• about me
  • menu
  • categories
  • Agi Tiara Pranoto

    Agi Tiara Pranoto

    Seorang Blogger Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. Selain menulis, dia juga sangat hobi bermain game FPS. Cita-citanya adalah mendapatkan passive income sehingga tidak perlu bekerja di kantor, apa daya selama cita-cita itu belum tercapai, dia harus menikmati hari-harinya sebagai mediator kesehatan.
    category
    wedding
    Tampilkan postingan dengan label wedding. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label wedding. Tampilkan semua postingan


    Siapa disini yang lagi bingung mau milih cincin kawin? Jujur buat saya memilih cincin kawin dan cincin tunangan adalah hal paling drama seumur hidup, jauh lebih drama daripada milih prosesi akad mau dimana atau milih pengantin prianya mau siapa #eh

    Jadi dulu saya tau jadi banget waktu milih cincin kawin. Asli, karena cuek banget itu, tau-tau aja udah ada cincinnya, cuma dikasi tau bahan dan warnanya aja tau-tau pas nikahan udah ada tuh cincin diatas meja. Jadi nggak ada tuh saya ikutan nyari cincin, ikutan milih bahan, ikutan milih model, pokoknya tiba-tiba udah ada aja cincin kawinnya.

    Kenapa begitu? Karena kami sempat bertengkar soal cincin kawin mau yang seperti apa. Saya sendiri tim cincin yang nggak ribet, simpel aja, kalo bisa sertifikatnya dibuang biar ga kepikiran buat dijual atau digadai kedepannya--sementara Pak Suami, being the libra he is, selalu dramatis, mau yang custom, bermakna, serba spesial.

    Waktu memilih cincin tunangan pun begitu. Dia sampai research tuh, mau cari cincin dimana, batunya apa, ukurannya berapa (bahkan saya sama sekali nggak ngeh kalo dia ngukur jari saya) pokoknya tiba-tiba ada cincin aja gitu.

    Kalau kalian search di pinterest, pasti kalian bakal ngeliat banyak bentuk cincin yang aneh-aneh. Dulu saya mau yang simpel, ga ada batunya tapi ada ukirannya detak jantung gitu--terus sempet berantem sama Pak Suami yang maunya ada nama masing-masing di cincinnya. Akhirnya kita settle untuk memilih cincin yang simpel, tapi ada ukiran di belakang bertuliskan dei gratia. Itu aja pake berantem karena tadinya saya mau tulisannya ((奉天承運))  tapi yang ngukir bilang gak bisa rumit-rumit karena cincinnya kecil. Sungguh suatu keala-alaan yang hakiki.

    Itu baru soal tulisan, belum soal mencari pengrajin cincin yang lebih deramak lagi karena penuh dengan intrik soal budget, keinginan ini dan itu serta masih banyak lagi.

    Jadi sekarang setelah 4 tahun dan 20 kilogram, cincin kawin saya udah nggak muat lagi, dan saya mah (being the gemini i always is) tentu pengen cincin baru kan ya. Maklum di lingkup pergaulan yang sekarang, udah mulai bikin mikir pake cincin, pake gelang, hahaha.

    Mencari Cincin Kawin di Jogja, Bagus-Bagus Enggak?



    Jogja sendiri terkenal dengan kerajinan peraknya. Jadi banyak sekali pengrajin di Jogja, nggak hanya pengrajin perak, tapi juga emas, palladium, dan lain-lain. 

    Nah kemarin saya main ke SOVIA Jewelry, salah satu toko cincin di Yogyakarta yang terletak persis di timur pintu masuk Gembiraloka Zoo. Sempet nyesel nggak kenal SOVIA jaman nyari cincin dulu karena toko ini sudah berdiri sejak sedekade yang lalu, tapi enggak apa-apa, kan sekarang udah kenal #kodekeras

    Cincin yang dijual di SOVIA Jewelry ini bukan hanya cincin perak, melainkan ada juga yang berbahan palladium, emas kuning, emas putih dan platinum. Bukan hanya itu, untuk batu penghias cincinnya juga beragam, bahkan mereka juga menyediakan diamond yang bersertifikat loh!

