• about me
  • menu
  • categories
  • Agi Tiara Pranoto

    Agi Tiara Pranoto

    Seorang Blogger Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. Selain menulis, dia juga sangat hobi bermain game FPS. Cita-citanya adalah mendapatkan passive income sehingga tidak perlu bekerja di kantor, apa daya selama cita-cita itu belum tercapai, dia harus menikmati hari-harinya sebagai mediator kesehatan.
    category
    lifestyle
    Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan

    Tips Menjaga Kesehatan untuk Freelancer

    Halo pembacaku yang budiman dan budiwoman, sudahkah kalian siap menghadapi gempuran pekerjaan di kuartal kedua tahun 2022 ini? Kalau saya jujur lagi kurang fit nih, kemarin banget saya masuk rumah sakit karena demam yang nggak turun-turun kayak harga minyak.

    Beginilah nasib jadi Freelancer, kalau lagi nggak ada kerjaan sakit maag, kalau lagi banyak kerjaan sakit tipes. 

    Tapi serius dikit, ada yang merasa nggak setelah era WFH ini job freelance malah semakin banyak. Mungkin karena di masa-masa pandemi, orang lebih suka mencari tenaga kerja yang nggak terikat ya. Jadi kerjaan freelance adaaaa aja dari hari ke hari. 

    Seneng nggak? Seneng dong. Tapiiii... ada tapinya nih.

    Kita jadi harus menjaga kesehatan dengan baik. Kenapa? Soalnya kalau sakit kan sama aja nggak bisa kerja lol, malah nambah-nambahin tagihan aja, padahal duit udah tiris *lirik dompet yang isinya penuh dengan senyuman gahar kapten Pattimura*

    Percaya deh menjaga kesehatan itu jauh lebih murah daripada menjaga hati. Nah gimana sih cara saya sebagai freelancer menjaga kesehatan sehari-hari? 

    tips sehat freelancer

    1. Olahraga

    Yes olahraga is a must! walaupun saya gemuk ginuk-ginuk mempesona tapi saya bisa dibilang ((cukup rajin)) berolahraga lho. 

    Yang paling gampang itu jalan kaki atau lari pagi rutin. Ini saya rutin lakukan sambil ngajak jalan-jalan si bobob, kucing saya yang paling sulung. Kalau nggak sempet jalan kaki dan di rumah ada treadmill ya pake treadmill juga nggak masalah. Kadang kalau lagi sibuk banget pun di gym saya suka treadmill sambil zoom meeting sama client. 

    Selain itu di akhir pekan biasanya saya akan ikut kelas Yoga bersama pak suami. Seringnya sih saya meninggoy duluan karena kecapean. Tapi nggak apa-apa lebih baik Yoga setengah jam (dari sesi selama sejam) ketimbang tidak sama sekali hehehe. 

    Menyisipkan waktu olahraga juga sebenarnya nggak mudah, apalagi klien saya tipenya yang maunya direspon cepat (kalau bisa saat itu juga) jadi ya gantian saya yang harus sabar. Makanya menyelipkan olahraga di tengah-tengah kesibukan jadi salah satu solusi yang menurut saya membantu banget. 

    Kalau kalian olahraganya gimana? Coba sharing deh di kolom komentar biar kita bisa sama-sama bagi tips. 

    tips sehat freelancer

    2. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

    Kayanya ini paling sulit, soalnya saya sendiri selalu tidur tengah malam dan udah bangun lagi di pagi hari untuk lanjutin kerjaan kantoran. Emang tidur yang cukup dan berkualitas itu ngaruh banget sama kinerja kita sebagai freelancer sih.

    Coba deh kalo lagi kurang tidur terus kita maksain kerja, dijamin berantakan deh kerjaan kita. Makanya siapa yang bilang kalau orang yang freelancing nggak butuh jam kerja dan jam tidur yang benar??

    Inget freelancing is a real job, and real job requires real rest and real money gitu. Coba baca artikel saya soal work life balance ini ya. 

    Terus gimana kalau misalnya kita terpaksa begadang sampai malam? Jujur nih saya kalau malamnya begadang pasti siangnya tidur siang. Kalau nggak ya nggak kuat melek. Ingat, saya udah nggak muda lagi ((menangis dalam kejompoan))

    Dan menurut saya bukan cuma tidur cukup, melainkan tidur juga harus berkualitas. Kalau cuma tidur 8 - 10 jam sehari tapi sepanjang tidur mimpi buruk atau kebangun-bangun terus yang ada pas bangun malah makin kecapean. Jadi membiasakan untuk punya jam tidur yang berkualitas juga penting.

    Kalau boleh memberi saran, saya selalu kasih info sama para Freelancer untuk investaasi di kasur yang berkualitas dan kursi kerja yang bagus. Selain bagus untuk kesehatan postur dan tulang belakang, dua hal ini akan membantu kita bekerja dan beristirahat dengan lebih baik. Apalagi saya selalu kerja di kursi dan kadang juga kerja di kasur hehehe. 

    Dua hal ini benar-benar bisa bikin saya istirahat dengan lebih baik. Rasanya kalau sudah ketemu kasur, badan jadi lebih enteng dan langsung siap tidur. Makanya investasi di waktu istirahat juga jadi penting buat para freelancer ya.

    3. Eat Clean and Drink your Vitamin!

    Sebenarnya yang ini juga saya masih sering fail karena jujur iklan ayam geprek yang sesekali lewat di instagram terlalu menggoda. 

    Makan makanan yang bersih dan bergizi juga penting buat menjaga kesehatan, khsusunya untuk menjaga stamina. Percaya deh, dengan makan yang benar, rasanya tuh kaya punya banyak energi buat kerja dan nggak gampang laper. Selain itu, badan juga rasanya lebih enteng meskipun dalam keadaan kenyang.

    Buat vitamin saya rutin mengonsumsi vitamin b complex dan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Sementara kalau Vitamin D saya usahakan dapat dengan berjemur setiap pagi di depan rumah. Sebenarnya sih kalau sudah makan-makanan yang sehat kita nggak seberapa membutuhkan vitamin tambahan, cuma karena saya juga makanannya belum sehat-sehat banget jadi mau nggak mau saya pun tetap harus rutin mengonsumsi vitamin. 

    Kalau mau dicombo makan bersih dan minum vitamin secara rutin malah lebih bagus lagi ya. Jadi dapet banget untuk gizi dan nutrisinya. Baca juga soal nutrisi dan gizi seimbang sebagai kunci imunitas disini ya!

    tips sehat freelancer

    4. Mengurangi Kafein dan Minuman Beralkohol

    Yang keempat ini bener-bener PR banget buat saya. Sebelumnya, saya doyan banget minum kopi, bahkan sehari bisa sampai 3-4 gelas (ukuran tall starbucks, bayangkan). Hasilnya sih emang saya jadi kuat banget melek hehehe.

    Tapi sayangnya waktu usia saya lewat dari seperempat abad kerasalah kalau saya sering berdebar-debar (padahal nggak lagi fangirling lho!) dan juga sering gemetar berlebihan. Puncaknya saya kena GERD lol. Akhirnya saya mengurangi banget minum kopi. Hampir nggak pernah lagi bahkan. Kalau terpaksa ngopi di cafe pun saya memilih minuman yang tidak espresso-based kecuali kepepet hehehe.

