• about me
  • menu
  • categories
  • Agi Tiara Pranoto

    Agi Tiara Pranoto

    Seorang Blogger Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. Selain menulis, dia juga sangat hobi bermain game FPS. Cita-citanya adalah mendapatkan passive income sehingga tidak perlu bekerja di kantor, apa daya selama cita-cita itu belum tercapai, dia harus menikmati hari-harinya sebagai mediator kesehatan.
    category
    health
    Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan



    Bagi pembaca lama DUCKOFYORK tentunya sudah nggak asing dengan istilah Stunting. Ya, stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih banyak terjadi di Indonesia. Penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi dalam waktu panjang sehingga mengganggu tumbuh kembang anak dan berpengaruh sampai dia dewasa. 

    Masalah stunting dan gizi buruk ini bener-bener serius di Indonesia, sampai kita punya Peraturan Presiden Nomor 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Nggak cuma itu, potensi kerugian ekonomi karena masalah stunting ini diperkirakan mencapai 2-3% dari Pendapatan Domestik Bruto per tahun atau sekitar 450-500 triliun per tahun. Ngeri banget kan? 

    Penyebab Stunting

    Banyak yang belum paham apa penyebab stunting, padahal jawabannya mudah banget: buruknya pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang buruk jadi penyebab utamanya. Di Indonesia masih banyak orang tua yang belum siap untuk menyiapkan pola makan dan pola asuh yang optimal, khususnya di 1000 hari pertama kehidupan. 

    Padahal di 1000 Hari Pertama Kehidupan inilah anak tumbuh dengan pesat. Jadi 1000 hari pertama kehidupan ini dihitung dari saat bayi masih berada dalam kandungan sampai dengan usia 3 tahun. Disinilah vicious cycle-nya terjadi: anak yang stunting akan tumbuh menjadi remaja yang malnutrisi dan beresiko terkena anemia. Remaja yang malnutrisi beresiko menjadi ibu yang malnutrisi dan melahirkan bayi yang malnutrisi juga. 

    Nggak habis-habis kan? 

    Makanya banyak banget pihak yang berjuang gimana bisa ada intervensi yang tepat buat stunting, mulai dari pemerintah, swasta, sampai masyarakat. Semua bnerperan dalam porsinya masing-masing untuk mencegah stunting, misalnya saja Danone yang mengadakan Perjalanan Aksi Cegah Stunting. 

    Perjalanan Aksi Cegah Stunting




    Danone sendiri memiliki 3 fokus kegiatan untuk mencegah stunting yang dikembangkan bersama banyak stakeholder, yaitu:

    1. Fokus Pola Makan

    Karena salah satu penyebab stunting yang paling terlihat di masyarakat adalah kebiasaan dan pola makan yang buruk pada keluarga, maka salah satu program Danone bersama multi stakeholder adalah Isi Piringku, Warung Anak Sehat, dan Ayo Minum Air. 

    Sebelumnya saya juga sudah pernah membahas soal isi piringku dan ayo minum air di blog ini. Silahkan dibaca ya. 

    2. Fokus Pola Asuh

    Selain pola makan, hal lain yang perlu diperbaiki di masyarakat adalah pola asuh. Untuk mengintervensi hal ini, diperlukan edukasi kepada orang tua, para guru PAUD, dan remaja. Sebelumnya saya juga sudah pernah membahas seputar intervensi kegiatan yang dilakukan Danone melalui Bunda Mengajar dan GESID. Danone juga memiliki program TANGKAS dan Aksi Cegah Stunting yang akan kita bahas saat ini. 

    3. Sanitasi

    Jika pola makan dan pola asuh sudah tepat, namun sanitasi belum diterapkan dengan baik maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Dengan menguatkan akses air bersih dan sanitasi melalui pembangunan sarana dan prasarana serta promosi kesehatan berbasis masyarakat, Danone sendiri memiliki program-program seperti Water Access Sanitation and Hygiene (WASH) dan Promosi STBM.

    Perjalanan Aksi Cegah Stunting di Yogyakarta


    Kali ini saya berkesempatan untuk mengikuti perjalanan aksi cegah stunting di Yogyakarta. Tentunya saya nggak sendirian, melainkan ditemani teman-teman DBA dan DDA yang selalu membersamai di setiap kegiatan Danone yaitu kembaran ketemu gede saya alias Akbar Muhibar Berkabar dan Berkibar, Mak Ima alias Manda, Rizka dan Oppa Hendy. 

    Isi Piringku di TK PKK Budi Rahayu





    Perjalanan kami dimulai dari TK PKK Budi Rahayu di Kecamatan Mergangsan Yogyakarta. Disini kami dikenalkan pada adik-adik lucu yang sudah menerapkan panduan program isi piringku sejak dini. 

    Jadi pada tahun 2018, TK PKK Budi Rahayu ini sempat menjuarai kompetisi isi piringku yang diadakan di Jogja. Setelah itu, TK ini menerapkan panduan Isi Piringku yang diberikan oleh Danone dengan cara meminta orang tua membawakan bekal kepada anak-anak dengan mengikuti panduan isi piringku. 

    Cara ini terbukti efektif karena orang tua pun mau gak mau jadi ikut makan-makanan sehat yang dimakan oleh anak-anaknya. Selain itu anak-anak juga jadi lebih bersemangat untuk memakan buah dan sayur bersama teman-temannya. Sungguh peer pressure yang baik ya!

    Sejak tahun 2018 sampai dengan pertengahan tahun 2022, program Isi Piringku PAUD telah berhasil menjangkau 6119 PAUD, 12916 guru, 142428 siswa, serta 157669 orang tua di 27 Kabupaten dan Kota di 9 Provinsi di Indonesia. Keren banget kan? 

    Program Bunda Mengajar




    Sebelumnya saya pernah membahas mengenai program bunda mengajar yang menurut saya keren banget. Program ini dikembangkan sejak tahun 2016 di Kelurahan Bumijo Yogyakarta oleh PT Sarihusada Generasi Mahardika, dan mulai direplikasi di kelurahan Kricak dan Wirobrajan sejak tahun 2021. 

    Kegiatan utama dari Bunda Mengajar adalah pelatihan dan pendampingan kader kesehatan masyarakat serta urban farming. Kader kesehatan ini penting banget karena membuat ideas-ideas soal kesehatan jadi lebih dekat dengan para Ibunda. Nggak cuma itu, para Bunda juga mendapatkan pelatihan seputar pentingnya gizi seimbang, pola asuh, pengisian KIA, dan pengukuran antropomerti. 

    Selain itu, para ibu juga mendapatkan pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta training of trainers agar mereka bisa memberikan penyuluhan pada masyarakat. 

    Kelompok Tani Ngremboko

    Nggak cuma soal kesehatan, para Ibu juga melakukan urban farming dengan berkolaborasi dengan Kelompok Tani Ngremboko. Urban Farming ini memanfaatkan lahan urban yang sempit dengan menanam sayuran, buah, dan tanaman obat secara vertikal. Tak hanya itu, ada juga peternakan mini untuk ayam dan ikan dengan kolam dan kandang yang terbatas. 

    Kolaborasi ini menghasilkan panen yang dpaat dimanfaatkan oleh warga sehingga makanan bergizi menjadi lebih aksesibel untuk semua. Biaya yang dikeluarkan untuk berbelanja juga dapat ditekan, belum lagi pendapatan yang didapatkan dari penjualan hasil panen dan bibit tanaman. 

    Warung Anak Sehat



    Bagi para pecinta jajan seperti saya jelas paling semangat di bagian warung anak sehat ini hehehehe. Kenapa? Karena kami mengunjungi SDN 3 Kotagede, Yogyakarta untuk melihat kantin dengan jajanan sehat yang beroperasi disini. 

    Program ini dikembangkan oleh Danone SN Indonesia untuk mengurangi angka malnutrisi pada anak-anak yang berusia 5-12 tahun. Nggak cuma itu, program ini juga merupakan program pemberdayaan perempuan yang luar biasa menarik. 

    Saat pandemi, para ibu kantin banyak yang terancam tidak bisa berjualan lagi karena sekolah tutup dan pada akhirnya kehilangan mata pencahariannya. Danone memberikan dukungan berupa engagement (edukasi, komunikasi, dan support) serta mentransisikan sistem bisnis para ibu kantin menjadi berbasis online. 

    Nggak cuma itu, jajanan yang dijual para ibu kantin inipun bertransisi menjadi jajanan sehat dengan nilai nutrisi. Ada berbagai macam pilihan jajanan sehat seperti jajan pasar, susu, serta makanan padat gizi lainnya. 

    Pada tahun 2021, program ini mendapatkan penghargaan internasional berupa Gender Equality European and International Standard (GEEIS) Sustainable Development Goals Trophy sebagai salah satu perusahaan dan organisasi yang turut berkomitmen dan berinisiatif untuk memberdayakan perempuan lho!

    Research and Innovation (R&I) dari Danone di Pabrik Sarihusada Yogyakarta

    Nggak cuma membuat program-program yang luar biasa, Danone juga nggak henti-hetinya berupaya untuk melakukan riset dan inovasi bertaraf internasional untuk produk-produk yang dirilis oleh Danone. Dengan komitmen tersebut, Danone mengembangkan produk makanan dan minuman dengan kualitas tinggi dan bernutrisi. 

    Kami diajak menuju R&I Danone di Pabrik Sarihusada, namun disini kami tidak boleh mengambil foto hihihi. Jadi saya cuma bisa bercerita sedikit soal pengalaman saya melihat bagaimana para ahli dan scientist di Danone mengembangkan produk. Nggak cuma formulasi, sampai packaging pun dipikirkan betul dan di-prototype di pabrik ini. Keren banget pokoknya. 

    Ada 4 fasilitas teknologi yang dimiliki oleh pabrik ini, yaitu pilot plant, laboratorium pengemasan produk dan bahan baku, laboratorium sensori, dan laboratorium pengemasan. Alat-alat yang digunakan juga canggih dan keren-keren. Jujur jadi pengen kerja disini tapi saya nggak ngerti apa-apa soal laboratorium wkwkwkw. 

    Waktu saya tanya, kalau hari biasa apakah lab-nya libur dan kosong karena nggak ada produk baru? Eh jawabannya adalah lab ini akan terus running karena selalu ada riset dan inovasi yang berjalan dari Danone. Gokiiiill!!!

    kegiatan cegah stunting dari Danone ini memang membuat saya tersadar jika memang pencegahan stunting itu penting banget. Melihat para adek-adek di TK Budi Rahayu dan SDN 3 Kotagede membuat saya tersadar kalau saya semakin tua kalau masa depan kita ada pada generasi muda ini. Jika kita nggak menjaga mereka dari bahaya gizi buruk, lantas siapa lagi? 

    Semoga di tahun depan, angka gizi buruk dan stunting di Indonesia semakin mengecil bahkan habis, sehingga generasi-generasi unggul di Indonesia bisa tumbuh dengan ceria dan bahagia. Salam bebas stunting!
    . Rabu, 16 November 2022 .

    Cegah Stunting dengan Aksi Nyata Bersama Danone!

    popular posts

    IBX5B00F39DDBE69
    category
    health
    Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label health. Tampilkan semua postingan
    . Rabu, 16 November 2022 .



