• about me
  • menu
  • categories
  • Agi Tiara Pranoto

    Agi Tiara Pranoto

    Seorang Blogger Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. Selain menulis, dia juga sangat hobi bermain game FPS. Cita-citanya adalah mendapatkan passive income sehingga tidak perlu bekerja di kantor, apa daya selama cita-cita itu belum tercapai, dia harus menikmati hari-harinya sebagai mediator kesehatan.



    Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada saya adalah: "sekarang kerja apa?"

    Setelah berbulan-bulan seperti ((menghilang)) dari jagat media sosial, sebenarnya saya nggak kemana-mana. Saya  masih nulis, hanya saja tentunya untuk platform lain dan blog lain. Guest post lah istilahnya. Dengan bertambahnya kesibukan, tentu saja tanggung jawab yang saya emban bertambah.

    Jadi, dalam blog post kali ini saya hanya ingin menyempatkan diri untuk menyapa teman-teman online karena sungguh 2 tahun sendirian aja di rumah itu nggak enak banget. 

    Saya lebih bekerja di depan PC (beberapa bulan lalu saya sudah cerita kalau saya tahun lalu merakit PC and it's the best thing ever) dan bekerja, menulis, serta main game. Tapi ya manusiawi lah ya, kadang saya juga bosen bekerja, pengen jalan-jalan, pengen liburan, pengen nikmatin tanggal merah dan lain sebagainya. 

    Jadi sebenernya gimana kondisi saya setelah 2 tahun pandemi? 


    Freelance Work

    Selama pandemi saya mencoba petualangan baru di dunia SEO. Pada awal februari 2020, saya mulai membuka jasa SEO untuk blogger karena banyaknya permintaan dari teman-teman blogger yang ingin dibantu blognya, terutama untuk hal-hal teknis. 

    Selain bekerja di bidang SEO, saya juga mencoba hal baru lainnya seperti menjadi pembicara di banyak acara seputar Blog. Bagi saya, acara-acara ini bagus untuk networking. Saya bertemu banyak teman baru dari acara-acara tersebut. 

    Ada beberapa pekerjaan lama yang saya tinggalkan karena permintaannya berkurang drastis seperti jasa retouch foto dan jasa foto produk. Selama pandemi saya lebih banyak mengabdikan diri ke penelitian dan pekerjaan sosial. Saya jug meliburkan jasa mediator, karena jujur rasanya lelah sekali melihat pertengkaran di tengah pandemi. 

    Dalam memilih pekerjaan freelance tentunya saya mempertimbangkan banyak hal: jam kerja, bayaran yang didapatkan, juga kecocokan dengan team dan teman kerja. Iya team, karena nggak semua kerjaan saya handle sendiri. 

    Tantangan freelancing selama Pandemi yang paling berasa buat saya adalah membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Sebelum pandemi ini hal yang cenderung mudah karena jarang sekali client akan menghubungi saya di luar jam kerja, namun karena semua orang WFH dan kebanyakan belum memahami konsep batasan selama bekerja di rumah, jadilah saya harus sedikit lebih pengertian. 

    Untung kayanya setelah setahun WFH orang-orang jadi lebih paham kalau WFH bukan berarti nggak kerja hehehehe. 

    Jam kerja saya dimulai pukul 9 pagi dan berakhir sekitar jam 9 atau 10 malam setiap harinya. Saya juga lebih banyak mengambil mental note apabila saya sudah keliatan kelelahan atau terlalu banyak bekerja. Untungnya kebanyakan klien saya pengertian dan mau memahami bahwa saya juga butuh makan dan tidur hehehe. 


    Work-Life Balance

    Ini yang menurut saya tricky banget. Saya jadi harus menyeimbangkan diri antara bekerja dan kehidupan personal. Ini susah banget, apalagi saya sendiri juga sebenarnya butuh banyak waktu untuk beristirahat. Kadang pekerjaan yang datang secara bersamaan membuat kerjaan saya menumpuk dan saya harus pelan-pelan menyelesaikannya. 

    Tentunya saya bersyukur karena dikelilingi lingkungan yang suportif dan memahami bahwa kesehatan itu penting. Saya juga masih bisa bangun sedikit siang dan menonton netflix dengan riang gembira. Meski tidak aktif mereview film, tapi saya juga masih sempat menikmati momen nonton serial favorit sebelum tidur bersama suami dan kucing-kucing. 

    Saya juga jadi belajar kalau menjaga kesehatan itu penting sekali. Setelah pengalaman keluarga terkena COVID-19 di bulan Juli lalu, saya jadi lebih sadar untuk menjaga sistem imun dan kesehatan. Salah satu hal yang biasa saya lakukan adalah minum multivitamin dan berolahraga.

    Jujur, saya juga bersyukur karena banyak banget pengeluaran terkait kesehatan yang selalu dibantu oleh kantor dan klien. Tapi, mengutip kata sahabat saya, sehat itu sebenarnya murah. Yang mahal adalah menumbuhkan habit untuk menjaga kesehatan. 

