• about me
  • menu
  • categories
  • Agi Tiara Pranoto

    Agi Tiara Pranoto

    Seorang Blogger Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. Selain menulis, dia juga sangat hobi bermain game FPS. Cita-citanya adalah mendapatkan passive income sehingga tidak perlu bekerja di kantor, apa daya selama cita-cita itu belum tercapai, dia harus menikmati hari-harinya sebagai mediator kesehatan.
    Yogyakarta, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta, Indonesia

    pengalaman nyaris mati


    "I've never been happier to see you!"

    Itulah kata-kata pertama yang keluar dari mulut saya kepada dua orang sahabat saya dan suami saya ketika saya melihat mereka sore ini.

    PS: kalimat yang sama juga terucap didalam hati ketika saya bertemu salah satu profesor yang mata kuliahnya berhasil membuat saya jungkir balik belajar keras semester lalu. 

    Kok bisa?

    Jadi hari ini, saya dan kedua teman saya, sebutlah W & D, pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta. Setelah puas nongkrong-nongkrong dan ngopi-ngopi maka kami pergi mencari kado untuk pak suami yang akan ulang tahun minggu depan. Saat kami berencana turun lewat eskalator, tiba-tiba persis dibelakang saya ada suara gaduh dan saya melihat ada besi jatuh dari atas di belakang kami. 

    Shock. Panik. Lutut super lemas karena kalau saya telat sedikit turun ke eskalator mungkin si besi akan mengenai kepala kami. Besinya kecil sih, tapi still... sukses bikin saya yang pengen skip cek EKG bulan ini membatalkan niat buruk tersebut. Sampai dibawah kami ditenangkan oleh staf salah satu tenant di pusat perbelanjaan itu.

    Setelah lebih tenang, saya memutuskan untuk pindah ke toko sebelah yang merupakan toko interior dan furniture. Persis saat saya dan W sedang memilih-milih tempat make-up dari acrylic...

    LAMPU MALL MENDADAK MATI. IT WAS PITCH BLACK. I ALMOST CRIED. 

    Baru juga mulai tenang, eh mendadak kaget lagi. untung teman-teman saya langsung memegang tangan saya dan menenangkan saya, lantas kami menyalakan senter dari handphone masing-masing dan mencari pintu keluar. Seorang security dari toko interior itu berusaha menenangkan kami. Beberapa saat kemudian lampu di toko itu menyala tapi tidak dengan lampu di bagian lain mall. Karena suasana yang ramai, suara penjelasan mengenai mati lampu dari intercom di pusat perbelanjaan itu juga jadi tidak terdengar lagi.

    Asli, begitu lampu menyala, saya dan kedua teman saya langsung angkat kaki seribu langkah dari pusat perbelanjaan tersebut tanpa aiueo dan babibubebo (walaupun D sempat beli es teh kemanisan).

    Jujur, pada saat lampu menyala dan saya melihat wajah teman-teman saya lagi... asli rasanya lega bercampur happy. Gak tau kenapa, kayak seolah-olah saya gak akan melihat wajah mereka lagi, but i still do anyway.

    And I have never been this thankful before. 

    Kami pulang ke kampus dan kemudian saya menuju ke rumah. Pulang. Saya menyetir dengan tangan masih gemetar meskipun D sudah menenangkan saya selama hampir satu jam setengah di kampus.

    Pak suami membuka pagar pintu rumah. Saya parkir dan turun. Dan disitulah pertama kalinya saya melihat wajah pria yang sudah menjadi bagian dari hidup saya selama dua tahun terakhir dengan perspektif yang berbeda.

    Biasanya saya melihat pak suami dengan tatapan biasa saja. Masuk kerumah dengan biasa saja. Bercerita dengan biasa saja. Hari ini ada sedikit keharuan disitu karena saya masih bisa melihat dia. Setiap malam sebelum tidur kami selalu mengucap syukur atas apa yang terjadi hari itu, dan hari ini ucapan syukur kami sedikit berbeda. Ada perasaan yang berbeda disitu. Entah apa, saya tidak bisa mendeskripsikannya dengan kata-kata.

