• about me
  • menu
  • categories
  • Agi Tiara Pranoto

    Agi Tiara Pranoto

    Seorang Blogger Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. Selain menulis, dia juga sangat hobi main PUBG Mobile. Cita-citanya adalah mendapatkan passive income sehingga tidak perlu bekerja di kantor, apa daya selama cita-cita itu belum tercapai, dia harus menikmati hari-harinya sebagai manajer sebuah penginapan syariah dan content manager sebuah clothing line


    Senin lalu, saya kembali menyambangi pabrik Sarihusada di Desa Kemudo Klaten *cue pertanyaan: bolak balik mulu mbak? Doyan?*

    Kedatangan saya kali ini sedikit berbeda. Kalau dulu saya diajak melihat CSR PT Sarihusada di Klaten dan Jogja, sekarang saya diajak tour keliling pabrik seluas limabelas hektar ini (sambil ngelus otot di betis yang tiba-tiba timbul tanpa effort berarti)

    Kok tour keliling pabrik mbak? Jadiiii... saya diundang dalam rangka Danone Open Doors, sebuah inisiasi dari Danone yang sedang merayakan hari jadi ke 100 untuk membuka 'pintu' rumah-rumahnya produk-produk Danone kepada masyarakat luasssss... supaya masyarakat tahu, apa aja sih yang sudah dikerjakan Danone selama ini untuk kita semua, begituuuu...

    Nah saya kebagian keliling Pabrik Sarihusada Prambanan, salah satu plant terbesarnya Danone di Asia yang memproduksi specialized nutrition. Nah Pabrik Sarihusada ini bukan sembarang pabrik loh gengs, kayanya di postingan sebelumnya saya udah cerita kalo pabrik sarihusada ini GEDE banget tapi banyak ruang hijaunya, jadi vibesnya sama sekali nggak kaya di pabrik, melainkan lagi di lapangan golf yang gedeeeeeeeee banget gitu.

    Denger-denger sih memang dari 15 hektar itu bangunannya hanya sekitar 4 hektar saja, sisanya dialokasikan untuk ruang hijau terbuka, makanya walaupun jogja lagi panas-panasnya, suasana pabrik tetep ademmmm...

    Balik lagi ke Pabrik Sarihusada, saya dan teman-teman blogger dan influencer diajak ngobrol-ngobrol santai dengan Pak Delta Deritawan, Manufacturing Director Danone Specialized Nutrition di gazebo Sarihusada. Katanya di Pabrik Sarihusada Prambanan ini mereka punya motto 1000 dreams! Waduh apa tuh 1000 Dreams?

    Ternyata 1000 dreams adalah 1 tim solid, 0 accident, 0 defect dan 0 waste! Ternyata selama ini teman-teman di Pabrik Sarihusada di Prambanan ini sudah 8 tahun atau 2947 hari bebas kecelakaan kerja!

    Gokil nggak tuh? Gak gampang loh menjaga safety pabrik segede ini :")



    Ya tapi terbukti memang komitmen Danone dan Sarihusada soal safety ini nggak kaleng-kaleng, karena selama kami berada di lingkungan PT Sarihusada kami harus melewati beberapa tahapan induksi keamanan. Mulai dari masuk pabrik, kami sudah diwanti-wanti untuk menggunakan sepatu tertutup, tidak membawa kacang-kacangan atau barang-barang yang berpotensi alergen, dan lain-lain. Pokoknya banyak banget aturannya :")

    Nah kata Pak Delta, keamanan bukan hanya untuk pekerja PT Sarihusada saja, melainkan semua orang yang masuk di lingkungan pabrik harus terjaga keamanannya juga. Yaampun so sweet aqu terharu.

    Eh tapi ada yang lebih so sweet lagi.

    Jadi kan kami diajak berkeliling ya, first stopnya itu adalah ke Poliklinik. Meski Poliklinik ini sebenarnya diperuntukkan untuk para pegawai, tapi warga sekitar juga boleh berobat ke Poli Sarihusada ini kok, karena mereka buka terus selama 7 hari :")

    Di Poliklinik ini lengkap ada ruang periksa/ruang istirahat pasien, ruang laktasi yang super gede dan nyaman, sampai fasilitas kursi pijat. IYA FASILITAS KURSI PIJAT.

    *kemudian nyesel kenapa dulu nggak ngelamar kerja ke PT Sarihusada aja sih huhu*

    Di sebelah poliklinik ada mini gym untuk para pegawai yang mau berolahraga. Jadi kesehatan dan kebugaran pegawai juga terjamin hehehe. Nggak kebayang sih habis kerja seharian keliling pabrik yang gede banget, terus olahraga bentar dan pijet di poliklinik. Surgawi sekali nampaknyaaaa~

    Kapan duckofyork mau bikin fasilitas begitu untuk pegawainya ya? *kemudian merenung*



    Nah perhatian Sarihusada kepada pegawai nggak terbatas ke kesehatan aja nih, sampai ke nutrisi dan makanan juga diperhatikan. Jadi kantinnya Sari Husada ini adalah kantin minim sampah. Kenapa bisa begitu? Jadi para pegawai dipersilahkan mengambil makan siang sesuai keinginan dan kebutuhan, tapi sekali ngambil harus habis. Catat ya, harus habis, kalo nggak mereka bisa kena pinalti.

    Nah nantinya jika ada makanan yang kurang diminati oleh pegawai atau nggak pada doyan dengan makanannya maka menu tersebut akan dirolling. Jadi menu yang tersedia sekarang adalah menu-menu yang disukai para pegawai Sarihusada.

    Gemes banget mana kantinnya bersih adem berAC bebas asap rokok, pokoknya idaman banget :")



    Saya juga tur line produksinya Sarihusada. Sebagai info, Sarihusada memproduksi specialized nutrition bagi ibu dan si kecil. Tapi selama didalam Line Produksi, kami tidak diperkenankan mengambil gambar, jadi nggak ada gambarnya ya.

    PS untuk berkeliling pun kami harus menggunakan APD berupa vest dan topi yang dilapisi logam gitu. Lengkap deh pokoknya. Bagi teman-teman yang tidak menggunakan kaoskaki atau sepatu tertutup juga disediakan sepatu safety.

    Produksi di Sarihusada ini sudah menggunakan mesin-mesin canggih gengs dan semua terstruktur gitu, dari ditimbang, dicampur, ditimbang lagi, diproses, ditimbang lagi terus dipacking dan...ditimbang lagi... semua menggunakan mesin gitu!

    Saya sampai terwow-wow mendengar penjelasan tim Sarihusada seputar proses produksi specialized nutrition ini, ternyata memang mereka harus sehati-hati itu karena produksi mereka nantinya akan dikonsumsi oleh Ibu dan Anak, jadi nggak boleh sembarangan tercemar alergen, bakteri bahkan untuk kemasan harus diperiksa baik baik agar tidak ada kebocoran.

    Nah satu nih yang baru buat saya, kami diajak ke Central Lab nya Sarihusada. Ini laboratorium yang bertugas menguji bahan-bahan dan hasil produk-produk Sarihusada. Labnya gede dan ademmmm banget, rasanya mengingatkan kepada cita-cita saya yang zaman SD dulu pengen jadi scientist tapi kenapa kok bisa nyasar masuk IPS.

    (Ya karena ada yang males belajar kimia gi, gitu kok pake nanya)

    Untuk masuk ke laboratoriumnya Sari Husada ini, kami harus menggunakan APD tambahan lagi yaitu disposable lab coat dan shoe cover. Asli saya berasa masuk film CSI gitu pake lab coat dan shoe cover segala huhuhu seneng banget terharu.



    *mohon abaikan kenorakan ini ya pemirsa, beginilah contoh orang yang jarang-jarang masuk pabrik seumur hidup*

    Nah yang menarik, ternyata ada tes untuk pengujian rasa susu yang dihasilkan oleh Sarihusada loh, namanya sensory test.

    Bukan ya ibu-ibu, ini beda sama sensory play anak-anak yang lagi rame di instagram itu, fokus dulu atuh.

    Jadi sensory test adalah blind test rasa dari produk-produk susu Sarihusada. Pengujinya nggak sembarangan, mereka harus terlebih dahulu diseleksi oleh tim Sarihusada. Syaratnya susah: harus bisa membedakan 5 rasa: asin, tawar, pahit, manis dan asam.