    *kemudian nyanyi Shine Bright like a Diamond sambil kedip-kedip mata*

    Cincin yang dijual di SOVIA ini nggak hanya cincin couple, tapi juga cincin yang fashionable, bahkan kalo mau kalian bisa order cincin custom sesuai keinginan kalian.

    Cincin Apa Yang Cocok Untuk Pasangan Saya?



    Tiap pasangan punya preferensi cincin yang berbeda. Saya lebih suka platinum karena meski bahannya keras, cincin platinum gak terlalu gampang patah dan lebih budget-friendly (TETEUP YA SODARA-SODARA!) sedangkan Pak Suami suka silver karena nggak bisa pakai emas atau palladium.

    Tiap bahan cincin punya karakteristik sendiri, misalnya Palladium yang cenderung keras, sedangkan Emas cenderung lunak, jadi untuk bisa membentuk ukiran tertentu konsentrasinya beda-beda. 

    Selain itu cincin di SOVIA Jewelry juga ada yang handmade tapi ada juga yang merupakan machine-made-products. Perbedaannya adalah, cincin handmade dari pengrajin bentuknya tidak akan serapi cincin yang machine made, serta ukuran cincin handmade sedikit lebih tebal, tapi cincin handmade punya garansi dan bisa diukur ulang sedangkan yang machine made gak bisa.

    Cara paling gampang untuk tahu cincin apa yang cocok untuk pasangan kamu adalah: TANYA. Beli cincin berdua itu menyenangkan kok dan bisa jadi cara untuk bonding. 

    Cincin Custom Untuk Couple




    Seringkali pasangan yang sedang mencari cincin tunangan atau cincin kawin ingin cincin yang modelnya personal dan nggak pasaran, misalnya aja cincin dengan custom inisial calon pengantin atau cincin dengan sidik jari. Di SOVIA Jewelry ada semua nih, bahkan mereka punya tim designer dan pengrajin sendiri, jadi kita bisa langsung tau nih design mana yang plausible, yang mana yang enggak.

    Salah satu favorit saya adalah cincin dengan inisial menggunakan aksara jawa. Selain emang aksara jawa lagi hype banget entah kenapa design aksara jawa ini langsung menarik perhatian saya. 



    Untuk ukuran, jangan khawatir, SOVIA Jewelry punya cincin template ukuran gitu, jadi nanti kita tinggal ngepasin ukuran jari di template ukurannya ya. Kemarin pas ngukur ketauanlah biang kerok kenapa cincin saya nggak muat lagi, ternyata dulu saya ukuran 11 dan sekarang saya ukuran 16 #nangis

    Tapi kalo belinya online jangan khawatir ya gengs, karena nanti kalian bakal dipandu sama CS nya yang super duper helpful ituuuuhhh untuk mengukur cincin sampe pas di jari kamu. Ikutin aja apa kata mba CS nya ya, proses ngukurnya gampang kok!

    BTW cincin couple ini nggak hanya bisa dipakai oleh pasangan yang mau menikah loh, bisa juga ibu-anak atau bahkan kalau di amerika ada trend friendship ring dan purity ring. Saya dulu punya purity ring kembaran sama temen baik saya hehehe, masih tersimpan baik juga cincinnya. Jadi pesan cincin nggak hanya untuk pasangan aja tapi bisa untuk segala occasion

    Layanan Di SOVIA Jewelry



    Satu yang saya suka banget sama SOVIA Jewelry, saya mindblown banget sama pelayanannya. CS nya sabarrrrr banget karena saya minta dijelasin satu-satu mulai dari bahan, design, harga, sampai waktu pembuatan.

    Biasanya kalau mau custom baiknya beri jarak waktu satu bulan atau lebih, jangan mepet-mepet ya karena antriannya SOVIA Jewelry ini cukup banyak huhuhu, tapi cincin ready madenya juga bagus-bagus kok dan harga sudah termasuk dengan layanan engraving nama di belakang cincin. 

    Tiap bulan juga selalu ada promo seperti gratis kotak kayu yang bisa digrafir nama kita dan lain-lain. Promonya banyak banget jadi be sure untuk kepoin website dan media sosial SOVIA Jewelry ya!