    Dalam dua tahun ini saya sudah berkali-kali hampir dipanggil sama Yang Maha Kuasa. Salah satunya saya ceritakan disini, saat mobil saya hampir menabrak tabung gas elpiji yang nggelinding di jalan raya, dan masih banyak yang tidak saya ceritakan di blog, misalnya saat mobil saya hampir nabrak truk yang memuat (lagi-lagi) elpiji yang ngerem mendadak, atau saat saya jatuh terguling di pinggir kali saat mengajak anjing saya jalan-jalan, atau saat malam-malam mobil saya 'dipepet' segerombolan pemuda bermotor yang akhirnya mengurungkan niatnya setelah saya membelokkan diri ke kompleks milik militer, dan masih banyak lagi. 

    Setelah dipikir-pikir lagi, saya memang kurang bersyukur. Mungkin ini memang teguran Tuhan supaya saya lebih mensyukuri karunianya, karena tak jarang kalimat "aku ingin mati saja" keluar dari bibir ini tanpa rem. Apalagi kalau deadline lagi rusuh, biasanya kalimat itu muncul tanpa tedeng aling-aling.

    D hari ini berkata pada saya, "kowe ncen hampir ciloko cik, njuk tapi nek kowe sing crito, critone dadi   ndagel, dadi ra medeni. wong koyo kowe matine angel, tenang wae cik," (kamu tuh hampir celaka cik, tapi kalau kamu yang cerita, ceritanya jadi lawakan, jadi gak serem. orang kaya kamu matinya susah, tenang aja cik)

    Iya sih, mungkin Tuhan juga bete nungguin saya bertobat jadi kadang-kadang 'prosesnya' agak dipercepat dengan kejadian-kejadian ajaib. Ya, cerita saya hampir kejatuhan besi dan panik pas mati lampu juga akhirnya menjadi dagelan diantara teman-teman saya (eventhough I'm damn pissed with the mall)

    Well, I am thankful to be alive and well.
    Because I'll See You Later on My Next Post.

    . Jumat, 16 September 2016 .

    popular posts

    IBX5B00F39DDBE69
    . Kamis, 15 September 2016 .




    Ada yang pernah terbayang seperti apa sih, pekerjaan content maker itu? 

    Saat ini selain menjadi mahasiswi post-grad, saya juga nyambi-nyambi jadi content maker untuk beberapa ahensi dan public figure. Kerjaan saya banyak, dari membuat tulisan, video, gambar, mengambil foto dan lain-lain. Intinya, saya ini semacam kuli digital. 

    Nah, kadang, kesibukan itu datang ala-ala mak gedabruk begitu saja didepan mata. Tau-tau dalam seminggu saya punya puluhan deadline dan tugas kampus yang harus dikerjakan bersamaan. Kalau sudah begitu, rasanya cuma ingin mengeluh duh gusti, paringono sehat (Tuhan, berilah kesehatan)

    Misalnya minggu ini nih. Saya harus wara-wiri mengerjakan salah satu proyek saya dengan salah satu restoran di Yogyakarta sambil mengatur seminar vaksin palsu garapan teman-teman di kampus. Selain itu, saya juga masih nyambi-nyambi menjadi konsultan hukum kesehatan ala-ala di klinik milik keluarga. Ribet yes? 


    Hasilnya? hari ini saya pulang dengan punggung yang berat dan kepala yang penat.



    PS: ini sakit beneran tapi thermometernya ngambek makanya mati. njuk gak pake make-up. reviewku jujur og!

    Jujur, saya paling takut sakit. Bertahun-tahun tiap sakit, saya akan pergi ke dokter atau rumah sakit dan berakhir dengan suntikan ini itu atau jarum infus menempel di lengan. Tapi apa mau dinyana, saya acapkali pulang dengan suhu tubuh diatas 37 derajat celcius. Parah kan kalo misalnya saya sakit di tengah-tengah acara kampus atau pemotretan fashion??

    Misalnya hari ini, ditengah-tengah project seminar, saya masih harus wara-wiri mengerjakan ini dan itu, dari menata gelas sampai memandu parkir mobil tetamu undangan. Ditengah-tengah udara jogja yang panas terik diiringi hujan mendadak, saya harus wara-wiri dan standby menunggu si acara selesai.  Lebih parah lagi, ada deadline content yang harus saya submit malam ini. Sementara kurang dari 30 menit setelah acara selesai, saya harus masuk kelas untuk mengikuti kuliah. Jangankan makan, nafas pun tak sempat!

    Untungnya saya punya Theragran-M!