    Hah begitu aja kok susah!?

    Rupanya banyak loh bunda yang nggak bisa membedakan antara rasa tawar dan pahit. Itu udah bawaan asli orangnya, nah penguji sensory nggak boleh tuh kaya begitu. Harus bisa bedain semua rasa bahkan dengan konsentrasi rendah sekalipun.

    Apakah agi mau daftar jadi penguji sensory?? PENGEN SIH, tapi saya cuma punya dua jenis rasa di lidah: ENAK sama ENAK BANGET #yabhaikkk


    All in all, meski sudah pernah keliling Sarihusada sebelumnya tapi setiap keliling pabrik Sarihusada saya selalu merasa kalo Sarihusada dan Danone beneran care dengan lingkungan di sekitarnya, bukan hanya dari segi CSR ya, tapi juga dari safety dan hasil produksi yang diberikan tentunya adalah hasil produksi terbaik.

    Sekali lagi, happy anniversary yang ke 100 Danone! Semoga Danone dan Sarihusada bisa terus berkiprah menyehatkan masyarakat Indonesia dan lingkungan di Indonesia dan juga semoga saya bisa menang Danone Blogger Academy batch 3 dan juga jangan kapok-kapok membuka pintunya untuk kami semua :D

    See you later!
    . Kamis, 31 Oktober 2019 .

    Mengintip Behind The Scene Pabrik Sarihusada Prambanan #DanoneOpenDoors

    popular posts

    IBX5B00F39DDBE69
    . Kamis, 31 Oktober 2019 .


    Senin lalu, saya kembali menyambangi pabrik Sarihusada di Desa Kemudo Klaten *cue pertanyaan: bolak balik mulu mbak? Doyan?*

    Kedatangan saya kali ini sedikit berbeda. Kalau dulu saya diajak melihat CSR PT Sarihusada di Klaten dan Jogja, sekarang saya diajak tour keliling pabrik seluas limabelas hektar ini (sambil ngelus otot di betis yang tiba-tiba timbul tanpa effort berarti)

    Kok tour keliling pabrik mbak? Jadiiii... saya diundang dalam rangka Danone Open Doors, sebuah inisiasi dari Danone yang sedang merayakan hari jadi ke 100 untuk membuka 'pintu' rumah-rumahnya produk-produk Danone kepada masyarakat luasssss... supaya masyarakat tahu, apa aja sih yang sudah dikerjakan Danone selama ini untuk kita semua, begituuuu...

    Nah saya kebagian keliling Pabrik Sarihusada Prambanan, salah satu plant terbesarnya Danone di Asia yang memproduksi specialized nutrition. Nah Pabrik Sarihusada ini bukan sembarang pabrik loh gengs, kayanya di postingan sebelumnya saya udah cerita kalo pabrik sarihusada ini GEDE banget tapi banyak ruang hijaunya, jadi vibesnya sama sekali nggak kaya di pabrik, melainkan lagi di lapangan golf yang gedeeeeeeeee banget gitu.

    Denger-denger sih memang dari 15 hektar itu bangunannya hanya sekitar 4 hektar saja, sisanya dialokasikan untuk ruang hijau terbuka, makanya walaupun jogja lagi panas-panasnya, suasana pabrik tetep ademmmm...

    Balik lagi ke Pabrik Sarihusada, saya dan teman-teman blogger dan influencer diajak ngobrol-ngobrol santai dengan Pak Delta Deritawan, Manufacturing Director Danone Specialized Nutrition di gazebo Sarihusada. Katanya di Pabrik Sarihusada Prambanan ini mereka punya motto 1000 dreams! Waduh apa tuh 1000 Dreams?

    Ternyata 1000 dreams adalah 1 tim solid, 0 accident, 0 defect dan 0 waste! Ternyata selama ini teman-teman di Pabrik Sarihusada di Prambanan ini sudah 8 tahun atau 2947 hari bebas kecelakaan kerja!

    Gokil nggak tuh? Gak gampang loh menjaga safety pabrik segede ini :")



    Ya tapi terbukti memang komitmen Danone dan Sarihusada soal safety ini nggak kaleng-kaleng, karena selama kami berada di lingkungan PT Sarihusada kami harus melewati beberapa tahapan induksi keamanan. Mulai dari masuk pabrik, kami sudah diwanti-wanti untuk menggunakan sepatu tertutup, tidak membawa kacang-kacangan atau barang-barang yang berpotensi alergen, dan lain-lain. Pokoknya banyak banget aturannya :")

    Nah kata Pak Delta, keamanan bukan hanya untuk pekerja PT Sarihusada saja, melainkan semua orang yang masuk di lingkungan pabrik harus terjaga keamanannya juga. Yaampun so sweet aqu terharu.

    Eh tapi ada yang lebih so sweet lagi.

    Jadi kan kami diajak berkeliling ya, first stopnya itu adalah ke Poliklinik. Meski Poliklinik ini sebenarnya diperuntukkan untuk para pegawai, tapi warga sekitar juga boleh berobat ke Poli Sarihusada ini kok, karena mereka buka terus selama 7 hari :")

    Di Poliklinik ini lengkap ada ruang periksa/ruang istirahat pasien, ruang laktasi yang super gede dan nyaman, sampai fasilitas kursi pijat. IYA FASILITAS KURSI PIJAT.

    *kemudian nyesel kenapa dulu nggak ngelamar kerja ke PT Sarihusada aja sih huhu*

    Di sebelah poliklinik ada mini gym untuk para pegawai yang mau berolahraga. Jadi kesehatan dan kebugaran pegawai juga terjamin hehehe. Nggak kebayang sih habis kerja seharian keliling pabrik yang gede banget, terus olahraga bentar dan pijet di poliklinik. Surgawi sekali nampaknyaaaa~

    Kapan duckofyork mau bikin fasilitas begitu untuk pegawainya ya? *kemudian merenung*



    Nah perhatian Sarihusada kepada pegawai nggak terbatas ke kesehatan aja nih, sampai ke nutrisi dan makanan juga diperhatikan. Jadi kantinnya Sari Husada ini adalah kantin minim sampah. Kenapa bisa begitu? Jadi para pegawai dipersilahkan mengambil makan siang sesuai keinginan dan kebutuhan, tapi sekali ngambil harus habis. Catat ya, harus habis, kalo nggak mereka bisa kena pinalti.

    Nah nantinya jika ada makanan yang kurang diminati oleh pegawai atau nggak pada doyan dengan makanannya maka menu tersebut akan dirolling. Jadi menu yang tersedia sekarang adalah menu-menu yang disukai para pegawai Sarihusada.

    Gemes banget mana kantinnya bersih adem berAC bebas asap rokok, pokoknya idaman banget :")



    Saya juga tur line produksinya Sarihusada. Sebagai info, Sarihusada memproduksi specialized nutrition bagi ibu dan si kecil. Tapi selama didalam Line Produksi, kami tidak diperkenankan mengambil gambar, jadi nggak ada gambarnya ya.

    PS untuk berkeliling pun kami harus menggunakan APD berupa vest dan topi yang dilapisi logam gitu. Lengkap deh pokoknya. Bagi teman-teman yang tidak menggunakan kaoskaki atau sepatu tertutup juga disediakan sepatu safety.

    Produksi di Sarihusada ini sudah menggunakan mesin-mesin canggih gengs dan semua terstruktur gitu, dari ditimbang, dicampur, ditimbang lagi, diproses, ditimbang lagi terus dipacking dan...ditimbang lagi... semua menggunakan mesin gitu!

    Saya sampai terwow-wow mendengar penjelasan tim Sarihusada seputar proses produksi specialized nutrition ini, ternyata memang mereka harus sehati-hati itu karena produksi mereka nantinya akan dikonsumsi oleh Ibu dan Anak, jadi nggak boleh sembarangan tercemar alergen, bakteri bahkan untuk kemasan harus diperiksa baik baik agar tidak ada kebocoran.

    Nah satu nih yang baru buat saya, kami diajak ke Central Lab nya Sarihusada. Ini laboratorium yang bertugas menguji bahan-bahan dan hasil produk-produk Sarihusada. Labnya gede dan ademmmm banget, rasanya mengingatkan kepada cita-cita saya yang zaman SD dulu pengen jadi scientist tapi kenapa kok bisa nyasar masuk IPS.

