• about me
  • menu
  • categories
  • Agi Tiara Pranoto

    Agi Tiara Pranoto

    Seorang Blogger Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. Selain menulis, dia juga sangat hobi bermain game FPS. Cita-citanya adalah mendapatkan passive income sehingga tidak perlu bekerja di kantor, apa daya selama cita-cita itu belum tercapai, dia harus menikmati hari-harinya sebagai mediator kesehatan.



    Bagi pembaca lama DUCKOFYORK tentunya sudah nggak asing dengan istilah Stunting. Ya, stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih banyak terjadi di Indonesia. Penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi dalam waktu panjang sehingga mengganggu tumbuh kembang anak dan berpengaruh sampai dia dewasa. 

    Masalah stunting dan gizi buruk ini bener-bener serius di Indonesia, sampai kita punya Peraturan Presiden Nomor 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Nggak cuma itu, potensi kerugian ekonomi karena masalah stunting ini diperkirakan mencapai 2-3% dari Pendapatan Domestik Bruto per tahun atau sekitar 450-500 triliun per tahun. Ngeri banget kan? 

    Penyebab Stunting

    Banyak yang belum paham apa penyebab stunting, padahal jawabannya mudah banget: buruknya pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang buruk jadi penyebab utamanya. Di Indonesia masih banyak orang tua yang belum siap untuk menyiapkan pola makan dan pola asuh yang optimal, khususnya di 1000 hari pertama kehidupan. 

    Padahal di 1000 Hari Pertama Kehidupan inilah anak tumbuh dengan pesat. Jadi 1000 hari pertama kehidupan ini dihitung dari saat bayi masih berada dalam kandungan sampai dengan usia 3 tahun. Disinilah vicious cycle-nya terjadi: anak yang stunting akan tumbuh menjadi remaja yang malnutrisi dan beresiko terkena anemia. Remaja yang malnutrisi beresiko menjadi ibu yang malnutrisi dan melahirkan bayi yang malnutrisi juga. 

    Nggak habis-habis kan? 

    Makanya banyak banget pihak yang berjuang gimana bisa ada intervensi yang tepat buat stunting, mulai dari pemerintah, swasta, sampai masyarakat. Semua bnerperan dalam porsinya masing-masing untuk mencegah stunting, misalnya saja Danone yang mengadakan Perjalanan Aksi Cegah Stunting. 

    Perjalanan Aksi Cegah Stunting




    Danone sendiri memiliki 3 fokus kegiatan untuk mencegah stunting yang dikembangkan bersama banyak stakeholder, yaitu:

    1. Fokus Pola Makan

    Karena salah satu penyebab stunting yang paling terlihat di masyarakat adalah kebiasaan dan pola makan yang buruk pada keluarga, maka salah satu program Danone bersama multi stakeholder adalah Isi Piringku, Warung Anak Sehat, dan Ayo Minum Air. 

    Sebelumnya saya juga sudah pernah membahas soal isi piringku dan ayo minum air di blog ini. Silahkan dibaca ya. 

    2. Fokus Pola Asuh

    Selain pola makan, hal lain yang perlu diperbaiki di masyarakat adalah pola asuh. Untuk mengintervensi hal ini, diperlukan edukasi kepada orang tua, para guru PAUD, dan remaja. Sebelumnya saya juga sudah pernah membahas seputar intervensi kegiatan yang dilakukan Danone melalui Bunda Mengajar dan GESID. Danone juga memiliki program TANGKAS dan Aksi Cegah Stunting yang akan kita bahas saat ini. 

    3. Sanitasi

    Jika pola makan dan pola asuh sudah tepat, namun sanitasi belum diterapkan dengan baik maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Dengan menguatkan akses air bersih dan sanitasi melalui pembangunan sarana dan prasarana serta promosi kesehatan berbasis masyarakat, Danone sendiri memiliki program-program seperti Water Access Sanitation and Hygiene (WASH) dan Promosi STBM.

    Perjalanan Aksi Cegah Stunting di Yogyakarta


    Kali ini saya berkesempatan untuk mengikuti perjalanan aksi cegah stunting di Yogyakarta. Tentunya saya nggak sendirian, melainkan ditemani teman-teman DBA dan DDA yang selalu membersamai di setiap kegiatan Danone yaitu kembaran ketemu gede saya alias Akbar Muhibar Berkabar dan Berkibar, Mak Ima alias Manda, Rizka dan Oppa Hendy. 