    Bagi pembaca lama DUCKOFYORK tentunya sudah nggak asing dengan istilah Stunting. Ya, stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih banyak terjadi di Indonesia. Penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi dalam waktu panjang sehingga mengganggu tumbuh kembang anak dan berpengaruh sampai dia dewasa. 

    Masalah stunting dan gizi buruk ini bener-bener serius di Indonesia, sampai kita punya Peraturan Presiden Nomor 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Nggak cuma itu, potensi kerugian ekonomi karena masalah stunting ini diperkirakan mencapai 2-3% dari Pendapatan Domestik Bruto per tahun atau sekitar 450-500 triliun per tahun. Ngeri banget kan? 

    Penyebab Stunting

    Banyak yang belum paham apa penyebab stunting, padahal jawabannya mudah banget: buruknya pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang buruk jadi penyebab utamanya. Di Indonesia masih banyak orang tua yang belum siap untuk menyiapkan pola makan dan pola asuh yang optimal, khususnya di 1000 hari pertama kehidupan. 

    Padahal di 1000 Hari Pertama Kehidupan inilah anak tumbuh dengan pesat. Jadi 1000 hari pertama kehidupan ini dihitung dari saat bayi masih berada dalam kandungan sampai dengan usia 3 tahun. Disinilah vicious cycle-nya terjadi: anak yang stunting akan tumbuh menjadi remaja yang malnutrisi dan beresiko terkena anemia. Remaja yang malnutrisi beresiko menjadi ibu yang malnutrisi dan melahirkan bayi yang malnutrisi juga. 

    Nggak habis-habis kan? 

    Makanya banyak banget pihak yang berjuang gimana bisa ada intervensi yang tepat buat stunting, mulai dari pemerintah, swasta, sampai masyarakat. Semua bnerperan dalam porsinya masing-masing untuk mencegah stunting, misalnya saja Danone yang mengadakan Perjalanan Aksi Cegah Stunting. 

    Perjalanan Aksi Cegah Stunting




    Danone sendiri memiliki 3 fokus kegiatan untuk mencegah stunting yang dikembangkan bersama banyak stakeholder, yaitu:

    1. Fokus Pola Makan

    Karena salah satu penyebab stunting yang paling terlihat di masyarakat adalah kebiasaan dan pola makan yang buruk pada keluarga, maka salah satu program Danone bersama multi stakeholder adalah Isi Piringku, Warung Anak Sehat, dan Ayo Minum Air. 

    Sebelumnya saya juga sudah pernah membahas soal isi piringku dan ayo minum air di blog ini. Silahkan dibaca ya. 

    2. Fokus Pola Asuh

    Selain pola makan, hal lain yang perlu diperbaiki di masyarakat adalah pola asuh. Untuk mengintervensi hal ini, diperlukan edukasi kepada orang tua, para guru PAUD, dan remaja. Sebelumnya saya juga sudah pernah membahas seputar intervensi kegiatan yang dilakukan Danone melalui Bunda Mengajar dan GESID. Danone juga memiliki program TANGKAS dan Aksi Cegah Stunting yang akan kita bahas saat ini. 

    3. Sanitasi

    Jika pola makan dan pola asuh sudah tepat, namun sanitasi belum diterapkan dengan baik maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Dengan menguatkan akses air bersih dan sanitasi melalui pembangunan sarana dan prasarana serta promosi kesehatan berbasis masyarakat, Danone sendiri memiliki program-program seperti Water Access Sanitation and Hygiene (WASH) dan Promosi STBM.

    Perjalanan Aksi Cegah Stunting di Yogyakarta


    Kali ini saya berkesempatan untuk mengikuti perjalanan aksi cegah stunting di Yogyakarta. Tentunya saya nggak sendirian, melainkan ditemani teman-teman DBA dan DDA yang selalu membersamai di setiap kegiatan Danone yaitu kembaran ketemu gede saya alias Akbar Muhibar Berkabar dan Berkibar, Mak Ima alias Manda, Rizka dan Oppa Hendy. 

    Isi Piringku di TK PKK Budi Rahayu





    Perjalanan kami dimulai dari TK PKK Budi Rahayu di Kecamatan Mergangsan Yogyakarta. Disini kami dikenalkan pada adik-adik lucu yang sudah menerapkan panduan program isi piringku sejak dini. 

    Jadi pada tahun 2018, TK PKK Budi Rahayu ini sempat menjuarai kompetisi isi piringku yang diadakan di Jogja. Setelah itu, TK ini menerapkan panduan Isi Piringku yang diberikan oleh Danone dengan cara meminta orang tua membawakan bekal kepada anak-anak dengan mengikuti panduan isi piringku. 

    Cara ini terbukti efektif karena orang tua pun mau gak mau jadi ikut makan-makanan sehat yang dimakan oleh anak-anaknya. Selain itu anak-anak juga jadi lebih bersemangat untuk memakan buah dan sayur bersama teman-temannya. Sungguh peer pressure yang baik ya!

    Sejak tahun 2018 sampai dengan pertengahan tahun 2022, program Isi Piringku PAUD telah berhasil menjangkau 6119 PAUD, 12916 guru, 142428 siswa, serta 157669 orang tua di 27 Kabupaten dan Kota di 9 Provinsi di Indonesia. Keren banget kan? 

    Program Bunda Mengajar




    Sebelumnya saya pernah membahas mengenai program bunda mengajar yang menurut saya keren banget. Program ini dikembangkan sejak tahun 2016 di Kelurahan Bumijo Yogyakarta oleh PT Sarihusada Generasi Mahardika, dan mulai direplikasi di kelurahan Kricak dan Wirobrajan sejak tahun 2021. 

    Kegiatan utama dari Bunda Mengajar adalah pelatihan dan pendampingan kader kesehatan masyarakat serta urban farming. Kader kesehatan ini penting banget karena membuat ideas-ideas soal kesehatan jadi lebih dekat dengan para Ibunda. Nggak cuma itu, para Bunda juga mendapatkan pelatihan seputar pentingnya gizi seimbang, pola asuh, pengisian KIA, dan pengukuran antropomerti. 

    Selain itu, para ibu juga mendapatkan pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta training of trainers agar mereka bisa memberikan penyuluhan pada masyarakat. 

    Kelompok Tani Ngremboko

    Nggak cuma soal kesehatan, para Ibu juga melakukan urban farming dengan berkolaborasi dengan Kelompok Tani Ngremboko. Urban Farming ini memanfaatkan lahan urban yang sempit dengan menanam sayuran, buah, dan tanaman obat secara vertikal. Tak hanya itu, ada juga peternakan mini untuk ayam dan ikan dengan kolam dan kandang yang terbatas. 

    Kolaborasi ini menghasilkan panen yang dpaat dimanfaatkan oleh warga sehingga makanan bergizi menjadi lebih aksesibel untuk semua. Biaya yang dikeluarkan untuk berbelanja juga dapat ditekan, belum lagi pendapatan yang didapatkan dari penjualan hasil panen dan bibit tanaman. 

    Warung Anak Sehat



    Bagi para pecinta jajan seperti saya jelas paling semangat di bagian warung anak sehat ini hehehehe. Kenapa? Karena kami mengunjungi SDN 3 Kotagede, Yogyakarta untuk melihat kantin dengan jajanan sehat yang beroperasi disini. 

    Program ini dikembangkan oleh Danone SN Indonesia untuk mengurangi angka malnutrisi pada anak-anak yang berusia 5-12 tahun. Nggak cuma itu, program ini juga merupakan program pemberdayaan perempuan yang luar biasa menarik. 

    Saat pandemi, para ibu kantin banyak yang terancam tidak bisa berjualan lagi karena sekolah tutup dan pada akhirnya kehilangan mata pencahariannya. Danone memberikan dukungan berupa engagement (edukasi, komunikasi, dan support) serta mentransisikan sistem bisnis para ibu kantin menjadi berbasis online. 

    Nggak cuma itu, jajanan yang dijual para ibu kantin inipun bertransisi menjadi jajanan sehat dengan nilai nutrisi. Ada berbagai macam pilihan jajanan sehat seperti jajan pasar, susu, serta makanan padat gizi lainnya. 

    Pada tahun 2021, program ini mendapatkan penghargaan internasional berupa Gender Equality European and International Standard (GEEIS) Sustainable Development Goals Trophy sebagai salah satu perusahaan dan organisasi yang turut berkomitmen dan berinisiatif untuk memberdayakan perempuan lho!

    Research and Innovation (R&I) dari Danone di Pabrik Sarihusada Yogyakarta

    Nggak cuma membuat program-program yang luar biasa, Danone juga nggak henti-hetinya berupaya untuk melakukan riset dan inovasi bertaraf internasional untuk produk-produk yang dirilis oleh Danone. Dengan komitmen tersebut, Danone mengembangkan produk makanan dan minuman dengan kualitas tinggi dan bernutrisi. 

    Kami diajak menuju R&I Danone di Pabrik Sarihusada, namun disini kami tidak boleh mengambil foto hihihi. Jadi saya cuma bisa bercerita sedikit soal pengalaman saya melihat bagaimana para ahli dan scientist di Danone mengembangkan produk. Nggak cuma formulasi, sampai packaging pun dipikirkan betul dan di-prototype di pabrik ini. Keren banget pokoknya. 

    Ada 4 fasilitas teknologi yang dimiliki oleh pabrik ini, yaitu pilot plant, laboratorium pengemasan produk dan bahan baku, laboratorium sensori, dan laboratorium pengemasan. Alat-alat yang digunakan juga canggih dan keren-keren. Jujur jadi pengen kerja disini tapi saya nggak ngerti apa-apa soal laboratorium wkwkwkw. 

    Waktu saya tanya, kalau hari biasa apakah lab-nya libur dan kosong karena nggak ada produk baru? Eh jawabannya adalah lab ini akan terus running karena selalu ada riset dan inovasi yang berjalan dari Danone. Gokiiiill!!!

    kegiatan cegah stunting dari Danone ini memang membuat saya tersadar jika memang pencegahan stunting itu penting banget. Melihat para adek-adek di TK Budi Rahayu dan SDN 3 Kotagede membuat saya tersadar kalau saya semakin tua kalau masa depan kita ada pada generasi muda ini. Jika kita nggak menjaga mereka dari bahaya gizi buruk, lantas siapa lagi? 

    Semoga di tahun depan, angka gizi buruk dan stunting di Indonesia semakin mengecil bahkan habis, sehingga generasi-generasi unggul di Indonesia bisa tumbuh dengan ceria dan bahagia. Salam bebas stunting!
    . Rabu, 30 Maret 2022 .


    Siapa yang nggak kenal sama Betadine? Duh merk yang satu ini tentunya udah familiar banget di telinga masyarakat ya. Saya sendiri pengguna Betadine kelas berat, di pouch saya selalu ada betadine antiseptic sebagai P3K. Maklum, saya kan orangnya ceroboh jadi sering terluka.

    Apalagi terluka karena cinta, buset srepet tet tet tet *kemudian joget pargoy tiktok*

    Betadine sendiri emang produk legend dari jaman bapak saya masih muda dan hobi nonton film koboi. Jadi kalau dipikir-pikir, produk Betadine ini sudah menjadi sahabat keluarga sejak zaman dulu kala. Konon, Betadine juga merupakan antiseptik yang digunakan oleh NASA untuk membersihkan roket Apollo 11 lho!