    Lalu berasa banget kalau sebenarnya kesehatan fisik itu ngaruh ke kesehatan mental. Saya merasa banget kalau badan lagi capek, saya cenderung emosional dan nggak bisa mikir. Bahkan, saya pernah nggak sengaja transfer dengan nominal yang salah karena kondisi badan sedang nggak fit. Kalau dipikir-pikir lagi, bahaya banget memang kalau kita bekerja dengan kondisi setengah sadar begitu. 

    Ini beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga work-life balance selama pandemi ini:

    1. Rutin berolahraga ringan, meskipun hanya 15 menit dalam sehari. Nggak harus yang susah kok, saya biasanya nyari video olahraga atau yoga di youtube. 
    2. Mencoba makan lebih sehat. Meskipun nggak bener-bener 100% clean eating tapi saya mencoba untuk mengurangi makanan yang berlemak, jeroan, dan makanan berkolesterol tinggi. 
    3. Tidur dengan cukup. Kadang jika kesulitan untuk tidur saya mencoba untuk mengurangi penggunaan gadget agar otak bisa benar-benar beristirahat.
    4. Mengonsumsi vitamin C dan multivitamin sebagai asupan tambahan.
    5. Mengoptimalkan jam kerja dengan mengurangi distraksi saat bekerja.
    6. Learn to say no ke klien apabila permintaan yang diberikan sudah di luar job description atau saat kita memang belum dapat memenuhi ekspektasi klien tersebut. 
    Ya kira-kira beginilah life update dari saya setelah hampir 2 tahun pandemi. Sekarang gantian, selama 2 tahun ini apa yang berubah dari hidup kalian? Coba cerita yuk di kolom komen di bawah. Sampai jumpa lagi di post berikutnya!

    . Sabtu, 30 Oktober 2021 .

    popular posts

    IBX5B00F39DDBE69
    . Kamis, 16 September 2021 .



    Halo sobat cuan! Balik lagi ke tips percuanan duniawi bersama yours truly. Udah lama kayanya kita nggak bahas seputar jualan online ya? Meskipun saya udah pensiun jadi sister sister online shop, tapi nggak ada salahnya kita ngobrol dikit soal jualan online ini kaaaan!

    Sebenernya sekarang pemasaran online shop udah nggak sesusah dulu lagi. Kalau dulu kan untuk menjaring customer, kita harus ngumpulin database terlebih dahulu, terus kontak satu persatu tiap ada promo. Alternatifnya sih kita bisa pake fitur broadcast, tapi tetep aja kita harus keluar effort lebih supaya kita bisa memastikan pembeli balik lagi dan balik lagi sebagai repeat order customer. 

    Selain itu, kadang kalau kita terlalu sering jemput bola ke customer, ada kemungkinan mereka malah ilfeel karena merasa terganggu dengan cara approach kita. Kalau asal broadcast bahkan kita bisa di-flag sebagai spammer. 

    Nah sebenernya ada cara lain supaya pembeli balik lagi dan balik lagi tanpa harus sering-sering menghubungi, yaitu dengan menggunakan program loyalitas. Seperti apa sih program loyalitas itu?

    Program Loyalitas untuk Jualan Online

    Pernah beli boba kan guis? Kebanyakan toko boba akan memberikan semacam stamp card atau kartu yang akan di cap setiap kali kalian membeli boba. Biasanya, customer akan mendapatkan reward setelah jumlah pembelian tertentu. Reward ini bisa berupa produk gratis atau diskon khusus. 

    Nah hal ini sebenarnya disebut juga sebagai loyalty program atau program loyalitas. Dengan menjanjikan bonus berupa diskon atau produk gratis setelah jumlah transaksi tertentu terbukti meningkatkan penjualan karena customer jadi berpikir untuk kembali lagi. 

    Program loyalitas sebenarnya memang berfungsi dalam jangka panjang, intinya adalah supaya customer mau balik-balik lagi beberapa kali begitu. 

    Tapi tetep ya, program loyalitas ini hanya akan berfungsi dengan baik jika dan hanya jika produkmu bagus dan menarik buat mereka beli dan beli lagi. Kalau produkmu ngasal ya teteup aja ngga bakal ada yang balik lagi.



    Kenapa Program Loyalitas?

    Jadi kalau saya baca di artikel blog ninjaxpress soal program loyalitas ini, kemungkinan konversi pelanggan itu akan semakin tinggi ketika mereka sering bertransaksi di toko kita.

    Setelah pembelian pertama, kemungkinan ada 27% pelanggan yang balik ke toko kita. Kemungkinan konversi lebih banyakan akan meningkat karena setelah pembelian kedua, ada 45% pelanggan yang balik ke toko kita. 

    Jadi kalau kita menawarkan program loyalitas kepada pelanggan, sama dengan memberikan insentif bagi mereka untuk terus menerus bertransaksi di toko kita, begitu.