    SOVIA Jewelry Juga Menyediakan Box Cincin Beraneka Rupa





    Karena biasanya nggak lengkap kalau cincin yang mau kita serahkan ke pasangan nggak ditata dengan cantik demi keaesthetican duniawi, SOVIA Jewelry juga menyediakan aneka box cincin dari yang bertema rustic, wooden, modern sampai classic dengan aksen leather maupun velvet.

    Ada juga frame-frame gemes buat hantaran yang dijual di SOVIA Jewelry. They really got you covered for your wedding day ring aesthetic photos. Like seriously, kenapa saya nggak nemu mereka dari dulu is beyond me. 

    Free Photoshoot (!!!!) di SOVIA Jewelry




    Ini yang paling mengejutkan sih menurut saya. Dimana-mana free box, free engraved kaya udah biasa ya kalo kita beli perhiasan apalagi cincin, tapi kalo free photoshoot??

    Nah di SOVIA Jewelry tiap kalian membeli cincin free photoshoot baik untuk pre-wedding, post-wedding dan photoshoot lainnya karena mereka punya studio foto sendiri. 

    ASELI SAYA SHOCK MAKSIMAL. Beneran ada studio fotonya dong, dan kata mbak CS nya, banyak kok yang fotonya sampai niat dandan dulu, bahkan ada yang sampai bawa ular peliharaannya buat foto prewedding... Ini terniat maksimal banget sih kacau. 

    Couples, take notes, this is how you save money on your pre-wedding photos!

    Harga Cincin (Custom dan Ready Made) Di Sovia Jewelry



    Di SOVIA Jewelry, harga cincin ditentukan oleh bahan dan grade bahan yang digunakan. Range harganya adalah di kisaran Rp 350.000 - Rp. 9.000.000 percincin.

    Yang spesial banget, di SOVIA Jewelry ini kalian bisa juga membuat cincin berdasarkan budget kalian sendiri. Karena mereka punya banyak pilihan bahan dengan kadar yang beraneka rupa, jadi gampang banget buat kalian menyesuaikan si cincin dengan budget kalian sendiri, jadi ngga usah malu bilang berapa budget kalian ya.

    Dan satu lagi, nggak harus beli cincin buat couple kok, bisa juga pesan cincin buat sendiri, misal kaya saya nih, cincinnya udah ga muat lagi dan pengen bikin duplikat cincin, bisa pesan juga di SOVIA Jewelry. Pokoknya mah semua kebutuhan terkait percincinan duniawi ini bisa dikomunikasikan sama teamnya SOVIA ya!

    Oh ya, setiap bulan mereka juga mengeluarkan desain cincin dan koleksi cincin terbaru. Salah satu koleksi mereka yang menurut saya gemes banget adalah animal series. I fall in love with their rabbit rings <3

    Belanja di SOVIA Jewelry

    This is the Best Part: Kalian bisa beli cincin koleksi SOVIA Jewelry secara online dan offline!



    Selain bisa langsung menghubungi instagram handle mereka, SOVIA Jewelry juga punya toko di shopee dan tokopedia, jadi nggak usah takut untuk bertransaksi ya, they got you covered.

    Pengen datang langsung ke tokonya tapi nggak tinggal di Jogja? SOVIA Jewelry juga punya 6 cabang yang tersebar di berbagai kota yaitu di Yogyakarta, Surabaya, Madiun, Jakarta, Semarang dan Bogor. Catat alamatnya yaaa



    All in All...

    Saya sangat merekomendasikan SOVIA Jewelry karena layanannya yang terlampau lengkap  sampai ada studio fotonya segala. Selain itu kalian juga bisa memilih mau beli online atau datang ke toko. Customer servicenya juga sangat responsif dan mau menerangkan satu persatu mengenai cincin yang akan kita pesan.

    Selain itu layanan cincinnya juga bergaransi, jadi buat kalian yang diameter jarinya agak fluktuatif bisa bernafas lega.

    Kalau kalian tertarik, kalian bisa kepo lebih lanjut di:

    SOVIA Jewelry





    . Selasa, 28 Januari 2020 .

