• about me
  • menu
  • categories
  • Agi Tiara Pranoto

    Agi Tiara Pranoto

    Seorang Blogger Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. Selain menulis, dia juga sangat hobi bermain game FPS. Cita-citanya adalah mendapatkan passive income sehingga tidak perlu bekerja di kantor, apa daya selama cita-cita itu belum tercapai, dia harus menikmati hari-harinya sebagai mediator kesehatan.

    Panduan isolasi diri


    Kadang tuh selama pandemi saya suka mikir, orang-orang kenapa sih ribut banget pengen jalan-jalan. Soal yang satu ini emang saya agak susah paham karena pada dasarnya emang saya anaknya tuh solitary banget. Ngga bisa jalan-jalan yaudah di rumah aja. Berjalan 2 tahun pandemi thank God saya masih stabil begini-begini aja. 

    Self-isolation sendiri adalah praktik yang memang saya lakukan sewaktu-waktu kepala saya penat. Karena sudah lebih dari 1 dekade saya tinggal sendirian, rasa-rasanya sudah bolehlah saya membagi cerita mengenai menikmati kesendirian ini. 

    Dari kecil saya memang nggak terbiasa dengan keramaian. Tumbuh di keluarga kecil (yang dikelilingi oleh keluarga besar) saya memang nggak nyaman kalau harus terlalu lama bertemu orang lain. Maksimal 4 jam, habis itu energi saya habis. Baru-baru ini saja dengan konseling yang tepat, saya belajar untuk menjaga kadar energi saya. 

    Sebenarnya sendirian itu menyenangkan kok. Walaupun saya sudah menikah dengan Pak Suami, kami masih sering me-time masing-masing. Dia main game sendirian atau pergi makan dengan teman-temannya, saya juga pergi sendirian. 

    Baru-baru ini (dan lagi-lagi karena pandemi) saya tahu kalau orang-orang banyak yang tidak bisa menikmati kesendiriannya, mungkin karena tidak terbiasa, mungkin juga karena sendirian akrab dengan konotasi negatif seperti kesepian, anti-sosial, dan masih banyak lagi. 

    Padahal sendirian itu nikmat. 

    Sebuah Panduan Mengisolasi Diri

    Saya tahu psikolog saya bakal mencak-mencak baca judul tulisan ini. Tenang saja, kali ini saya nggak ngomong soal sejarah saya sebagai hikikomori, itu topik untuk lain hari, lol. 

    Tapi kalau ada hal yang saya syukuri, pernah menjadi hikikomori membuat saya bisa bertahan ditengah pandemi tanpa harus kehilangan kegembiraan. 

    Ketika di bulan Juli lalu keluarga saya positif dan terpaksa melakukan isolasi mandiri, sebagai satu-satunya orang yang belum divaksin di rumah dan berstatus negatif covid, saya harus mengisolasi diri sendiri. Ditinggal di Jogja dalam keadaan rumah kosong dan tanpa kendaraan, batas maksimal saya untuk berjalan keluar rumah adalah sampai tempat sampah rumah. 

    Itu juga kalau nggak dipliriki tetangga yang sinis karena keluarga saya positif COVID, lol. 

    Tapi saya tetap mengisolasi diri. Ini hal-hal yang saya persiapkan:

    1. Senter, lilin, dan perlengkapan emergency lainnya yang sudah di-charge full untuk ((survival))
    2. Perlengkapan keamanan kayak pentungan, tazer, pepper spray
    3. Survival bag, kalau-kalau ada bencana atau saya harus dirawat di rumah sakit karena amit-amit tiba-tiba muncul gejala. 
    4. Semua surat-surat penting saya jadikan satu folder khusus, saya juga mengontak teman baik saya, just in case saya nggak menghubungi dia dalam 1x24 jam, silahkan telepon nomor bantuan darurat. 
    5. Membeli semua peralatan bebersih dan stockpile barang-barang kebutuhan rumah tangga dalam bentuk grosir atau bulk.
    6. Mengisi kulkas dan daftar makanan instan. 
    7. Memasang autodebit untuk semua tagihan bulanan dan membuat scheduled mail untuk konfirmasi supaya saya nggak perlu "ngobrol" atau keluar rumah. 
    8. Menyiapkan hiburan, mulai dari game online, netflix, dan buku. 
    9. Nyiapin boundaries semua kebutuhan harus bisa diambil dalam arms length dari tempat tidur. 
    10. Nyetok galon untuk air bersih, gas, dan kebutuhan dapur lainnya. Nggak lupa untuk makanan kucing dan pasir sudah distok juga. 
    11. Bikin tempat khusus buat naruh paket plus kasih tanda supaya kurir yang dateng ke rumah nggak bingung. 
    Thank God disini semua sudah bisa belanja online baik lewat Grab Mart ataupun lewat Tokopedia. Jadi kegiatan mengisolasi diri di rumah menjadi lebih mudah. Berhubung saya anaknya ekstra, saya ngelakuin satu hal lagi:

    Pasang CCTV yang ada micnya. Jadi bisa ngomong sama tukang paket tanpa harus ketemu muka. 

    Buat sebagian orang ini kesannya nggak sopan, tapi mau gimana lagi namanya juga mengisolasi diri. Plus ini emang dibeli dari sebelum COVID dan memang fiturnya dipakai kalau saya lagi nggak ada di rumah tapi ada paket. 