    (Ya karena ada yang males belajar kimia gi, gitu kok pake nanya)

    Untuk masuk ke laboratoriumnya Sari Husada ini, kami harus menggunakan APD tambahan lagi yaitu disposable lab coat dan shoe cover. Asli saya berasa masuk film CSI gitu pake lab coat dan shoe cover segala huhuhu seneng banget terharu.



    *mohon abaikan kenorakan ini ya pemirsa, beginilah contoh orang yang jarang-jarang masuk pabrik seumur hidup*

    Nah yang menarik, ternyata ada tes untuk pengujian rasa susu yang dihasilkan oleh Sarihusada loh, namanya sensory test.

    Bukan ya ibu-ibu, ini beda sama sensory play anak-anak yang lagi rame di instagram itu, fokus dulu atuh.

    Jadi sensory test adalah blind test rasa dari produk-produk susu Sarihusada. Pengujinya nggak sembarangan, mereka harus terlebih dahulu diseleksi oleh tim Sarihusada. Syaratnya susah: harus bisa membedakan 5 rasa: asin, tawar, pahit, manis dan asam.

    Hah begitu aja kok susah!?

    Rupanya banyak loh bunda yang nggak bisa membedakan antara rasa tawar dan pahit. Itu udah bawaan asli orangnya, nah penguji sensory nggak boleh tuh kaya begitu. Harus bisa bedain semua rasa bahkan dengan konsentrasi rendah sekalipun.

    Apakah agi mau daftar jadi penguji sensory?? PENGEN SIH, tapi saya cuma punya dua jenis rasa di lidah: ENAK sama ENAK BANGET #yabhaikkk


    All in all, meski sudah pernah keliling Sarihusada sebelumnya tapi setiap keliling pabrik Sarihusada saya selalu merasa kalo Sarihusada dan Danone beneran care dengan lingkungan di sekitarnya, bukan hanya dari segi CSR ya, tapi juga dari safety dan hasil produksi yang diberikan tentunya adalah hasil produksi terbaik.

    Sekali lagi, happy anniversary yang ke 100 Danone! Semoga Danone dan Sarihusada bisa terus berkiprah menyehatkan masyarakat Indonesia dan lingkungan di Indonesia dan juga semoga saya bisa menang Danone Blogger Academy batch 3 dan juga jangan kapok-kapok membuka pintunya untuk kami semua :D

    See you later!
    . Senin, 28 Oktober 2019 .

    Sekarang lagi musim lomba blog ya? Ya saya tahu karena kan saya juga ikutan beberapa lomba hehehe meskipun banyak kalahnya. Lumayan, iseng-iseng berhadiah dan mengasah skill menulis juga.

    Tahun 2019 ini emang tahunnya lomba blog. Di bulan Oktober 2019 aja terhitung sudah ada 3-4 lomba blog yang terpampang nyata di hadapan saya. Namanya lomba ya, kadang menang kadang kalah. Tinggal pinter-pinter kitanya aja untuk ngakalin supaya kontennya evergreen, jadi meski kalah, sebenarnya kita tetap menang! #CuanForLyfe

    Nah kebanyakan teman-teman yang ikut lomba blog harus menulis sebuah tulisan dengan tema yang spesifik banget kan? Dan kadang tulisan lomba blog juga jadi kurang menarik karena kita jadi terkungkung dalam suatu subtema tanpa bisa mengeksplorasi ide-ide kita. Padahal tulisan lomba blog itu lumayan banget untuk mendatangkan traffic baru ke blog kita!

    Lho, memang bisa? Bukannya sekarang traffic datengnya dari blogwalking aja? 
    (eh serius ini ada yang nanya begini waktu sharing session blogging saya buka, nggak becanda ini. Soal blogwalking ini akan saya bahas nanti ya. Tunggu updatenya!)

    Emang sih Lomba Blog itu ajang iseng-iseng berhadiah yang menarik. Sukur-sukur menang, cuma kadang kan kalo kalah suka sedih juga gitu. Ya nggak apa-apa, menang kalah itu biasa gengs. Yang penting gimana menjadikan konten lomba blog ini 'tabungan' atau 'investasi' buat blog kita kedepannya kan?

    Berikut list hal-hal yang bisa kalian lakukan supaya konten lomba blogging kalian bisa mendatangkan traffic baru ke blog kalian, jadi meski nggak menang kalian tetap #cuan gitu. 


    1. Perhatikan SEO

    Ini yang kadang paling sering kelewat! 

    Mungkin karena bayangannya blog post buat lomba ya hanya diperuntukan untuk lomba itu tok. Kalo kalah tinggal diabaikan atau bahkan dihapus. Padahal banyak lho tema lomba blog yang sebenarnya menarik dan jarang dibahas. Kamu bahkan mungkin bisa ngerank di pejwan gugel heuheuheue.

    Sebenarnya SEO nggak sesulit yang kalian bayangkan kok! Emang sih ujung-ujungnya untuk SEO kalian harus keluar effort lebih karena ya ada step-step tambahan yang harus kalian lakukan, misalnya saja menambahkan internal link, membuat meta-description dan lain-lain.

    Lebih enak lagi kalau tema lomba blognya masih satu niche dengan artikel artikel lain di blog kalian. Kalian bisa memberikan internal link dari blogpost lain ke blog post lomba tersebut, kan google senang dengan website dengan internal link yang baik.

    Jadi tetep ya, apapun lombanya, SEO blog sendiri tetap harus diperhatikan. Jangan gara-gara lomba terus males nambahin alt-text lol (ini saya banget)

    Misalnya kita nggak menang, tapi kita bisa ngerank untuk keywords tersebut kedepannya kan untung di kita juga. Ingat, rejeki tidak hanya dari menang atau kalah lomba tapi juga dari CPC Adsense atau Affiliate, hehehehe #MottoDuckofyork2019

    Tapi inget ya, jangan sampe demi ngespam keyword di pejwan, artikel jadi nggak kebaca. Monmaap itu blogpost apa thesaurus?


    2. Berpikir Out of The Box

    Bayangin, kalo kalin ikut lomba blog, ada satu tema yang sama yang ditulis sama puluhan bahkan ratusan blogger lain. Kalo misalnya kita nulisnya cuma begitu-begitu aja ya enggak bakal menang, gitu. Pun kalo menang, ya kita tetep harus bersaing dengan banyak blog lain di mesin pencari.

    Padahal sebenernya sayang-sayang kalo konten yang kita buat juga nggak selaras sama konten-konten kita yang lain. 

    Nah, kemarin di beberapa lomba blog saya cermati pemenangnya adalah orang-orang yang stay true alias konsisten dengan niche blognya. Misalnya niche travel ya tetep apa yang ditulis (meski soal flashdisk pun) akan tetep nyambung ke travel. 

    Ini susah-susah gampang, karena berarti kalian harus mikir diluar brief lomba yang diberikan dong berarti. 

    Kenapa harus mikir diluar brief? Karena menang ataupun kalah, artikel ini tetep harus bisa nyambung dengan artikel lain untuk memberikan branding yang cohesive buat blog kita. Internal link yang disukai google juga internal link yang nyambung sama artikel. 

    (Jadi cara-cara nyelipin "baca juga" dan lain-lain itu sekarang sudah kurang disukai google ya gengs, mohon ikuti terus update-update syarat pencarian dari tiap search engine)

    Terus kalo artikel kita unik dan menonjol, pada akhirnya ya orang juga akan tertarik baca. Inget, jaman sekarang orang nggak suka artikel yang terlalu sponsored banget. Menonjolkan ciri khas kita bakal bikin orang pengen baca artikel kita lagi dan lagi dan lagi. 

    Sukur-sukur menang karena unik, ya kan?



    3. Perlakukan Blog Post untuk lomba Selayaknya Blog Post Organik

    Apa sih bedanya blog post lomba dengan blog post kita yang organik?

    Ngga ada bedanya wong sama-sama blogpost. *brb dikeplak netizen seindonesia*

    Tapi ya, kadang kita nulis blog post untuk lomba itu nggak pake hati melainkan pake nafsu. Saya sering banget liat yang kaya gini. Saking nafsunya menang terus ngespam di grup-grup buat blogwalking, blogwalking kesana kemari ninggalin link idup demi naikin engagement post bahkan beli traffic! 