    FYI minuman berkafein itu nggak cuma kopi ya, teh juga memiliki kandungan kafein meskipun nggak sekuat kopi. Well, nggak apa-apa kok minum-minuman yang berkafein atau beralkohol, tapi harus dijaga jangan sampai berlebihan. 

    Khusus minuman beralkohol saya juga nggak menyarankan untuk dikonsumsi terlalu banyak. Kalau bisa mah ngga usah, tapi berhubung saya juga masih doyan kombucha dan cider yang notabene (ternyata) ada kandungan alkoholnya jadi ya teteup saya mengusahakan in moderation. 

    Udah mau kepala tiga ternyata saya udah nggak bisa every hour is cocktail hour lagi lol.

    Selain itu, kalau minum sesuatu yang berkafein dan beralkohol, usahakan untuk banyak minum air putih untuk menjaga level hidrasi tubuh. Ini penting ya, karena kafein dan alkohol cenderung bikin tubuh kita jadi 'kering'. Saya sih merasa kalau habis minum alkohol dan kafein bawaannya beser terus, jadi untuk menghindari hal tersebut saya minum air yang banyak. 


    Ini tips menjaga kesehatan ala saya, kalau kalian mau baca soal surviving life as a freelancer, bisa baca di link barusan ya. Nah kalau kalian sendiri gimana tips menjaga kesehatannya? Coba share di kolom komentar ya. 
    . Sabtu, 26 Maret 2022 .

    Tips Menjaga Kesehatan untuk Freelancer Sibuk Masa Kini

    popular posts

    IBX5B00F39DDBE69
    category
    lifestyle
    Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan
    . Sabtu, 26 Maret 2022 .

    Tips Menjaga Kesehatan untuk Freelancer

    Halo pembacaku yang budiman dan budiwoman, sudahkah kalian siap menghadapi gempuran pekerjaan di kuartal kedua tahun 2022 ini? Kalau saya jujur lagi kurang fit nih, kemarin banget saya masuk rumah sakit karena demam yang nggak turun-turun kayak harga minyak.

    Beginilah nasib jadi Freelancer, kalau lagi nggak ada kerjaan sakit maag, kalau lagi banyak kerjaan sakit tipes. 

    Tapi serius dikit, ada yang merasa nggak setelah era WFH ini job freelance malah semakin banyak. Mungkin karena di masa-masa pandemi, orang lebih suka mencari tenaga kerja yang nggak terikat ya. Jadi kerjaan freelance adaaaa aja dari hari ke hari. 

    Seneng nggak? Seneng dong. Tapiiii... ada tapinya nih.

    Kita jadi harus menjaga kesehatan dengan baik. Kenapa? Soalnya kalau sakit kan sama aja nggak bisa kerja lol, malah nambah-nambahin tagihan aja, padahal duit udah tiris *lirik dompet yang isinya penuh dengan senyuman gahar kapten Pattimura*

    Percaya deh menjaga kesehatan itu jauh lebih murah daripada menjaga hati. Nah gimana sih cara saya sebagai freelancer menjaga kesehatan sehari-hari? 

    tips sehat freelancer

    1. Olahraga

    Yes olahraga is a must! walaupun saya gemuk ginuk-ginuk mempesona tapi saya bisa dibilang ((cukup rajin)) berolahraga lho. 

    Yang paling gampang itu jalan kaki atau lari pagi rutin. Ini saya rutin lakukan sambil ngajak jalan-jalan si bobob, kucing saya yang paling sulung. Kalau nggak sempet jalan kaki dan di rumah ada treadmill ya pake treadmill juga nggak masalah. Kadang kalau lagi sibuk banget pun di gym saya suka treadmill sambil zoom meeting sama client. 

    Selain itu di akhir pekan biasanya saya akan ikut kelas Yoga bersama pak suami. Seringnya sih saya meninggoy duluan karena kecapean. Tapi nggak apa-apa lebih baik Yoga setengah jam (dari sesi selama sejam) ketimbang tidak sama sekali hehehe. 

    Menyisipkan waktu olahraga juga sebenarnya nggak mudah, apalagi klien saya tipenya yang maunya direspon cepat (kalau bisa saat itu juga) jadi ya gantian saya yang harus sabar. Makanya menyelipkan olahraga di tengah-tengah kesibukan jadi salah satu solusi yang menurut saya membantu banget. 

    Kalau kalian olahraganya gimana? Coba sharing deh di kolom komentar biar kita bisa sama-sama bagi tips. 

    tips sehat freelancer

    2. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

    Kayanya ini paling sulit, soalnya saya sendiri selalu tidur tengah malam dan udah bangun lagi di pagi hari untuk lanjutin kerjaan kantoran. Emang tidur yang cukup dan berkualitas itu ngaruh banget sama kinerja kita sebagai freelancer sih.

    Coba deh kalo lagi kurang tidur terus kita maksain kerja, dijamin berantakan deh kerjaan kita. Makanya siapa yang bilang kalau orang yang freelancing nggak butuh jam kerja dan jam tidur yang benar??

    Inget freelancing is a real job, and real job requires real rest and real money gitu. Coba baca artikel saya soal work life balance ini ya. 

    Terus gimana kalau misalnya kita terpaksa begadang sampai malam? Jujur nih saya kalau malamnya begadang pasti siangnya tidur siang. Kalau nggak ya nggak kuat melek. Ingat, saya udah nggak muda lagi ((menangis dalam kejompoan))

    Dan menurut saya bukan cuma tidur cukup, melainkan tidur juga harus berkualitas. Kalau cuma tidur 8 - 10 jam sehari tapi sepanjang tidur mimpi buruk atau kebangun-bangun terus yang ada pas bangun malah makin kecapean. Jadi membiasakan untuk punya jam tidur yang berkualitas juga penting.

    Kalau boleh memberi saran, saya selalu kasih info sama para Freelancer untuk investaasi di kasur yang berkualitas dan kursi kerja yang bagus. Selain bagus untuk kesehatan postur dan tulang belakang, dua hal ini akan membantu kita bekerja dan beristirahat dengan lebih baik. Apalagi saya selalu kerja di kursi dan kadang juga kerja di kasur hehehe. 

    Dua hal ini benar-benar bisa bikin saya istirahat dengan lebih baik. Rasanya kalau sudah ketemu kasur, badan jadi lebih enteng dan langsung siap tidur. Makanya investasi di waktu istirahat juga jadi penting buat para freelancer ya.

    3. Eat Clean and Drink your Vitamin!

    Sebenarnya yang ini juga saya masih sering fail karena jujur iklan ayam geprek yang sesekali lewat di instagram terlalu menggoda. 

    Makan makanan yang bersih dan bergizi juga penting buat menjaga kesehatan, khsusunya untuk menjaga stamina. Percaya deh, dengan makan yang benar, rasanya tuh kaya punya banyak energi buat kerja dan nggak gampang laper. Selain itu, badan juga rasanya lebih enteng meskipun dalam keadaan kenyang.