    Kan beneran no make up. Emang lagi sakit neh!

    Mumpung ada multivitamin di rumah, kenapa gak kita cobain aja kan ya? Sebenarnya aku pun bukan vitamin junkie, dalam artian, aku cuma bakal minum vitamin kalo ada yang ngingetin aja, hehehe. Kalo ga ada yang ingetin? capcus deh gak jaga kesehatan sama sekali. Makanya kalau aku minum vitamin biasanya aku akan memilih vitamin yang kandungannya lengkap biar gak perlu minum suplemen lainnya. 


    Nah bisa kita liat kandungan vitamin di Theragran-M ini cukup lengkap. Ada vitamin A, B1,B2, B6, B12, C, D, E plus mineral untuk kebutuhan vitamin kita sehari-hari. Lengkap ya? Jadi selain multivitamin, Theragran-M juga mengandung mineral yang kita butuhkan untuk menunjang aktivitas kita sehari-hari. Kalau buat yang baru sembuh dan sedang masa pemulihan, kandungan vitamin plus mineral didalam Theragran-M ini penting banget untuk membantu kita cepat sehat lagi.

    Ini saya rasain banget setelah mengonsumsi Theragran-M dengan rutin. Setelah minum Theragran-M, saya sih merasa lebih cepat pulih. Jadi, misalnya saya minum Theragran-M malam ini dalam kondisi super lelah, nah besok paginya badan saya terasa jauh lebih segar ketimbang kalau tidak minum multivitamin.


    kemasan dalamnya kaya begini nih. Ada logo halal dari MUI untuk menjamin kehalalan dari Theragran-M. Jadi kamu-kamu yang muslim nggak perlu takut untuk mengonsumsi Theragran-M karena sudah pasti halal. BTW, kemasan Theragran-M pun gampang untuk dibuka, jadi kalian cukup menyobek ujungnya aja dan gak perlu repot-repot cari gunting, hehehe.


    Nah ini dia bentuk tablet Theragran-M. Warnanya merah tua cenderung kecoklatan. Ukurannya memang agak besar, jadi perlu banyak air untuk menelannya. Tapi buat kamu yang gak biasa minum banyak air untuk menelan tablet vitamin, jangan khawatir! Tablet Theragran-M ini manis-manis gimana gitu rasanya. Jadi ada subtle flavor yang membuat mulut kamu terasa lebih nyaman untuk menelan si vitamin. Ini yang bikin aku jadi jatuh cinta sama Theragran-M sih, karena rasa manis dari tabletnya sangat comforting. 


    Nah, jadi kalau saya pulang dalam kondisi sudah pengen nyopot kepala saking penatnya, saya tinggal minum Theragran-M saja. Besok paginya, saya bisa beraktivitas kembali seperti biasa. Makasih lho Theragran-M! Berkat dirimu, saya bisa kembali aktif wara-wiri kerja kesana kemari. Meskipun si demam-demam pasti teteup kembali, tapi kali ini saya nggak takut karena saya sudah punya Theragran-M!




    (tulisan ini dibuat dalam rangka lomba blog "my healthiness my precious moment" dari TheragranM)
    . Senin, 05 September 2016 .



    Siapa disini yang mahasiswa Post-Grad alias program pascasarjana? Pasti tahu dong kehidupan Post-Grad gak bisa seirit waktu jaman-jaman undergrad. Apa sih yang bikin kehidupan Post-Grad kamu lebih boros? 

    Kalau yang selama ini aku rasakan sih, sebagai mahasiswa Post-Grad, kita harus lebih banyak mingle dan networking. Kedua hal ini tentunya butuh waktu, tenaga dan jelas biaya. Sejauh pengalaman aku nih, seringnya kita mengerjakan tugas paper yang tiada akhirnya di Perpustakaan atau di Coffeeshop. Kadang, kita juga harus research ke tempat-tempat yang agak jauh dan itu menghabiskan bensin banget. 

    kalau aku bisa membagi faktor-faktor yang bikin aku sebagai mahasiswa Post-Grad boros banget, mungkin kayak gini:

    1. Belajar Lebih Enak Sambil Ngemil dan Minum Kopi





    Coba, siapa sih yang gak suka belajar sambil ngemil? Kebetulan perpustakaan kampus aku memang melarang kita untuk bawa makanan dan minuman dari luar. Jadinya, kalo kelamaan di perpus, kadang aku suka lapar dan sering bosan. Solusinya? Aku pasti lebih suka ngerjain tugas di coffeeshop atau snackbar

    2. Lokasi Kampus dan Tempat Research Jauh Gak Ketulungan, Kadang Bahkan Sampai di Luar Kota





    Sering banget aku dapat lokasi research yang jauh, karena kampus aku punya pusat studi di luar kota. Kalau sudah begitu, mau gak mau aku harus niat untuk keluarin uang bensin lebihan. Padahal seringnya, kita riset swadana atau dengan sistem reimburse. Sedih deh. 