    Terus udah deh ngedekem di rumah, WFH, main game, have fun pokoknya. Kebiasaan ini berlangsung sampai sesudah keluarga dinyatakan negatif semua. Sampai sekarang bahkan.

    Cara Menikmati Kesendirian 

    So ini versi saya untuk menikmati kesendiriannya. Ini relatif mudah buat saya karena saya orangnya kebiasa sendirian. Akan berat kalau kamu sukanya kumpul rame-rame. 

    Buat saya yang pertama itu adalah: boring is a mindset.

    Semua hal itu akan menarik kalau kita buat dia menarik. Mungkin karena golongan darah saya AB, nontonin jangkrik lompat lompat di teras juga menarik aja. 

    Tapi serius, kalau saya bosan ya saya main game. Butuh ngobrol ya saya discord. Kalau capek ya tidur. Pengen nonton film ya buka netflix. Dibawa simpel aja. 

    Kalau lagi kesepian buka discord, kalau mau kerja bareng-bareng juga set up room biar temen-temen bisa ngobrol dan ngetik bareng. Udah begitu aja kehidupanku yang fana. 

    Kelar kerja, beli baju murah di shopee terus foto dan pajang di Instagram, ngepel, nyapu, dan beres-beres, masak buat diri sendiri. Habis itu capek terus tidur. 

    Waktu berjalan dengan cepat kalau kita banyak kegiatan. Hal yang sebenernya malesin kaya ngepel, cuci baju, setrika, kalau dilakuin satu persatu juga bakal bikin semua berasa berlalu aja dengan cepat. Tahu-tahu udah 2022 aja. 

    Ya pokoknya waktu berjalan dengan cepat kecuali pas lagi plank sama sit up. 

    Anyways bikin mindset bahwa hal yang kita lakukan itu menyenangkan sebenarnya nggak sulit, cuma emang butuh perseverance aja. Saya mulai membiasakan diri bahwa ketemu temen itu nggak harus di ruang nyata, tapi bisa juga di dunia maya. 

    Ngelakuin hal-hal yang sebenarnya "biasa" tapi di twist jadi luar biasa juga menurut saya suatu hal yang menyenangkan. Kalau saya jujur biasanya melakukan hal yang biasa-biasa aja tapi kemudian saya twist jadi lebih menyenangkan. Misal nyobain resep Indomie. 

    Ini resep Indomie viral yang lagi saya suka, dan saya sertakan juga link belanja onlinenya biar gampang. 

    Resep Indomie Saus Wijen (1 Porsi)

    Resep Indomie Viral

    Bahan-Bahan:

    • 1 bungkus Indomie goreng jumbo (bisa dibeli disini)
      untuk bumbu dan rempah kamu bisa belanja di shopee segar 
    • 3 siung bawang putih
    • 3 siung bawang merah
    • cabe rawit sesuai selera 
    • saus salad dressing wijen (aku rekomen merek kewpie yang bisa dibeli disini, tapi kalau ngga ada bisa pakai yang lain misalnya mamasuka
    • minyak goreng

    Cara Membuat

    1. Rebus Indomie, sisihkan bumbunya
    2. Potong kecil-kecil atau haluskan bawang putih, bawang merah dan cabe
    3. tumis bawang putih, bawang merah, cabe dengan sedikit minyak atau siram dengan minyak panas, cuma karena perut saya lemah dan saya suka bawangnya mateng jadi saya tumis aja. 
    4. Tiriskan, aduk dengan saus salad dressing wijen dan masukkan bumbu Indomie
    5. Campurkan bumbu yang sudah diaduk dengan mie goreng, dan mie siap disantap!
    Gampang banget kan? 

    Nyobain resep viral satu-satu kalau lagi bosen juga bisa bikin saya excited. 

    . Senin, 17 Januari 2022 .

    popular posts

    IBX5B00F39DDBE69
    . Senin, 27 Desember 2021 .

    Menjadi Blogger Professional Blogverse Niagahoster


    Buat sebagian orang, menjadi blogger merupakan sesuatu yang tertinggal di masa dimana semua informasi didapatkan melalui video pendek 15 detik, but this is not the case for me. Sebagai orang yang juga "hijrah" ke platform video dan streaming saya juga paham bahwa mendengarkan dan menonton tentunya jauh lebih enak dan mudah ketimbang membaca, mereimajinasikan, dan berpikir. 

    In fact, saat saya kecil di tahun 90-an pun, saya dan teman-teman sebaya lebih banyak ngomongin film kartun yang lagi hits ketimbang membaca buku. Mungkin Harry Potter, Raditya Dika, Dewi Lestari dan segelintir buku teenlit adalah penyelamat masa muda saya. Tanpa mereka mungkin saya pun tak akan terbiasa membaca.

    Jadi ketika saya diminta mengisi kelas "menjadi blogger profesional" oleh Niagahoster, jujur saya ngga tahu mau bicara apa. 

    Topik "Menjadi Profesional" punya banyak konotasi: profesional dalam arti bisa menjalankan segala pekerjaan dengan baik, atau menjadi orang yang memang dibayar sesuai dengan jasa profesinya. Either way, for me it's all about money and work ethics.