    Program loyalitas juga membuat orang tertarik untuk berbelanja bersama teman dan kerabat. Misalnya, kamu berjualan Parfum. Setiap 5x transaksi pembelian parfum maka pembeli akan mendapatkan 1 free parfum yang sejenis.

    Walaupun sebenarnya customer belum tentu membutuhkan parfum tersebut, namun ada kemungkinan ia akan membagi parfum tersebut dengan teman atau kerabatnya, atau bahkan mengajak teman dan kerabatnya ikut berbelanja agar ia bisa mendapatkan hadiah parfum gratis tersebut. 

    Ini adalah bentuk promosi mulut ke mulut yang menurut saya bagus banget untuk dipraktekkan. 

    Program Loyalitas vs Membership

    Sebenarnya program loyalitas dan membership nggak jauh beda. Namun kamu bisa meningkatkan membership tokomu dengan program loyalitas. Bingung? Sini saya jelasin.

    Bayangin kalau misalnya di toko kita ada 3 jenis membership: Silver, Gold dan Diamond. Setiap membership ini memiliki keuntungannya masing-masing, dan cara meningkatkan membership ini adalah dengan mengumpulkan poin sesudah berbelanja. 

    Semakin banyak poin yang dikumpulkan, maka semakin tinggi membership customer kan? Nah, di tiap program membership berikan bonus secara berjenjang. Semakin tinggi membership, maka bonus yang didapatkan akan semakin banyak. 

    Kalau perlu berikan iming-iming gratis produk, buy one get one, dan promo yang memancing orang berbelanja lainnya, sehingga customer akan tertarik untuk terus menerus meningkatkan membershipnya. 

    Jika dikombinasikan dengan riset pasar yang tepat, kamu bisa menemukan formula dimana jumlah membership tokomu akan meningkat dan mereka tertarik berbelanja dalam jumlah besar karena diskon member. 




    Contoh Program Loyalitas dari NinjaXpress x Citilink

    Masih bingung dengan penjelasan saya di atas? Nah ini ada satu program loyalitas yang menarik banget dari Ninja Xpress dan Citilink lho!

    Ninja Xpress sekarang punya program loyalitas bernama Ninja Rewards. Program ini berlaku untuk para pelaku UKM atau shipper yang tentunya setia menggunakan layanan Ninja Xpress untuk proses pengiriman barang. Nanti kalian akan mendapatkan poin dari Ninja Xpress untuk setiap transaksi pengiriman. 

    Ninja Rewards ini bekerjasama dengan Garuda Miles, yaitu loyalty program dari Garuda Indonesia dan Citilink. Nanti, poin ninja rewards yang kamu punya bisa ditukarkan dengan poin Garuda Miles untuk menjadi tiket naik ke banyak rute favorit Citilink misalnya aja Jakarta - Denpasar, Surabaya - Jakarta, Jakarta - Medan,  dan masih banyak rute lainnya. 

    Cara Mudah Ikut Program Loyalitas Ninja Rewards

    Cara bergabung dalam program loyalitas Ninja Rewards gampang banget guis:

    1. Daftar jadi Shipper Ninja, lalu kirim paket menggunakan NinjaXpress untuk mendapatkan loyalty poinnya
    2. Tukar poin Ninja Rewards yang dimiliki dalam kategori GarudaMiles
    3. Poin Ninja Rewards (NR) dapat ditukarkan untuk tiket gratis, mulai dari 250-5000 poin. Setiap 5 poin Ninja Rewards sama dengan 1 miles. 
    4. Download aplikasi BetterFly Citilink dan aktifkan akun Garuda Miles mu.
    5. Untuk info lebih lanjut, klik link berikut ini yaaaa 

    Nah buat para seller online, yuk join program loyalitas dari NinjaXpress untuk mendapatkan poin Ninja Rewards yang bisa kamu pake untuk business trip ataupun liburan hehehe. Emangnya sister sister online shop ga boleh liburan? 

    Untuk teman-teman yang ingin tau lebih lanjut soal Ninja Xpress jangan lupa kunjungi www.ninjaxpress.co untuk tahu lebih banyak seputar jasa ekspedisi dan pengiriman yang satu ini ya. Salam cuan dan sampai jumpa di post selanjutnya!

    . Senin, 30 Agustus 2021 .

    Tes PCR Murah Jogja di Lab PCR Jogja Hi-Lab


    Selama pandemi ini saya kesulitan untuk berhemat. Ini semua karena pekerjaan saya sebenarnya adalah pekerjaan yang mengharuskan saya untuk mobile dan bertemu banyak orang. Hal ini menjadi masalah karena saya harus terus-menerus melakukan tes, baik Rapid Test, Swab Antigen maupun PCR test. 

    Sebelumnya saya pernah membahas sedikit mengenai tes untuk diagnosis COVID-19, coba dibaca-baca dulu kalau ragu mau swab apa enggak ya. Tapi sekarang ini mah kayanya swab dan PCR sudah lumrah dilakukan dan udah masuk kedalam kebutuhan sehari-hari juga. Tinggal nunggu aja kebutuhan pokok dalam kurikulum SD nambah jadi sandang, pangan, papan dan dicolok hidungnya tiap bulan. 