    Wow saya nyimpen pembersih roket di dompet saya, wow. Apakah ini rasanya menjadi crazy rich. Gapapa lah pembersihnya dulu, roketnya belakangan. Permisi Elon Musk, harap geser sedikit. 

    Aslinya, bahan aktif utama Betadine yaitu Povidone - Iodine (PVPI) adalah zat anti mikroba yang memiliki spektrum luas dan efektif untuk mengatasi kuman serta mengendalikan penyebaran infeksi topikal bagi para penggunanya. 

    Cara kerja PVPI adalah menurunkan 99,999% biofilm yang terdapat dalam kultur kuman penyebab infeksi. Nah hebatnya, belum pernah dilaporkan adanya resistensi yang bermakna secara klinis lho. Keren banget kan?

    FYI, sekarang produk Betadine di Indonesia bukan hanya antiseptik untuk membersihkan luka lho, tapi ada beberapa varian produk lainnya seperti URTI Care untuk area mulut, hidung, dan tenggorokan, feminine care atau produk untuk area kewanitaan, dan protective care untuk membersihkan tubuh. 

    Jujur saya belum sempat ngerasain URTI Carenya selain obat kumur Betadine yang untuk gargling itu. Tapi denger-denger di sosmed nasal spray-nya bagus ya? Saya penasaran pengen coba. Untuk obat kumur Betadine jujur saya emang kurang doyan karena suka obat kumur yang punya 'rasa-rasa' hehehe.

    Nah ini dia 4 produk favorit dari Betadine versi saya yang mungkin cocok juga dengan kalian. 

    1. Betadine Antiseptic Solution



    Ini sih emang produk OG-nya Betadine ya bestie, kayanya ngga lengkap ngomongin betadine tanpa membahas produk yang satu ini. Produk ini tuh original dan favorite sejuta umat banget. 

    Biasanya sih produk ini saya pakai untuk membersihkan luka sebelum ditutup. Rasanya emang sengkring-sengkring semriwing gitu di luka pas ditetes tapi kalau pake Betadine ini luka rasanya jadi lebih cepet kering.

    Sebenernya tuh kalau kalian males tetes-tetes betadine, ada betadine antiseptic solution stick yang bentuknya kaya stick gitu lebih gampang buat dioles di luka, tapi jujur aja kalo saya rasanya kurang mantap hehehe.

    2. Betadine Skin Cleanser




    Produk Betadine yang satu ini menurut saya unik. Ini adalah antiseptik untuk membersihkan kulit yang mengndung Povidone-Iodine 7.5% w/v. Cara menggunakannya mirip kaya pakai sabun mandi biasa.

    Jadi basahin kulit dengan air sampai berbusa, diamkan selama 30 detik sampai berbusa dan bilas dengan air bersih. 

    Produk ini nggak saya pakai setiap saat seperti sabun, hanya kalau badan saya lagi gatel banget sampai ruam, habis olahraga yang keringetan berlebihan, backne atau bisulan di badan. Ini karena isinya Povidone - Iodine jadi memang bikin kulit jadi kering. 

    Udah gitu baunya bau betadine banget, tapi memang ampuh mengatasi breakout atau bisulan di ketiak gitu. Iya jangan ketawa, saya emang sering breakout acne di punggung dan di ketek. 

    3. Betadine Feminine Wash Foam Lemon




    Ini juga produk Betadine yang tidak saya gunakan setiap saat, tapi cukup sering saya repurchase karena daerah feminin saya itu emang cenderung terlalu lembab, apalagi saat dan sesudah menstruasi atau pas habis berolahraga.

    Yang bikin saya suka adalah karena teksturnya yang foamy, jadi nggak licin kemana-mana gitu. Baunya juga enak dan nggak bikin daerah kewanitaan jadi terasa overly kering.  

    4. Betadine Feminine Wipes Gentle Protection Immortelle


    Feminine Wipes ini temennya Betadine Feminine Wash dan ini saya bawa kemana-mana terutama kalau traveling, karena apparently emang saya gampang alergi sama air yang tidak bersih. 

    Tisu yang satu ini menurut saya praktis banget dipakai, apalagi waktu ganti pembalut di toilet umum, karena bisa dan aman di flush ke toilet. Padahal mostly tisu kaya gini ngga bisa diflush di toilet Indonesia yang masih menggunakan sistem septic tank. 

    Nah buat kalian yang pengen lebih tahu soal produk-produk betadine lainnya, kalian bisa mengunjungi https://betadine.co.id/  untuk informasih lebih lanjut mengenai produk-produk betadine. 

    Kalau saya sih 4 produk ini masih jadi favorite. Mungkin kedepannya saya akan mencoba si nasal spray betadine yang ngehits itu hehehe. 

    Kalau kalian, produk Betadine favoritnya apa? Sharing di kolom komentar yuk!



    . Sabtu, 26 Maret 2022 .

    Tips Menjaga Kesehatan untuk Freelancer

    Halo pembacaku yang budiman dan budiwoman, sudahkah kalian siap menghadapi gempuran pekerjaan di kuartal kedua tahun 2022 ini? Kalau saya jujur lagi kurang fit nih, kemarin banget saya masuk rumah sakit karena demam yang nggak turun-turun kayak harga minyak.

    Beginilah nasib jadi Freelancer, kalau lagi nggak ada kerjaan sakit maag, kalau lagi banyak kerjaan sakit tipes. 

    Tapi serius dikit, ada yang merasa nggak setelah era WFH ini job freelance malah semakin banyak. Mungkin karena di masa-masa pandemi, orang lebih suka mencari tenaga kerja yang nggak terikat ya. Jadi kerjaan freelance adaaaa aja dari hari ke hari. 

    Seneng nggak? Seneng dong. Tapiiii... ada tapinya nih.

    Kita jadi harus menjaga kesehatan dengan baik. Kenapa? Soalnya kalau sakit kan sama aja nggak bisa kerja lol, malah nambah-nambahin tagihan aja, padahal duit udah tiris *lirik dompet yang isinya penuh dengan senyuman gahar kapten Pattimura*

    Percaya deh menjaga kesehatan itu jauh lebih murah daripada menjaga hati. Nah gimana sih cara saya sebagai freelancer menjaga kesehatan sehari-hari? 

    tips sehat freelancer

    1. Olahraga

    Yes olahraga is a must! walaupun saya gemuk ginuk-ginuk mempesona tapi saya bisa dibilang ((cukup rajin)) berolahraga lho. 

    Yang paling gampang itu jalan kaki atau lari pagi rutin. Ini saya rutin lakukan sambil ngajak jalan-jalan si bobob, kucing saya yang paling sulung. Kalau nggak sempet jalan kaki dan di rumah ada treadmill ya pake treadmill juga nggak masalah. Kadang kalau lagi sibuk banget pun di gym saya suka treadmill sambil zoom meeting sama client. 

    Selain itu di akhir pekan biasanya saya akan ikut kelas Yoga bersama pak suami. Seringnya sih saya meninggoy duluan karena kecapean. Tapi nggak apa-apa lebih baik Yoga setengah jam (dari sesi selama sejam) ketimbang tidak sama sekali hehehe. 

    Menyisipkan waktu olahraga juga sebenarnya nggak mudah, apalagi klien saya tipenya yang maunya direspon cepat (kalau bisa saat itu juga) jadi ya gantian saya yang harus sabar. Makanya menyelipkan olahraga di tengah-tengah kesibukan jadi salah satu solusi yang menurut saya membantu banget. 

    Kalau kalian olahraganya gimana? Coba sharing deh di kolom komentar biar kita bisa sama-sama bagi tips. 

    tips sehat freelancer

    2. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

    Kayanya ini paling sulit, soalnya saya sendiri selalu tidur tengah malam dan udah bangun lagi di pagi hari untuk lanjutin kerjaan kantoran. Emang tidur yang cukup dan berkualitas itu ngaruh banget sama kinerja kita sebagai freelancer sih.

    Coba deh kalo lagi kurang tidur terus kita maksain kerja, dijamin berantakan deh kerjaan kita. Makanya siapa yang bilang kalau orang yang freelancing nggak butuh jam kerja dan jam tidur yang benar??

    Inget freelancing is a real job, and real job requires real rest and real money gitu. Coba baca artikel saya soal work life balance ini ya. 

    Terus gimana kalau misalnya kita terpaksa begadang sampai malam? Jujur nih saya kalau malamnya begadang pasti siangnya tidur siang. Kalau nggak ya nggak kuat melek. Ingat, saya udah nggak muda lagi ((menangis dalam kejompoan))

    Dan menurut saya bukan cuma tidur cukup, melainkan tidur juga harus berkualitas. Kalau cuma tidur 8 - 10 jam sehari tapi sepanjang tidur mimpi buruk atau kebangun-bangun terus yang ada pas bangun malah makin kecapean. Jadi membiasakan untuk punya jam tidur yang berkualitas juga penting.

    Kalau boleh memberi saran, saya selalu kasih info sama para Freelancer untuk investaasi di kasur yang berkualitas dan kursi kerja yang bagus. Selain bagus untuk kesehatan postur dan tulang belakang, dua hal ini akan membantu kita bekerja dan beristirahat dengan lebih baik. Apalagi saya selalu kerja di kursi dan kadang juga kerja di kasur hehehe. 

    Dua hal ini benar-benar bisa bikin saya istirahat dengan lebih baik. Rasanya kalau sudah ketemu kasur, badan jadi lebih enteng dan langsung siap tidur. Makanya investasi di waktu istirahat juga jadi penting buat para freelancer ya.

    3. Eat Clean and Drink your Vitamin!

    Sebenarnya yang ini juga saya masih sering fail karena jujur iklan ayam geprek yang sesekali lewat di instagram terlalu menggoda. 

    Makan makanan yang bersih dan bergizi juga penting buat menjaga kesehatan, khsusunya untuk menjaga stamina. Percaya deh, dengan makan yang benar, rasanya tuh kaya punya banyak energi buat kerja dan nggak gampang laper. Selain itu, badan juga rasanya lebih enteng meskipun dalam keadaan kenyang.

    Buat vitamin saya rutin mengonsumsi vitamin b complex dan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Sementara kalau Vitamin D saya usahakan dapat dengan berjemur setiap pagi di depan rumah. Sebenarnya sih kalau sudah makan-makanan yang sehat kita nggak seberapa membutuhkan vitamin tambahan, cuma karena saya juga makanannya belum sehat-sehat banget jadi mau nggak mau saya pun tetap harus rutin mengonsumsi vitamin. 

    Kalau mau dicombo makan bersih dan minum vitamin secara rutin malah lebih bagus lagi ya. Jadi dapet banget untuk gizi dan nutrisinya. Baca juga soal nutrisi dan gizi seimbang sebagai kunci imunitas disini ya!

    tips sehat freelancer

    4. Mengurangi Kafein dan Minuman Beralkohol

    Yang keempat ini bener-bener PR banget buat saya. Sebelumnya, saya doyan banget minum kopi, bahkan sehari bisa sampai 3-4 gelas (ukuran tall starbucks, bayangkan). Hasilnya sih emang saya jadi kuat banget melek hehehe.