    Bagi blogger setengah tua seperti saya yang mulai menulis di tahun 2007 dan baru ((tenar)) belakangan ini, saya juga paham bahwa kebanyakan orang mulai ngeblog setelah pandemi ini karena dua alasan: yang pertama karena gabut, dan yang kedua karena melihat potensi penghasilan tambahan. Dan nggak ada yang salah dengan kedua alasan ini. 

    Saya sering ngomongin soal ini di twitter, bahwa kebanyakan orang mulai ngeblog karena tergiur dengan uang. Ya kalau nggak ada uangnya, saya juga nggak yakin pada tergiur lol. 

    Ngapain kita menghabiskan waktu berjam-jam untuk menulis dan membuat konten yang belum tentu dibaca orang tanpa mengharapkan apa-apa? Jadi kalau ada monetary values yang bisa diambil dari kegiatan ini, ya menurut saya nggak masalah. 

    Jadi ketika Niagahoster ngajakin untuk jadi pembicara buat acara Blogverse: Menjadi Blogger Professional tanggal 30 November lalu, saya langsung gas ngeng. Berikut beberapa keypoints yang jadi pembicaraan dalam acara tersebut:

    Ngobrol Bareng Cara Menjadi Blogger Profesional


    Berkomunitas, Jalan untuk Survive

    Dalam acara bincang bersama Niagahoster kali ini, saya dipasangkan dengan Mbak Ririn Wandes, Blogger Melalak Cantik dari Komunitas Blogger Medan. Seneng banget bisa berjumpa dengan blogger kenamaan dari Medan, apalagi bisa on-air bareng. Saya sendiri sudah lama pengen ke Medan. Nggak apa-apalah, kali ini denger sedikit cerita dari Medan dari Mbak Ririn. 

    Komunitas Blogger Medan--jika saya tak salah tangkap, banyak melakukan blog-check-up untuk para anggotanya. Ini sesuatu yang saya lakukan di Jogja dengan berbayar. Bagi saya keren banget ketika komunitas bisa berperan dalam memajukan blog para anggotanya baik secara teknis maupun non teknis. Nggak semua komunitas mampu melakukan hal ini. 

    Kami bersepakat bahwa berkomunitas adalah salah satu cara untuk meningkatkan network dan networth. Percayalah, bagi saya yang ambivert sekalipun, sesekali bertemu dengan orang-orang yang memiliki similar interest bisa jadi hal yang sangat comforting.

    Bagi saya, berkomunitas dan mendapat info-info baru bukan berarti lantas saya kehilangan jati diri saya sebagai Blogger. Percaya deh, saya banyak bertemu blogger yang unik-unik dan punya persona yang menggembirakan setelah berkomunitas. Bahkan kakak saya yang konon introvert itu dulunya pun berkomunitas *batuk*

    Masih Banyak yang Terlalu Terfokus dengan Cara Mendapatkan Sponsor

    Bagi saya, proses mendapatkan sponsor dalam blog adalah hal yang tidak bisa dipaksakan. Banyak blogger yang langsung terfokus dengan cara monetisasi di awal ngeblog tanpa punya plan atau tujuan monetisasi yang jelas. 

    Baru saja acara dibuka, saya sudah harus menghadapi serbuan pertanyaan mengenai monetisasi, DA, dna PA. Antusiasme peserta untuk segera memonetisasi blog adalah sesuatu yang harus saya apresiasi, karena kejujuran untuk mengakui bahwa kamu melakukan sesuatu untuk uang dan bukan tujuan yang lebih besar (seperti mengubah cara pandang dunia terhadap nudisme) adalah kejujuran yang paling tinggi. 

    Apa yang saya maksud dengan tujuan monetisasi dan cara monetisasi--dan kenapa dua hal ini berbeda?

    Tujuan Monetisasi Blog vs Cara Monetisasi Blog

    Banyak blogger yang saat baru memulai blognya langsung membabi buta untuk melakukan monetisasi dengan berbagai cara, langsung memasang adsense, ikut campaign ini-itu, tanpa menyiapkan "kerangka" yang kuat untuk blognya. 

    Kerangka ini berupa fondasi penting seperti hosting yang memadai no downtime-downtime club, backlink yang kuat, jumlah artikel non sponsored yang cukup, udah install analytics (dan tahu cara pakainya) dan masih banyak lagi.

    Nah seringnya, kebanyakan blogger (termasuk saya) juga langsung hajar blah segala metode monetisasi mulai dari adsense sampai affiliates tanpa memperhatikan fondasi blognya. 

    Ini belum masuk ke problem kalau uang monetisasinya tidak ((dikembalikan)) ke blognya alias langsung dipake hura-hura terus panik pas perpanjangan hosting. 

    Wisata masa lalu pisan. 

    Ngga apa-apa kalau kalian sedang dan/atau pernah melakukan kesalahan ini, karena saya pun DULU juga begitu karena ngga paham. Ngga ada kelas menjadi blogger profesional kaya sekarang. 