    Ya nggak masalah sih sebenarnya, karena mengeluarkan uang untuk kesehatan itu penting banget bagi saya. Yang penting kondisi saya nggak membawa penyakit jadi saya juga minim resiko menularkan penyakit ke orang lain. Jadi test-test itu penting banget menurut saya karena berperan penting dalam mencegah kita menularkan penyakit kepada orang lain. 

    Eh tapi tau nggak sih kalau sekarang sudah ada layanan PCR murah di Jogja? Serius ini saya nggak bohong. Simak artikel ini baik-baik ya untuk bahasan lebih lanjut!

    Daftar Layanan Tes PCR Jogja

    Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya adalah dimana bisa dapet tes PCR murah jogja? karena memang tes PCR ini lumayan pricy. 

    Kalau dari yang saya ketahui sejauh ini ada beberapa tempat yang menyediakan layanan PCR di Jogja. Beberapa diantaranya yang bisa kalian coba adalah:

    1. Hi-Lab Diagnostic Center (bisa same-day)
    2. RS JIH 
    3. Laboratorium Klinik Cito
    4. RS Siloam
    5. RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
    6. RS DKT Dr Soetarto
    7. RSIY PDHI
    8. RSUD Sleman
    9. RS Panti Rapih
    10. RS Bethesda
    11. Intibios Lab

    Tes PCR di Hi-Lab Jogja

    Salah satu layanan tes PCR Jogja yang akan saya ulas kali ini adalah dari Hi-Lab Diagnostic Center. 

    Hi Lab ini adalah salah satu laboratorium kesehatan yang sudah lama ada di Jogja. Dulu saya juga pernah mengulas sedikit soal Hi-Lab saat peluncuran aplikasi Medi-Call di Yogyakarta. Sebagai laboratorium yang memang sudah terpercaya banget menangani beraneka diagnostik, Hi-Lab sekarang punya layanan vaksinasi COVID dan tes PCR. 

    Setiap hasil swab test di Hi-Lab ini terkoneksi dengan aplikasi peduli lindungi, jadi pada hasil swab akan terlampir QR Code yang bisa di-scan oleh petugas di Bandara. 

    Selain itu, Hi-Lab ini termasuk lab yang menurut saya premium sehingga kenyamanan kita bener-bener terjaga. Kita juga bisa daftar dan milih jadwal swab terlebih dahulu sebelum datang ke Hi-Lab, jadi bisa meminimalisir ngantri juga. 

    PCR Murah Jogja


    Harga Baru Tes PCR Jogja di Hi-Lab Diagnostic Center 

    Dulu, harga tes PCR adalah sekitar 900 ribu sampai dengan 1.5 juta rupiah. Harga ini lumayan mahal menurut saya, apalagi tes PCR biasanya memakan waktu beberapa hari hingga hasilnya keluar. Tapi sekarang sejak Agustus 2021, harga PCR turun karena desakan presiden. Sekarang harga PCR di pulau Jawa berkisar dari 495.000 dan 525.000 di luar pulau jawa. 

    Nah bertepatan dengan HUT RI ke 76, Hi-Lab Diagnostic Laboratory di Kotabaru, Yogyakarta mengeluarkan harga baru untuk tes swab PCR yang pastinya jadi lebih terjangkau. 

    Biaya swab PCR yang tadinya 900 ribuan kini hanya Rp. 480.000 saja di Hi-Lab Diagnostic Center. Eits, dengan harga baru bukan berarti pelayanannya terus jadi lebih lama ya, saat ini Hi-Lab punya kapsitas tes PCR hingga 1400 orang per harinya. 

    Nggak cuma tes PCR yang turun harga di hi-lab diagnostic center, tes swab antigen juga turun harga menjadi Rp. 120.0000. 

    Berikut daftar harga Tes PCR murah Jogja di Hi-Lab Diagnostic Center:

    • Tes Swab Antigen: Rp. 120.000
    • Tes PCR Regular (Hasil 12 Jam): Rp. 480.000
    • Tes Swab PCR Travelling (Hasil 5 Jam): Rp. 750.000

    Layanan Swab PCR Jogja yang Tersedia di Hi-Lab

    Ada 3 layanan yang tersedia di Hi-Lab yaitu Swab Antigen, Swab Travelling PCR, dan Swab PCR. 

    Untuk layanan swab antigen mulai pukul 06.00 - 21.00 dengan hasil terkirim ke e-mail 1 jam sesudah dilakukan pengambilan swab/sampel.

    Untuk swab traveling PCR terdapat 4 shift dengan hasil 5 jam dan dapat dilakukan secara drive thru.