    Buat vitamin saya rutin mengonsumsi vitamin b complex dan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Sementara kalau Vitamin D saya usahakan dapat dengan berjemur setiap pagi di depan rumah. Sebenarnya sih kalau sudah makan-makanan yang sehat kita nggak seberapa membutuhkan vitamin tambahan, cuma karena saya juga makanannya belum sehat-sehat banget jadi mau nggak mau saya pun tetap harus rutin mengonsumsi vitamin. 

    Kalau mau dicombo makan bersih dan minum vitamin secara rutin malah lebih bagus lagi ya. Jadi dapet banget untuk gizi dan nutrisinya. Baca juga soal nutrisi dan gizi seimbang sebagai kunci imunitas disini ya!

    tips sehat freelancer

    4. Mengurangi Kafein dan Minuman Beralkohol

    Yang keempat ini bener-bener PR banget buat saya. Sebelumnya, saya doyan banget minum kopi, bahkan sehari bisa sampai 3-4 gelas (ukuran tall starbucks, bayangkan). Hasilnya sih emang saya jadi kuat banget melek hehehe.

    Tapi sayangnya waktu usia saya lewat dari seperempat abad kerasalah kalau saya sering berdebar-debar (padahal nggak lagi fangirling lho!) dan juga sering gemetar berlebihan. Puncaknya saya kena GERD lol. Akhirnya saya mengurangi banget minum kopi. Hampir nggak pernah lagi bahkan. Kalau terpaksa ngopi di cafe pun saya memilih minuman yang tidak espresso-based kecuali kepepet hehehe.

    FYI minuman berkafein itu nggak cuma kopi ya, teh juga memiliki kandungan kafein meskipun nggak sekuat kopi. Well, nggak apa-apa kok minum-minuman yang berkafein atau beralkohol, tapi harus dijaga jangan sampai berlebihan. 

    Khusus minuman beralkohol saya juga nggak menyarankan untuk dikonsumsi terlalu banyak. Kalau bisa mah ngga usah, tapi berhubung saya juga masih doyan kombucha dan cider yang notabene (ternyata) ada kandungan alkoholnya jadi ya teteup saya mengusahakan in moderation. 

    Udah mau kepala tiga ternyata saya udah nggak bisa every hour is cocktail hour lagi lol.

    Selain itu, kalau minum sesuatu yang berkafein dan beralkohol, usahakan untuk banyak minum air putih untuk menjaga level hidrasi tubuh. Ini penting ya, karena kafein dan alkohol cenderung bikin tubuh kita jadi 'kering'. Saya sih merasa kalau habis minum alkohol dan kafein bawaannya beser terus, jadi untuk menghindari hal tersebut saya minum air yang banyak. 


    Ini tips menjaga kesehatan ala saya, kalau kalian mau baca soal surviving life as a freelancer, bisa baca di link barusan ya. Nah kalau kalian sendiri gimana tips menjaga kesehatannya? Coba share di kolom komentar ya. 
    . Senin, 17 Januari 2022 .

    Panduan isolasi diri


    Kadang tuh selama pandemi saya suka mikir, orang-orang kenapa sih ribut banget pengen jalan-jalan. Soal yang satu ini emang saya agak susah paham karena pada dasarnya emang saya anaknya tuh solitary banget. Ngga bisa jalan-jalan yaudah di rumah aja. Berjalan 2 tahun pandemi thank God saya masih stabil begini-begini aja. 

    Self-isolation sendiri adalah praktik yang memang saya lakukan sewaktu-waktu kepala saya penat. Karena sudah lebih dari 1 dekade saya tinggal sendirian, rasa-rasanya sudah bolehlah saya membagi cerita mengenai menikmati kesendirian ini. 

    Dari kecil saya memang nggak terbiasa dengan keramaian. Tumbuh di keluarga kecil (yang dikelilingi oleh keluarga besar) saya memang nggak nyaman kalau harus terlalu lama bertemu orang lain. Maksimal 4 jam, habis itu energi saya habis. Baru-baru ini saja dengan konseling yang tepat, saya belajar untuk menjaga kadar energi saya. 

    Sebenarnya sendirian itu menyenangkan kok. Walaupun saya sudah menikah dengan Pak Suami, kami masih sering me-time masing-masing. Dia main game sendirian atau pergi makan dengan teman-temannya, saya juga pergi sendirian. 

    Baru-baru ini (dan lagi-lagi karena pandemi) saya tahu kalau orang-orang banyak yang tidak bisa menikmati kesendiriannya, mungkin karena tidak terbiasa, mungkin juga karena sendirian akrab dengan konotasi negatif seperti kesepian, anti-sosial, dan masih banyak lagi. 

    Padahal sendirian itu nikmat. 

    Sebuah Panduan Mengisolasi Diri

    Saya tahu psikolog saya bakal mencak-mencak baca judul tulisan ini. Tenang saja, kali ini saya nggak ngomong soal sejarah saya sebagai hikikomori, itu topik untuk lain hari, lol. 

    Tapi kalau ada hal yang saya syukuri, pernah menjadi hikikomori membuat saya bisa bertahan ditengah pandemi tanpa harus kehilangan kegembiraan. 

    Ketika di bulan Juli lalu keluarga saya positif dan terpaksa melakukan isolasi mandiri, sebagai satu-satunya orang yang belum divaksin di rumah dan berstatus negatif covid, saya harus mengisolasi diri sendiri. Ditinggal di Jogja dalam keadaan rumah kosong dan tanpa kendaraan, batas maksimal saya untuk berjalan keluar rumah adalah sampai tempat sampah rumah. 

    Itu juga kalau nggak dipliriki tetangga yang sinis karena keluarga saya positif COVID, lol. 

    Tapi saya tetap mengisolasi diri. Ini hal-hal yang saya persiapkan:

    1. Senter, lilin, dan perlengkapan emergency lainnya yang sudah di-charge full untuk ((survival))
    2. Perlengkapan keamanan kayak pentungan, tazer, pepper spray
    3. Survival bag, kalau-kalau ada bencana atau saya harus dirawat di rumah sakit karena amit-amit tiba-tiba muncul gejala. 
    4. Semua surat-surat penting saya jadikan satu folder khusus, saya juga mengontak teman baik saya, just in case saya nggak menghubungi dia dalam 1x24 jam, silahkan telepon nomor bantuan darurat. 
    5. Membeli semua peralatan bebersih dan stockpile barang-barang kebutuhan rumah tangga dalam bentuk grosir atau bulk.
    6. Mengisi kulkas dan daftar makanan instan. 
    7. Memasang autodebit untuk semua tagihan bulanan dan membuat scheduled mail untuk konfirmasi supaya saya nggak perlu "ngobrol" atau keluar rumah. 
    8. Menyiapkan hiburan, mulai dari game online, netflix, dan buku. 
    9. Nyiapin boundaries semua kebutuhan harus bisa diambil dalam arms length dari tempat tidur. 
    10. Nyetok galon untuk air bersih, gas, dan kebutuhan dapur lainnya. Nggak lupa untuk makanan kucing dan pasir sudah distok juga. 
    11. Bikin tempat khusus buat naruh paket plus kasih tanda supaya kurir yang dateng ke rumah nggak bingung. 
    Thank God disini semua sudah bisa belanja online baik lewat Grab Mart ataupun lewat Tokopedia. Jadi kegiatan mengisolasi diri di rumah menjadi lebih mudah. Berhubung saya anaknya ekstra, saya ngelakuin satu hal lagi:

    Pasang CCTV yang ada micnya. Jadi bisa ngomong sama tukang paket tanpa harus ketemu muka. 