    Isi Piringku di TK PKK Budi Rahayu





    Perjalanan kami dimulai dari TK PKK Budi Rahayu di Kecamatan Mergangsan Yogyakarta. Disini kami dikenalkan pada adik-adik lucu yang sudah menerapkan panduan program isi piringku sejak dini. 

    Jadi pada tahun 2018, TK PKK Budi Rahayu ini sempat menjuarai kompetisi isi piringku yang diadakan di Jogja. Setelah itu, TK ini menerapkan panduan Isi Piringku yang diberikan oleh Danone dengan cara meminta orang tua membawakan bekal kepada anak-anak dengan mengikuti panduan isi piringku. 

    Cara ini terbukti efektif karena orang tua pun mau gak mau jadi ikut makan-makanan sehat yang dimakan oleh anak-anaknya. Selain itu anak-anak juga jadi lebih bersemangat untuk memakan buah dan sayur bersama teman-temannya. Sungguh peer pressure yang baik ya!

    Sejak tahun 2018 sampai dengan pertengahan tahun 2022, program Isi Piringku PAUD telah berhasil menjangkau 6119 PAUD, 12916 guru, 142428 siswa, serta 157669 orang tua di 27 Kabupaten dan Kota di 9 Provinsi di Indonesia. Keren banget kan? 

    Program Bunda Mengajar




    Sebelumnya saya pernah membahas mengenai program bunda mengajar yang menurut saya keren banget. Program ini dikembangkan sejak tahun 2016 di Kelurahan Bumijo Yogyakarta oleh PT Sarihusada Generasi Mahardika, dan mulai direplikasi di kelurahan Kricak dan Wirobrajan sejak tahun 2021. 

    Kegiatan utama dari Bunda Mengajar adalah pelatihan dan pendampingan kader kesehatan masyarakat serta urban farming. Kader kesehatan ini penting banget karena membuat ideas-ideas soal kesehatan jadi lebih dekat dengan para Ibunda. Nggak cuma itu, para Bunda juga mendapatkan pelatihan seputar pentingnya gizi seimbang, pola asuh, pengisian KIA, dan pengukuran antropomerti. 

    Selain itu, para ibu juga mendapatkan pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta training of trainers agar mereka bisa memberikan penyuluhan pada masyarakat. 

    Kelompok Tani Ngremboko

    Nggak cuma soal kesehatan, para Ibu juga melakukan urban farming dengan berkolaborasi dengan Kelompok Tani Ngremboko. Urban Farming ini memanfaatkan lahan urban yang sempit dengan menanam sayuran, buah, dan tanaman obat secara vertikal. Tak hanya itu, ada juga peternakan mini untuk ayam dan ikan dengan kolam dan kandang yang terbatas. 

    Kolaborasi ini menghasilkan panen yang dpaat dimanfaatkan oleh warga sehingga makanan bergizi menjadi lebih aksesibel untuk semua. Biaya yang dikeluarkan untuk berbelanja juga dapat ditekan, belum lagi pendapatan yang didapatkan dari penjualan hasil panen dan bibit tanaman. 

    Warung Anak Sehat



    Bagi para pecinta jajan seperti saya jelas paling semangat di bagian warung anak sehat ini hehehehe. Kenapa? Karena kami mengunjungi SDN 3 Kotagede, Yogyakarta untuk melihat kantin dengan jajanan sehat yang beroperasi disini. 

    Program ini dikembangkan oleh Danone SN Indonesia untuk mengurangi angka malnutrisi pada anak-anak yang berusia 5-12 tahun. Nggak cuma itu, program ini juga merupakan program pemberdayaan perempuan yang luar biasa menarik. 

    Saat pandemi, para ibu kantin banyak yang terancam tidak bisa berjualan lagi karena sekolah tutup dan pada akhirnya kehilangan mata pencahariannya. Danone memberikan dukungan berupa engagement (edukasi, komunikasi, dan support) serta mentransisikan sistem bisnis para ibu kantin menjadi berbasis online. 

    Nggak cuma itu, jajanan yang dijual para ibu kantin inipun bertransisi menjadi jajanan sehat dengan nilai nutrisi. Ada berbagai macam pilihan jajanan sehat seperti jajan pasar, susu, serta makanan padat gizi lainnya. 

