• about me
  • menu
  • categories
  • Agi Tiara Pranoto

    Agi Tiara Pranoto

    Seorang Blogger Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. Selain menulis, dia juga sangat hobi bermain game FPS. Cita-citanya adalah mendapatkan passive income sehingga tidak perlu bekerja di kantor, apa daya selama cita-cita itu belum tercapai, dia harus menikmati hari-harinya sebagai mediator kesehatan.



    Jujur, saya paling males beres-beres dompet. Kalau kata pak suami, dompet saya itu kayak segitiga bermuda--apa aja yang masuk pasti ilang--kecuali angpao sisa imlek yang entah kenapa makin numpuk karena saya jadikan jimat. Sampai hari ini, saya merasa kalau saya punya hutang budi pada guru akutansi saya jaman SMP (Hai Bu Kris!) dan SMA (Hai Pak Dendy!) karena tanpa mereka, mungkin sekarang saya akan jadi orang ter-gak-tau-duit-gue-lari-kemana. Yes, I log all of my expenses, company accountant style!

    Mungkin, karena saya malas kalo liat dompet saya penuh berisi tumpukan uang receh (ya, uang receh karena langka sekali saya bawa pecahan 100 ribuan semenjak tinggal di Jogja), makanya saya lebih memilih membawa debit card, prepaid card atau credit card kemana-mana. Alasannya simpel, saya tau uangnya lari kemana!

    Lho, iya kan? kalau pake uang elektronik, kita tinggal cek saja rekening kita dengan berbagai aplikasi yang tersedia--ngeceknya bisa lewat handphone pula. Kan praktis? Coba kalau pake uang kertas, masa makan angkringan minta nota? yekeles!

    Lebih lanjutnya lagi, sebagai orang yang selalu berusaha untuk stay organized--walaupun lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya--saya itu selalu lupa habis ngeluarin berapa, dimana, dan buat apa. Hal ini diperparah dengan belanja-belanja yang ada nilai nominal desimalnya. Seriously, siapa sih yang punya pecahan 28.214 rupiah untuk beli deodoran? siapaaaa???? *gedor pintu kaca minimarket yang buka 24 jam*

    Hal ini berubah setelah saya tinggal di Jogja, dimana uang cash adalah primadona--lebih tepatnya uang cash dengan nominal dibawah 50 ribu rupiah, karena makanan disini murah-murah syekaliiii (meskipun sekarang udah agak mahal--terimakasih inflasi *mendelik-delikkan mata dengan sinis dan sarkastis ala neneknya tapasya*) Semenjak di Jogja saya sudah ganti dompet 10 kali! 10 kali saudara-saudaraaaaa!!!! Padahal di Jakarta saya paling males gonta ganti dompet.

    ganti-ganti dompet ini ternyata ada korelasinya dengan si isi dompet yang kemana-mana. Saya cenderung memasukkan semuanya ke dompet, dari uang, nota, receh, foto, kartu member ini itu. Duh dompet, maafkan aku yang hoarding impulsif bin abusive ini *sambil nangis dipojokan*

    oleh karena itu, saya menemukan sebuah cara untuk mengontrol si isi dompet. Jadi, selain membuat si dompet lebih rapi, pengeluaran kita jadi lebih terkontrol juga. Penasaran? Cus yuk disimak!

    . Kamis, 27 Oktober 2016 .

    popular posts

    IBX5B00F39DDBE69
    . Minggu, 23 Oktober 2016 .



    Siapa disini yang suka makan teloooooor????? *sambil melambai-lambaikan tangan heboh* Kali ini saya mau agak-agak ide buat nge-review kitchen gadget yang saya beli dari Daiso Indonesia. Disclaimer dulu yaaa, saya gak dibayar untuk nge-review egg timer ini, dan saya beli egg timer nya pake uang sendiri (dan juga harganya mursida, hanya 25 ribu saja buibuuu). Saya belinya di Daiso Kota Kasablanka waktu lagi pulang ke Jakarta sambil memendam rasa doa supaya Daiso segera buka di Jogjakarta. Penasaran?

    . Kamis, 20 Oktober 2016 .