    Buat sebagian orang ini kesannya nggak sopan, tapi mau gimana lagi namanya juga mengisolasi diri. Plus ini emang dibeli dari sebelum COVID dan memang fiturnya dipakai kalau saya lagi nggak ada di rumah tapi ada paket. 

    Terus udah deh ngedekem di rumah, WFH, main game, have fun pokoknya. Kebiasaan ini berlangsung sampai sesudah keluarga dinyatakan negatif semua. Sampai sekarang bahkan.

    Cara Menikmati Kesendirian 

    So ini versi saya untuk menikmati kesendiriannya. Ini relatif mudah buat saya karena saya orangnya kebiasa sendirian. Akan berat kalau kamu sukanya kumpul rame-rame. 

    Buat saya yang pertama itu adalah: boring is a mindset.

    Semua hal itu akan menarik kalau kita buat dia menarik. Mungkin karena golongan darah saya AB, nontonin jangkrik lompat lompat di teras juga menarik aja. 

    Tapi serius, kalau saya bosan ya saya main game. Butuh ngobrol ya saya discord. Kalau capek ya tidur. Pengen nonton film ya buka netflix. Dibawa simpel aja. 

    Kalau lagi kesepian buka discord, kalau mau kerja bareng-bareng juga set up room biar temen-temen bisa ngobrol dan ngetik bareng. Udah begitu aja kehidupanku yang fana. 

    Kelar kerja, beli baju murah di shopee terus foto dan pajang di Instagram, ngepel, nyapu, dan beres-beres, masak buat diri sendiri. Habis itu capek terus tidur. 

    Waktu berjalan dengan cepat kalau kita banyak kegiatan. Hal yang sebenernya malesin kaya ngepel, cuci baju, setrika, kalau dilakuin satu persatu juga bakal bikin semua berasa berlalu aja dengan cepat. Tahu-tahu udah 2022 aja. 

    Ya pokoknya waktu berjalan dengan cepat kecuali pas lagi plank sama sit up. 

    Anyways bikin mindset bahwa hal yang kita lakukan itu menyenangkan sebenarnya nggak sulit, cuma emang butuh perseverance aja. Saya mulai membiasakan diri bahwa ketemu temen itu nggak harus di ruang nyata, tapi bisa juga di dunia maya. 

    Ngelakuin hal-hal yang sebenarnya "biasa" tapi di twist jadi luar biasa juga menurut saya suatu hal yang menyenangkan. Kalau saya jujur biasanya melakukan hal yang biasa-biasa aja tapi kemudian saya twist jadi lebih menyenangkan. Misal nyobain resep Indomie. 

    Ini resep Indomie viral yang lagi saya suka, dan saya sertakan juga link belanja onlinenya biar gampang. 

    Resep Indomie Saus Wijen (1 Porsi)

    Resep Indomie Viral

    Bahan-Bahan:

    • 1 bungkus Indomie goreng jumbo (bisa dibeli disini)
      untuk bumbu dan rempah kamu bisa belanja di shopee segar 
    • 3 siung bawang putih
    • 3 siung bawang merah
    • cabe rawit sesuai selera 
    • saus salad dressing wijen (aku rekomen merek kewpie yang bisa dibeli disini, tapi kalau ngga ada bisa pakai yang lain misalnya mamasuka) 
    • minyak goreng

    Cara Membuat

    1. Rebus Indomie, sisihkan bumbunya
    2. Potong kecil-kecil atau haluskan bawang putih, bawang merah dan cabe
    3. tumis bawang putih, bawang merah, cabe dengan sedikit minyak atau siram dengan minyak panas, cuma karena perut saya lemah dan saya suka bawangnya mateng jadi saya tumis aja. 
    4. Tiriskan, aduk dengan saus salad dressing wijen dan masukkan bumbu Indomie
    5. Campurkan bumbu yang sudah diaduk dengan mie goreng, dan mie siap disantap!
    Gampang banget kan? 

    Nyobain resep viral satu-satu kalau lagi bosen juga bisa bikin saya excited. 

    . Sabtu, 30 Oktober 2021 .



    Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada saya adalah: "sekarang kerja apa?"

    Setelah berbulan-bulan seperti ((menghilang)) dari jagat media sosial, sebenarnya saya nggak kemana-mana. Saya  masih nulis, hanya saja tentunya untuk platform lain dan blog lain. Guest post lah istilahnya. Dengan bertambahnya kesibukan, tentu saja tanggung jawab yang saya emban bertambah.

    Jadi, dalam blog post kali ini saya hanya ingin menyempatkan diri untuk menyapa teman-teman online karena sungguh 2 tahun sendirian aja di rumah itu nggak enak banget. 

    Saya lebih bekerja di depan PC (beberapa bulan lalu saya sudah cerita kalau saya tahun lalu merakit PC and it's the best thing ever) dan bekerja, menulis, serta main game. Tapi ya manusiawi lah ya, kadang saya juga bosen bekerja, pengen jalan-jalan, pengen liburan, pengen nikmatin tanggal merah dan lain sebagainya. 

    Jadi sebenernya gimana kondisi saya setelah 2 tahun pandemi? 


    Freelance Work

    Selama pandemi saya mencoba petualangan baru di dunia SEO. Pada awal februari 2020, saya mulai membuka jasa SEO untuk blogger karena banyaknya permintaan dari teman-teman blogger yang ingin dibantu blognya, terutama untuk hal-hal teknis. 

    Selain bekerja di bidang SEO, saya juga mencoba hal baru lainnya seperti menjadi pembicara di banyak acara seputar Blog. Bagi saya, acara-acara ini bagus untuk networking. Saya bertemu banyak teman baru dari acara-acara tersebut. 

    Ada beberapa pekerjaan lama yang saya tinggalkan karena permintaannya berkurang drastis seperti jasa retouch foto dan jasa foto produk. Selama pandemi saya lebih banyak mengabdikan diri ke penelitian dan pekerjaan sosial. Saya jug meliburkan jasa mediator, karena jujur rasanya lelah sekali melihat pertengkaran di tengah pandemi. 

    Dalam memilih pekerjaan freelance tentunya saya mempertimbangkan banyak hal: jam kerja, bayaran yang didapatkan, juga kecocokan dengan team dan teman kerja. Iya team, karena nggak semua kerjaan saya handle sendiri. 

    Tantangan freelancing selama Pandemi yang paling berasa buat saya adalah membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Sebelum pandemi ini hal yang cenderung mudah karena jarang sekali client akan menghubungi saya di luar jam kerja, namun karena semua orang WFH dan kebanyakan belum memahami konsep batasan selama bekerja di rumah, jadilah saya harus sedikit lebih pengertian. 

    Untung kayanya setelah setahun WFH orang-orang jadi lebih paham kalau WFH bukan berarti nggak kerja hehehehe. 