    Tapi sayangnya waktu usia saya lewat dari seperempat abad kerasalah kalau saya sering berdebar-debar (padahal nggak lagi fangirling lho!) dan juga sering gemetar berlebihan. Puncaknya saya kena GERD lol. Akhirnya saya mengurangi banget minum kopi. Hampir nggak pernah lagi bahkan. Kalau terpaksa ngopi di cafe pun saya memilih minuman yang tidak espresso-based kecuali kepepet hehehe.

    FYI minuman berkafein itu nggak cuma kopi ya, teh juga memiliki kandungan kafein meskipun nggak sekuat kopi. Well, nggak apa-apa kok minum-minuman yang berkafein atau beralkohol, tapi harus dijaga jangan sampai berlebihan. 

    Khusus minuman beralkohol saya juga nggak menyarankan untuk dikonsumsi terlalu banyak. Kalau bisa mah ngga usah, tapi berhubung saya juga masih doyan kombucha dan cider yang notabene (ternyata) ada kandungan alkoholnya jadi ya teteup saya mengusahakan in moderation. 

    Udah mau kepala tiga ternyata saya udah nggak bisa every hour is cocktail hour lagi lol.

    Selain itu, kalau minum sesuatu yang berkafein dan beralkohol, usahakan untuk banyak minum air putih untuk menjaga level hidrasi tubuh. Ini penting ya, karena kafein dan alkohol cenderung bikin tubuh kita jadi 'kering'. Saya sih merasa kalau habis minum alkohol dan kafein bawaannya beser terus, jadi untuk menghindari hal tersebut saya minum air yang banyak. 


    Ini tips menjaga kesehatan ala saya, kalau kalian mau baca soal surviving life as a freelancer, bisa baca di link barusan ya. Nah kalau kalian sendiri gimana tips menjaga kesehatannya? Coba share di kolom komentar ya. 
    . Senin, 30 Agustus 2021 .

    Tes PCR Murah Jogja di Lab PCR Jogja Hi-Lab


    Selama pandemi ini saya kesulitan untuk berhemat. Ini semua karena pekerjaan saya sebenarnya adalah pekerjaan yang mengharuskan saya untuk mobile dan bertemu banyak orang. Hal ini menjadi masalah karena saya harus terus-menerus melakukan tes, baik Rapid Test, Swab Antigen maupun PCR test. 

    Sebelumnya saya pernah membahas sedikit mengenai tes untuk diagnosis COVID-19, coba dibaca-baca dulu kalau ragu mau swab apa enggak ya. Tapi sekarang ini mah kayanya swab dan PCR sudah lumrah dilakukan dan udah masuk kedalam kebutuhan sehari-hari juga. Tinggal nunggu aja kebutuhan pokok dalam kurikulum SD nambah jadi sandang, pangan, papan dan dicolok hidungnya tiap bulan. 

    Ya nggak masalah sih sebenarnya, karena mengeluarkan uang untuk kesehatan itu penting banget bagi saya. Yang penting kondisi saya nggak membawa penyakit jadi saya juga minim resiko menularkan penyakit ke orang lain. Jadi test-test itu penting banget menurut saya karena berperan penting dalam mencegah kita menularkan penyakit kepada orang lain. 

    Eh tapi tau nggak sih kalau sekarang sudah ada layanan PCR murah di Jogja? Serius ini saya nggak bohong. Simak artikel ini baik-baik ya untuk bahasan lebih lanjut!

    Daftar Layanan Tes PCR Jogja

    Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya adalah dimana bisa dapet tes PCR murah jogja? karena memang tes PCR ini lumayan pricy. 

    Kalau dari yang saya ketahui sejauh ini ada beberapa tempat yang menyediakan layanan PCR di Jogja. Beberapa diantaranya yang bisa kalian coba adalah:

    1. Hi-Lab Diagnostic Center (bisa same-day)
    2. RS JIH 
    3. Laboratorium Klinik Cito
    4. RS Siloam
    5. RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
    6. RS DKT Dr Soetarto
    7. RSIY PDHI
    8. RSUD Sleman
    9. RS Panti Rapih
    10. RS Bethesda
    11. Intibios Lab

    Tes PCR di Hi-Lab Jogja

    Salah satu layanan tes PCR Jogja yang akan saya ulas kali ini adalah dari Hi-Lab Diagnostic Center. 

    Hi Lab ini adalah salah satu laboratorium kesehatan yang sudah lama ada di Jogja. Dulu saya juga pernah mengulas sedikit soal Hi-Lab saat peluncuran aplikasi Medi-Call di Yogyakarta. Sebagai laboratorium yang memang sudah terpercaya banget menangani beraneka diagnostik, Hi-Lab sekarang punya layanan vaksinasi COVID dan tes PCR. 

    Setiap hasil swab test di Hi-Lab ini terkoneksi dengan aplikasi peduli lindungi, jadi pada hasil swab akan terlampir QR Code yang bisa di-scan oleh petugas di Bandara. 

    Selain itu, Hi-Lab ini termasuk lab yang menurut saya premium sehingga kenyamanan kita bener-bener terjaga. Kita juga bisa daftar dan milih jadwal swab terlebih dahulu sebelum datang ke Hi-Lab, jadi bisa meminimalisir ngantri juga. 

    PCR Murah Jogja


    Harga Baru Tes PCR Jogja di Hi-Lab Diagnostic Center 

    Dulu, harga tes PCR adalah sekitar 900 ribu sampai dengan 1.5 juta rupiah. Harga ini lumayan mahal menurut saya, apalagi tes PCR biasanya memakan waktu beberapa hari hingga hasilnya keluar. Tapi sekarang sejak Agustus 2021, harga PCR turun karena desakan presiden. Sekarang harga PCR di pulau Jawa berkisar dari 495.000 dan 525.000 di luar pulau jawa. 

    Nah bertepatan dengan HUT RI ke 76, Hi-Lab Diagnostic Laboratory di Kotabaru, Yogyakarta mengeluarkan harga baru untuk tes swab PCR yang pastinya jadi lebih terjangkau. 

    Biaya swab PCR yang tadinya 900 ribuan kini hanya Rp. 480.000 saja di Hi-Lab Diagnostic Center. Eits, dengan harga baru bukan berarti pelayanannya terus jadi lebih lama ya, saat ini Hi-Lab punya kapsitas tes PCR hingga 1400 orang per harinya. 

    Nggak cuma tes PCR yang turun harga di hi-lab diagnostic center, tes swab antigen juga turun harga menjadi Rp. 120.0000. 

    Berikut daftar harga Tes PCR murah Jogja di Hi-Lab Diagnostic Center:

    • Tes Swab Antigen: Rp. 120.000
    • Tes PCR Regular (Hasil 12 Jam): Rp. 480.000
    • Tes Swab PCR Travelling (Hasil 5 Jam): Rp. 750.000

    Layanan Swab PCR Jogja yang Tersedia di Hi-Lab

    Ada 3 layanan yang tersedia di Hi-Lab yaitu Swab Antigen, Swab Travelling PCR, dan Swab PCR. 

    Untuk layanan swab antigen mulai pukul 06.00 - 21.00 dengan hasil terkirim ke e-mail 1 jam sesudah dilakukan pengambilan swab/sampel.

    Untuk swab traveling PCR terdapat 4 shift dengan hasil 5 jam dan dapat dilakukan secara drive thru.

    Jadwal Swab Travelling PCR:

    1. Jam Sampling/Swab 06.00-08.00, Hasil keluar pukul 13.00
    2. Jam Sampling/swab 08.00-10.00, hasil keluar pukul 15.00
    3. Jam sampling/swab 15.00-17.00, hasil keluar pukul 22.00
    4. Jam sampling/swab 19.00-21.00, hasil keluar pukul 02.00
    Ketentuan ini berlaku jika sampel tidak inconclusive. jika inconclusive maka akan mengalami penundaan 5 jam, sedangkan pengulangan proses hingga keluar hasil tidak akan dipungut biaya.

    Sedangkan untuk swab PCR regular hasilnya akan keluar selama 12 jam dengan 8 shift pengambilan swab yaitu:

    Jadwal Swab PCR Hi-Lab Jogja

    1. Jam swab 06.00 - 07.00, hasil keluar pukul 19.00
    2. Jam swab 07.00 - 08.00 hasil keluar pukul 20.00
    3. jam swab 08.00 - 09.00, hasil keluar pukul 21.00
    4. jam swab 09.00- 10.00, hasil keluar pukul 22.00
    5. jam swab 10.00 - 11.00, hasil keluar pukul 23.00
    6. jam swab 11.00 - 12.00, hasil keluar pukul 00.00
    7. jam swab 12.00 - 13.00, hasil keluar pukul 01.00
    8. jam swab 13.00 - 14.00, hasil keluar pukul 02.00
    Untuk pengambilan sampel swab diatas pukul 14.00 hasil PCR diterima maksimal H+1 pukul 12.00 WIB.

    Cara Tes PCR di Hi-Lab Diagnostic Center

    Proses pendaftaran tes PCR di Hi-Lab Jogja ini mudah banget. Pertama-tama kalian tinggal mengakses website Covid Center Hi-Lab dan login dengan akun google kalian. 



    Lalu scroll dan pilih pendaftaran swab antigen/PCR. Nanti kalian akan mendapatkan informasi layanan terkait swab antigen, travelling PCR dan Swab PCR. 

    Setelah itu, pilih layanan yang anda inginkan dan pilih jadwal sesuai kebutuhan. 

    Isi data sesuai KTP, untuk anak bisa melihat NIK di KK ya. Pastikan juga nomor telepon/HP dapat dihubungi melalui telepon atau WA. Data pemeriksaan ini terintegrasi dengan data yang ada pada Kementerian Kesehatan dan aplikasi peduli lindungi. 

    Kalau sudah, tinggal datang ke Hi Lab Diagnostic Center di daerah kotabaru dekat kridosono. Nanti lokasi swabnya terletak di ruangan terpisah dengan sirkulasi udara tanpa AC dan juga bisa drive thru. 

    Nanti hasil tes PCR akan dikirimkan kepada kita melalui e-mail dan terintegrasi sama aplikasi peduli lindungi juga. QR codenya juga bisa di-scan oleh petugas di Bandara karena sudah terintegrasi dengan data covid pusat. 

    Bagi yang membutuhkan informasi lanjutan mengenai PCR murah jogja di Hi-Lab Diagnostic Center bisa klik link dibawah ini ya:

    Hi-Lab Diagnostic Center

    Jl. Yos Sudarso No.27, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224
    Telepon:  (0274) 557722


    . Senin, 21 Desember 2020 .



    Hari ini saya mau rendezsvous dulu ngomongin jaman masih muda dulu. Eh sekarang saya juga masih muda deng, hohohoho.

    Sebelumnya saya mau tanya, pembaca duckofyork ini ada yang usianya masih remaja nggak sih? Kalau di analytics sih ada... tapi saya nggak yakin ada beneran. Coba yang merasa masih remaja silahkan unjuk jari di kolom komen ya. Yang ngerasa sudah pernah remaja atau punya anak usia remaja juga nggak apa-apa kalau mau unjuk komen -- kita anaknya nggak age-ist kok.