    Jadwal Swab Travelling PCR:

    1. Jam Sampling/Swab 06.00-08.00, Hasil keluar pukul 13.00
    2. Jam Sampling/swab 08.00-10.00, hasil keluar pukul 15.00
    3. Jam sampling/swab 15.00-17.00, hasil keluar pukul 22.00
    4. Jam sampling/swab 19.00-21.00, hasil keluar pukul 02.00
    Ketentuan ini berlaku jika sampel tidak inconclusive. jika inconclusive maka akan mengalami penundaan 5 jam, sedangkan pengulangan proses hingga keluar hasil tidak akan dipungut biaya.

    Sedangkan untuk swab PCR regular hasilnya akan keluar selama 12 jam dengan 8 shift pengambilan swab yaitu:

    Jadwal Swab PCR Hi-Lab Jogja

    1. Jam swab 06.00 - 07.00, hasil keluar pukul 19.00
    2. Jam swab 07.00 - 08.00 hasil keluar pukul 20.00
    3. jam swab 08.00 - 09.00, hasil keluar pukul 21.00
    4. jam swab 09.00- 10.00, hasil keluar pukul 22.00
    5. jam swab 10.00 - 11.00, hasil keluar pukul 23.00
    6. jam swab 11.00 - 12.00, hasil keluar pukul 00.00
    7. jam swab 12.00 - 13.00, hasil keluar pukul 01.00
    8. jam swab 13.00 - 14.00, hasil keluar pukul 02.00
    Untuk pengambilan sampel swab diatas pukul 14.00 hasil PCR diterima maksimal H+1 pukul 12.00 WIB.

    Cara Tes PCR di Hi-Lab Diagnostic Center

    Proses pendaftaran tes PCR di Hi-Lab Jogja ini mudah banget. Pertama-tama kalian tinggal mengakses website Covid Center Hi-Lab dan login dengan akun google kalian. 



    Lalu scroll dan pilih pendaftaran swab antigen/PCR. Nanti kalian akan mendapatkan informasi layanan terkait swab antigen, travelling PCR dan Swab PCR. 

    Setelah itu, pilih layanan yang anda inginkan dan pilih jadwal sesuai kebutuhan. 

    Isi data sesuai KTP, untuk anak bisa melihat NIK di KK ya. Pastikan juga nomor telepon/HP dapat dihubungi melalui telepon atau WA. Data pemeriksaan ini terintegrasi dengan data yang ada pada Kementerian Kesehatan dan aplikasi peduli lindungi. 

    Kalau sudah, tinggal datang ke Hi Lab Diagnostic Center di daerah kotabaru dekat kridosono. Nanti lokasi swabnya terletak di ruangan terpisah dengan sirkulasi udara tanpa AC dan juga bisa drive thru. 

    Nanti hasil tes PCR akan dikirimkan kepada kita melalui e-mail dan terintegrasi sama aplikasi peduli lindungi juga. QR codenya juga bisa di-scan oleh petugas di Bandara karena sudah terintegrasi dengan data covid pusat. 

    Bagi yang membutuhkan informasi lanjutan mengenai PCR murah jogja di Hi-Lab Diagnostic Center bisa klik link dibawah ini ya:

    Hi-Lab Diagnostic Center

    Jl. Yos Sudarso No.27, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224
    Telepon:  (0274) 557722


    . Jumat, 20 Agustus 2021 .

    Rekomendasi Film Ninja Xpress

    Kalian kalau lagi cari inspirasi pas kerja darimana sih? Kalau saya biasanya suka nonton film. Yang terbaru sih saya suka banget sama beberapa film seputar bisnis dan korporasi. Buat yang suka nongkrongin Instastory saya pasti update banget saya lagi nonton apa. 

    (Clue: ceritanya soal kejahatan finansial dan bisa ditonton di netflix lol)

    Apalagi di saat PPKM yang he-em banget gini, hiburan saya ya cuma nonton film aja. Kalau udah bete dan bosen ya paling saya cuma nonton film dan main game. Belum lagi emang kondisi saya belum fit buat banyak beraktivitas. 

    Nah kemarin saya liat-liat di blog NinjaXpress ada 5 film Indonesia soal bisnis yang cocok untuk ditonton pas lagi selo. Jadi saya coba deh untuk mini-review dari film yang direkomendasikan Ninja Xpress berikut. Disimak yaaaa!

    Rekomendasi Film Indonesia Soal Bisnis



    Cek Toko Sebelah (2016)

    Film garapan Ernest Prakasa ini emang relatable di kehidupan saya yang isinya bangun, mandi, jaga toko, repeat. Gitu mulu sampe dunia tenggelam. Ungkapan cek toko sebelah ini juga sesuai dengan kehidupan jaga toko yang niscaya maha palugada. 

    Film cek toko sebelah ini bercerita soal Erwin yang harus memilih antara melanjutkan bisnis orangtuanya atau mengikuti cita-cita karirnya. Sungguh sebuah topik yang DUCKOFYORK banget kan. 

    Kalau kalian pengen tahu kehidupan sehari-hari saya pas nggak lagi jadi seleblog kurang terkenal, tonton deh Cek Toko Sebelah. Asli emang gitulah kira-kira kehidupan saya. 