    Jadi pertama yang harus diperkuat adalah blognya dulu. Coba deh perhatikan beberapa hal ini:

    1. Jumlah artikel dan internal backlink kita udah bagus belum? Konon idealnya 1 artikel bersponsor buat 3 artikel non sponsor, dan 3 internal backlink untuk 1 external link. Rasio 1:3 ini konon ideal, tapi kalau saya biasanya lebih ke: apakah artikel sponsor ini relevan dengan konten saya yang lain? kan aneh kalo ada iklan mesin jahit nyempil di tengah-tengah pembahasan seputar keyboard.  
    2. Udah punya Google Search Console dan Google Analytics untuk tracking performa blog? Google analytics sering diminta oleh pihak sponsor setelah bekerjasama, jadi kalian wajib pasang di blog masing-masing. 
    3. Traffic sudah memadai untuk adsense? Udah tahu penempatan ads yang baik untuk memaksimalkan pendapatan? Cocok ngga sih sama audience kalian? Jangan-jangan udah berjibaku pasang adsense eh audiencenya semua tech savvy dan pengguna adblock. Kalau udah begini kan perlu cara lain untuk dapat rupiah lol. 
    4. Udah bikin survey KYC untuk tahu tipe pembaca? Kalau pembaca kalian tipe yang benci ads tapi kalian nulis sponsored post hard sell, nggak akan masuk, yang ada nambah-nambahin bounce rate aja lol. 
    5. Speaking of bounce rate, siapa yang panik bounce ratenya tinggi? Kalau kalian masih super duper panik perkara DA/PA, Spam Score, Bounce Rate, ayo belajar lagi SEO-nya karena sebenarnya 3 hal ini bukan hal yang perlu dibawa panik dan jejeritan di grup whatsapp blogger.

    Whew, kesannya galak ya, tapi percayalah saya galak for a reason. Hampir di setiap kelas saya ada yang panik perkara DA-nya kecil dan nggak bisa dapet job karena DA-nya kecil. Silahkan baca ini untuk para pengabdi DA/PA ya

    Bagi para penggemar hostingan yang emang kece badai dan teruji kesabaran dan keuletan customer servicenya, siap membantu 24 jam buat blogger pemula dan punya dedicated wordpress hosting boleh ya ceki-ceki aja Niagahoster

    SEO vs Persaingan Search Engine

    Ada beberapa hal yang juga jadi concern saya saat mengisi kelas seperti ini. Banyak banget blogger yang masih pengen tahu bagaimana caranya bersaing di Search Engine melawan media-media gede. 

    Trust me, I know that feeling that well. Percaya deh i'm on both side of the boat. Kan saya juga freelance buat media gede dan ngurusin blog lain juga. Tapi, kenapa harus bersaing di Search Engine? 

    Salah satu kekuatan blogger adalah personalized message. Think of us as selebgram tapi di Search Engine. Jadi selain harus kuat di SEO, kita juga harus kuat di Personal Branding. 

    Apa itu Personal Branding untuk Blogger sudah pernah saya bahas disini ya. Silahkan dibaca-baca lagi. 

    Kalo dulu ex-boss saya pernah bilang, the best marketing is when people wake up looking for you. Jadi carilah cara supaya kalian ((dicari)) orang. So, instead of bertarung di niche konten general kaya "10 tempat wisata terbaik di Jogja" coba buat "Mengapa Jogja Tempat Wisata Terbaik versi Saya"

    tapi... kan... siapalah kita???

    Exactly. Siapa kita? 

    Kita harus bisa bikin blog dan diri kita dari yang bukan siapa-siapa jadi seseorang yang selalu dicari oleh orang lain. Be a good marketer for yourself. Harus pede dan berani "jual diri" di media sosial. Bikin konten yang bagus, network dengan orang-orang yang tepat, and you'll be that special someone.

    Buktinya Duckofyork yang bukan siapa-siapa (dan mungkin kalian baru kenal) bisa masuk listicle blogger Indonesia terbaik dan jadi TEDX speaker lol. Terima kasih SEO. 

    So yes, our personal opinion matters, because that's what made us different than the rest. 

    Belajarlah dari para blogger beauty, fashion, travel yang nggak hanya dikenal blognya tapi juga orangnya. Positive Affirmation 24/7!

    All in all, kunci kesuksesan adalah key of success. Selamat ngeblog!

    . Sabtu, 30 Oktober 2021 .



    Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada saya adalah: "sekarang kerja apa?"

    Setelah berbulan-bulan seperti ((menghilang)) dari jagat media sosial, sebenarnya saya nggak kemana-mana. Saya  masih nulis, hanya saja tentunya untuk platform lain dan blog lain. Guest post lah istilahnya. Dengan bertambahnya kesibukan, tentu saja tanggung jawab yang saya emban bertambah.

    Jadi, dalam blog post kali ini saya hanya ingin menyempatkan diri untuk menyapa teman-teman online karena sungguh 2 tahun sendirian aja di rumah itu nggak enak banget. 

    Saya lebih bekerja di depan PC (beberapa bulan lalu saya sudah cerita kalau saya tahun lalu merakit PC and it's the best thing ever) dan bekerja, menulis, serta main game. Tapi ya manusiawi lah ya, kadang saya juga bosen bekerja, pengen jalan-jalan, pengen liburan, pengen nikmatin tanggal merah dan lain sebagainya. 

    Jadi sebenernya gimana kondisi saya setelah 2 tahun pandemi? 


    Freelance Work

    Selama pandemi saya mencoba petualangan baru di dunia SEO. Pada awal februari 2020, saya mulai membuka jasa SEO untuk blogger karena banyaknya permintaan dari teman-teman blogger yang ingin dibantu blognya, terutama untuk hal-hal teknis. 