    Jaman saya remaja dulu (trust me, nggak dulu-dulu banget juga sih) saya sempat punya body issues dan ngoyo untuk diet nggak jelas. Iya gengs iya, saya juga pernah remaja, tolong diingat ya. 

    Jadi kemarin itu saya ikut webinar launching Generasi Sehat Indonesia alias GESID. Webinar ini menjelaskan mengenai pentingnya edukasi gizi dan kesehatan bagi remaja. Ya secara remaja kan adalah generasi penerus bangsa ya... jadi penting banget bagi remaja untuk memiliki pengetahuan mengenai kesehatan. 

    Pengetahuan Kesehatan Bagi Remaja

    Pengetahuan soal kesehatan bukan berarti hanya soal olahraga dan makanan sehat lho! Pengetahuan soal gaya hidup dan kegiatan-kegiatan yang mempengaruhi kesehatan juga penting buat remaja. Misalnya aja soal diet yang baik, pergaulan yang bertanggung jawab, dan lain-lain.

    Hal-hal yang kecil (tapi penting!) seperti isi piringku, mengatasi peer pressure juga menjadi key factor dalam pengetahuan kesehatan bagi remaja. 

    Zaman dulu, pengetahuan seperti ini hanya bisa saya dapatkan melalui pelajaran Bimbingan dan Konseling--hanya saja jujur nih guru saya dulu bukan tipe guru BK yang bisa merangkul murid dan sepertinya sih lebih seneng nyetrap dan nge-judge murid. Jadi yaudah deh, mostly pengetahuan kesehatan reproduksi, nutrisi dan gaya hidup yang sehat saya dapatkan dari Internet. 

    I thank God jaman saya remaja internet masih merupakan safe haven bagi remaja-remaja outcast seperti saya. Tapi sekarang zaman berkembang dan di Internet sekalipun banyak info yang salah dan lingkungan yang toxic. Jadi, anak-anak jaman sekarang hidupnya lebih berat karena mereka bener-bener harus bisa mencari sumber informasi yang benar dan tepat.

    Nah Danone Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor meluncurkan modul Panduan Generasi Sehat Indonesia (GESID) yang dibagikan kepada sekolah-sekolah. Panduan ini lengkap banget dan menjelaskan soal masalah-masalah remaja saat ini mulai dari permasalahan gizi sampai dengan pendidikan karakter. 

    Generasi Sehat Indonesia


    Salah satu tujuan GESID ini adalah memutus mata rantai stunting di Indonesia. Lho kenapa memutus mata rantai stunting malah dimulai dari remaja? 

    Karena remaja adalah calon orangtua gaes. Bahkan terkadang ada orangtua dengan usia yang masih remaja. Apabila remaja tidak tahu bagaimana mempersiapkan kesehatan tubuhnya sendiri, bisa jadi malah mereka nantinya akan melakukan hal-hal yang berbahaya bagi kesehatan mereka kedepannya. 

    Banyak lho remaja yang tidak memiliki bekal pengetahuan reproduksi yang mumpuni. Hal ini bisa menyebabkan tingginya penyebaran Infeksi Menular Seksual di kalangan para remaja dan juga membuat angka kehamilan di usia remaja meningkat. Padahal tubuh di usia remaja belum kuat untuk meng-handle kehamilan lho! kehamilan di usia remaja juga menjadi hal yang sangat beresiko baik bagi Ibu dan Anak. 

    Masalah lain yang timbul juga banyak, misalnya malnutrisi pada remaja yang bisa menyebabkan anemia dan kelahiran bayi yang stunting, dan lain-lain lagi. 

    Malnutrisi Ketika Remaja




    Salah satu pembahasan dalam webinar ini yang cukup menarik bagi saya adalah soal Malnutrisi pada remaja. Jujur saya sama sekali nggak pernah kepikiran bahwa remaja juga bisa mengalami malnutrisi

    Malnutrisi sendiri didefinisikan sebagai kondisi gizi yang tidak tepat dimana asupan zat gizi tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh dan menyebabkan kekurangan atau kelebihan gizi. 

    Jadi malnutrisi bukan cuma kekurangan gizi ya, kelebihan gizi seperti saya juga bisa dianggap sebagai Malnutrisi.

    Waktu saya remaja (sampai sekarang sih sebenernya) saya punya masalah dengan body image. Karena saya termasuk late bloomer, badan saya sewaktu remaja lebih mirip laki-laki ketimbang perempuan. Diimbangi dengan main drum dan gitar, akhirnya lengan saya juga jadi lebih berotot seperti laki-laki.

    Jujur ini bikin nggak pede banget karena pada saat itu belum ada istilah body shaming jadi denger panggilan "tepos" gitu udah biasa banget. Pada saat saya remaja juga entah kenapa tubuh kurus itu lebih desired, jadi saya berusaha banget untuk menurunkan berat badan. 

    Sekolah saya sendiri punya dua kali jam olahraga dalam seminggu. Satu kali untuk pelajaran olahraga sekitar 1,5 jam sedangkan satu kali lagi untuk lari pagi setiap hari jum'at sekitar lima kilometer. Harusnya dikombinasikan dengan pola makan sehat, badan saya harusnya sudah cukup ideal--but i want more, jadi saya mulai skip makan dan melakukan diet ekstrim

    Saya nggak tahu pada saat itu saya punya masalah body image. 

    Body Image Pada Remaja

    Body image adalah persepsi diri terhadap bentuk tubuh dan ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Dulu rasanya mendengarkan orangtua itu 'nggak asyik' dan akhirnya saya pun juga lebih banyak mendengarkan pendapat teman sebaya saya. 

    Obsesi untuk mencapai body image yang ideal ini kalau dibiarkan bisa saja berkembang menjadi gangguan pola makan (eating disorder) seperti Bulimia dan Anoreksia--bahkan bisa berujung pada body dysmorphic disorder. 

    Kedua gangguan pola makan ini kalau dibiarkan bisa membuat remaja kekurangan Nutrisi sehingga membuat para remaja kekurangan gizi dan beresiko menimbulkan penyakit yang dalam jangka panjang mempengaruhi kesehatan misalnya saja Anemia pada remaja perempuan.

    Anemia Pada Remaja Perempuan




    Anemia dikenal oleh orang-orang awam sebagai kurang darah. Sebenernya bukan literally kurang darah sih, tapi anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) didalam darah kurang dari normal. Padahal hemoglobin adalah komponen dalam sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan mengantarkannya ke seluruh tubuh kita.

    Nah apa dampaknya jika kadar hemoglobin kita dibawah normal? Kita jadi kurang konsentrasi dan badan terasa kurang bugar. Ini beda ya dengan tekanan darah rendah! Kalau tekanan darah rendah itu kurangnya kemampuan otot jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. 

    Apa Penyebab Anemia?

    Sebagian besar anemia di Indonesia disebabkan oleh kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi ini bisa terjadi karena kandungan zat besi dari makanan yang dikonsumsi tidak mencapai kebutuhan, padahal di masa pertumbuhan dan remaja kebutuhan zat besi dalam tubuh meningkat.

    Anemia juga bisa timbul jika kita kehilangan darah atau terjadi perdarahan. Ini bukan hanya terjadi saat remaja putri mulai menstruasi lho ya, tapi bisa juga karena penyakit lain seperti Malaria dan Kecacingan. 

    Lho Terus Apa Hubungannya?

    Saat remaja putri yang menderita anemia, dia juga berisiko menderita anemia nantinya saat hamil karena kebutuhan zat besi meningkat tiga kali lipat untuk membentuk plasenta dan pertumbuhan janin. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Selain itu, resiko kematian ibu dan bayi juga meningkat. Bayi yang dilahirkan juga beresiko stunting dan mengalami gangguan tumbuh kembang. 

    See, ini yang saya bilang soal masalah memutus mata rantai stunting

    Porsi Makanan Yang Tepat

    Sebelumnya saya pernah membahas soal isi piringku. Isi piringku adalah panduan porsi makanan yang tepat. Untuk remaja juga sebenarnya sama. Dalam sehari, remaja membutuhkan porsi makan antara 2200 kkal sampai dengan 2600 kkal tergantung dengan aktivitasnya. 

    Nah seringnya porsi makan yang tepat ini malah tidak terpenuhi karena remajanya... diet.

    Ngga apa-apa diet selama asupan nutrisi terpenuhi, permasalahannya seringkali karena terpengaruh iklan, teman dan pergaulan akhirnya diet yang dilakukan malah diet ekstrim yang tidak sehat. Apalagi sampai mengonsumsi obat-obatan yang sebenarnya berbahaya!

    Makanya selain membutuhkan edukasi seputar gizi dan nutrisi, penting juga untuk punya pendidikan karakter yang tepat supaya ((kita)) nggak gampang terpengaruh sama teman--karena jujur aja nggak semua omongan teman itu perlu didenger. 

    Apalagi soal body image remaja. Nggak perlu lah dengerin temen, cukup hitung BMI sendiri dengan BMI Calculator untuk tahu apakah badan kita ideal atau tidak. 



    Dari sini bisa kita lihat kan kalau penting banget untuk menjaga agar remaja punya pengetahuan mengenai kesehatan yang baik dan tepat? 

    Dengan banyaknya misinformasi mengenai diet dan kesehatan di luar sana, jangan sampai para generasi penerus bangsa ini malah mendapatkan info yang salah dan berdampak dengan kesehatan mereka kedepannya. Meski belum banyak edukasi body image remaja, tapi alangkah baiknya kalau kita mengikuti jejak GESID ini dan mulai menyebarkan informasi penting mengenai body image  yang sesungguhnya bagi para generasi penerus bangsa ini. 

    Yuk mulai sekarang kita ingatkan orang-orang disekeliling kita--terutama yang masih remaja--untuk memulai gaya hidup sehat dari sekarang!
    . Senin, 05 Oktober 2020 .

    Webinar Bicara Gizi: Gizi Seimbang Danone


    Jujur kadang kepikiran selama pandemi dan new normal ini apakah makanan yang saya dan keluarga konsumsi sudah cukup bergizi untuk menopang kesehatan kami, padahal gizi seimbang merupakan salah satu kunci imun yang baik lho! 
    . Senin, 29 Juni 2020 .



    Spoiler alert, blog post soal Alergi kali ini sebenernya udah ada bocorannya di akun twitter dan IG saya, cuma karena saya anaknya blogger banget rasanya kalo belom nulis blog belom mantap, begidu. #bloggerberdedikasi #PadahalUploadSekaliSemingguBelomTentu
    . Rabu, 27 Mei 2020 .

    menghadapi anxiety di saat pandemi


    Hi gaes, apa kabar? Ngobrol dikit yuk. Ngobrol Corona lagi, kali ini agak semi-semi curhat ya. 

    Gak bisa dipungkiri kalau dunia kita sedang terombang-ambing di dalam ketidakpastian yang lebih nggak pasti daripada janji janji manis dari mantan beberapa minggu belakangan ini. 

    Kita gak bisa ke sekolah atau ke kantor, gak bisa bertemu dengan teman, gak bisa nongkrong di kafe favorit, perekonomian pun sedang sangat lesu, dan yang paling parah adalah kita gak tahu kapan masa ini akan berakhir. 