    Pada tahun 2021, program ini mendapatkan penghargaan internasional berupa Gender Equality European and International Standard (GEEIS) Sustainable Development Goals Trophy sebagai salah satu perusahaan dan organisasi yang turut berkomitmen dan berinisiatif untuk memberdayakan perempuan lho!

    Research and Innovation (R&I) dari Danone di Pabrik Sarihusada Yogyakarta

    Nggak cuma membuat program-program yang luar biasa, Danone juga nggak henti-hetinya berupaya untuk melakukan riset dan inovasi bertaraf internasional untuk produk-produk yang dirilis oleh Danone. Dengan komitmen tersebut, Danone mengembangkan produk makanan dan minuman dengan kualitas tinggi dan bernutrisi. 

    Kami diajak menuju R&I Danone di Pabrik Sarihusada, namun disini kami tidak boleh mengambil foto hihihi. Jadi saya cuma bisa bercerita sedikit soal pengalaman saya melihat bagaimana para ahli dan scientist di Danone mengembangkan produk. Nggak cuma formulasi, sampai packaging pun dipikirkan betul dan di-prototype di pabrik ini. Keren banget pokoknya. 

    Ada 4 fasilitas teknologi yang dimiliki oleh pabrik ini, yaitu pilot plant, laboratorium pengemasan produk dan bahan baku, laboratorium sensori, dan laboratorium pengemasan. Alat-alat yang digunakan juga canggih dan keren-keren. Jujur jadi pengen kerja disini tapi saya nggak ngerti apa-apa soal laboratorium wkwkwkw. 

    Waktu saya tanya, kalau hari biasa apakah lab-nya libur dan kosong karena nggak ada produk baru? Eh jawabannya adalah lab ini akan terus running karena selalu ada riset dan inovasi yang berjalan dari Danone. Gokiiiill!!!

    kegiatan cegah stunting dari Danone ini memang membuat saya tersadar jika memang pencegahan stunting itu penting banget. Melihat para adek-adek di TK Budi Rahayu dan SDN 3 Kotagede membuat saya tersadar kalau saya semakin tua kalau masa depan kita ada pada generasi muda ini. Jika kita nggak menjaga mereka dari bahaya gizi buruk, lantas siapa lagi? 

    Semoga di tahun depan, angka gizi buruk dan stunting di Indonesia semakin mengecil bahkan habis, sehingga generasi-generasi unggul di Indonesia bisa tumbuh dengan ceria dan bahagia. Salam bebas stunting!
    . Rabu, 16 November 2022 .

    popular posts

    IBX5B00F39DDBE69
    . Kamis, 04 Agustus 2022 .

    Review Pengabdi Setan 2

    Ea, kembali lagi di review film horror yang paling ditunggu-tunggu sejuta jagat umat pengemar film horror. Kali ini saya akan mereview film paling happening Agustus 2022 yaitu Pengabdi Setan 2: Communion. 

    Ending Pengabdi Setan/Satan Slaves pertama yang saya tonton di tahun 2017 lalu bener-bener bikin saya nggak sabar nungguin Pengabdi Setan 2 ini. Pasalnya saya punya harapan Fachri Albar dan Asmara Abigail bakal memegang peran penting soal cerita kehidupan Rini, Toni, dan Bondi pasca hilangnya Ian dan tragedi di rumah lama mereka. 

    . Minggu, 03 Juli 2022 .

    hotel marriot jogja

    Pernah staycation dadakan? Saya pernah hehehe, baru saja semalam. Jadi ceritanya saya semalam staycation dadakan di Marriot Hotel Yogyakarta karena (lagi-lagi) diajak teman saya si Kemal. Kebetulan Kemal punya 2 kamar yang vacant, jadi saya dan Pak Suami dikasih satu kamar kosong begitu.

    Lalu saya putuskan untuk mereview sedikit kamar yang saya tempati di Marriot kemarin. Tapi review kali ini singkat saja ya, karena saya berada disana hanya sekitar 12 jam, jadi nggak banyak hal yang saya explore di hotel kali ini. 