    Selain bekerja di bidang SEO, saya juga mencoba hal baru lainnya seperti menjadi pembicara di banyak acara seputar Blog. Bagi saya, acara-acara ini bagus untuk networking. Saya bertemu banyak teman baru dari acara-acara tersebut. 

    Ada beberapa pekerjaan lama yang saya tinggalkan karena permintaannya berkurang drastis seperti jasa retouch foto dan jasa foto produk. Selama pandemi saya lebih banyak mengabdikan diri ke penelitian dan pekerjaan sosial. Saya jug meliburkan jasa mediator, karena jujur rasanya lelah sekali melihat pertengkaran di tengah pandemi. 

    Dalam memilih pekerjaan freelance tentunya saya mempertimbangkan banyak hal: jam kerja, bayaran yang didapatkan, juga kecocokan dengan team dan teman kerja. Iya team, karena nggak semua kerjaan saya handle sendiri. 

    Tantangan freelancing selama Pandemi yang paling berasa buat saya adalah membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Sebelum pandemi ini hal yang cenderung mudah karena jarang sekali client akan menghubungi saya di luar jam kerja, namun karena semua orang WFH dan kebanyakan belum memahami konsep batasan selama bekerja di rumah, jadilah saya harus sedikit lebih pengertian. 

    Untung kayanya setelah setahun WFH orang-orang jadi lebih paham kalau WFH bukan berarti nggak kerja hehehehe. 

    Jam kerja saya dimulai pukul 9 pagi dan berakhir sekitar jam 9 atau 10 malam setiap harinya. Saya juga lebih banyak mengambil mental note apabila saya sudah keliatan kelelahan atau terlalu banyak bekerja. Untungnya kebanyakan klien saya pengertian dan mau memahami bahwa saya juga butuh makan dan tidur hehehe. 


    Work-Life Balance

    Ini yang menurut saya tricky banget. Saya jadi harus menyeimbangkan diri antara bekerja dan kehidupan personal. Ini susah banget, apalagi saya sendiri juga sebenarnya butuh banyak waktu untuk beristirahat. Kadang pekerjaan yang datang secara bersamaan membuat kerjaan saya menumpuk dan saya harus pelan-pelan menyelesaikannya. 

    Tentunya saya bersyukur karena dikelilingi lingkungan yang suportif dan memahami bahwa kesehatan itu penting. Saya juga masih bisa bangun sedikit siang dan menonton netflix dengan riang gembira. Meski tidak aktif mereview film, tapi saya juga masih sempat menikmati momen nonton serial favorit sebelum tidur bersama suami dan kucing-kucing. 

    Saya juga jadi belajar kalau menjaga kesehatan itu penting sekali. Setelah pengalaman keluarga terkena COVID-19 di bulan Juli lalu, saya jadi lebih sadar untuk menjaga sistem imun dan kesehatan. Salah satu hal yang biasa saya lakukan adalah minum multivitamin dan berolahraga.

    Jujur, saya juga bersyukur karena banyak banget pengeluaran terkait kesehatan yang selalu dibantu oleh kantor dan klien. Tapi, mengutip kata sahabat saya, sehat itu sebenarnya murah. Yang mahal adalah menumbuhkan habit untuk menjaga kesehatan. 

    Lalu berasa banget kalau sebenarnya kesehatan fisik itu ngaruh ke kesehatan mental. Saya merasa banget kalau badan lagi capek, saya cenderung emosional dan nggak bisa mikir. Bahkan, saya pernah nggak sengaja transfer dengan nominal yang salah karena kondisi badan sedang nggak fit. Kalau dipikir-pikir lagi, bahaya banget memang kalau kita bekerja dengan kondisi setengah sadar begitu. 

    Ini beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga work-life balance selama pandemi ini:

    1. Rutin berolahraga ringan, meskipun hanya 15 menit dalam sehari. Nggak harus yang susah kok, saya biasanya nyari video olahraga atau yoga di youtube. 
    2. Mencoba makan lebih sehat. Meskipun nggak bener-bener 100% clean eating tapi saya mencoba untuk mengurangi makanan yang berlemak, jeroan, dan makanan berkolesterol tinggi. 
    3. Tidur dengan cukup. Kadang jika kesulitan untuk tidur saya mencoba untuk mengurangi penggunaan gadget agar otak bisa benar-benar beristirahat.
    4. Mengonsumsi vitamin C dan multivitamin sebagai asupan tambahan.
    5. Mengoptimalkan jam kerja dengan mengurangi distraksi saat bekerja.
    6. Learn to say no ke klien apabila permintaan yang diberikan sudah di luar job description atau saat kita memang belum dapat memenuhi ekspektasi klien tersebut. 
    Ya kira-kira beginilah life update dari saya setelah hampir 2 tahun pandemi. Sekarang gantian, selama 2 tahun ini apa yang berubah dari hidup kalian? Coba cerita yuk di kolom komen di bawah. Sampai jumpa lagi di post berikutnya!

    . Kamis, 16 September 2021 .



    Halo sobat cuan! Balik lagi ke tips percuanan duniawi bersama yours truly. Udah lama kayanya kita nggak bahas seputar jualan online ya? Meskipun saya udah pensiun jadi sister sister online shop, tapi nggak ada salahnya kita ngobrol dikit soal jualan online ini kaaaan!