    Filosofi Kopi (2015)

    Saya inget banget dulu nonton ini di bioskop 21 Ambarrukmo Plaza dan ngantri sama Angling dan Kaka cuma demi nonton Chico Jericho dan Rio Dewanto. Dua kombo cowo ganteng plus iming-iming ditraktir popcorn membuat saya rela menghabiskan malam minggu saya yang nggak ngapa-ngapain itu nonton bioskop. 

    Filosofi Kopi bercerita soal ben dan jody, sepasang sahabat yang punya kafe dan punya obsesi sama kopi--obsesi yang saya jelas nggak bisa relate karena saya tim kopi sasetan yang diseduh pake air dispenser. Nah dua orang ini terbelit hutang karena bisnisnya nggak jalan. 

    Terus mereka nyoba cari jalan keluar dengan mencari kopi terenak supaya menang lomba barista. Cheesy sih, intinya clash antara butuh uang dan idealisme. Kalau aku sendiri timnya Rio Dewanto karena uang adalah segalanya. 

    Film Filosofi Kopi ini yang bikin demam kopi dimana-mana. Bahkan habis itu para cast-nya jadi buka warung kopi dengan nama yang sama di Jogja. Sayangnya saya belom pernah kesana hahaha.


    Laundry Show (2019)

    Dulu saya pernah ngomong sama pak suami, kalo akang laundry deket rumah seganteng boy william, saya pasti bakal rajin ngelaundry kiloan. Sayangnya ternyata saya masih lemah iman karena tentu saja cuci sendiri --meski capek-- lebih hemat. 

    *pelit pangkal kaya adalah jalan ninjaku*

    Laundry Show ini adalah film yang cocok buat para budak korporat yang ingin menguj peruntungan di dunia bisnis. Sekilas bisnis laundry keliatan seperti bisnis yang receh-receh gitu kan, tapi ternyata enggak. Uki si koko-koko pemilik laundry harus merasakan jatuh bangun membangun bisnis, menghadapi persaingan, sampai menghadapi customer yang rese. 

    Meskipun sebenernya laundry show ini semi- semi komedi romantis tapi sebenernya banyak kok business lesson yang bisa diambil dari film yang satu ini. 


    Milly and Mamet (2018)

    Film yang ini merupakan spin-off dari serial Ada Apa Dengan Cinta yang bercerita soal teman-teman cinta yaitu Milly dan Mamet. Film ini sebenernya ada di netflix, tapi kalian sebenernya kan tahu saya lebih seneng film horror ketimbang film cinta-cintaan. 

    Anyways, Milly and Mamet bercerita soal Mamet yang sebenernya sudah sukses menjadi Chef, akan tetapi kemudian Mamet harus bekerja di pabrik milik keluarga Milly. Ini pilihan yang berat karena Milly sendiri sudah berkorban dengan resign dari pekerjaannya sebagai Banker setelah mereka berdua memiliki anak. 

    Cerita ini bagus ditonton sama couple yang harus milih antara keluarga atau bisnis keluarga (karena jujur aja, there's no such thing as family in business lol). Milly & Mamet sendiri cocok dijadikan tontonan bagi para keluarga baru yang masih mencari jati diri secara finansial. 


    9 Summers 10 Autumn (2013)

    Film ini klasik banget sih. Pemainnya juga Ihsan Tarore yang mana adalah gebetan saya jaman-jaman fangirling hanya dapat dilakukan di Indonesian Idol jaman dulu. Iya saya tahu kalimat barusan jebakan umur banget. 

    Bercerita soal Iwan, pemuda asal Batu, Malang, yang hidup di New York, Amerika Serikat. Iwan ini flashback ke masa lalunya, dimana keluarganya itu miskin dan hidup pas-pasan. Bapaknya Iwan pengen Iwan jadi anak yang bisa cari duit buat keluarga dan saudara-saudaranya, tapi Iwan ini pinternya ampun-ampunan. 

    Kalau kalian suka cerita-cerita motivasi yang from zero to hero 9 Summers 10 Autumn ini layak banget buat ditonton. Tapi kalau kalian orangnya bebal nggak bisa dimotivasi kaya saya, film ini juga tetap layak tonton karena ceritanya bagus.

    Intinya film ini bagus. Kalau nggak bagus nggak bakal emnang banyhak penghargaan sik, bye. 


    Rekomendasi Seputar Bisnis Hanya di Ninja Xpress

    Nah kalau kalian pengen lebih banyak rekomendasi film, channel youtube, buku dan hal-hal terkait bisnis lainnya, kalian bisa banget lho kepoin Blog Ninja Xpress! Seperti yang sebelom-sebelomnya udah pernah aku ceritain, Ninja Xpress ini punya komitmen yang luar biasa untuk memajukan UMKM di Indonesia,  mulai dari bikin Ninja Academy, Sharing session soal bisnis di channel youtubenya sampe info-info menarik soal bisnis di blog Ninja Xpress! 