    3. Mahasiswa Post-Grad harus tampil lebih paripurna bin formal dikampus


    ootw (outfit of the week)
    top: my dad's gamis | navy pants: giordano

    Waktu jaman S1 aku bisa aja ke kampus pake kaus lengan panjang dan jeans. Nah, waktu S2, dresscode dari kampus jauh lebih strict dan kaena jumlah mahasiswanya gak terlalu banyak jadi keliatan banget kalau kita ga sesuai dresscode yang formal itu. Mau gak mau keluar deh kocek lebih untuk beli kemeja-kemeja dan celana-celana kain yang lucu-lucu *insert crying emoticon here* 

    4. Fotokopian dan Belanja Buku Banyak Banget Tiap Semesternya






    Aku pernah hitung-hitungan kalau dalam satu semester, aku bisa mengeluarkan dana jutaan untuk fotokopi dan belanja buku penunjang perkuliahan. Fotokopi materi kuliah ini memang penting banget terutama menjelang ujian, sementara buku penunjang perkuliahan aku memang ngga termasuk paket dari kampus. Meskipun accessible di perpustakaan, tapi pasti aku selalu pengen punya bukunya--biasanya sih buat dicoret-coret pas mau ngerjain tugas atau kuliah (karena ga mungkin pinjam textbook selama 1 semester, hiks!)



    Terus gimana cara aku ngakalinnya?

    Gampang aja, aku pake Debit BCA!

    Lho apa hubungannya sama Debit BCA??? Simpel, menurut aku Debit BCA adalah salah satu kartu debit dengan merchant paling banyak di Indonesia. Coba deh kamu belanja-belanja, perhatiin aja, mesin EDC debit BCA paling sering muncul kan di meja kasir? Itu lho yang warnanya biru-biru itu...


    picture via BCA

    Kenapa aku senang banget dengan kehadiran EDC BCA dimana-mana? Soalnya aku males banget kalo harus ke ATM dan bawa-bawa cash. Selain ngerasa insecure, akuin aja, kadang kalo uang ada didompet rasanya jadi pengen belanja macem-macem kan? Makanya aku mengandalkan Debit BCA aku kemanapun aku pergi.

    Untuk bisa punya Debit BCA gampang banget kok guys, kalian cukup buka jenis tabungan tahapan di BCA dan kalian akan langsung dibekali dengan kartu Debit BCA atau yang lazim disebut Paspor BCA. Limit dana-nya macem-macem tergantung jenis Paspor BCA kamu. Kartu debit BCA/Paspor BCA ini juga berfungsi sebagai kartu ATM kamu. Jadi, kamu bakal lebih mudah untuk mengontrol flow transaksi kamu, apalagi kalau kamu pengguna M-BCA.



    Debit BCA sering banget ngadain promo lho guys! Kemarin aku dan teman aku sempat menikmati promo buy one get one free di Starbucks. Sering juga ada promo diskon di merchant-merchant tertentu, yang pastinya bisa membantu aku berhemat. Lumayan banget gak sih? Jadi aku ga perlu keluar uang banyak-banyak untuk nongkrong-nongkrong di coffee shop. Coba deh kamu google keyword "Promo Debit BCA", pasti banyak banget promo yang muncul.

    Kemudahan lainnya juga aku rasakan kalau aku harus belanja, nge-print dalam jumlah banyak, bahkan beli bensin sekalipun karena aku bisa mengandalkan debit BCAku untuk urusan pembayaran. Pernah nih, aku harus beli laptop baru karena laptop lama aku mendadak banget rusak dan gak bisa dibenerin, sementara aku ada deadline yang mepet banget. Paspor BCA aku adalah Paspor BCA Silver alias paspor yang paling kecil limitnya. Saking deg-degannya, aku google dulu berapa limit Paspor BCA aku dan ta-daaaa~ surprise, ternyata limitnya gede banget, sampai 25 juta! gak jadi khawatir lagi deh.