    [STORE REVIEW] Pesan Cincin Couple Custom di SOVIA Jewelry

    popular posts

    IBX5B00F39DDBE69
    category
    wedding
    Tampilkan postingan dengan label wedding. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label wedding. Tampilkan semua postingan
    . Selasa, 28 Januari 2020 .


    Siapa disini yang lagi bingung mau milih cincin kawin? Jujur buat saya memilih cincin kawin dan cincin tunangan adalah hal paling drama seumur hidup, jauh lebih drama daripada milih prosesi akad mau dimana atau milih pengantin prianya mau siapa #eh

    Jadi dulu saya tau jadi banget waktu milih cincin kawin. Asli, karena cuek banget itu, tau-tau aja udah ada cincinnya, cuma dikasi tau bahan dan warnanya aja tau-tau pas nikahan udah ada tuh cincin diatas meja. Jadi nggak ada tuh saya ikutan nyari cincin, ikutan milih bahan, ikutan milih model, pokoknya tiba-tiba udah ada aja cincin kawinnya.

    Kenapa begitu? Karena kami sempat bertengkar soal cincin kawin mau yang seperti apa. Saya sendiri tim cincin yang nggak ribet, simpel aja, kalo bisa sertifikatnya dibuang biar ga kepikiran buat dijual atau digadai kedepannya--sementara Pak Suami, being the libra he is, selalu dramatis, mau yang custom, bermakna, serba spesial.

    Waktu memilih cincin tunangan pun begitu. Dia sampai research tuh, mau cari cincin dimana, batunya apa, ukurannya berapa (bahkan saya sama sekali nggak ngeh kalo dia ngukur jari saya) pokoknya tiba-tiba ada cincin aja gitu.

    Kalau kalian search di pinterest, pasti kalian bakal ngeliat banyak bentuk cincin yang aneh-aneh. Dulu saya mau yang simpel, ga ada batunya tapi ada ukirannya detak jantung gitu--terus sempet berantem sama Pak Suami yang maunya ada nama masing-masing di cincinnya. Akhirnya kita settle untuk memilih cincin yang simpel, tapi ada ukiran di belakang bertuliskan dei gratia. Itu aja pake berantem karena tadinya saya mau tulisannya ((奉天承運))  tapi yang ngukir bilang gak bisa rumit-rumit karena cincinnya kecil. Sungguh suatu keala-alaan yang hakiki.

    Itu baru soal tulisan, belum soal mencari pengrajin cincin yang lebih deramak lagi karena penuh dengan intrik soal budget, keinginan ini dan itu serta masih banyak lagi.

    Jadi sekarang setelah 4 tahun dan 20 kilogram, cincin kawin saya udah nggak muat lagi, dan saya mah (being the gemini i always is) tentu pengen cincin baru kan ya. Maklum di lingkup pergaulan yang sekarang, udah mulai bikin mikir pake cincin, pake gelang, hahaha.

    Mencari Cincin Kawin di Jogja, Bagus-Bagus Enggak?



    Jogja sendiri terkenal dengan kerajinan peraknya. Jadi banyak sekali pengrajin di Jogja, nggak hanya pengrajin perak, tapi juga emas, palladium, dan lain-lain. 

    Nah kemarin saya main ke SOVIA Jewelry, salah satu toko cincin di Yogyakarta yang terletak persis di timur pintu masuk Gembiraloka Zoo. Sempet nyesel nggak kenal SOVIA jaman nyari cincin dulu karena toko ini sudah berdiri sejak sedekade yang lalu, tapi enggak apa-apa, kan sekarang udah kenal #kodekeras

    Cincin yang dijual di SOVIA Jewelry ini bukan hanya cincin perak, melainkan ada juga yang berbahan palladium, emas kuning, emas putih dan platinum. Bukan hanya itu, untuk batu penghias cincinnya juga beragam, bahkan mereka juga menyediakan diamond yang bersertifikat loh!

    *kemudian nyanyi Shine Bright like a Diamond sambil kedip-kedip mata*

    Cincin yang dijual di SOVIA ini nggak hanya cincin couple, tapi juga cincin yang fashionable, bahkan kalo mau kalian bisa order cincin custom sesuai keinginan kalian.

