say, my breakfast is very delightful. Saya suka penyajian dan tatanan breakfast di Swiss-Belboutique Yogyakarta karena sangat memudahkan bagi orang-orang untuk mengambil makanan. Portioning yang disediakan juga pas, tidak kurang dan tidak berlebihan. 

    Kalau kamu suka makanan sehat atau seorang vegetarian, jangan khawatir, tersedia aneka salad dengan berbagai dressing, bahkan potongan-potongan keju. Ingin makanan yang lebih ringan? Ada yogurt & muesli. Kalau kamu ingin sereal tapi lactose intolerant, mereka juga menyediakan soy milk. (ini asli sebagai lactose intolerant saya seneng banget liat yang resto dan hotel yang seperti ini)

    Favorit saya? Their pastries and dessert! Asli, jarang-jarang nemu hotel yang all-out sama dessert dan pastry pas sarapan. Sebagai orang yang makannya bener-bener harus ditutup sama dessert atau buah-buahan, menurut saya Swiss-Cafe di Swiss-belboutique Jogja ini juara banget!

    6. Last But Not Least: The Rooftop Pool


    This pool deserve its own article. Meskipun lokasinya persis didepan Chadis di lantai 10 Swiss-belboutique Jogja, tapi kalau nggak nulis soal kolam renang ini secara langsung, saya nggak akan puas.

    Kolam renang di Swiss-belboutique ini memang tidak terlalu luas, tapi langsung menghadap ke kota Jogja, sehingga kamu bisa melihat pemandangan kota Jogja dari atas saat sedang berenang.


    Seriously, bukan cuma sekedar pemandangan dari rooftop yang mereka sajikan, tapi penataan kolam yang tepat menghasilkan air kolam yang biru jernih dan menyenangkan. Sebenarnya ada gym dan spa juga, tapi saya lebih suka berada di kolam renang sambil menikmati cahaya matahari. itung-itung tanning, ya kan? Maybe next time, kalau saya ke Swiss-Belboutique lagi, saya bakal nyobain spa-nya ((kemudian pembaca bertanya: gymnya kapaaan??))

    Kolamnya ngga terlalu dalam, mungkin sekitar 1,5 meter sehingga orang se'tinggi' saya pun nggak kelelep. Tapi bagi parents yang ingin berenang bersama anak, di bagian belakang terdapat kiddie pool yang lebih kecil. 

    Kok nggak berenang di kiddie pool aja mbak? Gak muat ya seus. Jangan julid, bhay!

    Overall Experience!


    Saya suka banget dengan Swiss-Belboutique Yogyakarta. Interiornya megah, lokasinya strategis di tengah kota jadi mau kemana-mana gampang, fasilitasnya lengkap. Saya suka banget dengan kamarnya terutama dengan pillow menu nya. Menu breakfast nya lengkap banget (dan actually delicious, btw!) serta tempatnya cocok banget untuk staycation atau weekend getaway. 

    ((kalo saya tetep workday hideaway dong. weekend mah dirumah aja bhay!))

    Buat kalian yang mau nginep di Swiss-Belboutique Yogyakarta, i personally very recommend this hotel. Service yang diberikan, ditambah dengan fasilitas yang lengkap dan ruangan yang nyaman membuat Swiss-Belboutique Yogyakarta, worth every penny!

    Kalau kalian mau kepo lebih lanjut soal Swiss-Belboutique, kalian bisa ceki-ceki link dibawah ini:

    Swiss-Belboutique Yogyakarta

    Jl. Jendral Sudirman No 69, Terban, Yogyakarta
    phone number: +62-274-292-1888

    So, what's your Swiss-Belboutique Experience?