    Jam kerja saya dimulai pukul 9 pagi dan berakhir sekitar jam 9 atau 10 malam setiap harinya. Saya juga lebih banyak mengambil mental note apabila saya sudah keliatan kelelahan atau terlalu banyak bekerja. Untungnya kebanyakan klien saya pengertian dan mau memahami bahwa saya juga butuh makan dan tidur hehehe. 


    Work-Life Balance

    Ini yang menurut saya tricky banget. Saya jadi harus menyeimbangkan diri antara bekerja dan kehidupan personal. Ini susah banget, apalagi saya sendiri juga sebenarnya butuh banyak waktu untuk beristirahat. Kadang pekerjaan yang datang secara bersamaan membuat kerjaan saya menumpuk dan saya harus pelan-pelan menyelesaikannya. 

    Tentunya saya bersyukur karena dikelilingi lingkungan yang suportif dan memahami bahwa kesehatan itu penting. Saya juga masih bisa bangun sedikit siang dan menonton netflix dengan riang gembira. Meski tidak aktif mereview film, tapi saya juga masih sempat menikmati momen nonton serial favorit sebelum tidur bersama suami dan kucing-kucing. 

    Saya juga jadi belajar kalau menjaga kesehatan itu penting sekali. Setelah pengalaman keluarga terkena COVID-19 di bulan Juli lalu, saya jadi lebih sadar untuk menjaga sistem imun dan kesehatan. Salah satu hal yang biasa saya lakukan adalah minum multivitamin dan berolahraga.

    Jujur, saya juga bersyukur karena banyak banget pengeluaran terkait kesehatan yang selalu dibantu oleh kantor dan klien. Tapi, mengutip kata sahabat saya, sehat itu sebenarnya murah. Yang mahal adalah menumbuhkan habit untuk menjaga kesehatan. 

    Lalu berasa banget kalau sebenarnya kesehatan fisik itu ngaruh ke kesehatan mental. Saya merasa banget kalau badan lagi capek, saya cenderung emosional dan nggak bisa mikir. Bahkan, saya pernah nggak sengaja transfer dengan nominal yang salah karena kondisi badan sedang nggak fit. Kalau dipikir-pikir lagi, bahaya banget memang kalau kita bekerja dengan kondisi setengah sadar begitu. 

    Ini beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga work-life balance selama pandemi ini:

    1. Rutin berolahraga ringan, meskipun hanya 15 menit dalam sehari. Nggak harus yang susah kok, saya biasanya nyari video olahraga atau yoga di youtube. 
    2. Mencoba makan lebih sehat. Meskipun nggak bener-bener 100% clean eating tapi saya mencoba untuk mengurangi makanan yang berlemak, jeroan, dan makanan berkolesterol tinggi. 
    3. Tidur dengan cukup. Kadang jika kesulitan untuk tidur saya mencoba untuk mengurangi penggunaan gadget agar otak bisa benar-benar beristirahat.
    4. Mengonsumsi vitamin C dan multivitamin sebagai asupan tambahan.
    5. Mengoptimalkan jam kerja dengan mengurangi distraksi saat bekerja.
    6. Learn to say no ke klien apabila permintaan yang diberikan sudah di luar job description atau saat kita memang belum dapat memenuhi ekspektasi klien tersebut. 
    Ya kira-kira beginilah life update dari saya setelah hampir 2 tahun pandemi. Sekarang gantian, selama 2 tahun ini apa yang berubah dari hidup kalian? Coba cerita yuk di kolom komen di bawah. Sampai jumpa lagi di post berikutnya!

    . Jumat, 04 Desember 2020 .

     


    Sudah bertahun-tahun saya memutuskan untuk membeli mobil pribadi untuk bekerja. Selain karena kenyamanan, saya juga jadi bisa membawa banyak barang didalam perjalanan—sesuatu yang agak sulit dilakukan ketika saya menggunakan kendaraan umum.

    Memilih mobil untuk pertama kalinya memang menjadi pengalaman yang bikin deg-degan sekaligus happy. Saya sendiri memang punya banyak pertimbangan sebelum memilih untuk membeli mobil—selain dari segi harga tentu saja.

    Apa saja sih pertimbangan tersebut? Yuk simak tips memilih mobil dibawah ini:

    Menentukan Kebutuhan Sebelum Membeli Mobil


    Seringkali para sister-sisterku yang budiwoman membeli mobil dengan pertimbangan “mobil kecil” atau “murah meriah” atau “warnanya lucu” bahkan “kata suami/ayah/sodara mobil ini aja lebih bagus”

    Padahal ada bagusnya kalau kita tahu terlebih dahulu kenapa kita ingin membeli mobil. Misal, kebutuhan mobil saat kita harus sering bepergian di jalanan yang rentan macet tentu akan berbeda dengan saya yang butuh mobil all terrain untuk meninjau proyek misalnya.

    Lalu tentukan juga, selain kamu siapakah yang akan menggunakan mobil tersebut—meski hanya sebagai penumpang lho ya.

    Misalnya, kamu harus antar jemput si kecil sebelum pergi ke kantor, ya pilihlah mobil dengan setir dan suspensi yang nyaman serta kids friendly sehingga anak pun merasa nyaman.

    Atau misalnya kamu seringkali ditebengi atasan maupun kolega dan klien dalam perjalanan, ya pilihlah mobil yang representatif dan nyaman.

    Jika Sudah Tahu Kebutuhan, Maka Tentukan Budget

    Kebanyakan orang menentukan budget terlebih dahulu, baru menentukan kebutuhan. Ini sebenarnya menurut saya kurang tepat. 

    Seringkali kita berusaha adjusting kebutuhan kita kepada budget, padahal—sekali lagi, menurut saya—yang lebih tepat adalah menentukan kebutuhan lalu menentukan budget. Kalau kita menentukan budget seringkali kita nggak melihat beberapa hal yang krusial misal: kapasitas mesin, kapasitas penumpang / load bawaan didalam mobil, dan lain sebagainya.

    Misalnya saya sudah tahu bahwa saya harus seringkali berpergian ke wilayah yang remote dengan menggunakan mobil—maka sangat nggak bijak jika saya memaksakan diri untuk membeli mobil dengan bahan bakar bensin. Solusinya adalah saya harus mencari mobil diesel yang lebih irit misalnya. Kalau saya hanya mempertimbangkan budget, mungkin saya tidak akan mencari mobil diesel yang sesuai dengan kebutuhan saya. 

    Contoh lainnya yang saya alami sendiri adalah badan saya yang ((kurang tinggi)). Dengan tinggi badan yang pas-pasan, jika saya memaksakan membeli mobil dengan tinggi setir yang tinggi tentunya saya akan merasa tidak nyaman, padahal jika saya mau menabung sedikit lagi saya bisa saja membeli mobil dengan dashboard dan setir yang lebih nyaman untuk saya. 

    Tidak apa-apa menabung sedikit lebih lama, karena mobil adalah sesuatu yang akan kalian gunakan selama bertahun-tahun. Jangan sampai sesudah membeli, malah kalian tidak nyaman dengan mobilnya dan berujung menggunakan taxi online tiap hari.