    Jangan gini ya gengs, kasian blog kita. Salah-salah nanti malah spam score kita yang melejit mengarungi luas samudra HUHUHU.

    Coba deh liat blog blog profesional lainnya, mereka bahkan untuk sebar link itu ada jadwalnya loh. Jadi nggak asal sebar link aja. Coba kalian riset dulu bagaimana menyebar link secara efektif, jadi sebenernya nggak sekali post link aja gitu. Nanti kapan-kapanlah ya saya bahas lagi soal tips nyebar link ini. 

    Balik lagi, kita nulis buat siapa sih? Buat blogger lain atau buat pembaca atau buat dewan juri? Atau malah buat diri sendiri? Aduh yang terakhir itu duckofyork bangeeee~t.

    Dibawa santai aja, perlakukan blog post untuk lomba ini selayaknya kita ngepost organik aja. Mau promosi pasang ads ya gapapa, mau sebar link di grup-grup blogger ya gapapa, tapi secukupnya jangan sampe nge-spam.

    Jangan sampai demi lomba setitik, link blog kita dibanned sama grup-grup atau sama situs-situs sosmed! Amit-amit ya, amit-amit. 


    4. Engage di Sosial Media!

    Nah ini masih nyambung sama bagian sebelumnya sih. Banyak nih blogger (termasuk saya) yang kalo ikut lomba blog masih kurang engage sama followers di sosial media.

    Saya pribadi emang lagi jenuh banget sama sosmed, tapi jujur aja nih... traffic organic paling banyak datengnya dari mana sih? Ya dari search engine alias mbah gugel and friends sama dari sosmed kan ya?

    Jadi jangan anggap ngepost di sosmed buat lomba itu beban. Anggap aja ngepost di sosmed adalah cara untuk ngobrol sama followers kita. Jadi buatlah konten sosmed kita semenarik konten lomba kita juga; nggak cuma buat tambahan pemanis-pemanis semata.

    Emang sih belom tentu juga followers sosmed kita bakal tertarik ngeklik link yang kita kasih; but it's a long way from there. Disinilah ilmu marketing seorang blogger bermain, ya nggak sih? Mungkin mereka ngga tertarik untuk ngeklik blog post yang ini, tapi lama kelamaan kan bakal ada blog post lain yang cocok sama minat mereka.

    Dan ketika kita dekat sama followers kita, bukan nggak mungkin mereka juga jadi kepo dan penasaran sama blog kita juga.

    Jadi kalah PV di lomba blog nggak apa-apa, anggap aja engagement di sosmed ini investasi buat kedepannya gitu.

    Gampang kan sebenernya?

    Jadi nggak sabar pengen praktekin tips ini di lomba blog juga kan?

    Gini aja... biar afdhol, saya kasih satu lagi bonus tempat dimana kalian bisa praktekin tips dari saya, yaitu di Lomba Blog Domainesia Oktober 2019 ini!


    Tema lomba blog dari domainesia kali ini adalah Digital Marketing Hack. Nah pas banget kan, tips yang saya kasih itu kan bagian dari digital marketing hack tuh!

    Ketentuan lombanya bisa kalian lihat di link yang ada diatas ya, jangan lupa dibaca baik-baik ketentuannya biar bisa menang. Nanti kalo kalian sudah menang jangan lupa traktir duckofyork ya! Ngga usah yang mahal-mahal, dikasi Samsung Galaxy A20s nya aja saya udah seneng banget kali xixixi.

    Jadi, kalian fix ikutan lomba blog dari domainesia nih? Jangan lupain tips-tips dari saya juga ya! Selamat berkompetisi dan may the best wins! 

    . Selasa, 22 Oktober 2019 .


    Fresh from the oven, saya baru kelar nonton Perempuan Tanah Jahanam, satu lagi karya Joko Anwar yang saya tonton. Kayanya saya belom pernah nggak nonton karya Joko Anwar sampai Jenny yang nyangsang di Tribe pun saya bela-belain tonton. 

    Jujur buat saya film Joko Anwar yang paling berkesan tetep Pintu Terlarang, dan entah kenapa setiap Joko Anwar rilis film terbarunya, saya punya harapan akan dikemas seapik Pintu Terlarang. Atau sebagus Pengabdi Setan. Atau keduanya. Pokoknya lebih bagus.

    Oke moving on dari harapan harapan saya karena tidak penting dan tidak ada hablumnya. 

    Dengan ekspektasi bahwa Perempuan Tanah Jahanam akan lebih baik daripada Pengabdi Setan atau Pintu Terlarang, saya membeli tiket bioskop tanpa promo. Lokasi Menonton: CGV Transmart Maguwo. 

    Ingat, tanpa promo ya. Karena notifikasi promo baru muncul 4 jam kemudian #jiamput

    DISCLAIMER: SPOILER ALERT

    Oh ya, disclaimer dulu ya: Review Perempuan Tanah Jahanam ini mengandung SPOILER. Bagi kalian yang tidak kuat spoiler diharap nggak usah membaca review ini dulu. Tonton dulu, terus kita diskusi bareng. Review menggambarkan opini pribadi yang tercemar opini pak suami dan opini mas-mas yang duduk disebelah saya terus diskusiin jalan cerita filmnya mayan kenceng sepanjang film.

    Sebagai #PerempuanJahanam™saya paham betul arah film ini. Sepasang sahabat, Dini dan Maya, tadinya bekerja sebagai operator Pintu Tol. Pekerjaan yang menurut saya paling berat sedunia karena harus duduk didalam box tertutup, terus ngitung kembalian dengan cepet, terus kalo pipis dimana coba??

    Karena tugas mereka digantikan dengan GTO, Dini dan Maya mencoba peruntungan dengan berbisnis pakaian tapi gagal karena pasar tempat mereka kulakan SEPI. Ya monmaap nih bukan begimana... masa mau buka bisnis ngga liat lokasi dulu? Lokasi itu penting. Feng Shui tempat usaha sangat mempengaruhi kelancaran percuanan... oke skip...

    ....Masalahnya WC Pasarnya aja mampet, itu pertanda Hong Shui yang tidak lancar...oke skip. Beneran Skip, kita serius dulu.


    Berbekal pengalaman nyaris mati waktu menjadi Operator Pintu Tol, Maya memutuskan untuk mencari tahu soal masa lalunya di sebuah desa yang bahkan nggak ada di google maps sampai harus telfon Pemda setempat untuk mencari tahu soal desa tersebut. 

    Opening Maya yang nyaris mati waktu jadi operator pintu tol, menurut saya cocok jadi satu film pendek sendiri. Bagus banget asli. Disini feel creepy nya DAPET banget. Malah menurut saya adegan Maya di Gerbang Tol dan di Pasar jauh lebih dapet ketimbang di desa. Mungkin karena saya kurang bisa relate gitu dengan kehidupan desa ya. 

    Balik ke jalan cerita dimana berbekal sotoy dan naik bis hantu, Maya bisa menemukan kampung halamannya yaitu Desa Harjosari. Bagaimana Maya bisa tahu soal desa tersebut? Dari sebuah foto. Di foto itu ada dia, orang yang diduga bapak ibunya, didepan sebuah rumah gedong di tengah-tengah desa.

    Bayangan Maya, dia bisa menjual tanah milik orang tuanya itu terus dijadiin modal usaha. Jadi dia harus banget pergi ke desa tersebut untuk ngecek keberadaan tanah tersebut. Mungkin Maya nggak tahu kalo mau ngecek sertifikat tanah desa paling gampang ya lewat Kantor Badan Pertanahan setempat, atau ke kelurahan.

    Enggak dong, bukannya ke kelurahan, mereka malah ke rumah dalang Ki Saptadi yang baru sekali mereka dengar namanya. Pura-pura jadi mahasiswa lagi.

    MAHASISWI APAAN MO PENELITIAN NGGA ADA SURAT PENGANTAR DARI KAMPUS OYYYY!!!!

    Terus mereka masuk aja ke rumah gede yang ada di foto tersebut karena Ki Saptadi nggak ada dan make themselves at home. Gue kalo jadi setan pun gue tai-taiin ini dua orang karena maen masuk aja dan tidur aje di rumah orang kaga pake halo-halo. Iye kalo bener itu rumah orangtua Maya, kalo bukan? 