    Cincin Apa Yang Cocok Untuk Pasangan Saya?



    Tiap pasangan punya preferensi cincin yang berbeda. Saya lebih suka platinum karena meski bahannya keras, cincin platinum gak terlalu gampang patah dan lebih budget-friendly (TETEUP YA SODARA-SODARA!) sedangkan Pak Suami suka silver karena nggak bisa pakai emas atau palladium.

    Tiap bahan cincin punya karakteristik sendiri, misalnya Palladium yang cenderung keras, sedangkan Emas cenderung lunak, jadi untuk bisa membentuk ukiran tertentu konsentrasinya beda-beda. 

    Selain itu cincin di SOVIA Jewelry juga ada yang handmade tapi ada juga yang merupakan machine-made-products. Perbedaannya adalah, cincin handmade dari pengrajin bentuknya tidak akan serapi cincin yang machine made, serta ukuran cincin handmade sedikit lebih tebal, tapi cincin handmade punya garansi dan bisa diukur ulang sedangkan yang machine made gak bisa.

    Cara paling gampang untuk tahu cincin apa yang cocok untuk pasangan kamu adalah: TANYA. Beli cincin berdua itu menyenangkan kok dan bisa jadi cara untuk bonding. 

    Cincin Custom Untuk Couple




    Seringkali pasangan yang sedang mencari cincin tunangan atau cincin kawin ingin cincin yang modelnya personal dan nggak pasaran, misalnya aja cincin dengan custom inisial calon pengantin atau cincin dengan sidik jari. Di SOVIA Jewelry ada semua nih, bahkan mereka punya tim designer dan pengrajin sendiri, jadi kita bisa langsung tau nih design mana yang plausible, yang mana yang enggak.

    Salah satu favorit saya adalah cincin dengan inisial menggunakan aksara jawa. Selain emang aksara jawa lagi hype banget entah kenapa design aksara jawa ini langsung menarik perhatian saya. 



    Untuk ukuran, jangan khawatir, SOVIA Jewelry punya cincin template ukuran gitu, jadi nanti kita tinggal ngepasin ukuran jari di template ukurannya ya. Kemarin pas ngukur ketauanlah biang kerok kenapa cincin saya nggak muat lagi, ternyata dulu saya ukuran 11 dan sekarang saya ukuran 16 #nangis

    Tapi kalo belinya online jangan khawatir ya gengs, karena nanti kalian bakal dipandu sama CS nya yang super duper helpful ituuuuhhh untuk mengukur cincin sampe pas di jari kamu. Ikutin aja apa kata mba CS nya ya, proses ngukurnya gampang kok!

    BTW cincin couple ini nggak hanya bisa dipakai oleh pasangan yang mau menikah loh, bisa juga ibu-anak atau bahkan kalau di amerika ada trend friendship ring dan purity ring. Saya dulu punya purity ring kembaran sama temen baik saya hehehe, masih tersimpan baik juga cincinnya. Jadi pesan cincin nggak hanya untuk pasangan aja tapi bisa untuk segala occasion

    Layanan Di SOVIA Jewelry



    Satu yang saya suka banget sama SOVIA Jewelry, saya mindblown banget sama pelayanannya. CS nya sabarrrrr banget karena saya minta dijelasin satu-satu mulai dari bahan, design, harga, sampai waktu pembuatan.

    Biasanya kalau mau custom baiknya beri jarak waktu satu bulan atau lebih, jangan mepet-mepet ya karena antriannya SOVIA Jewelry ini cukup banyak huhuhu, tapi cincin ready madenya juga bagus-bagus kok dan harga sudah termasuk dengan layanan engraving nama di belakang cincin. 

    Tiap bulan juga selalu ada promo seperti gratis kotak kayu yang bisa digrafir nama kita dan lain-lain. Promonya banyak banget jadi be sure untuk kepoin website dan media sosial SOVIA Jewelry ya!