    Kita juga gak tahu apakah setelah masa ini berakhir, dunia akan sama atau akan ada a new normal (keadaan normal yang baru) yang berbeda 180 derajat dari dunia kita yang dulu. Sesedih itu ya gengs :((

    Perubahan pun bisa menjadi hal yang sangat menakutkan dan mengkhawatirkan. Semua orang pasti khawatir, saya yakin kamu khawatir, saya juga khawatir kok. 

    jangan salah yaaaa rasa cemas dan rasa takut merupakan hal yang wajar kita rasakan ketika menghadapi ketidakpastian. Namanya juga manusia gengs :((

    Tapi jika terlalu lama dibiarkan bersarang ((bersarang ceunah)) di dalam hati, rasa cemas berlebihan (disebut juga anxiety) bisa lho berubah menjadi paranoia. Biar gak begitu, yuk kita bahas gimana sih cara menghilangkan rasa cemas berlebihan di masa pandemi ini.

    Apa yang menyebabkan kita anxious?

    Banyak sekali hal yang bisa menyebabkan seseorang untuk merasa anxious. Namun semua kecemasan yang terjadi di tengah pandemi sepertinya berakar pada satu titik, yaitu perubahan drastis di dalam masyarakat yang terjadi dengan terlalu cepat. 

    Karena perubahan drastis ini, kita terpaksa harus menjalani rutinitas baru yang menimbulkan stress dan rasa cemas. Namun, sebelum kita mengatasi rasa cemas, kita harus bisa mengidentifikasi dulu nih apa saja yang membuat kamu merasa cemas.

    Coba deh tanya ke dirimu sendirit:

    Apakah saya cemas karena pendapatan berkurang atau dipotong sepenuhnya? 
    Apa saya takut perusahaan / bisnis saya bangkrut?
    Apakah saya cemas karena masalah kesehatan yang terjadi? 
    Apa saya anxious karena takut terkena COVID-19?
    Apakah saya cemas karena gak bisa ketemu orang lain? 
    Apakah saya cemas karena terpaksa melakukan sesuatu yang membuat stress? 
     
    Contohnya nih teman saya gak suka dan gak jago masak, sehingga dia anxious dan merasa tertekan karena harus memasak setiap harinya. 

    Mulailah dengan menenangkan pikiran sejenak dan pikirkan baik-baik apa yang membuat kamu merasa tidak nyaman atau khawatir dengan perubahan semenjak #dirumahaja.

    TARIK NAFAS, KELUARKAN. SEKALI LAGI YA IBU-IBU, TARIK NAFAAAAASSSS KELUARKAN!

    Menerima, Bukan Melawan

    Setelah kamu tahu nih apa sumber kecemasanmu, pastikan kamu menerimanya dan jangan dilawan. Ingat, rasa cemas itu wajar dan sangat manusiawi. Hal pertama untuk bisa melewati kecemasan itu adalah dengan mengakui bahwa “Ohhh, saya memang merasa cemas karena a b c, dan cemas itu tidak apa. Cemas itu wajar.”

    jon kabbat zinn quotes

    Kalau misalnya dipendem aja, yang ada kamu akan merasa restless dan uring uringan. Cinta yang terpendam aja bisa galau berhari-hari, apalagi kalau yang kamu pendem anxiety? Lebih bahaya!

    Dan yang terpenting, jika kamu bisa menerima dan mengakui kecemasan kamu sepenuhnya, maka kamu pun juga akan lebih mudah menerima kenyataan yang ada. Bahwa di hidup ini memang ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menjadi lebih baik, tapi ada beberapa hal yang kamu harus terima saja dengan lapang dada.

    Ingat, dengan menerima kondisimu dan kecemasanmu, kamu bisa lebih cepat mendapatkan pertolongan untuk kondisimu. Jika kondisi kecemasan sudah berlebihan hingga membuatmu tidak dapat beraktivitas, segara hubungi bantuan profesional ya!

    Which brings us to the next step.

    Lakukan apa yang kamu bisa

    Kamu tidak bisa membuat pandemi ini tiba-tiba berhenti. Ingat kita bukan Thanos, sekali lagi, kita bukan Thanos. Mau tidak mau kamu harus di rumah aja. Mungkin saja sumber kecemasan kamu merupakan situasi atau kondisi yang memang di luar kendali kamu, tapi ada beberapa hal yang kamu bisa lakukan untuk mengurangi dan melewati anxiety kamu ini. 

    Yang terutama kamu harus jaga kesehatan. Ini berarti cukup berolahraga, makan makanan yang sehat, dan minum yang cukup. Walaupun lagi puasa, pastikan kamu tetap minum air yang cukup dan makan makanan yang bergizi. Mengkonsumsi vitamin dan buah-buahan setelah buka puasa pun bisa membantu menjaga kesehatan. 

    Setelah raga kamu sudah sehat, pastikan pikiranmu tenang. Gimana caranya? Kamu bisa dengan mengurangi menonton berita yang ngomongin soal COVID-19 melulu. Informasi itu penting, tapi jangan lupa kalau otak kita pun bisa kewalahan menerima informasi. Yang ada bisa menyebabkan anxiety sendiri. 

    Coba alihkan energi kamu ke kegiatan yang membuatmu senang dan merasa recharge. Entah itu main PUBG, menggambar, atau menelpon orang tua, luangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang menenangkan buat kamu. 

    Selain itu, latih dirimu untuk berpikir positif. Tapi bedakan ya dengan menyangkal keadaan. Kamu harus bisa menerima keadaan yang ada, namun tetap mengambil hikmah dibalik situasi yang buruk. Oke tau susah, tapi pasti bisa. 

    Misalnya kamu gak betah di rumah aja, kamu harus bisa mengakui bahwa di rumah aja membuat kamu tidak bisa bertemu teman, tetapi kamu menjadi punya waktu lebih untuk keluarga atau hobi kamu. Akhirnya setelah semua ini berakhir pun, kamu juga akan lebih bersyukur atas waktu bersama anggota keluarga atau hobi yang kamu tekuni. 

    Ingat, kita anaknya positive vibes only. 

    menghadapi anxiety saat corona


    Yang terakhir tapi paling penting, pastikan kamu sudah mempersiapkan apa yang kamu bisa di masa kini untuk mengatasi masalah-masalah yang mungkin ada di masa depan. Kamu bisa melakukan ini dengan mengikuti program #SuperTogether by Super You, dimana Super You memberikan asuransi gratis bagi siapapun yang membutuhkan. Program ini meng-cover perlindungan untuk risiko terdiagnosa positif COVID-19 (senilai Rp3.000.000) dan kecelakaan pribadi (senilai Rp5.000.000) selama 30 hari. 






    Gimana sih cara daftarnya? Gampang banget!

    Kamu hanya perlu klik link ini, isi data diri kamu, terus submit deh! Nanti kamu tinggal duduk manis, tim Super You akan kirim e-sertifikat yang menyatakan kamu sudah terlindungi oleh program #SuperTogether. 

    Kalau misalnya masih penasaran atau bingung, kamu bisa cek informasinya di sini. Jangan lupa lho, program sosial ini gak bisa berdiri sendiri. Pastikan kamu #ShareBiarSuper, jadilah berkah Ramadhan bagi orang-orang di sekitar kamu! Biar kita semua bisa #SuperTogether!

    . Rabu, 29 April 2020 .



    Di bulan kedua merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia, sudah mulai bermunculan pihak-pihak yang menawarkan test deteksi coronavirus dimana-mana. Pertanyaannya, apakah test-test ini efektif dan sebenarnya bagaimana sih cara mendeteksi Coronavirus itu?
    . Sabtu, 14 Maret 2020 .

    coronavirus indonesia


    Ah Coronavirus, sumber onar di awal tahun 2020 yang sukses bikin saya mati kutu dan terancam bokek total sampai waktu yang belum ditentukan. Dua minggu lalu Indonesia masih bebas coronavirus, sekarang sudah tidak ya?

    Iya, sudah ada orang indonesia yang terdeteksi positif Coronavirus. Sudah ada pula yang meninggal karena Virus yang satu ini. May the patient rest in peace, amen.

    Seperti yang sebelumnya sudah saya sampaikan di instagram story (makanya follow dong! liat doang follow kaga) dan di twitter, sebenarnya kita nggak perlu panik menghadapi Coronavirus. Jangan lengah, tapi juga jangan panik gitu. Enggak, kalian nggak perlu borong ratusan hand sanitizer atau nyetok 500 box masker.

    Oh ya, enggak perlu nyetok empon-empon sama bawang bombay juga. Ingat, kalian bukan VOC.

    Tapi ya, tak kenal maka tak sayang. Kebanyakan orang yang panik ini belum tahu apa itu Coronavirus makanya auto-survival mode kaya nonton film zombie. Engga, ini belom zombie apocalypse.

    Kenalan Dulu Yuk Sama Human Coronavirus/COVID-19

    Apa itu Coronavirus? Coronavirus adalah sebuah virus berstruktur Single Stranded RNA. Apa itu Single Stranded RNA? Jadi si virus S-RNA ini lebih mudah bermutasi karena strukturnya yang nggak stabil dibanding sama saudaranya yang strukturnya double helix seperti DNA. Jadilah dia virus yang sifatnya gampang berubah tergantung lingkungannya.

    Kenapa dia diberi nama Coronavirus? Karena bentuknya bulat terus disekelilingnya ada spike dari lipid alias lemak yang bentuknya kaya crown. Jadilah disebut Coronavirus. Bukan, ini bukan virus yang kerjaannya nongkrong di beer garden tiap weekend sambil request lagu izinkan aku.

    Sebenarnya karena saya 'dipekerjakan' di klinik hewan, nama Coronavirus ini sudah nggak asing lagi. Ya, Coronavirus sebenarnya adalah virus yang umum berada pada hewan dan biasanya sangat lemah. Kalau kalian punya anjing atau kucing pasti familiar dengan penyakit FIP pada kucing atau Parvo Like Enteritis di anjing. Nah, penyebab kedua penyakit ini adalah Coronavirus.

    Nah Coronavirus ini adalah penyakit zoonosis yang artinya bisa menular dari hewan ke manusia dan manusia ke hewan. Di manusia, sebelumnya sudah ada nih penyakit-penyakit menular yang disebakan oleh Coronavirus yaitu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

    Apakah Coronavirus di hewan sama dengan Coronavirus di manusia? Jawabannya adalah tidak. Coronavirus punya empat strain, yang menyerang manusia atau human coronavirus merupakan Coronavirus strain beta. Ini adalah mutasi Coronavirus dimana si virus menjadi lebih cepat menyebar dan gampang ditularkan oleh manusia.

    Darimana Asal COVID-19?

    Meski belum ada literatur yang secara pasti menyatakan asal si COVID-19 ini, tapi dugaan para ahli menganggap bahwa COVID-19 berasal dari Wuhan Wet Market dimana terdapat kios-kios yang memperdagangkan hewan liar untuk dikonsumsi. Salah satu hewan liar yang dikonsumsi itu adalah Kelelawar.

    Kelelawar adalah salah satu hewan yang paling banyak membawa penyakit alias reservoir penyakit. Karena dia mamalia jadi penyakit yang dibawa kelelawar dapat menular dengan mudah ke manusia dan mamalia lainnya. Penyakit ini bukan cuma virus, tapi juga bakteri dan parasit lainnya. 