    Sebenernya sekarang pemasaran online shop udah nggak sesusah dulu lagi. Kalau dulu kan untuk menjaring customer, kita harus ngumpulin database terlebih dahulu, terus kontak satu persatu tiap ada promo. Alternatifnya sih kita bisa pake fitur broadcast, tapi tetep aja kita harus keluar effort lebih supaya kita bisa memastikan pembeli balik lagi dan balik lagi sebagai repeat order customer. 

    Selain itu, kadang kalau kita terlalu sering jemput bola ke customer, ada kemungkinan mereka malah ilfeel karena merasa terganggu dengan cara approach kita. Kalau asal broadcast bahkan kita bisa di-flag sebagai spammer. 

    Nah sebenernya ada cara lain supaya pembeli balik lagi dan balik lagi tanpa harus sering-sering menghubungi, yaitu dengan menggunakan program loyalitas. Seperti apa sih program loyalitas itu?

    Program Loyalitas untuk Jualan Online

    Pernah beli boba kan guis? Kebanyakan toko boba akan memberikan semacam stamp card atau kartu yang akan di cap setiap kali kalian membeli boba. Biasanya, customer akan mendapatkan reward setelah jumlah pembelian tertentu. Reward ini bisa berupa produk gratis atau diskon khusus. 

    Nah hal ini sebenarnya disebut juga sebagai loyalty program atau program loyalitas. Dengan menjanjikan bonus berupa diskon atau produk gratis setelah jumlah transaksi tertentu terbukti meningkatkan penjualan karena customer jadi berpikir untuk kembali lagi. 

    Program loyalitas sebenarnya memang berfungsi dalam jangka panjang, intinya adalah supaya customer mau balik-balik lagi beberapa kali begitu. 

    Tapi tetep ya, program loyalitas ini hanya akan berfungsi dengan baik jika dan hanya jika produkmu bagus dan menarik buat mereka beli dan beli lagi. Kalau produkmu ngasal ya teteup aja ngga bakal ada yang balik lagi.



    Kenapa Program Loyalitas?

    Jadi kalau saya baca di artikel blog ninjaxpress soal program loyalitas ini, kemungkinan konversi pelanggan itu akan semakin tinggi ketika mereka sering bertransaksi di toko kita.

    Setelah pembelian pertama, kemungkinan ada 27% pelanggan yang balik ke toko kita. Kemungkinan konversi lebih banyakan akan meningkat karena setelah pembelian kedua, ada 45% pelanggan yang balik ke toko kita. 

    Jadi kalau kita menawarkan program loyalitas kepada pelanggan, sama dengan memberikan insentif bagi mereka untuk terus menerus bertransaksi di toko kita, begitu.

    Program loyalitas juga membuat orang tertarik untuk berbelanja bersama teman dan kerabat. Misalnya, kamu berjualan Parfum. Setiap 5x transaksi pembelian parfum maka pembeli akan mendapatkan 1 free parfum yang sejenis.

    Walaupun sebenarnya customer belum tentu membutuhkan parfum tersebut, namun ada kemungkinan ia akan membagi parfum tersebut dengan teman atau kerabatnya, atau bahkan mengajak teman dan kerabatnya ikut berbelanja agar ia bisa mendapatkan hadiah parfum gratis tersebut. 

    Ini adalah bentuk promosi mulut ke mulut yang menurut saya bagus banget untuk dipraktekkan. 

    Program Loyalitas vs Membership

    Sebenarnya program loyalitas dan membership nggak jauh beda. Namun kamu bisa meningkatkan membership tokomu dengan program loyalitas. Bingung? Sini saya jelasin.

    Bayangin kalau misalnya di toko kita ada 3 jenis membership: Silver, Gold dan Diamond. Setiap membership ini memiliki keuntungannya masing-masing, dan cara meningkatkan membership ini adalah dengan mengumpulkan poin sesudah berbelanja. 

    Semakin banyak poin yang dikumpulkan, maka semakin tinggi membership customer kan? Nah, di tiap program membership berikan bonus secara berjenjang. Semakin tinggi membership, maka bonus yang didapatkan akan semakin banyak. 

    Kalau perlu berikan iming-iming gratis produk, buy one get one, dan promo yang memancing orang berbelanja lainnya, sehingga customer akan tertarik untuk terus menerus meningkatkan membershipnya. 

    Jika dikombinasikan dengan riset pasar yang tepat, kamu bisa menemukan formula dimana jumlah membership tokomu akan meningkat dan mereka tertarik berbelanja dalam jumlah besar karena diskon member. 




    Contoh Program Loyalitas dari NinjaXpress x Citilink

    Masih bingung dengan penjelasan saya di atas? Nah ini ada satu program loyalitas yang menarik banget dari Ninja Xpress dan Citilink lho!

    Ninja Xpress sekarang punya program loyalitas bernama Ninja Rewards. Program ini berlaku untuk para pelaku UKM atau shipper yang tentunya setia menggunakan layanan Ninja Xpress untuk proses pengiriman barang. Nanti kalian akan mendapatkan poin dari Ninja Xpress untuk setiap transaksi pengiriman. 