    SOVIA Jewelry Juga Menyediakan Box Cincin Beraneka Rupa





    Karena biasanya nggak lengkap kalau cincin yang mau kita serahkan ke pasangan nggak ditata dengan cantik demi keaesthetican duniawi, SOVIA Jewelry juga menyediakan aneka box cincin dari yang bertema rustic, wooden, modern sampai classic dengan aksen leather maupun velvet.

    Ada juga frame-frame gemes buat hantaran yang dijual di SOVIA Jewelry. They really got you covered for your wedding day ring aesthetic photos. Like seriously, kenapa saya nggak nemu mereka dari dulu is beyond me. 

    Free Photoshoot (!!!!) di SOVIA Jewelry




    Ini yang paling mengejutkan sih menurut saya. Dimana-mana free box, free engraved kaya udah biasa ya kalo kita beli perhiasan apalagi cincin, tapi kalo free photoshoot??

    Nah di SOVIA Jewelry tiap kalian membeli cincin free photoshoot baik untuk pre-wedding, post-wedding dan photoshoot lainnya karena mereka punya studio foto sendiri. 

    ASELI SAYA SHOCK MAKSIMAL. Beneran ada studio fotonya dong, dan kata mbak CS nya, banyak kok yang fotonya sampai niat dandan dulu, bahkan ada yang sampai bawa ular peliharaannya buat foto prewedding... Ini terniat maksimal banget sih kacau. 

    Couples, take notes, this is how you save money on your pre-wedding photos!

    Harga Cincin (Custom dan Ready Made) Di Sovia Jewelry



    Di SOVIA Jewelry, harga cincin ditentukan oleh bahan dan grade bahan yang digunakan. Range harganya adalah di kisaran Rp 350.000 - Rp. 9.000.000 percincin.

    Yang spesial banget, di SOVIA Jewelry ini kalian bisa juga membuat cincin berdasarkan budget kalian sendiri. Karena mereka punya banyak pilihan bahan dengan kadar yang beraneka rupa, jadi gampang banget buat kalian menyesuaikan si cincin dengan budget kalian sendiri, jadi ngga usah malu bilang berapa budget kalian ya.

    Dan satu lagi, nggak harus beli cincin buat couple kok, bisa juga pesan cincin buat sendiri, misal kaya saya nih, cincinnya udah ga muat lagi dan pengen bikin duplikat cincin, bisa pesan juga di SOVIA Jewelry. Pokoknya mah semua kebutuhan terkait percincinan duniawi ini bisa dikomunikasikan sama teamnya SOVIA ya!

    Oh ya, setiap bulan mereka juga mengeluarkan desain cincin dan koleksi cincin terbaru. Salah satu koleksi mereka yang menurut saya gemes banget adalah animal series. I fall in love with their rabbit rings <3

    Belanja di SOVIA Jewelry

    This is the Best Part: Kalian bisa beli cincin koleksi SOVIA Jewelry secara online dan offline!



    Selain bisa langsung menghubungi instagram handle mereka, SOVIA Jewelry juga punya toko di shopee dan tokopedia, jadi nggak usah takut untuk bertransaksi ya, they got you covered.

    Pengen datang langsung ke tokonya tapi nggak tinggal di Jogja? SOVIA Jewelry juga punya 6 cabang yang tersebar di berbagai kota yaitu di Yogyakarta, Surabaya, Madiun, Jakarta, Semarang dan Bogor. Catat alamatnya yaaa



    All in All...

    Saya sangat merekomendasikan SOVIA Jewelry karena layanannya yang terlampau lengkap  sampai ada studio fotonya segala. Selain itu kalian juga bisa memilih mau beli online atau datang ke toko. Customer servicenya juga sangat responsif dan mau menerangkan satu persatu mengenai cincin yang akan kita pesan.

    Selain itu layanan cincinnya juga bergaransi, jadi buat kalian yang diameter jarinya agak fluktuatif bisa bernafas lega.

    Kalau kalian tertarik, kalian bisa kepo lebih lanjut di:

    SOVIA Jewelry





    . Minggu, 16 September 2018 .


    Sebelum saya menikah, saya sempat berbicara begini sama pak suami:
    "Bub, gue nggak siap jadi orang jawa"
    Yang mana disautin pak suami dengan sewot, "Emangnya Jakarta udah pindah ke Kalimantan?"