    Kenapa penyakit di kelelawar bisa menular kemana-mana tapi kelelawarnya nggak ikutan sakit? Karena si kelelawar bisa mengontrol suhu tubuhnya sehingga si penyakit bisa dorman alias bobo cantik didalam tubuh kelelawar. Contoh penyakit-penyakit yang dibawa kelelawar antara lain: nipah virus, rabies, coronavirus, histoplasmosis, salmonellosis, yersiniosis dan lain-lain. Penyakit ini bisa menyebar melalui gigitan kelelawar, makanan sisa kelelawar, konsumsi daging kelelawar, kotoran kelelawar dan lain-lain. 

    Jadi kalo kalian digigit kelelawar, kalian nggak bakal jadi batman. Segera pergi ke faskes terdekat. ASAP. 

    Dugaan kelelawar sebagai penyebar COVID-19 ini muncul karena sodaranya COVID alias SARS dan MERS juga ditularkan oleh kelelawar. SARS menular karena babi yang dikonsumsi manusia tergigit oleh kelelawar yang membawa coronavirus sedangkan MERS menular dimulai dari kelelawar buah yang memakan buah--nah sisa si buah itu jatuh dari pohon dan dimakan oleh unta. Si unta kemudian dikonsumsi oleh manusia. 

    Nah hipotesanya, si COVID menular di Wuhan karena di Wuhan Wet Market, si kelelewi ini dikonsumsi langsung oleh manusia. 

    Gila, ngapain orang makan kelelawar? Kaya nggak ada daging yang normal aja!

    Sister, daging kelelawar dipercaya menyembuhkan asma. Saya dan pak suami, pun pernah mengonsumsi kelelawar untuk obat asma tradisional. Apakah berpengaruh? Yes. Will I do it again? after COVID-19 I don't think so. 

    Terus Gimana COVID-19 bisa menyebar di manusia?

    Nah gimana ceritanya si coronavirus alias COVID-19 ini bisa menyebar di manusia dari si kelelawar yang diduga menyebarkan cornavirus? Penyebaran COVID-19 di manusia menular melalui droplets.

    Apa itu droplets? Droplets itu adalah 'kuah' yang terbang dari mulutmu saat kamu bersin dan batuk. Si Droplets ini bisa terbang sejauh 1.8 meter. Jauh ya? 

    Nah gejala si COVID-19 ini sangat mirip dengan flu biasa. Jadi ada demam, kemudian muncul Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Makanya diduga keras inilah kenapa virus ini 'nggak ketahuan' pada awalnya.

    Jadi begitu terinfeksi, selama 2-14 hari kita masuk masa inkubasi. Ya kebayang kan kalo selama 14 hari nggak ada gejala penyakit apa-apa, padahal ada virus yang mudah sekali menular? Kemudian muncul gejala flu seperti demam 38 derajat celcius dan ISPA yang kemudian bereskalasi menjadi kesulitan bernafas yang disebabkan oleh Pneumonia.

    Bagaimana Cara Mencegah Penularan COVID-19?

    Coronavirus sebenarnya adalah virus yang lemah karena selubung pelindungnya terbuat dari lemak (lipid) sehingga mudah hancur di cuaca panas, terkena alkohol, sabun dan juga tidak tahan di udara kotor. 

    COVID-19 sendiri bisa bertahan selama 5 menit sampai dengan 9 hari di permukaan benda mati, akan tetapi ia membutuhkan inang berupa sel hidup untuk bisa bertahan lebih lama. Jadi kalian nggak perlu khawatir jika kalian habis order casing handphone dari China. Enggak, COVID ngga bisa bertahan kalau ngga ada sel hidup yang menjadi inangnya.

    Salah satu cara untuk 'membunuh' COVID-19 adalah dengan menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, tidak sembarangan menyentuh wajah setelah memegang wajah, dan menjaga imun tubuh.

    Jadi supaya tidak mudah tertular, kalian harus menerapkan prinsip hidup bersih dan sehat, rajin cuci tangan dengan sabun cuci tangan beralkohol, menggunakan hand sanitizer jika tidak ada sabun cuci tangan, tidak sering-sering menyentuh wajah dan jangan lupa untuk selalu minum vitamin dan menjaga kesehatan.

    Bagaimana Caranya Saya Tahu Apakah Saya Terinfeksi COVID-19?

    Saat ini sudah ada beberapa rumah sakit yang memiliki fasilitas cek COVID-19. Silahkan hubungi RSUP di daerah kalian untuk mengecek ketersediaan pengecekan COVID-19. Untuk yang berada di Jogja, kalian bisa ke RS Panembahan Senopati Bantul dan RSUP dr. Sardjito. 

    Jika kalian habis berpergian ke tempat yang terdapat wabah COVID-19 dan memiliki gejala berupa:  demam ≦ 38 derajat celcius dan mengalami gejala ISPA seperti Batuk, Bersin dan Kesulitan Bernafas, maka laporlah ke puskesmas ataupun fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya. 

    Jika kalian memiliki gejala pneumonia maka kalian harus melakukan rontgen. Disini kalian akan dirujuk ke RSUP yang memiliki protokol penanganan COVID-19 dan diisolasi. Jadi kalian nggak akan masuk RS lewat IGD atau pintu depan, melainkan langsung ke ruang isolasi dan akan dirontgen menggunakan rontgen portabel untuk menegakkan diagnosis.

    Selama masa pengawasan, kalian akan secara rutin dicek dan diambil sampel untuk memastikan apakah kalian positif COVID-19 atau tidak.

    ( UPDATE: untuk test covid-19 kalian bisa baca detilnya di post ini ya)

    Kalau kamu habis berpergian ke daerah yang terkena wabah COVID-19 maka sebaiknya kamu melakukan self-quarantine terlebih dahulu selama 14 hari. Saya nggak paham kenapa pemerintah nggak menyarankan protokol self-quarantine karena ini adalah cara yang menurut saya paling baik untuk mencegah masuknya lebih banyak orang yang tertular COVID-19.

    Apakah Saya Perlu Menggunakan Masker Untuk Mencegah Penularan COVID-19?

    Kamu diharuskan menggunakan masker jika kamu dalam kondisi rentan terhadap penyakit, sedang mengalami gejala ISPA seperti batuk, bersin ataupun gejala flu untuk mencegah penularan atau jika kamu memiliki penyakit imunosupresan yang membuat sistem imun kamu lemah seperti HIV-AIDS, Tuberculosis, Lupus dan penyakit auto-imun lainnya serta orang-orang yang meminum obat untuk menekan imun seperti survivor transplantasi ginjal.

    Jadi kalian ngga perlu menimbun masker ya, beli secukupnya saja karena masih banyak orang yang membutuhkan masker di luar sana. Malah, kalau salah menggunakan masker, kalian bisa membahayakan diri sendiri. Masker cukup dipakai selama 4 jam sehari lalu harus dibuang dengan benar.

    (update April 2020: saat ini sudah diwajibkan untuk menggunakan masker kain saat beraktivitas, pertahankan PHBS ya, dispose masker sekali pakai dan rajin rajin cuci masker kain yang kalian gunakan selesai beraktifitas)

    Karena sebenarnya COVID-19 ini adalah self-limiting disease alias bisa sembuh sendiri, kalian harus menjaga sistem imun kalian agar tetap prima supaya bisa sembuh.

    Jadi kalau sudah nggak enak badan, sebaiknya istirahat di rumah dan minum banyak vitamin.

    infografis coronavirus indonesia, sifat human coronavirus, gejala dan pencegahan coronavirus


    Bagaimana Kalau Saya Terpapar Orang Yang Menderita COVID-19 atau Baru Pulang Dari Negara yang Terjangkit COVID-19?

    Jika kamu baru pulang dari luar negeri atau kamu berada dalam satu lingkungan bersama dengan orang yang menjadi suspect COVID-19 maka hal yang harus kamu lakukan pertama kali adalah melakukan Self Monitor.

    Self Monitor ini apa? Jadi kamu secara swadaya dan rutin memonitor kondisi tubuhmu, salah satunya dengan mengecek suhu badan setiap pagi dan sore hari.

    Sebaiknya sih, jika ada simtom apapun di badan dicatat melalui diary atau aplikasi kesehatan. Saya nggak tahu persisnya app apa yang cocok tapi selama ini saya mencatat menggunakan P.C My Calendar, aplikasi pencatat periode menstruasi, tapi dia punya fitur notes dan diary untuk mencatat simtom yang lumayan.

    Kalau kalian nggak mau pake aplikasi, catat saja manual di notes hp lengkap dengan gejala dan apa yang kalian rasakan. Kalau males ngetik di HP dicatat manual di buku diary juga engga apa-apa, yang penting ada catatannya.

    Jika kalian demam tinggi disertai dengan batuk/bersin dan gangguan pernafasan lainnya, segera hubungi penyedia layanan kesehatan di sekitar kalian ya! Lalu tunjukkan aja si catatan self monitor yang kalian lakukan untuk mempermudah penegakkan diagnosa serta membantu tenaga kesehatan menentukan layanan kesehatan apa yang cocok untuk anda.

    Berapa Lama Idealnya Melakukan Self Monitor?

    Self monitor idealnya dilakukan selama 14 hari. Mengapa? Karena proses inkubasi COVID-19 di tubuh manusia memakan waktu 14 hari. 

    Dalam tempo waktu 14 hari itu kalian disarankan juga untuk melakukan self-isolation atau mengisolasi diri sendiri di rumah. Tujuannya supaya mencegah penyebaran virus selama masa inkubasi. 

    Sekarang sudah banyak kan kantor dan instansi yang memerintahkan untuk self-isolation dan self quarantine selama 14 hari? Jadi kalian bisa kerja dari rumah.

    Yang Dilakukan Saat Self-Isolation & Self-Quarantine

    Ini adalah hal yang menurut saya kurang disosialisasikan oleh pemerintah, jadi saya menggunakan protokol yang diset oleh CDC Amerika.

    Idealnya saat Self-Quarantine, kalian harus:

    1. Menjaga dan mengurangi kontak dengan dunia luar sebisa mungkin. Jika kalian harus berpergian untuk kebutuhan esensial seperti berbelanja, pergi ke apotik dan sebagainya hindari jam jam yang ramai dan pergilah menggunakan kendaraan pribadi. Jika kalian harus menggunakan kendaraan umum maka selalu gunakan masker.
    2. Secara berkala membersihkan rumah dan baju dengan disinfektan
    3. Selama berada dirumah, usahakan agar jangan berada dalam satu ruangan dengan anggota keluarga lainnya dan hindari berbagi alat makan dengan orang rumah
    4. Cuci tangan dan muka secara berkala dan mejaga kebersihan
    5. Tunda semua evaluasi kesehatan yang non esensial seperti pergi ke dokter mata, membersihkan karang gigi dan lain sebagainya
    6. Untuk memonitor diri sendiri, catat simptom dan periksa temperatur tubuh 2 kali sehari di pagi dan sore hari. Juga catat jika suhu tubuh naik secara tiba-tiba.
    7. Jika gejala memburuk segera hubungi dokter dan penyedia layanan kesehatan terdekat. Jangan lupa beri informasi kalau kalian habis berpergian dari wilayah yang terjangkit COVID 19

    Saya Harus Berpergian, Dimana Saya Bisa Melakukan Check-Up untuk COVID-19 dan Bisakah Saya Mendapat Surat Keterangan Bebas Coronavirus?