    Ninja Rewards ini bekerjasama dengan Garuda Miles, yaitu loyalty program dari Garuda Indonesia dan Citilink. Nanti, poin ninja rewards yang kamu punya bisa ditukarkan dengan poin Garuda Miles untuk menjadi tiket naik ke banyak rute favorit Citilink misalnya aja Jakarta - Denpasar, Surabaya - Jakarta, Jakarta - Medan,  dan masih banyak rute lainnya. 

    Cara Mudah Ikut Program Loyalitas Ninja Rewards

    Cara bergabung dalam program loyalitas Ninja Rewards gampang banget guis:

    1. Daftar jadi Shipper Ninja, lalu kirim paket menggunakan NinjaXpress untuk mendapatkan loyalty poinnya
    2. Tukar poin Ninja Rewards yang dimiliki dalam kategori GarudaMiles
    3. Poin Ninja Rewards (NR) dapat ditukarkan untuk tiket gratis, mulai dari 250-5000 poin. Setiap 5 poin Ninja Rewards sama dengan 1 miles. 
    4. Download aplikasi BetterFly Citilink dan aktifkan akun Garuda Miles mu.
    5. Untuk info lebih lanjut, klik link berikut ini yaaaa 

    Nah buat para seller online, yuk join program loyalitas dari NinjaXpress untuk mendapatkan poin Ninja Rewards yang bisa kamu pake untuk business trip ataupun liburan hehehe. Emangnya sister sister online shop ga boleh liburan? 

    Untuk teman-teman yang ingin tau lebih lanjut soal Ninja Xpress jangan lupa kunjungi www.ninjaxpress.co untuk tahu lebih banyak seputar jasa ekspedisi dan pengiriman yang satu ini ya. Salam cuan dan sampai jumpa di post selanjutnya!

    . Senin, 30 Agustus 2021 .

    Tes PCR Murah Jogja di Lab PCR Jogja Hi-Lab


    Selama pandemi ini saya kesulitan untuk berhemat. Ini semua karena pekerjaan saya sebenarnya adalah pekerjaan yang mengharuskan saya untuk mobile dan bertemu banyak orang. Hal ini menjadi masalah karena saya harus terus-menerus melakukan tes, baik Rapid Test, Swab Antigen maupun PCR test. 

    Sebelumnya saya pernah membahas sedikit mengenai tes untuk diagnosis COVID-19, coba dibaca-baca dulu kalau ragu mau swab apa enggak ya. Tapi sekarang ini mah kayanya swab dan PCR sudah lumrah dilakukan dan udah masuk kedalam kebutuhan sehari-hari juga. Tinggal nunggu aja kebutuhan pokok dalam kurikulum SD nambah jadi sandang, pangan, papan dan dicolok hidungnya tiap bulan. 

    Ya nggak masalah sih sebenarnya, karena mengeluarkan uang untuk kesehatan itu penting banget bagi saya. Yang penting kondisi saya nggak membawa penyakit jadi saya juga minim resiko menularkan penyakit ke orang lain. Jadi test-test itu penting banget menurut saya karena berperan penting dalam mencegah kita menularkan penyakit kepada orang lain. 

    Eh tapi tau nggak sih kalau sekarang sudah ada layanan PCR murah di Jogja? Serius ini saya nggak bohong. Simak artikel ini baik-baik ya untuk bahasan lebih lanjut!

    Daftar Layanan Tes PCR Jogja

    Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya adalah dimana bisa dapet tes PCR murah jogja? karena memang tes PCR ini lumayan pricy. 

    Kalau dari yang saya ketahui sejauh ini ada beberapa tempat yang menyediakan layanan PCR di Jogja. Beberapa diantaranya yang bisa kalian coba adalah:

    1. Hi-Lab Diagnostic Center (bisa same-day)
    2. RS JIH 
    3. Laboratorium Klinik Cito
    4. RS Siloam
    5. RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
    6. RS DKT Dr Soetarto
    7. RSIY PDHI
    8. RSUD Sleman
    9. RS Panti Rapih
    10. RS Bethesda
    11. Intibios Lab

    Tes PCR di Hi-Lab Jogja

    Salah satu layanan tes PCR Jogja yang akan saya ulas kali ini adalah dari Hi-Lab Diagnostic Center. 

    Hi Lab ini adalah salah satu laboratorium kesehatan yang sudah lama ada di Jogja. Dulu saya juga pernah mengulas sedikit soal Hi-Lab saat peluncuran aplikasi Medi-Call di Yogyakarta. Sebagai laboratorium yang memang sudah terpercaya banget menangani beraneka diagnostik, Hi-Lab sekarang punya layanan vaksinasi COVID dan tes PCR. 

    Setiap hasil swab test di Hi-Lab ini terkoneksi dengan aplikasi peduli lindungi, jadi pada hasil swab akan terlampir QR Code yang bisa di-scan oleh petugas di Bandara. 

    Selain itu, Hi-Lab ini termasuk lab yang menurut saya premium sehingga kenyamanan kita bener-bener terjaga. Kita juga bisa daftar dan milih jadwal swab terlebih dahulu sebelum datang ke Hi-Lab, jadi bisa meminimalisir ngantri juga. 