    . Selasa, 20 Maret 2018 .


    So Guys, kalian semua tau bahwa awal maret kemarin, saya pergi ke Surabaya untuk menghadiri pernikahan sahabat saya yaitu Bilawal dan Devi. Disana seneng sih, hura-hura maksimal. Tapi pulang dari Surabaya, melalui pesan whatsapp, Bilawal mengontak saya dan menceritakan kisah yang paling #MARMOS alias Bikin Emosi sejagat raya. Ternyata dia 'ditipu' oleh Wedding Organizer acara pernikahannya.
    . Minggu, 15 Mei 2016 .


    Picture taken by Retina Production

    There's a reason why I get married in my early 20s. When I was diagnosed with endometriosis and hormonal imbalance that requires me to regularly check my hormone level, I was dumbfounded. A quick google search about how my menstruation came every 5 months or so shows me that obgyn visit is a must. After 4 years, my menstruation cycle shifted from 5 months to 3 months, but it still made conceiving very hard. I went to several doctors looking for answer and most of them said, it'll be very difficult for me to conceive, yet if I could, my menstrual problems will go away on its own.

    Enough to say that I was so scared beyond beliefs--because: a) I was an only child, and seeing my mom and dad holding my cousins' babies hurts my feelings and my ego and, b) I'm afraid of commitment & affection.

    For those who knows me very well, I'm a stubborn & workaholic. My work hours consists of almost 20 hours of going places and thinking hard for the sake of my clients--the worst part? I enjoyed them. Working keeps my sanity despite of my health. Plus, with my payroll on the clock, some extra cash to burn is a very enjoyable benefit. 

    I had some traumatic experience with love on my adolescent days that left me scarred that I didn't let people touch me that easy. I'm still dating, but not with the intention of being serious. Boys broke my heart and I had to rebuild my trust each time I go out. I let my last ex cheat on me multiple times and toyed with our 3,5 years worth of relatioship just because I think I wasn't worth enough to come home to. 

    The scariest thing about committing to a relationship is that you dealt with this other people. You dealt with feelings, needs, and wants. You had to trust, learn and fight for the rest of your life. Plus, there were this part where sex is involved. I'm just not ready for everything.

    In Indonesian society, having kids right after married is a norm. Don't get me wrong, I want kids. I'm just not sure I can conceive one. Each and each time I went to Hormone Therapy, I broke down. I felt useless and incomplete as a woman. My friend used to point out that it is funny how a strong willed, independent career woman, still cried because she can't conceive. Maybe, most people had forgotten that below our hard shells, we are still a little girl by heart. 

    Then I met this special guy who thinks my condition is just a butter to a bread that is me. He's simple, down to earth and very humble. He's smart. He taught me to laugh unconditionally. The day I told him that I might not be able to conceive, he smiled and said kids or no kids, we'll still be happy together. 

    At times, even after my marriage, I still refused to be touched or kissed or hugged. I cried when I remembered certain details that made me felt traumatic and used, and he'll tell me that everything had passed. My darkest days are over. When I finish my sets of hormone pills, I will turn into this raging-cold-heart-b*tch, yet he stays. It's amazing how he dealt with me without violence, even after years of dating & months of marriage.

    People often commented about our social standing and academic status. That is okay, because I know that I will be very proud to have our kids turn out just like him. Beside, I didn't felt used in any ways. He tried his best to provide for our little family, and he still needs to cope with my sets of dramas and problems every day. 

    Those who doesn't understands thought I'm marrying someone purely because they ask me to. 
    Those who understands saw a girl who found out that despite of her shortcomings, she still deserves some love.


    . Selasa, 29 Maret 2016 .


    I know I should've post these a few months ago, but Alfa & I promised to kept it a secret--well, not so secret as our friends and family might've already seen the picture--but to put it on public space is on another level. 

    So here it is. The big news: 

    We're Married!


    Okay, not important lah. But the point is, we're married and I'm too stressed out/lazy/both to blog about it.
    But for you, I'm going to share the detail. Yes, I'm going to teach you how to save and skimp and fight for your wedding. 

    part one first: our prewedding pictures. 