    Ngomongin skincare yuk! Udah lama saya nggak bahas skin care dan beauty di blog ini--karena bawaannya ngomongin ekonomi keluarga melulu. Maklum, saya pendukung kebijakan ekonomi mikronya jokowi--njuk, apa hubungannya deh. oke skip.

    Tanggal 14 Oktober kemarin, saya diundang oleh PT AVO untuk hadir ke Anniversary Party-nya Avoskin di Hotel Grand Aston Yogyakarta. Nah, bagi kamu kamu yang suka ngestalk selebgram seperti sayah liat-liat instagram, pastinya tahu kalo Avoskin adalah salah satu brand skincare yang lagi ngehits di instagram. Kok ngehits? well, it's simple, in beauty community there's a lot of rave for this brand. Banyak banget yang ngerasa cucok pake avoskin--termasuk saya, hihihi. Apalagi, ternyata Avoskin dan PT AVO ini berasal dari Yogyakarta lho! Well, i always am an advocate for using local products! Jadi, kaya apa sih Avoskin dan acara ulangtahunnya?


    . Rabu, 19 Oktober 2016 .


    Baru kemarin saya mengantarkan teman saya ke bengkel Honda karena spionnya patah. Teman saya ini memang baru beberapa bulan belajar menyetir, dan biasanya sih ngga pernah ada yang terjadi. Apesnya, kemarin itu antara dia sedang tidak fokus atau emang ada gangguan gaib karena tempatnya emang angker waktu dia mau parkir, spionnya kena tiang dan patah aja gitu *insert_deep_sigh*

    Saya masih ingat dia menelfon dengan panik, "Cik! Spionku Patah!!!" 

    Dan saya yang sedang enak-enak ngerjain tugas mata kuliah kontrak kemudian meluncur ke TKP dalam hitungan menit. Pertanyaan pertama saya standar banget, "di asuransi gak?"


    . Senin, 17 Oktober 2016 .



    "mbak, kamu bangun jam berapa tiap pagi?" -- quotes by, literally, semua orang yang liat foto-foto bento buatan saya untuk pak suami di Path. 

    Saya bangun pagi-pagi buta. Biasanya sekitar jam 3 atau jam 4--terus saya akan mengalokasikan kurang lebih 45 menit untuk goler-goler baca gosip di instagram atau di detikforum baru memulai kegiatan masak-masak. Kontraproduktif, i know. 

    Tapi, ada alasannya kenapa saya selalu bangun pagi-pagi buta. Bapak saya selalu mengajarkan kalau the earliest bird always get the best worm. Burung yang bangun paling pagi buta akan dapat cacing yang paling gede--soalnya saingannya masih belom pada bangun. Ini berlaku karena bapak dulu punya usaha yang mengharuskan beliau bangun dan buka lapak lebih pagi dari saingannya yang lain.

    Sekarang, setelah saya mencoba untuk punya usaha sendiri, ternyata memang bangun pagi itu rewarding. Ada banyak hal yang bisa saya lakukan pagi-pagi buta yang itu ternyata bisa nge-boost mood saya seharian. Kenapa penting untuk nge-boost mood sendiri? Because I'm my own boss and nobody will told me if I messed up! Jadi penting bagi saya untuk bisa menyemangati diri saya sendiri ketika saya sedang tidak semangat *insert_emoticon_nangis_sambil_ketawa_here*

    Saya yakin, diluar sana banyak Entrepeneur muda yang hidupnya full of pressure dan rentan stress. Bagi yang ngerasa, here you go! you're not alone! 

    Personally, bagi saya, hidup itu dimulai di pagi hari. Particularly, 3:30 AM. Pokoknya, setelah mengadopsi minimalism lifestyle, saya tidur lebih cepat dan bangun lebih pagi dan melakukan hal-hal ini untuk nge-boost mood saya seharian, in no-particular order. Jadi urutannya bisa saya ganti-ganti seenak jidat. Lumayan sih, bisa bikin pagi saya lebih hidup daripada rutinitas bangun-jam-delapan-terus-snooze-terus-snooze-terus-riweuh. 

    Seperti biasa, apalah gunanya ilmu pengetahuan kalau cuma kita yang mengetahui kan? Jadi sok atuh, kita mulai saja sharing Stress-Free Morning Routine Kali ini!