    Jadi kamar yang kami tempati adalah Guest Room dengan city view. Nggak masalah karena kami sampainya sudah malam jadi pemandangannya nggak bisa dilihat juga hehehe. Kesan pertama saya adalah kamarnya super luas dan kamar mandinya juga luas dengan sliding door. 


    Berhubung saya, pak Suami, dan Kemal ngakak-ngakak semaleman di Discord, kami sadar banget bahwa suara disini nggak bocor. Soalnya begitu kami keluar kamar, di lorong sudah nggak terdengar apa-apa. Jadi suasananya tenang banget buat beristirahat. 

    Amenities yang tersedia di hotel ini cukup lengkap. Di kamar tersedia air mineral botolan untuk menyeduh teh dan kopi, serta untuk berkumur. Jadi total di kamar ada 4 botol air mineral. Walaupun pilihan toiletries yang tersedia tidak menggunakan brand premium layaknya hotel bintang 5 lainnya, tapi dari segi wangi tidak kalah.

    Satu yang saya kurang sukai, bantal yang digunakan di kamar hotel ini adalah bantal yang fluffy namun ketika dipadukan dengan spring bed yang firm, rasanya kurang pas. Bagi tipe penggemar bantal memory foam, saat berhadapan dengan bantal latex seperti ini biasanya belum terbiasa. Jadi kurang mantap saja rasanya. 


    Untuk fasilitas tambahan di kamar terdapat bathrobe, senter, setrika dan papan setrikaan, sandal, laundry bag, dan shoe polish. Di mini bar sendiri tersedia beberapa minuman segar. 

    Oh ya, saya juga suka karena kamar ini menggunakan alarm dan speaker JBL Horizon. Jadi bagi yang suka mendengarkan lagu, nggak perlu membawa speaker bluetooth sendiri. Selain itu ada mode pengaturan alarm tidur untuk tidur siang jadi enak banget nggak perlu minta wake up call dari front office lagi.




    Menurut saya, kamar di Marriott ini lebih terasa seperti Business Setting ketimbang luxury setting. Dengan price point yang cukup lumayan, saya merasa hotel ini lebih cocok untuk family dan business ketimbang untuk couple. Tapi berhubung kemarin saya staycation bareng sama Kemal jadi seru juga bisa main game dan ngobrol lama di kamar mengingat mereka punya sofa dan meja yang nyaman untuk ngobrol. 

    Oh ya, meski tak sempat foto karena restorannya sangat full untuk breakfast, tapi makanan di Marriott ini enak-enak. Sarapannya juga beragam khas bintang lima dengan rasanya yang lezat. Saya juga sempat dinner malamnya di Yogyakarta Kitchen dan mereka punya liquor selection yang menyenangkan dengan harga yang relatif terjangkau. 

    Sekian pengalaman staycation dadakan kali ini, nantikan kembalinya saya dengan review-review staycation yang lebih show show show hanya di duckofyork.com!


    . Kamis, 30 Juni 2022 .

    Tempat Belanja Snack Import di Jogja

    Hai gaes, kembali lagi ke episode jalan-jalan, makan-makan terus nangis karena duitnya entek bersama Duckofyork. Kali ini saya akan membagikan 3 toko yang sering saya sambangi untuk belanja snack dan bahan makanan import di Jogja. 

    Info seperti toko begini penting nggak penting sih gaes. Kalau buat saya ini info yang penting karena saya suka BM (banyak mau) kepingin pas liat snack-snack atau masakan luar negeri gitu. Kalau buat mas Anang jujur saya nggak tahu, tanya aja Ashanty.

    Nggak cuma snack import, di toko-toko ini, kamu juga bisa membeli bahan makanan import untuk kegiatan masak-memasak di rumahmu. Sebenarnya masih banyak juga toko yang menyediakan snack import di Jogja, tapi kali ini saya share 3 toko yang paling sering saya sambangi ya. 

    1. RnB Grill/Meat Shop Indoguna



    Yang orang Jogja pasti sudah nggak asing lagi dengan RnB Grill. Walau kebanyakan orang mengenal RnB sebagai restaurant steak yang cukup upscale di Jogja, tapi restaurant yang charming ini punya meatshop dan supermarket yang lumayan lengkap di bagian depan lho!