    Mobil Untuk Perempuan Nggak Harus Selalu Mungil!


    Kebanyakan orang berpikir bahwa mobil yang ideal bagi ciwi ciwi adalah mobil yang kecil, mungil, imut dan gemas. Padahal nggak selalu begini lho!

    Ingat, mobil adalah sesuatu yang akan kalian pakai selama beberapa tahun kedepan. Pastikan juga mobil ini mengakomodir life-goals kalian kedepannya.

    Misal, kalian ada goals untuk bisa ajakin keluarga road trip mudik tiap tahun– ya mungkin inilah saatnya kalian invest di mobil MVP seperti Toyota All New Voxy yang feelnya seperti Alphard dengan size yang lebih compact. 

    Atau kalo kalian ada goals untuk bisa explore dan travelling kemana-mana menggunakan mobil tapi tetap ingin nampak classy saat pergi ke acara resmi kalian bisa memilih mobil seperti Corolla Cross atau Toyota Rush. 

    Jadi, perempuan juga boleh kok pakai mobil yang powerful. Saya aja kadang nyetir hi-ace hehehe.

    Mobil Second atau Baru?

    Well, truth to be told, buat saya mobil mau second ataupun  baru yang penting kondisinya bagus baik dari segi interior maupun mesin. Yang lebih penting adalah support bengkel resmi di seluruh penjuru Indonesia kalau-kalau terjadi sesuatu dengan mobilmu. 

    Mobil second masa kini nggak selalu berarti butut ya, karena kalau kalian ke dealer resmi seperti Auto 2000, sekarang sudah ada mobil bekas tersertifikasi, yaitu mobil bekas dalam kondisi baik yang sudah dicek luar dalam oleh Auto 2000.



    Belanja mobil di dealer resmi seperti Auto 2000 ini memang nyaman banget, selain pelayanannya juara, kalian juga bisa one stop shopping sekaligus service rutin di bengkelnya Auto 2000. Cabangnya juga banyak, ada 126++ cabang Auto 2000, 135++ bengkel resmi dan 400++ layanan Toyota Home Service alias kamu bisa panggil mekanik bengkel Toyota ke rumah. 
     
    Ada juga app auto2000 mobile dimana kamu bisa tracking service, memesan Toyota Home Service sampai dengan simulasi leasing! 

    Jadi, perjalanan jauh maupun dekat terasa lebih aman dan nyaman ya kan?

    (sumber: auto 2000)


    . Kamis, 06 Agustus 2020 .

    tips cara planning menggunakan google calendar

    Saya lagi berusaha running paperless office. Serius. Wacana yang satu ini sudah jalan di DUCKOFYORK dan DUCKY SEO selama bertahun-tahun tapi pada kenyataannya tetep aja kalo belom coret-coret di kertas kadang suka ada yang miss. 
    . Kamis, 16 Juli 2020 .

    Olio aplikasi untuk mengurangi foodwaste


    Kembali lagi di kehidupan minimalisku yang selain minimal barang juga minimal waste (karena kalo nggak ada barangnya, apa yang mau dibuang???)
    . Minggu, 22 Maret 2020 .


    Saya kemarin ditegur dong sama salah satu ((sejawat)) karena nggak mau copot sepatu di salah satu event. Permasalahannya sih sepele banget sebenarnya, saya tuh nggak pede kalau harus disuruh mencopot sepatu dan menunjukkan kaki saya bare feet karena saya takut kaki saya bau
    . Rabu, 12 Desember 2018 .


    Dari tahun 2010 sampai sekarang, saya masih setia dengan gerobak putih saya yang mulai butut. Ini mobil pertama yang saya beli dengan kerja keras dan pengorbanan dan disumbang Orang Tua biar nggak perlu nyicil sehingga untuk menjual si putih saya masih agak pikir-pikir.

    . Rabu, 02 Mei 2018 .


    Hai kamu-kamu yang dietnya dimulai "besok" tapi besoknya ngomong "besok" dan begitu aja terus berulang sampai macan biskuat pensiun! #eaaaa Kali ini saya punya artikel buat kamu-kamu makhluk penghianat niatan diet seperti saya oke capcus.

    . Kamis, 29 Maret 2018 .


    "A Journey of a thousand miles, begins with a fabulous pair of shoes"

    Spring is ending soon, that means...it's that time of the year! Time apa sih? Time to go to fashion events! By Fashion Events maksud aku adalah Jogja Fashion Festival!

    Jogja Fashion Festival adalah event fashion yang diselenggarakan tahunan oleh Ambarrukmo Plaza, dan biasanya bertepatan dengan Fashion Week dan ulangtahun Plaza Ambarrukmo yang ke-12 dengan menggandeng brand-brand baik lokal maupun internasional dan juga para designer muda.

    Duckofyork diundang untuk menghadiri salah satu fashion show dari Obermain, salah satu brand shoewear asal Jerman yang kehadirannya sudah cukup lama mewarnai jendela tata busana Indonesia. Kali ini Obermain tampil dengan balutan yang sedikit berbeda, karena brand ini lebih banyak menghasilkan professional, stoic looks a-la para pekerja kantoran, namun kali ini koleksi Obermain banyak diwarnai dengan gaya smart casual, a-la para young enterpreneur.
    . Selasa, 20 Februari 2018 .

    cara berhenti merokok ampuh anti mainstream

    Ada yang kangen sama artikel separo curhat saya? Kayanya ngga ada, jadi saya skip aja ya postingan kali ini! *bener-bener minta digeruduk massa*

    Seperti biasa, artikel lifestyle nya duckofyork kan isinya suka-suka. Jadi ya pokoknya sesukanya saya aja gitu #DikeprukUlekanSambel nggak deng, kali ini saya mau berbagi cara berhenti merokok. Kenapa tiba-tiba saya bikin topik yang nggilani kayak gini? Karena saya mau dan itu yang saya suka! *dengan muka datar* *ala-ala audisi biskuat*

    . Sabtu, 03 Februari 2018 .


    Selama nyaris 8 tahun tinggal di Jogja, saya tidak pernah kehabisan tempat 'ngumpet'. Sebagai orang yang kerja dari rumah dan digital nomad, jelas saya butuh me-time dan tempat untuk unwind, karena kadang inspirasi yang datang dari rumah ya begitu-begitu aja.

    Jadilah saya beneran nomad. Hari ini di rumah, besok di hotel A, besoknya lagi di guesthouse B, besoknya lagi udah naik kereta entah kemana. Yang sudah lama kenal sama saya pasti tahu banget kebiasaan saya yang satu ini. Apalagi kalo editor sudah merongrong minta lanjutan revisi bab ini dan itu tapi isi kepala cuma namatin american crime story. Udah mending ngumpet aja, hehehe.

    Kali ini saya akan menceritakan tentang salah satu tempat 'ngumpet' saya yang baru. Saya paling seneng staycation disini, karena meskipun lokasinya di tengah kota, tapi begitu kita menginjakkan kaki di dalam lobby hotel langsung tenang banget suasananya. Iya, saya lagi ngomongin Swiss-Belboutique Yogyakarta. 