    I have a hard time believing someone will taking my picture in the right angle that makes me looks less like angry mak lampir and more like Gigi Hadid. Problem is: i'm not pretty. Second problem is: my fiance is far more thinner than me. 

    third problem is: budget.

    I can't believe how expensive it is to get your pre-wedding pictures taken properly. Some asks for payment for more than 12 Million rupiahs (around USD 1000). The cheapest one I can get offers only few hours of photoshoot for 4 Million Rupiahs (around USD 350). 

    So, became the frugal girl i've always been, i seek for budget options and find out about Retina Production. They are my juniors from law school (in which I used to taught them how to edit pictures) and based on Yogyakarta--although they're more than willing to work on neighboring towns. 

    I lived by this rule when you pay peanuts, you get monkeys. But then, the results is astonishingly beautiful. They also adjust their equipments to your needs and budget and were open to consultations. Expensive photographers doesn't always guarantee they'll produce great pictures. In the end, it comes to the chemistry between the object (which is, yours truly) and the one who took the pictures. 

    I was able to book a whole day session and scheduled the photoshoot to be held in two places: The Kwaru Beach and Sindu Kusuma Edupark. Anyway the entrance fee for the beach is free since it's one of those virgin beach without much exposure and the Edupark fee were around IDR 500.000 including transit hall, private entrance, free tickets for two person and free entrance for 8 photographers (I only bring 3. My entourage is not that big, we even fit the whole team + properties in my city car)

    kudos for Retina productions!
    All picture taken by Retina Productions Team
    Make Up Artist by Shibuya by New Topsy
    Edited by Retina Productions & Me



    The engagement ring shot. Notice how alfa's ring is hollow? His gemstone was swallowed by a dog. Part of his job, I guess. 


    Alfa and I wasn't too comfortable being too cheeky weeky in front of the camera, so this picture is actually very candid. We were fooling around most of the time in front of the camera, and the photographers were devastated because we're incapable of producing romanticism. Too bad, lol. 


    this one shot I actually said to him that he looks very thin that his cheeks is hollow. turns out also very romantic. 


    this is one of those pictures that i retouched myself, because I look really fat in this picture. I know, don't judge me. I look very miserable that I have to thin out everything and whitens my teeth. I have a stained teeth due to prolonged use of antibiotics and I seek the dental cosmetic help of Adobe Photoshop. 



    Old shoes and chalkboard, very vintage-y feeling, in which I work hard to achieve. BTW notice the needs of orthopedics correction in our feet? 


    sitting in this grass is the worst possible decisions i've ever made in my entire life. I hate it so much because it stings my rear, and oh, the entire photographer teams pulled the grass prank on me by kept saying the picture isn't done yet to payback for all the commotions i made when I got sugar rush. Nice one!


    My only wishes is to look significantly thinner, and I thought they hadn't figure it out yet. Turns out, they do and in this picture my legs looks like a #lifegoal (at least for me!)


    another nice picture of the prolonged leg and my favorite book. The sky is clear blue at the moment, thank God.


    also one of the photos i retouch on my own. You know, to trim my waist and more. too bad i botched the background. It's still unfinished at the moment but my eyelashes game is strong with this one. 


    and last but not least, a behind the scene shoot when I played bumper car. Alfa hit my car pretty hard and I think I sprained my shoulder a little. It's already dark outside and is around 7PM already, so imagine how tired I was. But nonetheless, it was fun. Also, please excuse my big tummy.

    I must say i'm very happy and pleased with the service Retina has offered me. I even re-hired them as my wedding ceremonial videographer & photographer!

    If you're in Yogyakarta and wants to find a personal videographer/photographer or even a graphic designer they also offered their various range of service. Simply contact them on:


    RETINA PRODUCTION YOGYAKARTA

    instagram // email // Line ID: ganesh.anggara


    And nope, this post isn't sponsored (although this classified as an ads). I'm just a very happy customer and although I'm their friend but they stay very professional (they even woke up earlier than me and I started make up at 5AM).

    So this is the first part of our wedding journey. Stay tune for more on our wedding journey!