    Skip-skip-skip karena ngga penting, waktu mereka berkeliling desa, mereka menemukan banyak kuburan anak-anak. Tanggal mati sama lahirnya sama. Yang aneh kenapa puskesmas dan dinas kesehatan nggak dateng ke desa itu? Secara kan angka kematian ibu dan bayi itu KPI Dinkes dan puskesmas loh.

    Ya karena settingnya di jawa gue menolak percaya bahwa ada desa yang ngga ada puskesmasnya. Masa udah ada HP tapi belom ada USG 4D??? Helloooo... dana desa kemana tuh?

    ((ya tapi ini kan fictional universe gi, jadi suka-suka joko anwar ajalah ya))

    Nah akhirnya mereka ketemu sama Ki Saptadi. Janjianlah mereka ketemuan dong dirumah Ki Saptadi malem itu. Si Dini udah ngerasa ada yang gak beres nih tapi Maya mah tetep gaskeun aja. Emang kalo udah ada cuan di otak, susah berpaling ke lain target :((

    Padahal kalo dipikir pake akal sehat, tanah segede dosa di kampung yang jalanannya aja bahkan belom di aspal dan warganya kayanya nggak ada yang punya motor dan tukang ojek nggak mangkal di terminal, SIAPA YANG MAU BELIIIIIII BAMBANG????

    Nah mencar tuh, Maya beli makan, Dini mandi dirumah. Kelar mandi, dia didatangi akamsi yang nyuruh mereka untuk jangan tinggal disitu. Eh dengan sotoy-nya si Dini ngaku dia Rahayu. Digiringlah Dini ke hutan sama dua akamsi tersebut.

    Aduh Din, tadinya elo pinter kenapa sekarang jadi begini sik. Kesel gue. 

    Skip-skip-skip karena adegannya gore (dan bagus gorenya meski harness di paha Marissa Anita tetep nyembul karena hello itu skinny jeans, dan monmaap kenapa tanktopnya tetep stay in place ya?) si Dini dikuliti dan dijadikan wayang oleh Ibunya Ki Saptadi.

    CUMA SATU YANG GUE HERAN: buset apa-apaan nyamak, ngeringin kulit terus jadiin wayang cuma butuh beberapa jam aja (dari pagi sampe malem udah jadi satu wayang) sumpah ini Ki Saptadi cs kudu FIX BANGET buka pabrik penyamakan kulit men... kebayang nggak sih produktivitas pabrik kalo kulit orang aja cuma butuh sekian jam sampe jadi wayang... saya sih siap aja invest...

    KENAPA JADI MIKIRIN CUAN...OKE SKIP!

    Disisi lain Maya ketemu sama Ratih yang bilang kalo dirumah Maya ada iblis. Nah Maya yang bingung, balik ke rumah dan si Dini ga ada. Dicari sampe ke tempat Ki Saptadi, tapi nggak nemu juga. Akhirnya malem harinya Maya nengok pementasan wayangnya Ki Saptadi sambil nyari Dini. Nengoknya langsung ke belakang layar lagi... dipikirnya Dini pemain gendang apa gimana huhuhu kesel.

    Skip-skip-skip akhirnya Maya dapet wangsit dari roh anak kecil untuk pergi ngeliat bayi yang akan dilahirkan. Ternyata pas dia ngintip, bayinya lahir tanpa kulit. Nah Maya nyaris ketauan tuh, cuma dia diselamatkan Ratih dan dibawa ngumpet di rumah Ratih.

    Disitu dia diceritain deh kalo misalnya desa itu dikutuk, jadi tidak ada bayi-bayi yang lahir dengan selamat. Semua bayi lahir didesa itu tanpa kulit, jadi supaya mereka tidak menderita, mereka langsung dibunuh di tempat oleh Ki Saptadi and the gengs. Ternyata... Ratih sudah tau kalo Maya adalah Rahayu, si pemilik rumah tersebut.


    me: lebih shock karena ratih ngga bunuh maya ketimbang tau ki saptadi bunuhin bayi-bayi

    Tapi Ratih ngga mau balas dendam atau membunuh Maya karena dendam hanya melahirkan dendam baru gitu. Wow Ratih so bijak. Ratih bahkan melindungi Maya ketika ada warga desa yang mencari keberadaan Maya loh. Padahal suami Ratih lah yang berusaha membunuh Maya. I love you asmara abigail i truly do, you're a gemstone to this movie meskipun Christine Hakim sebagai ibunya Ki Saptadi is the best teteup.

    Sampai disini saya bertanya-tanya faedahnya Maya ngasih tau Ratih kalo suaminya udah mati apa coba? HELLOOOO lo udah dikejar 1 desa, apa iya lo masih mau dikejar 1 perempuan hamil yang super duper creepy dan satu satunya temen lo di desa jahanam ini?

    Asli Maya bego luar biasa.

    Tapi yang lebih aneh lagi, gimana ceritanya suaminya Ratih bisa tahu kalo Maya adalah orang Harjosari? KAN UDAH GANTI NAMA? Ih sotoy abis. Harusnya disini ada penjelasan sih buset. 

    Udah gitu sempet-sempetnya Maya kesurupan arwah tiga dara tiga bocah yang dibunuh bapaknya supaya dia bisa punya kulit. Yang mana durasi kesurupannya lama loh, bisa bikin warga desa nemuin dia. Tapi tentu saja, nggak ketemu dong karena....NAMANYA JUGA FILM.

    Nah pas kesurupan ini Maya mendapatkan ilmu pengetahuan sejarah bahwa dia sebenernya adalah anak hasil perselingkuhan ibunya dan ki saptadi, cuma ketauan sama ibunya ki saptadi yang merupakan pembantu di rumah itu. Sumpah ibunya Ki Saptadi galak bener, baru sekali ini gue liat ART segitu galak sama majikan. Kalo jaman sekarang itu pasti udah masuk IG Blacklist nanny dan ART asli. 

    Nah sama ibunya, disireplah Ki Saptadi supaya amnesia akan hubungannya dengan ibunya Maya terus sejak dalam kandungan si Maya diguna-guna sama ibunya Ki Saptadi sehingga lahir tanpa kulit. SEKALI LAGI. lau kan tuan tanah nih, kenape kaga ke dokter seh...

    logika cerita yang loncat-loncat tanpa rules of the game mengisyaratkan kalo film ini ada di JokAn Universe alias satu universe sama kala, pintu terlarang, dan lain-lain yang merupakan gabungan dari film-film jokan lainnya. Buat yang sering nonton film Joko Anwar pasti tau anything can happen. LITERALLY ANYTHING. Saya curiga saya dan Joko Anwar ini sodaraan karena jalan cerita film-filmnya mirip dengan hal-hal absurd yang saya pikirin sebelom bobo. 

    Ada satu lagi nih yang bikin saya makin yakin ini film exist di timeline JokAn Universe. Waktu kesurupan kan Maya dikasi liat bapak dan kakeknya di desa Harjosari masih pake beskap lengkap dll, ya pokoknya attire bedinde-bedinde jaman belanda gitu... padahal umurnya Maya aja 25 tahun. Logikanya itu terjadi ya sekitar 30 tahun yang lalu kan yaaaa... sementara di kampung daddy A dimana beliau lahirnya jaman perjuangan ya nggak segitu-gitunya. Kakek gue udah pake kemeja di tahun 1950an kok. Asli. Settingnya berarti ya gak jauh beda sama Kala, Pintu Terlarang, Pengabdi Setan, Modus Anomali dan lain-lain. 

    Long story short akhirnya Maya berhasil mengakhiri kutukan tanpa kulit, tapi etsss tentu cerita tidak berakhir begitu saja karena baru satu jam sekian bosqueeee.... Tiba-tiba muncullah ibu suri ibunya Ki Saptadi lengkap dengan para akamsi dan disitu terkuaklah kalo Ki Saptadi sebenernya adalah anak haramnya kakeknya Maya.

    JENG JRENG JREEEENG...

    Sampe disini sih saya udah mulai lelah dengan momen anakku bukan anakku tapi anaknya pembantuku yang ternyata juga anaknya kakekku heyyyyy~ karena begitu Maya digantung kebalik  (teteup dengan tanktop yang konsisten nggak kusut dan nggak kendor) Maya berusaha ngomong kalo dia anak Ki Saptadi. Terus Ki Saptadinya percaya dong. Terus Ki Saptadi sama ibunya berantem, berakhir dengan dua-duanya bunuh diri terus ada bayi yang lahir dengan kondisi sehat sehingga Maya dilepaskan oleh Ratih.