    PCR Murah Jogja


    Harga Baru Tes PCR Jogja di Hi-Lab Diagnostic Center 

    Dulu, harga tes PCR adalah sekitar 900 ribu sampai dengan 1.5 juta rupiah. Harga ini lumayan mahal menurut saya, apalagi tes PCR biasanya memakan waktu beberapa hari hingga hasilnya keluar. Tapi sekarang sejak Agustus 2021, harga PCR turun karena desakan presiden. Sekarang harga PCR di pulau Jawa berkisar dari 495.000 dan 525.000 di luar pulau jawa. 

    Nah bertepatan dengan HUT RI ke 76, Hi-Lab Diagnostic Laboratory di Kotabaru, Yogyakarta mengeluarkan harga baru untuk tes swab PCR yang pastinya jadi lebih terjangkau. 

    Biaya swab PCR yang tadinya 900 ribuan kini hanya Rp. 480.000 saja di Hi-Lab Diagnostic Center. Eits, dengan harga baru bukan berarti pelayanannya terus jadi lebih lama ya, saat ini Hi-Lab punya kapsitas tes PCR hingga 1400 orang per harinya. 

    Nggak cuma tes PCR yang turun harga di hi-lab diagnostic center, tes swab antigen juga turun harga menjadi Rp. 120.0000. 

    Berikut daftar harga Tes PCR murah Jogja di Hi-Lab Diagnostic Center:

    • Tes Swab Antigen: Rp. 120.000
    • Tes PCR Regular (Hasil 12 Jam): Rp. 480.000
    • Tes Swab PCR Travelling (Hasil 5 Jam): Rp. 750.000

    Layanan Swab PCR Jogja yang Tersedia di Hi-Lab

    Ada 3 layanan yang tersedia di Hi-Lab yaitu Swab Antigen, Swab Travelling PCR, dan Swab PCR. 

    Untuk layanan swab antigen mulai pukul 06.00 - 21.00 dengan hasil terkirim ke e-mail 1 jam sesudah dilakukan pengambilan swab/sampel.

    Untuk swab traveling PCR terdapat 4 shift dengan hasil 5 jam dan dapat dilakukan secara drive thru.

    Jadwal Swab Travelling PCR:

    1. Jam Sampling/Swab 06.00-08.00, Hasil keluar pukul 13.00
    2. Jam Sampling/swab 08.00-10.00, hasil keluar pukul 15.00
    3. Jam sampling/swab 15.00-17.00, hasil keluar pukul 22.00
    4. Jam sampling/swab 19.00-21.00, hasil keluar pukul 02.00
    Ketentuan ini berlaku jika sampel tidak inconclusive. jika inconclusive maka akan mengalami penundaan 5 jam, sedangkan pengulangan proses hingga keluar hasil tidak akan dipungut biaya.

    Sedangkan untuk swab PCR regular hasilnya akan keluar selama 12 jam dengan 8 shift pengambilan swab yaitu:

    Jadwal Swab PCR Hi-Lab Jogja

    1. Jam swab 06.00 - 07.00, hasil keluar pukul 19.00
    2. Jam swab 07.00 - 08.00 hasil keluar pukul 20.00
    3. jam swab 08.00 - 09.00, hasil keluar pukul 21.00
    4. jam swab 09.00- 10.00, hasil keluar pukul 22.00
    5. jam swab 10.00 - 11.00, hasil keluar pukul 23.00
    6. jam swab 11.00 - 12.00, hasil keluar pukul 00.00
    7. jam swab 12.00 - 13.00, hasil keluar pukul 01.00
    8. jam swab 13.00 - 14.00, hasil keluar pukul 02.00
    Untuk pengambilan sampel swab diatas pukul 14.00 hasil PCR diterima maksimal H+1 pukul 12.00 WIB.

    Cara Tes PCR di Hi-Lab Diagnostic Center

    Proses pendaftaran tes PCR di Hi-Lab Jogja ini mudah banget. Pertama-tama kalian tinggal mengakses website Covid Center Hi-Lab dan login dengan akun google kalian. 



    Lalu scroll dan pilih pendaftaran swab antigen/PCR. Nanti kalian akan mendapatkan informasi layanan terkait swab antigen, travelling PCR dan Swab PCR. 

    Setelah itu, pilih layanan yang anda inginkan dan pilih jadwal sesuai kebutuhan. 

    Isi data sesuai KTP, untuk anak bisa melihat NIK di KK ya. Pastikan juga nomor telepon/HP dapat dihubungi melalui telepon atau WA. Data pemeriksaan ini terintegrasi dengan data yang ada pada Kementerian Kesehatan dan aplikasi peduli lindungi. 

    Kalau sudah, tinggal datang ke Hi Lab Diagnostic Center di daerah kotabaru dekat kridosono. Nanti lokasi swabnya terletak di ruangan terpisah dengan sirkulasi udara tanpa AC dan juga bisa drive thru. 

    Nanti hasil tes PCR akan dikirimkan kepada kita melalui e-mail dan terintegrasi sama aplikasi peduli lindungi juga. QR codenya juga bisa di-scan oleh petugas di Bandara karena sudah terintegrasi dengan data covid pusat. 

    Bagi yang membutuhkan informasi lanjutan mengenai PCR murah jogja di Hi-Lab Diagnostic Center bisa klik link dibawah ini ya:

    Hi-Lab Diagnostic Center

    Jl. Yos Sudarso No.27, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224
    Telepon:  (0274) 557722