    Saya suka banget menghabiskan waktu di RnB Grill dan Meatshop Indoguna, baik untuk makan maupun untuk belanja. Salah satu rekomendasi saya adalah ((nengok)) freezer di bagian belakang dekat pintu masuk restoran yang berbatasan dengan jendela yang mengarah ke dapur. Disitu terdapat banyak pilihan daging steak yang harganya lebih terjangkau heheheh.

    Selain daging, RnB punya list snack import dan makanan import yang cukup lengkap mulai dari bumbu masak, makanan instan, coklat, sampai cemilan. Salah satu yang saya suka adalah banyak produk impor yang di diskon dan harganya cukup miring! Misalnya saja selai, biskuit, dan masih banyak lagi. 

    Oh ya Meatshop juga menjual snack untuk anak-anak, jadi kegiatan berbelanja disini memang lebih seru kalau dilakukan bersama keluarga. 

    Lokasi RnB Grill/Indoguna Meatshop


    2. InHarmony Mart, Seturan


    Yang ini saya langganan karena lokasinya cukup dekat dengan rumah. InHarmony mart ini relatif baru berdiri, seingat saya pas pandemi. Spesialisasinya adalah bahan makanan dan snack oriental baik dari Thailand, Vietnam, dan China, namun ada juga beberapa kudapan dari Arab Saudi dan dari China. 

    Lokasinya ada di jalan raya seturan, sederetan dengan Circle K seturan, tepat di seberang Thon's Coffee. Walau bangunannya sekilas seperti sekolahan, tapi parkirnya cukup besar, jadi bagi teman-teman yang membawa kendaraan roda empat ngga perlu pusing mikirin parkir. 

    Saya paling suka membeli bumbu-bumbu masakan khas oriental disini, mulai dari bumbu Pad Thai sampai Lao Gan Ma lengkap! Selain itu ada juga snack roti-rotian yang biasa saya temukan di Dubai. Buat teman-teman yang suka memasak, harus cobain mampir ke InHarmony Mart Seturan ini.

    oh ya, tempat ini juga jadi satu dengan Dunia Kita Cafe dan Restaurant jadi abis belanja bisa ke lantai dua untuk makan hehehe.

    Lokasi InHarmony Mart Seturan:

    3. Jogja Korean Mart / Mu Gung Hwa


    Bagi teman-teman yang sering melintasi ring road utara pasti sudah tidak asing dengan penampakan minimarket korea Mu Gung Hwa di wilayah Ring Road Jombor ini. Nah Mu Gung Hwa ini adalah andalan saya kalau ingin berbelanja snack Korea dan bahan-bahan memasak dari Korea. 

    Pilihan kimchi disini juga lengkap, mulai dari kimchi lobak, kimchi sawi, sampai kimchi daun bawang ada semua. Biasanya saya disini menyetok kebutuhan sehari-hari, snack, dan bahan makanan. Bagi kalian yang penggemar masakan korea, disini juga ada kafe kecil yang menyediakan beberapa makanan siap saji khas korea seperti tteokbokki, ramyeon, dan lain-lain. 

    Lokasi Mu Gung Hwa Jogja Korean Mart:


    Nah kalau itu 3 toko favorit saya, kalau kalian suka belanja dimana? Komentar di bawah yaaa! 
    . Minggu, 26 Juni 2022 .

    Pengalaman Menginap di Hotel ANgker


    Salah satu hal yang cukup bkin saya kesal adalah kalau salah memilih hotel, terutama hotel yang angker. Masalahnya sebagai potato alias umbi-umbian, saya kadang nggak bisa memilih dimana saya harus menginap. Kadang hotel angker adalah salah satu pilihan terdekat dan terbaik yang ada di wilayah perjalanan dinas saya. 

    Sebenarnya saya biasa banget tidur sendirian di hotel. Biasanya sih saya nyalain tv dan membuka laptop biar nggak ketakutan. Bayangan saya, nggak ada setan yang berani ganggu saya kalau saya fokus baca gosip artis soalnya netizen yang komentar bisa lebih serem daripada setan.

    Tapi namanya apes memang tidak pernah dinyana, karena pada akhirnya saya kena juga tuh menginap di hotel yang angker sendirian. Memang nasib umbi tidak bisa dinyanya dan tidak bisa diduga. 

    Nah kali ini saya akan bercerita soal apa-apa saja yang harus dilakukan jika menginap di hotel yang angker dan apa saja harus dipersiapkan. 