    Akamsinya? NONTON AE BUSET.

    Jokan mesti internship jadi orang jawa dimana orang jawa punya dualisme karakter yaitu: kalem sekaligus mampu menikmati pertubiran duniawi. Secinta-cintanya orang jawa kepada pertubiran tidak mungkin menyaksikan ketubiran tanpa melu sambat atau minimal ngrasani. BTW aksen bahasa jawa disini nyampur-nyampur pol. Mungkin karena shootingnya di beberapa lokasi sih ya...

    Cuma....

    Bagi yang ngomong ini mistisnya dapet banget, jawanya dapet banget... kok saya nggak dapet momen itu ya

    Satu: dalang itu tugasnya ga cuma godek godekin wayang doang. Ada ceritanya, ada omongannya. Suara dalang itu pasti berat dan cengkok jowo nya pasti kental. Ario Bayu kalo ngomong masih indonesia banget jadi ya... susah. 

    Attirenya Ki Saptadi ini, beskapnya beskap putra solo, blangkonnya blangkon solo, kerisnya kok keris jogja? Pas mentas kok kayanya gamelannya gamelan jogja? Pas Ndalang kok ngga pake pembukaan, main duduk ambil wayang terus jger ditabrak-tabrakin? Kakinya kok nggak nratap kotaknya dalang itu? 

    Setting kawinan juga kawinan dengan adat solo nampaknya jadi settingnya saya pikir jawa tengah. Lha begitu tokohnya ngomong bahasa jawa, kok logatnya jawa timuran. Meski "asu"nya Asmara Abigail bisa diterima secara universal tapi logat jawanya masih kurang banget, kecuali christine hakim ya... aduh sumpah peran Nyi Misni alias ibunya Ki Saptadi ini dapet banget... kena banget lah istilahnya.

    Kemudian, yang aneh lagi... Ki Saptadi ngomong sama ibunya pake bahasa kromo (albeit kromo madya) terus warga ngomong ke Ki Saptadi yang ditakuti di daerah itu juga pake campur campur bahasa madya dan ngoko. 

    HEYYY YANG KONSISTEN DONG AH!!! #KZL

    (sekarang saya paham betapa keselnya pak suami tiap saya ngomong campur-campur madya & ngoko. ternyata memang tidak enak didengar)



    Meski demikian emang suasana mencekam yang disajikan Joko Anwar 'dapet' banget dari sinematografinya. Caranya menggambarkan lingkungan pedesaan yang tertutup dengan warga yang hidup segan pindah tak mau itu sudah pas. Cuma ya sayang, soal kebudayaannya kurang pas aja gitu.

    Selain itu ada beberapa arc yang kesannya cuma tempelan: arc dosen rusia yang ngga tau tujuannya apa, arc tole yang tidak punya kulit dan udah cuma buat pajangan doang, arc dini yang tadinya kalem, pinter jadi bego mendadak... hadeeeeehhhh...

    Lagian tujuannya Ibunya Saptadi apa sih segala jadi kuyang, segala pake ngisiki kalo si Maya harus dijadiin wayang? Kan beliau pergaibannya wes pol, kalo mau kan dia tinggal ngikutin arwah tiga bocah itu. Tapi enggak donggggg aduhhh kesel padahal actingnya Christine Hakim disini layak dapet piala citra. 

    Mungkin karena durasi yang singkat jadi semua serasa harus dijelaskan begitu saja kali ya. Padahal mungkin kalo penggalian karakter dibuat lebih dalam, kita malah bisa jadi apologis terhadap perilaku Ki Saptadi, bahkan mungkin kita bakal benci sama Maya... tapi enggak. Padahal jujur itu lho yang selalu saya tunggu-tunggu dari film Joko Anwar--the big blob of grey area where nobody is truly evil and no one is truly good either. 

    Meski aktingnya bagus dan sinematografinya mantap mempesona tapi jujur untuk jalan cerita masih terlalu banyak bolong-bolongnya. Feeling saya mengatakan karena Joko Anwar harus kerja keras nulis Perempuan Tanah Jahanam dan beberapa film lainnya yang juga akan tayang tahun ini. Mungkin om Joko Anwar mau collab sama aku buat bikin cerita thriller? ditunggu DM nya loh om (teteup)

    Untuk scoring saya nggak mau berkomentar banyak. Openingnya gila bagus banget, sound design juga bagus bangeeet, scoring gila gilaan apiknya. Nggak ada obat. Sepanjang film kuping saya dimanjakan dengan berbagai detil suara yang edun mempesona seolah olah emang didesign untuk saya yang duduk di kursi tersebut. 

    All in all i gave this movie 3 out of 5 star. Enak ditonton buat hiburan, enggak enak kalo sepanjang film malah mikir ini settingnya jawa tengah, jawa timur apa jogja!
    . Jumat, 18 Oktober 2019 .



    Hola! Balik lagi ke DUCKOFYORK edisi udah lama tinggal di jogja tapi baru tahu kalo ada sekolah internasional disini heuheuheu. Ketinggalan banget asli, tapi yaudah gapapa. Kali ini saya coba share sedikit soal sekolah yang satu ini. Siapa tahu pak bapak dan ibu-ibu berminat untuk mendaftarkan putra putrinya, ya kaaaaan?
    . Selasa, 15 Oktober 2019 .


    Oke disclaimer dulu, postingan ini tidak bermaksud menjadi ajang pamer kekayaan karena saya belum kaya . Kali ini saya mau berbagi perspektif baru, yaitu soal menginap di hotel bintang lima. Jeng jeng jeng jeng.
    . Kamis, 10 Oktober 2019 .


    Kalian yang sudah lama follow duckofyork pasti udah tau bahwa saya kerjaannya pijet mulu. Memang pijat adalah cara paling mudah untuk mengobati jiwa-jiwa penuh kejompoan yang lelah akibat kerja dari senin sampai minggu HUHUHUHU *mendadak curhat*

    Kalo boleh sombong nih (oh ya jelas boleh dong, kan ini blog gue sendiri gimana sih) saya udah nyobain hampir semua tempat pijat dan spa di Yogyakarta, mulai dari yang rumahan sampai yang luxurious.

    Pengen ngereview semua salon dan spa se-jogja satu-satu sih, tapi jujur aja adalah cape banget mesti foto-foto dulu sebelum spa ya khaan? Padahal bawaannya pengen relax aja lol #BilangAjaMager

    Kenapa saya doyan banget hunting tempat spa dan pijat dan salon? Karena sekali lagi kembali ke motto duckofyork yaitu kesehatan jiwa diatas kesehatan dompet. Ya kalo jiwa saya ngga sehat boro-boro dompet ikutan sehat, yang ada saya malah nggak efektif bekerja terus tambah mager terus nggak dapet duit.

    Jadi relaks itu penting ya gengs, jangan tegang mulu, spaneng entar.

    Kalian ada yang doyan hunting tempat spa juga? Kalo berdasarkan pengalaman saya selama 9 tahun lebih menyicipi salon-salon dan spa-spa di Jogja, sebenernya ada beberapa hal yang dibutuhkan sama orang yang sedang mencari tempat untuk spa ataupun pijat yaitu:
    Sebagai orang yang sudah ngerasain spa dan refleksi dari mengitari jogja, it's safe to say bahwa jogja itu gede (banget!) dan pergi 15 km demi spa idaman terus ngantri atau nggak dapet parkir itu adalah pengalaman yang enggak banget. Jadi lokasi adalah salah satu pertimbangan utama ya. 