    See? limitnya gede-gede banget kan? Waktu aku buka rekening, mbak-mbak customer service nya sendiri sudah bilang, untuk mahasiswa dengan income yang tidak terlalu besar, debit silver aja udah cukup banget, karena berarti biaya administrasi bulannya juga tidak terlalu besar, tetapi limit kartunya juga tinggi banget. Saldo minimalnya juga 50 ribu rupiah saja, jadi ga ada alasan gak bisa tarik uang tunai di akhir bulan karena ngga punya uang. #inovasiBCA banget kan?

    Kok gatakut sama keamanannya kak? Kalo udah ke-debit kan gak bisa balik uangnya?



    Hmmm, jangan salah paham dulu, justru aku memilih Debit BCA karena keamanannya sudah teruji. Otorisasi belanja cuma bisa dilakukan dengan PIN pribadi dan tercatat dalam mutasi transaksi. Apabila ada gangguan sistem pada EDC atau mesin EDC nya rusak, otomatis dana tidak akan terdebit, jadi dana akan tetap aman ada di rekening kita. Belum lagi customer service BCA super-helpful kalau kita mau komplain ini itu. 

    Jadi, selain bisa mengontrol flow dan mutasi transaksi, dengan Debit BCA dan kartu ajaib Paspor BCA, kamu bisa mengatur pengeluaran kamu tanpa harus ketinggalan trend fashion terbaru, takut gak bisa beli textbook kuliah dan ngerjain tugas di kafe-kafe lucu setiap saat!

    Tunggu apa lagi, segera ke Bank BCA terdekat di kota kamu dan buka rekening BCA mu sekarang juga untuk mendapatkan kartu Debit BCA! see you when I see you!

    . Selasa, 30 Agustus 2016 .


    Pernah bertanya-tanya kenapa saya sering banget travelling dan jalan-jalan padahal gaji saya dan suami adalah gaji rata-rata fresh graduates? Well, you're not the only one. Semua teman-teman saya bertanya-tanya "ini bocah ngepet dimana kok bisa hura-hura terus?" padahal standar UMR di Jogja jauh lebih rendah daripada jakarta. Well, my friends, you're in for a treat!

    Saya adalah Investment Junkie. Segala jenis investasi pernah saya jalani, dari emas, properti, hingga reksadana. Kebiasaan untuk berinvestasi ini sudah ditanamkan sejak dini oleh ibu saya yang seorang financial director. Kami sekeluarga dipaksa untuk menyimpan 30% uang jajan bulanan di berbagai instrumen investasi yang beliau kelola dan mengatur keuangan kami sebaik-baiknya. Ketika umur saya 21 tahun, segala investasi itu berhasil saya cairkan untuk membeli rumah pertama saya.


    Investasi favorit saya adalah reksadana. Kenapa? Soalnya reksadana adalah instrumen investasi yang menurut saya paling enak. Untuk mengelola investasi kita, nantinya kita dibantu sama mas/mbak manajer investasi. Selain itu, untuk investasi reksadana, instrumen yang digunakan lebih luas. Kita juga bisa menentukan mau ditaruh dimana dana investasi kita. 

    Dulu, sulit sekali untuk berinvestasi khususnya di bidang reksadana. Aturan yang ada super-mencekik dan ada batasan ini-itu, belum lagi kita harus terus mengontrol pergerakan keuangan lewat media konvensional alias telfon-telfonan lucu sama mas/mbak manajer investasi. Sekarang? Saya bisa saja mengontrol investasi saya sambil menikmati sunset di Pantai Depok sambil makan ikan bakar atau sambil ngopi-ngopi cantik di Starbucks bersama teman-teman. 

    Kok enak banget mbak? Iyalah enak, kan sekarang udah jamannya online, jadi aku bisa mengontrol investasi reksadana aku secara online. Seru kan? 




    kenalkan, teman baru investasi kita, POEMS dari Phillip Securities Indonesia. Apa sih POEMS itu dan kenapa dengan POEMS kita bisa mewujudkan Permanent Holiday Lifestyle yang selalu kita inginkan?