    Jika kalian harus berpergian atau baru pulang berpergian dan ingin melakukan test untuk COVID-19, maka kalian bisa melakukannya di Rumah Sakit Pemerintahan di provinsi kalian.

    Nantinya kalian akan menjalani cek darah dan rontgen. Jika tidak ditemukan tanda-tanda pneumonia maka kalian tidak akan di-swab (negatif COVID-19). Kalau ada tanda-tanda pneumonia maka kalian harus diswab untuk mengecek keberadaan COVID-19.

    Kalian juga bisa meminta surat keterangan bebas coronavirus jika sudah melakukan medical check up untuk mengetes COVID-19 ini.

    Sejauh ini, berdasarkan info yang saya kumpulkan dari media sosial, tes COVID-19 ini gratis apabila kamu merupakan suspect COVID-19. Akan tetapi tes rontgen dan tes darahnya tetap membayar apabila atas permintaan pribadi dengan menggunakan biaya pribadi (berdasarkan pantauan saat ini harga tesnya di kisaran 650 ribu). Silahkan konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan dan rujukan BPJS jika kalian adalah pengguna BPJS.



    (Info ini terakhir diupdate tanggal 14/03/2020, jika ada update lebih lanjut nanti akan saya update lagi post ini)
    . Minggu, 10 November 2019 .


    2019 masih ada kasus stunting di Indonesia? Di pulau Jawa? 30 menit dari kota magelang? Saya kok nggak percaya ya?

    Itu yang ada di pikiran saya saat menempuh perjalanan sejauh 60 kilometer dari kota Yogya menuju Desa Tanjunganom, Kepil, Wonosobo. 

    Pikiran saya ternyata salah, di Kepil, masih ada desa yang perlu diintervensi karena angka stunting yang cukup tinggi. Tidak hanya di Kepil, masih banyak daerah di Indonesia yang memiliki jumlah balita stunting yang cukup tinggi. Lho, apa sih stunting itu dan apa dampaknya bagi balita yang terkena stunting?
    . Kamis, 31 Oktober 2019 .


    Senin lalu, saya kembali menyambangi pabrik Sarihusada di Desa Kemudo Klaten *cue pertanyaan: bolak balik mulu mbak? Doyan?*

    Kedatangan saya kali ini sedikit berbeda. Kalau dulu saya diajak melihat CSR PT Sarihusada di Klaten dan Jogja, sekarang saya diajak tour keliling pabrik seluas limabelas hektar ini (sambil ngelus otot di betis yang tiba-tiba timbul tanpa effort berarti)

    Kok tour keliling pabrik mbak? Jadiiii... saya diundang dalam rangka Danone Open Doors, sebuah inisiasi dari Danone yang sedang merayakan hari jadi ke 100 untuk membuka 'pintu' rumah-rumahnya produk-produk Danone kepada masyarakat luasssss... supaya masyarakat tahu, apa aja sih yang sudah dikerjakan Danone selama ini untuk kita semua, begituuuu...

    Nah saya kebagian keliling Pabrik Sarihusada Prambanan, salah satu plant terbesarnya Danone di Asia yang memproduksi specialized nutrition. Nah Pabrik Sarihusada ini bukan sembarang pabrik loh gengs, kayanya di postingan sebelumnya saya udah cerita kalo pabrik sarihusada ini GEDE banget tapi banyak ruang hijaunya, jadi vibesnya sama sekali nggak kaya di pabrik, melainkan lagi di lapangan golf yang gedeeeeeeeee banget gitu.

    Denger-denger sih memang dari 15 hektar itu bangunannya hanya sekitar 4 hektar saja, sisanya dialokasikan untuk ruang hijau terbuka, makanya walaupun jogja lagi panas-panasnya, suasana pabrik tetep ademmmm...

    Balik lagi ke Pabrik Sarihusada, saya dan teman-teman blogger dan influencer diajak ngobrol-ngobrol santai dengan Pak Delta Deritawan, Manufacturing Director Danone Specialized Nutrition di gazebo Sarihusada. Katanya di Pabrik Sarihusada Prambanan ini mereka punya motto 1000 dreams! Waduh apa tuh 1000 Dreams?

    Ternyata 1000 dreams adalah 1 tim solid, 0 accident, 0 defect dan 0 waste! Ternyata selama ini teman-teman di Pabrik Sarihusada di Prambanan ini sudah 8 tahun atau 2947 hari bebas kecelakaan kerja!

    Gokil nggak tuh? Gak gampang loh menjaga safety pabrik segede ini :")



    Ya tapi terbukti memang komitmen Danone dan Sarihusada soal safety ini nggak kaleng-kaleng, karena selama kami berada di lingkungan PT Sarihusada kami harus melewati beberapa tahapan induksi keamanan. Mulai dari masuk pabrik, kami sudah diwanti-wanti untuk menggunakan sepatu tertutup, tidak membawa kacang-kacangan atau barang-barang yang berpotensi alergen, dan lain-lain. Pokoknya banyak banget aturannya :")

    Nah kata Pak Delta, keamanan bukan hanya untuk pekerja PT Sarihusada saja, melainkan semua orang yang masuk di lingkungan pabrik harus terjaga keamanannya juga. Yaampun so sweet aqu terharu.

    Eh tapi ada yang lebih so sweet lagi.

    Jadi kan kami diajak berkeliling ya, first stopnya itu adalah ke Poliklinik. Meski Poliklinik ini sebenarnya diperuntukkan untuk para pegawai, tapi warga sekitar juga boleh berobat ke Poli Sarihusada ini kok, karena mereka buka terus selama 7 hari :")

    Di Poliklinik ini lengkap ada ruang periksa/ruang istirahat pasien, ruang laktasi yang super gede dan nyaman, sampai fasilitas kursi pijat. IYA FASILITAS KURSI PIJAT.

    *kemudian nyesel kenapa dulu nggak ngelamar kerja ke PT Sarihusada aja sih huhu*

    Di sebelah poliklinik ada mini gym untuk para pegawai yang mau berolahraga. Jadi kesehatan dan kebugaran pegawai juga terjamin hehehe. Nggak kebayang sih habis kerja seharian keliling pabrik yang gede banget, terus olahraga bentar dan pijet di poliklinik. Surgawi sekali nampaknyaaaa~

    Kapan duckofyork mau bikin fasilitas begitu untuk pegawainya ya? *kemudian merenung*



    Nah perhatian Sarihusada kepada pegawai nggak terbatas ke kesehatan aja nih, sampai ke nutrisi dan makanan juga diperhatikan. Jadi kantinnya Sari Husada ini adalah kantin minim sampah. Kenapa bisa begitu? Jadi para pegawai dipersilahkan mengambil makan siang sesuai keinginan dan kebutuhan, tapi sekali ngambil harus habis. Catat ya, harus habis, kalo nggak mereka bisa kena pinalti.

    Nah nantinya jika ada makanan yang kurang diminati oleh pegawai atau nggak pada doyan dengan makanannya maka menu tersebut akan dirolling. Jadi menu yang tersedia sekarang adalah menu-menu yang disukai para pegawai Sarihusada.

    Gemes banget mana kantinnya bersih adem berAC bebas asap rokok, pokoknya idaman banget :")



    Saya juga tur line produksinya Sarihusada. Sebagai info, Sarihusada memproduksi specialized nutrition bagi ibu dan si kecil. Tapi selama didalam Line Produksi, kami tidak diperkenankan mengambil gambar, jadi nggak ada gambarnya ya.

    PS untuk berkeliling pun kami harus menggunakan APD berupa vest dan topi yang dilapisi logam gitu. Lengkap deh pokoknya. Bagi teman-teman yang tidak menggunakan kaoskaki atau sepatu tertutup juga disediakan sepatu safety.

    Produksi di Sarihusada ini sudah menggunakan mesin-mesin canggih gengs dan semua terstruktur gitu, dari ditimbang, dicampur, ditimbang lagi, diproses, ditimbang lagi terus dipacking dan...ditimbang lagi... semua menggunakan mesin gitu!

    Saya sampai terwow-wow mendengar penjelasan tim Sarihusada seputar proses produksi specialized nutrition ini, ternyata memang mereka harus sehati-hati itu karena produksi mereka nantinya akan dikonsumsi oleh Ibu dan Anak, jadi nggak boleh sembarangan tercemar alergen, bakteri bahkan untuk kemasan harus diperiksa baik baik agar tidak ada kebocoran.

    Nah satu nih yang baru buat saya, kami diajak ke Central Lab nya Sarihusada. Ini laboratorium yang bertugas menguji bahan-bahan dan hasil produk-produk Sarihusada. Labnya gede dan ademmmm banget, rasanya mengingatkan kepada cita-cita saya yang zaman SD dulu pengen jadi scientist tapi kenapa kok bisa nyasar masuk IPS.

    (Ya karena ada yang males belajar kimia gi, gitu kok pake nanya)

    Untuk masuk ke laboratoriumnya Sari Husada ini, kami harus menggunakan APD tambahan lagi yaitu disposable lab coat dan shoe cover. Asli saya berasa masuk film CSI gitu pake lab coat dan shoe cover segala huhuhu seneng banget terharu.



    *mohon abaikan kenorakan ini ya pemirsa, beginilah contoh orang yang jarang-jarang masuk pabrik seumur hidup*

    Nah yang menarik, ternyata ada tes untuk pengujian rasa susu yang dihasilkan oleh Sarihusada loh, namanya sensory test.

    Bukan ya ibu-ibu, ini beda sama sensory play anak-anak yang lagi rame di instagram itu, fokus dulu atuh.

    Jadi sensory test adalah blind test rasa dari produk-produk susu Sarihusada. Pengujinya nggak sembarangan, mereka harus terlebih dahulu diseleksi oleh tim Sarihusada. Syaratnya susah: harus bisa membedakan 5 rasa: asin, tawar, pahit, manis dan asam.

    Hah begitu aja kok susah!?

    Rupanya banyak loh bunda yang nggak bisa membedakan antara rasa tawar dan pahit. Itu udah bawaan asli orangnya, nah penguji sensory nggak boleh tuh kaya begitu. Harus bisa bedain semua rasa bahkan dengan konsentrasi rendah sekalipun.

    Apakah agi mau daftar jadi penguji sensory?? PENGEN SIH, tapi saya cuma punya dua jenis rasa di lidah: ENAK sama ENAK BANGET #yabhaikkk


    All in all, meski sudah pernah keliling Sarihusada sebelumnya tapi setiap keliling pabrik Sarihusada saya selalu merasa kalo Sarihusada dan Danone beneran care dengan lingkungan di sekitarnya, bukan hanya dari segi CSR ya, tapi juga dari safety dan hasil produksi yang diberikan tentunya adalah hasil produksi terbaik.

    Sekali lagi, happy anniversary yang ke 100 Danone! Semoga Danone dan Sarihusada bisa terus berkiprah menyehatkan masyarakat Indonesia dan lingkungan di Indonesia dan juga semoga saya bisa menang Danone Blogger Academy batch 3 dan juga jangan kapok-kapok membuka pintunya untuk kami semua :D

    See you later!