    Kenapa Swissbel-Boutique Yogyakarta menjadi favorit saya? Well, selain lokasinya yang terletak di tengah-tengah jalan sudirman Yogyakarta yang pedestriannya masih hijau dan berpohon, keramaian di luar hotel seakan luruh begitu kamu menginjakkan kaki di lobby nya yang super megah. Didominasi dengan marble putih dan hitam yang mewah, kamu bakal merasa ada di tengah-tengah set film the great gatsby. 

    Dari segi ukuran, Swissbel-Boutique Jogja memang tidak bisa dikatakan besar, tapi penataannya yang apik dengan langit-langit yang tinggi berhasil memberikan kesan lapang. Nuansa emas dan sedikit aksen merah juga menghiasi lobby bergaya neo-colonial.

    Dalam perjalanan kali ini, saya memang sengaja menyempatkan untuk staycation di Swiss-Belboutique Yogyakarta karena jujur aja deh, hari gini, quality time sama Pak Suami itu susah bangetttt! Dikit-dikit ada telepon, dikit-dikit ada email. Jadi, sepulang kerja, akhirnya saya melipir ke Swiss-Belboutique dengan tujuan melepas rasa lelah.

    1. Check-In di Swiss-Belboutique Yogyakarta



    Ada 121 kamar di Swiss-Belboutique Yogyakarta dengan 4 tipe yaitu deluxe, grand deluxe, business suite & executive suite. Saya memilih kamar tipe deluxe. Untuk tipe deluxe ini rate nya berkisar di harga 900.000 tergantung dengan season dan ketersediaan. Saya sangat menyarankan untuk cek harga melalui website resmi Swiss-Belboutique Yogyakarta, karena rate-nya sangat bersaing hehehe.

    Pelayanan yang diberikan kepada saya saat check-in sangat prima. Cepet banget, gak sampai 5 menit sudah langsung beres semua. Welcome drink berupa es wedang jahe & Cake yang diberikan juga sangat friendly di lidah.

    Oh ya, buat kalian yang membawa kendaraan sendiri seperti saya, nggak perlu khawatir soal parkir karena ada concierge dan valet yang selalu siap membantu. Jadi tidak perlu panik cari parkir. Percayakan saja mobil kamu ke valet Swiss-Belboutique Yogyakarta!

    Check-in bisa dilakukan mulai jam 14:00 ya, kalo check-outnya maksimal jam 12:00 siang.

    2. Gendhis Lounge and Bar


    Karena saya anaknya pemuja ketenangan, saya seneng banget kalo ada yang ngasi rekomendasi lounge atau bar yang tenang di Jogja. Minimal yang musiknya bukan top 40 ajeb-ajeb. Gendhis ini reccomended banget buat kamu yang suka sama ketenangan. Lokasinya ada di lobby Swiss-Belboutique Yogyakarta.

    Nuansa di Gendhis bar dan lounge ini seperti masuk ke ruang baca di tahun 1920-an. Rasanya kaya di novel-novel detektif Alfred Hitchcock atau Sherlock Holmes. Suasananya yang tenang dengan lampu yang redup (tapi cukup terang untuk baca buku kok, tenang aja!) belum lagi ditemani dengan bartender yang berpengalaman dalam meracik berbagai minuman dan pilihan wine. Rasanya seperti masuk ke novel-novel di tahun 20an!

    Pilihan wine yang diberikan oleh Swiss-Belboutique juga cukup variatif. Selain wine untuk alcoholic beverages, Gendhis juga menyediakan beer dan aneka jenis spirits & liquor. Kalau kalian tidak minum alkohol, Gendhis juga menyediakan berbagai kopi dan manual brew.

    3. Craving For Some Entertainment? Chadis Rooftop & Pool Bar Jawabannya!


    Buat kalian yang suka hiburan malam yang lebih exciting ketimbang duduk di bar sambil baca buku (seperti saya) di lantai 10 Swiss-Belboutique Yogyakarta ada Chadis Rooftop & Pool Bar. Ukurannya lebih besar daripada Gendhis. Dari sini kalian bisa menikmati live music dan DJ Performance sambil melihat pemandangan kota Yogyakarta dari atas. 

    Selain hiburan malam, di siang hari kalian juga bisa bersantai di pinggir kolam renang yang terletak di persis di depan Chadis Rooftop & Pool Bar. Ada beberapa bean bag yang bisa kalian gunakan untuk bersantai.

    Kalau saya sendiri memang lebih suka nongkrong di Gendhis, meskipun space nya lebih kecil. Mungkin karena suasananya lebih vintage dan lebih intimate, sedangkan Chadis lebih modern dan upbeat. Cuma Pak Suami lebih prefer untuk hang out dan chill di Chadis. Ujung-ujungnya masalah selera sih emang. ((enggak, kali ini nggak ada episode berantem lagi))

    4. Room 622 - Swiss-Belboutique Yogyakarta




    Saya mendapatkan kamar di lantai 6 Swiss-Belboutique Yogyakarta, berdekatan dengan Kahyangan Lounge. Kesan pertama saya dari kamar ini adalah luas dengan jendela yang terbuka dan menghadap ke arah timur Kota Yogyakarta.

    Kamar ini cukup luas dan ditata dengan apik sehingga saya tidak merasa left out. Seringkali kamar hotel yang terlalu besar membuat kita merasa tidak nyaman, tapi di Swiss-Belboutique ini saya merasa seperti di rumah sendiri.

    Kasur yang kami gunakan berukuran Queen Size dan cukup luas buat berdua. Bedsheets nya dari katun dengan thread count yang nampaknya cukup tinggi sehingga rasanya halus dan nyaman, sayangnya ini berarti spreinya cepat lecek kalo nggak cepat-cepat difoto :p

    Sepertinya Swiss-Belboutique Yogyakarta sangat memperhatikan kebersihan dan kerapihan kamar. Saya tidak menemukan setitikpun debu pada kamar yang kami tempati. This is actually very good, considering saya bener-bener alergi sama debu.


    Seperti ruangan lainnya di Swiss-Belboutique Yogyakarta ini, kamar mandi juga masih didominasi dengan design neo-colonial dan nuansa marble dimana-mana. Amenities yang disediakan juga cukup lengkap, mulai dari shampoo, sabun, conditioner sampai vanity kit pun tersedia. 

    Ada juga beberapa tisu toilet gulung cadangan di rak dibawah wastafel. Ini yang paling penting menurut saya. Saya paling sebel kalo kehabisan tisu toilet di hotel karena nggak mungkin dong kita lari keluar ngambil tisu toilet? Untuk soal detil-detil seperti ini Swiss-Belboutique Yogyakarta ini juara. 

    Salah satu highlight dari kamar mandi ini adalah adanya jendela yang menghadap ke kamar dari Shower. Oh well,  untungnya ada curtain sehingga privasi ketika mandi tetap terjaga.