    Kalo saya biasanya nyari tempat didekat kantor hehehe. Jadi begitu kelar meeting atau ada waktu lowong saya langsung cus aja gitu pergi relaksasi. Untung bosnya saya, jadi nggak ada yang ngomelin #bosdurjanapemanfaatfasilitaskantor

    Kalo lokasinya jauh ya kamu bisa reserve dulu dari jauh-jauh hari (atau itungan jam lol, deadliners banget) supaya bisa tahu bakal ngantri/waiting list atau nggak. 
    Selama ini setiap kali saya ngepost soal spa, biasanya salah satu pertanyaan yang paling sering saya dapatkan adalah "harganya mahal nggak kak?" Which is wajar banget ya, secara banyak banget tempat spa yang dari luar aja udah keliatan luxurious sehingga pada nggak berani untuk sekedar masuk dan tanya-tanya gitu (padahal mah santai dan cuek bebek aja kali)

    Eh tapi spa di Jogja nggak semahal di kota-kota lain kok karena selalu ada tempat untuk setiap jenis budget dari budget mahasiswa sampai budget bos batubara--pokoknya lengkap.  Jadi tinggal kita pinter-pinternya aja menyesuaikan budget hehehe.

    Karena di Jogja banyak banget tempat spa yang berjebakan betmen alias spa plus-plus makanya penting bagi kita untuk mengetahui jenis-jenis treatment yang ditawarkan oleh salon maupun spa yang akan kita datangi supaya nggak salah. 

    Saya punya pengalaman zonk salah masuk ke salon plus-plus karena saya sotoy kurangnya riset sebelum masuk ke salon tersebut. Niatnya mau creambath malah disuguhi mba-mba lagi pada ngerokok dan minum minuman keras. Boro-boro rileks, yang ada sebadan malah bau asep semua begitu keluar dari situ padahal saya nggak jadi creambath sama sekali.

    Memang pengalaman adalah guru yang pahit *ceileh*

    Jadi, untuk meminimalisir zonk biasanya saya kepoin jenis-jenis treatment yang ditawarkan via akun sosial media mereka biar update (apalagi kalo ada promo!) Kalo akun medsosnya nggak aktif biasanya saya nggak segan-segan untuk telfon langsung sebelum memutuskan untuk booking sesi spa atau nggak.

    Hunting Spa Pake Traveloka Xperience

    Sebenernya dari dulu saya pengen banget punya platform atau aplikasi yang selalu update soal promo-promo spa dan salon se-jogja terus jelas gitu treatment apa harganya berapa, kalo bisa booking sekalian. Nah semua itu sudah ternyata sudah terwakilkan dengan Traveloka Xperience.

    Tenang, traveloka xperience ini bukan aplikasi baru kok melainkan fitur baru dari aplikasi Traveloka yang bisa kita gunakan untuk memesan tiket acara-acara, tiket film, airport shuttle, cari promo dan voucher restoran sampai...yes, booking spa & salon session!

    Di Traveloka Xperience ini kalian bisa mencari promo-promo activities dan voucher-voucher dari tempat makan, seminar, pertunjukan, tiket konser sampai voucher beauty. Banyak banget promo yang ditawarkan dan yes, seperti fitur Traveloka lainnya, kalian bisa mencari berdasarkan lokasi kalian. 

    PS: Sering-sering check diskon di Traveloka Xperience sebelum traveling deh, karena sering banget ada tiket taman wisata yang promo atau ada voucher makan yang murah meriah banget!


    Jadi, misalnya kalian traveling gitu terus capek pengen pijet atau spa, nggak perlu bingung lagi. Cukup buka traveloka experience aja karena disana sudah all in one ada semua lengkap dengan fasilitas, review dan harga tiap treatment jadi kalian nggak perlu ribet lagi untuk cari-cari info seputar tempat spanya.

    Saya cukup sering menggunakan fasilitas traveloka experience ini untuk mencari promo spa & wellness karena menurut saya potongan harga yang diberikan lumayan banget! Kadang kalo lagi hoki ada aja tuh tempat langganan saya yang ngasi voucher sampai 50%

    Salah satu tempat Spa favorit saya yang sekarang sudah ada di Traveloka Xperience adalah Padma Spa by Plataran Borobudur. Asli iya jauh dari Jogja karena lokasinya di bukit menoreh, tapi kapan lagi kalian bisa Spa sambil ngeliat indahnya bukit menoreh?

    Dan di Traveloka Xperience, Padma Spa ini bergelimang diskon dan promo dong. Asli, sumpah, semenyenangkan itu karena emang fasilitas Spa nya juga oke punya jadi harganya lumayan mahal. Nah karena dia ada promo-promo begini jadi harganya *sedikit* lebih terjangkau. Cuma asli enak banget sih weekend ngumpet-ngumpet dari kerjaan terus mlipir pijet kesini. #MlipirTerniat2019


    Treatment yang ditawarkan di Padma Spa Plataran Borobudur Resorts ini beragam, mulai dari massage, lulur sampai paket lengkap dengan range harga dari 880 ribu rupiah sampai 1,7 juta. Tempatnya bernuansa jawa klasik gitu lengkap dengan nuansa kayu-kayu yang earthy. 10/10 will recommend sih!

    Selama spa kalian akan ditangani oleh Therapist Profesional dan kalian bisa relax sambil menikmati pemandangan bukit menoreh yang hijau dan menenangkan banget. Cocok banget buat kalian yang mau short getaway dari Jogja/Magelang. 

    Lebih mantap lagi kalo kalian sekalian nginep di Plataran Borobudur karena resortsnya cantikkkk sekali! Kalian bisa leyeh-leyeh sambil menikmati makanan lezat + ngeliat siluet candi Borobudur yang megah banget dikelilingi hutan gitu. Untuk review Plataran Borobudur Resorts kalian bisa baca postingan saya disini.


    Tips Berburu Voucher Spa di Traveloka Xperience



    Daaaannn... sampailah kita di bagian yang kalian paling sukai yaitu tips and trick! Saya tahu banget karena kalian selalu minta tips belanja di instastory jadi yaaaaa mari kita kupas tuntas tips berburu voucher spa di Traveloka Xperience.

    Tips nomer satu: baca ketentuan penggunaan voucher sebelum membeli. Ini basic tapi saya tahu banget squad rebahan kadang suka males baca T&C sebelum pesen voucher karena kita adalah sultan ya khaaaannn???

    Tapi nggak ada salahnya lho baca dulu ketentuan penggunaan voucher, misalnya kapan batas waktu redeeming, harus telfon lagi untuk bikin reservation apa enggak, vouchernya refundable apa enggak, dll.

    Saya sih prefer voucher yang refundable jadi PRnya nambah untuk baca ketentuan refund voucher seandainya gak jadi dipake. Maklum teteh princess kan sibuk bertahta dibalik mesin kasir jadi mau gak mau kadang harus cancel mendadak. Kalo voucher nggak refundable ya kalian harus komitmen untuk dateng sesuai reservasi ya!

    Tips Nomer dua: cek fasilitas dari Spa misalnya jam buka, kesediaan parkir, room buat couple atau private room buat yang pengen menyendiri, ada mushola nggak (ini buat yang muslim penting kan, karena kadang jam spa mepet-mepet sama jam sholat), ada wifi nggak (kan biasanya tempat spa itu seringkali susah sinyal). 

    Biasanya kalo spa-nya jadi satu sama hotel layanannya lebih lengkap, ada fasilitas hotel yang bisa dipakai juga misal gym, resto dan valet parking. Disesuaikan sama kebutuhan kalian aja.

    Tips Nomer Tiga: Cek Promo-promo di Landing Page app Traveloka. Percaya nggak, saya kalo buka app traveloka, saya buka page promo terlebih dahulu. Kan lumayan kalo ada promo dari kartu kredit atau promo harbolnas gitu. Pokoknya rajin cek promonya traveloka untuk dapetin best price!

    Tips nomer empat: Baca-baca review terlebih dahulu. Meskipun selama ini saya belom pernah nemu tempat yang zonk (dan amit-amit jangan sampe) tapi baca review bisa memberikan gambaran treatment yang kita mau. Jangan ragu-ragu juga untuk mencari tahu lebih banyak seputar tempat yang ingin kamu datangi via medsosnya karena itu akan sangat memberikan gambaran mengenai lokasi, treatment yang diberikan dan kualitas service dari Spanya itu sendiri. 

    Jadi gimana, kalian sudah siap buat #XperienceSeru bareng Traveloka Xperience? Komen dibawah ya jika kalian sudah nyobain Traveloka Xperience! Sekarang saya mau spa dulu... dadaaaah!
    . Selasa, 01 Oktober 2019 .