    Oh ya, di masa pandemi ini, Ninja Xpress terus membantu para local business dan UMKM untuk bisa berkembang terus lho. Pokoknya Ninja Xpress ini salah satu rekan UMKM yang menurut saya cukup business-friendly dan mengerti kebutuhan para pelaku usaha kecil. 

    Jadi kalian yang mau coba bikin bisnis kecil-kecilan nggak usah ragu untuk berpartner dengan Ninja Xpress ya. Saya sering dapet pengiriman yang menggunakan Ninja Xpress dan sejauh ini selalu aman, kurirnya juga sopan. Tandatangannya pake hp pula hehehe. 

    Nah kalo dari 5 film diatas, kalian udah nonton yang mana? komen ya di bawah, biar kita bisa ngobrol lagi seputar film. 
    . Kamis, 22 Juli 2021 .

    Pinjaman Online Lewat WA

    Hai pembacaku yang budiman dan budiwoman, gimana kehidupan selama pandemi ini? Rasa-rasanya udah lama ya kita nggak ngobrol-ngobrol soal kehidupan dan keuangan selama ini. Kali ini saya pengen ngomongin sesuatu yang menurut saya penting banget yaitu pinjaman online. Specifically sih pinjaman online lewat WA. 

    Jadi yuyur nomor HP saya kan diketahui ((sejuta umat)). Sebagai orang sibuk asisten elit global merangkap enterpreneur tingkat kecamatan jelas nomer HP saya ada dimana-mana. Plusnya, saya gampang dicari (dan fast response lho! -- malah ngiklan) 

    Nah belakangan saya sering mendapatkan whatsapp yang aneh. Inti whatsappnya itu kurang lebih sama SMS-SMS yang meresahkan masyarakat saat ini alias menawarkan pinjaman. Saya juga bingung kenapa saya yang ditawarin pinjaman ya? Secara kan kita sebagai blogger kondang favorit mama mertua udah sering ngomong kalo pinjaman online harus lewat fintech yang sudah terdaftar OJK. 

    Ngga cuma lewat WhatsApp sih, penawaran serupa juga selalu saya dapatkan melalui SMS an bahkan kolom komen blog. Yaaaa kalau kalian tahu, saya sebelumnya pernah bahas soal ketagihan ngutang melalui pinjol nah di post itu, kolom komentarnya rusuh banget. Setiap saat ada aja akun spam yang menawarkan pinjaman.

    Menurut saya selain gengges, pinjol-pinjol yang nawarin utangan dengan mudah ini pada dasarnya SCAM! Lho kenapa saya bisa bilang begitu? 

    Pinjaman Online Lewat WA: Emang Boleh?

    Tau kan kalau perusahaan yang legal dan boleh ngasih kita pinjaman itu harus terdaftar di OJK? Nah perusahaan seperti ini terdaftar sebagai Fintech Pendanaan

    Fintech Pendanaan yang terdaftar di OJK harus ikut pengawasan dan aturan OJK. Aturan ini ngatur semua-mua-mua, mulai dari cara nawarin sampai cara nagih. Nah di aturan OJK ini, fintech pendanaan nggak boleh tuh asal main chat/whatsapp atau sms dan telepon seseorang itu nawarin jasa mereka. 

    Jadi kalau ada pinjol yang main chat whatsapp kita, udah pasti 100% illegal dan scam. 

    Nah supaya kalian nggak bingung, buat tulisan kali ini, aplikasi pinjam uang yang legal dan sudah terdaftar OJK akan saya tulis sebagai Fintech Pendanaan dan yang belom terdaftar akan saya tulis sebagai Pinjaman Online/Pinjol ya. Istilah ini sebenernya nggak di DUCKOFYORK doang, saat ini emang aplikasi pinjaman uang/P2P lending disebutnya sebagai fintech pendanaan ini. 

    Tapi ya nggak valid ya kalo saya main pukul rata semua illegal tanpa jelasin ke kalian kenapa illegal. After all, mengenali ciri-ciri pinjol illegal yang berpotensi membangkrutkan kita kalo sampe pinjem disana itu penting juga. 

    So, Here it Is: Ciri-Ciri Pinjaman Online Illegal. 

    Satu jelas, ngiklan sembarangan lewat jalur pribadi tanpa izin kita. Jadi karena OJK values our privacy so much,  salah satu hal yang dilarang oleh OJK buat fintech pendanaan adalah mereka ngga boleh mengakses data kita tanpa seizin kita.

    Misalnya kalau kita Install aplikasi fintech pendanaan, mereka nggak boleh tuh akses kontak kita, nggak boleh juga untuk chat atau menghubungi kita di luar perizinan kita. Nah kalo pinjol illegal yang doyan ngechat sampe ngelebihin mantan pacar yang gagal move on ini jelas-jelas main chat bae ngga pake a i u e o. 

    Dua, nggak punya izin, nggak terdaftar OJK dan perusahaannya nggak jelas dimana. Coba deh gaes, kalo dipikir-pikir, aplikasi fintech pendanaan yang resmi itu kita tahu lho kantornya dimana, terus juga sumber pendanaannya jelas, terdaftar OJK, ada izin operasionalnya. 