    Jadi POEMS itu kependekan dari Phillip Online Electronic Mart System, yakni sebuah sistem online trading yang dirancang khusus untuk memberikan berbagai kemudahan dalam melakukan transaksi saham maupun reksadana. Dengan POEMS, kamu bisa bertransaksi saham dan reksa dana melalui PC, tablet maupun smartphone sekalipun! Bahkan, kalau seandainya smartphone kamu gak bisa dipakai itu menginstall aplikasi POEMS, kamu tetap bisa buka POEMS dari browser kamu lho! Mobile banget kaaaan????

    Kenapa harus POEMS sih? soalnya, POEMS punya banyak fitur-fitur transaksi yang memudahkan kamu untuk mengelola investasi kamu, contohnya SmartStart yang bisa memilihkan reksadana yang sesuai dengan profil resiko kamu. Jadi, kamu gak perlu lagi ribet-ribet memilih reksadana dan mantengin market reksadana untuk menemukan reksadana yang akan menjadi jodoh kamu (cieee jodoh)



    Selain SmartStart, POEMS juga punya fitur SmartPlan untuk membantu kamu merencanakan pembelian reksadana kamu dan SmartSafe - SmartOrder yang bisa otomatis menjalankan instruksi kamu untuk mengambil profit atau cut loss secara otomatis berdasarkan kondisi price based, time based dan post trading di lapangan. Seru kan? kamu gak perlu terus-terusan ngeliatin layar gadget dan bisa menikmati liburan kamu dengan tenang.

    POEMS sendiri dilengkapi dengan fitur marketplace POEMS Profunds, dimana kamu bisa berbelanja reksadana online dengan mudah. Investasi di POEMS Profunds juga terjangkau banget lho guys, karena kamu bisa berinvestasi reksa dana cuma dengan Rp. 100.000!!! Murah banget kan?

    Istimewanya lagi, ada lebih dari 100 produk reksa dana pilihan yang dikelola oleh rekanan manajer investasi dari Phillip Securities plus Real Time Monitoring jadi kamu bisa memantau investasi kamu kapanpun kamu mau.



    Dengan POEMS, meskipun kamu sedang liburan ke Timbuktu sekalipun, kamu tetap bisa mendapatkan profit dari investasi kamu. Jadi, kamu nggak perlu khawatir harus terus menerus didepan layar PC untuk mengontrol investasi kamu macam di film-film hacker Hollywood gitu. Apalagi semua transaksi melalui POEMS akan dienkripsi dengan teknologi SSL, jadi yakin deh transaksi kamu bakal aman banget!

    Kamu takut dana kamu ngga dikelola dengan baik? Jangan khawatir, POEMS dikelola oleh manajer-manajer investasi handal dari Manulife Assets Management Indonesia a.k.a MAMI. Jadi kamu ngga perlu takut dana kamu dibawa lari oleh manajer investasi kamu. Bahkan di POEMS Profunds sendiri ada berbagai instrumen investasi dari MAMI yang pastinya selain menguntungkan juga aman bagi kamu investor pemula. Beberapa instrumen itu adalah Manulife Dana Kas yang bergerak di bidang pasar uang, Manulife Dana Saham yang berupa Kontrak Investasi Kolektif dan Manulife Syariah Sektoral Amanah khusus bagi kamu yang ingin pengelolaan saham dalam koridor-koridor syariah. Semuanya bisa kamu akses secara online lewat POEMS!

    Jadi tunggu apa lagi? #Wujudkanimpiankamu untuk bisa liburan terus menerus tanpa kepikiran soal uang, investasi dan tetek bengeknya. Download aplikasi POEMS ID di smartphone kamu atau kunjungi website investasi reksadana online phillip securities indonesia sekarang juga!




    Want to Know More About My Favorite Online Investment?

    Phillip Securities Indonesia




    . Rabu, 27 Juli 2016 .

    my dearest friend once said to me, "we travel far, so we'll remember we have a home to come back to" her words has inspired me to travel more. 

    On july 2015, I went to Taman Safari Cisarua Bogor with my best friends. The results? Absolute hilarity. A zebra lick our car while the other one chomps on our rearview mirror, a lion crossed the street in front of our car, and an llama stalks our car half the trip.

    to read more about our taman safari tips and trick in bahasa, read this article.

    here goes.




    for more random surprise of my actual life--unedited, raw and warm--stay tune in my youtube channel.  I post new video every week.