    Mari kita buka postingan ini dengan sebuah pengakuan: Ini pertama kalinya saya nonton Youtube FanFest *jeng jeng jeeeeng*

    Saya nggak nyangka sih bakal diajak sama IM3 Ooredoo untuk nonton Youtube Fanfest Indonesia  alias YTFFID yang di Jogja. Apalagi karena saya udah 15 tahun setia menggunakan 1 nomer IM3 yang sama dari jaman SMP. Gila gak tuh, 15 tahun pake 1 nomer IM3 yang sama?

    Jujur aja sih, saya kangen banget nonton konser gitu-gitu. Semenjak udah mulai kerja, kayanya mau cuti buat nonton konser atau acara musik gitu udah ngga sempet banget. Maklum ya bu, kerjaannya dari senin sampe minggu full terus huhuhu. Makanya pas diajak nonton YTFFID sama IM3 Ooredoo rasanya tuh kaya... 


    Buat kalian yang belum tahu apa itu Youtube FanFest, jadi Youtube FanFest ini adalah semacam music & performance festival dengan talent-talent Creator Youtube. Disini kamu bisa menyaksikan performance creator Youtube favorite kamu secara live! 

    YTFFID 2019 ini diselenggarakan di beberapa kota, antara lain Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta. Nah di tiap kota bintang tamunya beda-beda dan ada juga penampilan creator-creator asal kota tersebut. 

    Di Jogja saya mendapatkan kesempatan untuk nonton YTFFID Hari pertama dengan bintang tamu: Ghea Indrawari, Like Music Project, Bram Dermawan (Brader), Ria Ricis dan Gloria Jessica. Ada juga special performance di #Collabonation Stage nya IM3 yaitu dari Salshabilla Adriani dan Jogja Music Project. Kalo di hari kedua, bintang tamunya adalah Young Lex, Marion Jola, dan Kery Astina. Nah saya tuh datang di hari pertama aja.

    Acaranya dilaksanakan di Keraton ballroom Marriot Hotel, tapi masuknya lewat Hartono Mall yang terletak persis disebelah Marriot Hotel Yogyakarta. Saya sempat bingung karena yang saya baca YTFF dilaksanakan di Marriot, jadi saya sempet tuh muter-muter di lantai 2 Hotel Marriotnya ternyata dari lantai 2 Hartono mall ada pintu yang langsung menuju Ballroom Marriot Hotel. WOW AKU AMAZED.

    (padahal sejak ini mall dibangun kayanya saya ada deh seminggu sekali kesini tapi ngga tau kalo ada pintu masuk ke Ballroom Marriot dari mall, bhaik)

    Untungnya saya sudah sampai venue dari jam 11, jadi nggak buru-buru deh. Meskipun demikian antrian sudah mulai mengular dari jam 12, padahal pintu baru dibuka pukul 12:30. Security-nya lumayan ketat sih, namun wajar karena ya yang tampil juga bukan sembarang creator hehehe

    Jadi tipsnya dateng ke venue MINIMAL 30 menit sebelum gate dibuka ya, biar antrinya ga jauh-jauh banget hehehe.
    6
    Youtube Fanfest ini Gratis ya teman-teman, kalian tinggal RSVP di websitenya youtube fanfest, akan tetapi ada special pass buat meet and greet dan foto bareng sama creator idola kalian. Nah IM3 Ooredoo bener-bener so sweet banget karena saya dikasi meet and greet bersama Like Music Project. 15 tahun bersama kayanya sukses bikin Indosat paham kalo saya doyan banget sama EDM huhuhuhu #akuterharu.

    Nah karena pas saya nyampe belum mulai acaranya jadi saya main-main dulu di booth IM3 Ooredoo. Boothnya lucu banget, ada challenge ASMR berhadiahnya juga. Langsung dong saya, hanifa dan kak aji nyobain.

    Kalian tau kan ASMR? itu loh video yang pake mic super sensitif terus suara-suara yang dihasilkan jadi detil banget itu. Nah di IM3 Ooredoo itu ada booth khusus gitu untuk membuat video ASMR. Didalem disiapin properti dari sisir, cemilan dan segala macem untuk menunjang video ASMR kamu.

    Nah karena tema booth IM3 Ooredoo adalah collabonation, jadi nggak boleh tuh kita sendirian bikin video asmrnya. Yang terjadi selanjutnya adalah lawakan abad ini.


    Jadi kan didalem itu ada mas-mas yang tugasnya mengarahkan kita dan jagain booth soalnya kelar ngerekam video ASMR, kita bisa langsung dikirimin videonya gitu. Nah, suara yang kita hasilkan nggak boleh diatas 80 db (manusia ngomong biasa itu around 90 db), jadi kebayang kan harus bisik-bisik kaya apa dan masnya juga harus nahan ketawa.

    Si Hanifa awalnya masih jaim-jaim gitu kan, sementara kalo saya udah trabas aja. Pertamanya Hanifa mau nyanyi lagu bintang kecil aja biar simpel, tapi saya sama Aji udah kebelet nyanyi "entah apa yang merasukimu" hahaha dan waktunya 1 menit.

    Kelar nyanyi bintang kecil masih sisa 30 detik ya dilanjut aja gitu dan asli itu masnya sampe merah nahan ketawa karena kita nyanyinya lengkap sama joget tiktok. Lengkapnya ya bisa kalian liat di twitter saya deh ya:






    Nah kalo kalian mainan ASMR Challenge ini kalian bisa menangin hadiah menarik kaya kamera vlog, merchandise dan lain-lain. Saya sih semi-semi ngarep dapet kamera vlog ya hihihi lumayan buat membangkitkan kembali channel youtube duckofyork yang udah lama vakum hahaha

    (padahal vakumnya karena males ngedit lol)


    Dengan semangat #Collabonation IM3 Ooredoo juga ada #IM3OOREDOOYTFF Stage loh! Ada kolaborasi menarik dari Jogja Music Project dan Salshabilla Adriani. Duet mereka membawakan Goyang Maumere dengan sentuhan berbagai alat musik etnik gitu, keren banget. Mana suaranya sama-sama bagus, otomatis YTFFID langsung rame banget.

    Funny story; seperti biasa kan ya saya bawaannya joget all the time, sementara temen-temen yang lain masih agak kaku kaya kanebo kering. Selama joget maumere saya tabrakan mulu sama Hanifa dan Aji. Hasilnya? Malah jadi moshpit hahaha.

    Sekarang emang udah jamannya kolaborasi ya, jadi apa-apa bagusnya dikerjain bersama-sama buat menyatukan berbagai visi yang berbeda-beda. Bagus juga sih idenya IM3 Ooredoo ini. Mau collab sama duckofyork juga boleh lho heuheuheu *teteup*

    Saya juga mo pamer dikit nih:


    Alhamdulillah, puji syukur saya bisa dapet sesi showcase meet and greet bareng creator/producer EDM Like Music Project yang emang lagu-lagunya enak enak banget. Jujur seneng karena emang kan kalian semua tahu saya suka banget EDM dan udah lama banget nggak dateng ke EDM Festivals, jadi sebenernya bisa nonton Like Music Project live itu udah mengobati banget kekangenan saya untuk joget dan have fun bareng teman-teman ya.

    Yaaaah kalian yang ngikutin story saya pasti tau lah kehebohan saya yang joget sendiri sementara Kak Aji masih malu-malu gitu, sampe ya akhirnya kak Aji joget juga karena kebawa kelakuan saya yang ala-ala wkwkw.

    Asli seneng banget karena setelah 15 taun setia sama IM3 akhirnya IM3 kasi something buat aku yang bakal bikin aku terkenang. Akhirnya ya saya naik juga ke stage dan bisa salaman + selfie juga. Meski hanya sebentar saya menyempatkan diri buat selfie bareng Kak Nova Nada yang menurut saya suaranya, looksnya dan aestheticnya GOALS banget huhuhu

    ((suka lupa umur jadinya kalo udah begini ya, masih ala-ala goals goals mulu))


    Needless to say, abis itu saya pulang pegel-pegel banget karena kebanyakan jingkrak jingkrak dan joget. Udah seseruan seharian, dapet foto bareng creator favorite terus juga bisa have fun sama temen-temen di booth IM3 Ooredoo.

    This is definitely a day to remember, terimakasih IM3 Ooredoo sudah mewujudkan salah satu ke-BM-an ku! Sampai jumpa di YTFFID tahun depan!