    Kalau pinjaman online lewat WA ini izinnya dari mana? Ngga tau kan? Karena mereka ujug-ujug aja muncul. Kita nggak tahu kantornya dimana, sumber dananya darimana, pokoknya tau-tau aja muncul. Bahasa jermannya Makjegagik gitu lho Bun. 

    Tiga, bunga unlimited, denda unlimited -- tapi juga nggak dijelasin tuh. Pokoknya gampang aja cair. Gengges kan ges, pokoknya yang diiklanin itu cuma perkara cairnya cepet. Dih, es batu kali cairnya cepet. 

    Fintech pendanaan yang resmi terdaftar di OJK itu punya bunga yang tidak boleh lebih dari 0.8% per hari. Penagihannya juga punya jangka waktu maksimal 90 hari. Kalau misalnya kita nunggak dalam jangka panjang, Bunganya nggak lebih dari 100%. 

    Jadi nggak ada tuh pinjem 1.5 juta tapi bunganya 60 juta. Mohon maaf, itu namanya bukan ngutang, itu namanya ngegaji rentenir. 

    Penipuan Pinjaman Online Lewat WA

    Kenapa saya bilangnya penipuan? Karena bagi saya, sebenernya pinjol illegal ini nggak lebih dari sekedar akal-akalan orang jahat buat ngambil uang kamu. Mereka tuh ngga mau ngasih kamu pinjeman, mereka mau kamu terjebak dalam bunga yang makin tinggi dan proses pembayaran yang makin mencekik. 

    Mereka nggak terdaftar di OJK, juga nggak terdaftar di AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia) terus sumber dananya juga nggak jelas darimana, tapi mereka pengen banget ngasi kamu duit dengan mudah. Di jaman yang serba sulit begini masa iya ada orang yang sebaik itu mau ngasih uang kaget? Kalau saya sih nggak percaya ya. 

    Seringnya itu, Pinjol illegal begini nggak punya syarat administratif yang jelas. Normalnya kita cuma akan diminta foto bersama KTP, tapi biasanya pinjaman online lewat WA suka punya syarat-syarat 'nyeleneh' tambahan kaya foto bugil. Dipikir-pikir ngapain juga kan nagih utang orang pake foto bugil? Secara malu kan ngga bisa bayar utang. 

    Memang, fintech pendanaan pun menyaratkan foto KTP, tapi karena mereka sudah resmi terdaftar di OJK dan bisa ditrack keberadaannya, data kita pun jadi lebih aman. Kalau ada apa-apa, kita gampang menghubungi fintech pendanaan yang terdaftar. Coba kalau pinjaman online lewat WA, nyarinya gimana coba? Sad.

    Jadi kalau misalnya ada pihak yang nawarin pinjaman online, coba ditelusuri dulu mereka dari mana. Minimal banget terdaftar OJK dan kita tahu kantornya dimana. Fintech Pendanaan yang resmi itu terdaftar di AFPI dan mereka juga concern dengan masalah pinjaman online lewat WA ini. 

    Sebenernya nggak apa-apa banget berhutang atau mengambil cicilan dan pinjaman lho guis. Saya sih mending pinjem ke fintech pendanaan ketimbang ke teman atau keluarga. Selain lebih jelas, pinjam uang ke pihak resmi itu nggak akan mencederai silaturahmi. Tapi.... pastiin benar-benar resmi ya. Kalian bisa lho cek di website OJK dan AFPI soal nama-nama fintech pendanaan yang terdaftar dan resmi. 

    Terus Gimana Kalau Ada yang Nawarin Pinjaman Online Lewat WA???

    Abaikan ya bund, jangan dibalas. Kalau perlu langsung hapus dan blokir. Kalau misalnya mereka whatsapp, nggak usah dibales even buat konten atau prank sekalipun, soalnya sekali ditanggapi mereka bakal memghubungi kita terus menerus. Gengges kan?

    Yang sering terjadi juga, pinjol WA ini bakal memaksa kita untuk pinjam uang sama dia sekalipun kita nggak butuh. Kalau dipikir-pikir kenapa mereka ngebet banget kita pinjam uang sama mereka sih? Ya karena mereka yang sebenernya butuh uang kita... Jadi kitalah yang sebenernya akan ngasi mereka uang. 

    Jadi block aja bun, gausa ide buat ngontak-ngontakin mereka lagi, apalagi kalau whatsappnya dari nomer luar negeri yang nggak jelas. Kalau mereka terus-terusan maksa dan ngontak, block aja udah. 

    Di saat kaya gini we need one less negativity in our life, lol.

    Jadi kesimpulannya, ngga usah ikutan pinjaman online lewat WA. Rugi, potensi scammer, nggak jelas dan nggak terdaftar. Kalau mau pinjam uang dan butuh cepat, ke Fintech Pendanaan yang resmi aja, nggak usah aneh-aneh. Stay cuan!