    Ada beberapa highlight lainnya soal kamar Deluxe ini yang baru saya temukan di malam harinya:

    1. Wi-Fi Speed nya super kenceng. Lumayan buat saya kirim-kirim attachment e-mail yang segede-gede gaban ((padahal niatnya mau mengabaikan kerjaan tapi teteup aja e-mail dibalesin semua))

    2. TV yang digunakan oleh Swiss-BelBoutique Jogja ini adalah Smart TV. Berhubung dirumah saya terbiasa menggunakan chromecast, keberadaan si Smart TV ini menyenangkan sekali. Oh ya, untuk controllernya terdapat remote, mouse dan keyboard. Lumayan, selain berbagai cable channel, saya juga bisa nonton Jamie Oliver lewat Youtube hehehe.

    3. Sistem pencahayaan di kamar Deluxe ini lumayan complex, dalam artian, lampunya banyaaaakkk banget!!! kalo saya ngga salah hitung ada sekitar 12 lampu yang bisa kamu nyalakan. Ini belum termasuk sama lampu di lemari yang nyala sendiri kalau lemarinya terbuka dan lampu kamar mandi ya! Kalau nyala semua sih terang banget, tapi sekali lagi berhubung saya anaknya remang-remang, lampu yang kepakai hanya 2 saja (baiklah)

    4. Saya sih suka dengan seprai katun yang nyaman, tapi itu semua nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan Pillow Menu dari Swiss-Belboutique Yogyakarta. Lho, apa itu Pillow Menu?

    Best Feature: Pillow Menu

    Jadi, di Swiss-Belboutique Yogyakarta kamu bebas memilih bantal yang kamu suka. Ada 5 bantal yang bisa kamu pilih yaitu Bantal Bulu Angsa, Thermo-Cool Gel, Hypoallergenic, Aeroflow Spring Pillow dan Firm Pilow. 

    Kalau Pak Suami jelas paling seneng sama si Bantal Bulu Angsa karena kalau udaranya panas si bantal tetep adem, tapi kalo dingin bantalnya jadi anget. Saya sendiri nggak bisa pakai bantal bulu angsa karena alergi, jadi saya lebih memilih pakai Thermo-Cool Gel soalnya saya seneng yang adem-adem gitu.

    Pillow Menu ini ada disetiap kamar dan bisa kamu pesen melalui jalur telepon yang ada di kamar.


    5. Opulent Breakfast & Dinner: Swiss-Cafe


    Untuk sarapan dan dinner, biasanya dilakukan di Swiss-Cafe ini. Lokasi swiss-cafe ini juga terletak di Lobby Swiss-Belboutique. Nuansa interiornya masih sama, yaitu bergaya colonial dengan aksen merah, emas dan hitam.  Untuk seating area nya terdapat 2 area yaitu indoor dan outdoor.


    Style Swiss-Cafe yang berada di lokasi indoor mengingatkan saya pada era-era great gatsby lengkap dengan panel dinding black and gold yang klasik dan elegan, sedangkan yang outdoor mengingatkan saya pada diner di Amerika pada Tahun 50an. Kerennya lagi terdapat tembok dengan dedaunan super instagramable dan rumput astroturf di seating area outdoor ini, sehingga meskipun terik suasana tetap terasa ademmmm...

    Breakfast di Swiss-Cafe: Lengkap dan Sehat!


    Saya harus mengakui kalau menu breakfast yang disediakan di Swiss-Cafe ini sangat lengkap! Dari egg stall, western buffet, menu prasmanan indonesia, yogurt & salad bar, juice bar, pastry, coffee & tea sampai aneka jenis minuman, dan yang paling penting.... DIMSUM!



    Yang gemes, menu-menu western disediakan indoor sedangkan menu-menu prasmanan indonesia seperti soto dan bubur ayam diletakkan dikendil-kendil yang ada diluar. Benar-benar perpaduan antara culture dan cuisine!

    Needless to say, my breakfast is very delightful. Saya suka penyajian dan tatanan breakfast di Swiss-Belboutique Yogyakarta karena sangat memudahkan bagi orang-orang untuk mengambil makanan. Portioning yang disediakan juga pas, tidak kurang dan tidak berlebihan. 

    Kalau kamu suka makanan sehat atau seorang vegetarian, jangan khawatir, tersedia aneka salad dengan berbagai dressing, bahkan potongan-potongan keju. Ingin makanan yang lebih ringan? Ada yogurt & muesli. Kalau kamu ingin sereal tapi lactose intolerant, mereka juga menyediakan soy milk. (ini asli sebagai lactose intolerant saya seneng banget liat yang resto dan hotel yang seperti ini)

    Favorit saya? Their pastries and dessert! Asli, jarang-jarang nemu hotel yang all-out sama dessert dan pastry pas sarapan. Sebagai orang yang makannya bener-bener harus ditutup sama dessert atau buah-buahan, menurut saya Swiss-Cafe di Swiss-belboutique Jogja ini juara banget!

    6. Last But Not Least: The Rooftop Pool


    This pool deserve its own article. Meskipun lokasinya persis didepan Chadis di lantai 10 Swiss-belboutique Jogja, tapi kalau nggak nulis soal kolam renang ini secara langsung, saya nggak akan puas.

    Kolam renang di Swiss-belboutique ini memang tidak terlalu luas, tapi langsung menghadap ke kota Jogja, sehingga kamu bisa melihat pemandangan kota Jogja dari atas saat sedang berenang.


    Seriously, bukan cuma sekedar pemandangan dari rooftop yang mereka sajikan, tapi penataan kolam yang tepat menghasilkan air kolam yang biru jernih dan menyenangkan. Sebenarnya ada gym dan spa juga, tapi saya lebih suka berada di kolam renang sambil menikmati cahaya matahari. itung-itung tanning, ya kan? Maybe next time, kalau saya ke Swiss-Belboutique lagi, saya bakal nyobain spa-nya ((kemudian pembaca bertanya: gymnya kapaaan??))

    Kolamnya ngga terlalu dalam, mungkin sekitar 1,5 meter sehingga orang se'tinggi' saya pun nggak kelelep. Tapi bagi parents yang ingin berenang bersama anak, di bagian belakang terdapat kiddie pool yang lebih kecil. 

    Kok nggak berenang di kiddie pool aja mbak? Gak muat ya seus. Jangan julid, bhay!

    Overall Experience!


    Saya suka banget dengan Swiss-Belboutique Yogyakarta. Interiornya megah, lokasinya strategis di tengah kota jadi mau kemana-mana gampang, fasilitasnya lengkap. Saya suka banget dengan kamarnya terutama dengan pillow menu nya. Menu breakfast nya lengkap banget (dan actually delicious, btw!) serta tempatnya cocok banget untuk staycation atau weekend getaway. 

    ((kalo saya tetep workday hideaway dong. weekend mah dirumah aja bhay!))

    Buat kalian yang mau nginep di Swiss-Belboutique Yogyakarta, i personally very recommend this hotel. Service yang diberikan, ditambah dengan fasilitas yang lengkap dan ruangan yang nyaman membuat Swiss-Belboutique Yogyakarta, worth every penny!

    Kalau kalian mau kepo lebih lanjut soal Swiss-Belboutique, kalian bisa ceki-ceki link dibawah ini:

    Swiss-Belboutique Yogyakarta

    Jl. Jendral Sudirman No 69, Terban, Yogyakarta
    phone number: +62-274-292-1888

    So, what's your Swiss-Belboutique Experience?