    Pengalaman Menginap di Hotel Angker

    Jadi ceritanya saya sedang menginap di salah satu hotel di Jawa Tengah. Waktu itu saya sendirian di kamar karena kedua teman lainnya mendapat satu kamar sendiri. Mau nggak mau sebagai satu-satunya yang berkelamin wanita, saya akhirnya tidur sendirian. 

    Teman saya ini, sebut saja Botak dan Asep (karena memang itu namanya), sempat bilang punya perasaan nggak enak pas ada di lift. Dua-duanya malah sibuk cerita soal kehorroran si hotel yang membuat saya merasa ((tersugesti)) kalau hotel ini memang ada apa-apanya. 

    Tapi berhubung kita ada kerjaan yang mengharuskan kita melek dan begadang malam itu jadi cuslah kita tetap bertahan. Nah ceritanya kami bertiga dapat lantai smoking, karena Botak dan Asep ngerokok. Bagi saya yang nggak ngerokok, nginep di lantai smoking itu neraka banget, jadi saya minta pisah lantai sama dua orang itu. 

    Sampai hotel, saya langsung siap-siap, mandi dan ganti baju untuk persiapan acara malam itu. Setelah mandi saya turun ke lobby buat nunggu dijemput sama panitia acara.

    Nggak lama Botak mengirimi saya BBM (iya jaman itu belum masanya whatsapp), nanya saya dimana. Rupanya mereka nyamperin lantai saya terlebih dahulu sebelum turun. Saya jawab saya di lobby. 

    Botak ngomel tiba-tiba di BBM, "wah ngerjain aja lu!" 

    Saya bingung, ngerjain apaan wong saya pas sampai kamar hotel langsung mandi dan ganti baju terus ke lobby. Nggak lama Botak dan Asep muncul dengan muka bete. 

    Usut punya usut tuh, ternyata si Asep nerima telepon di telepon kamar hotel dari perempuan yang suaranya mirip saya kalau minta disamperin ke kamarnya karena takut turun sendirian. Asep bilang, oke nanti disamper abis Asep mandi karena dia gantian mandi sama si Botak. 

    Nah pas Asep mandi, si Botak juga dapet telepon yang sama, tapi kali ini suara saya nangis-nangis minta ditemenin karena sendirian. Karena khawatir, Botak langsung nyuruh Asep kelarin mandi cepet-cepet dan mereka lari ke kamar saya pake tangga karena nunggu liftnya lama. Bayangan mereka saya nemu hal yang triggering terus stress dan nangis. 

    Setelah ngetok kamar saya berkali-kali, akhirnya Botak memutuskan untuk mengirimi saya BBM tadi. Nah saya jawab aja kalau saya sama sekali nggak nelepon mereka. Akhirnya kami semua berusaha berpikir kalau itu salah sambung dan tetap berangkat ke acara. 

    Yang jadi masalah adalah sepulangnya dari acara. 

    Kami balik ke hotel sekitar jam 3-4 pagi. Acaranya nggak begitu jauh dari hotel, jadi pas sampai saya sudah ngantuk banget, sementara Asep dan Botak masih sempet bercanda mau nyari makan pagi-pagi buta. Akhirnya saya tidur dan needless to say sayanya nggak kenapa-napa sampai besok paginya. 

    Asep sama Botak lain cerita. 

    Karena bingung mau makan dimana, akhirnya Asep dan Botak nyari minimarket yang masih buka jam segitu di dekat Hotel buat beli pop mie. Di hotel akhirnya Asep bikin pop mie dan Botak tidur-tiduran. Nggak lama ada suara ketokan di pintu. Nah Asep yang jalan ke pintu karena lokasi dari teko ke pintu jelas lebih dekat Asep. 

    Pas dibuka, di pintu nggak ada siapa-siapa. Sebenernya disini Asep konon sudah merinding tapi dia masih berupaya stay cool dan bilang ke Botak kalau salah ketok aja. Balik dong Asep ke kegiatan bikin popmie nya. 

    Nggak lama, pintu di ketok lagi. Asep yang udah nggak mau bukain pintu pura-pura kebelet. Mau nggak mau Botaklah yang bangun dan jalan ke pintu. Pas Botak buka pintu lagi-lagi nggak ada orang. Botak yang bingung celingak celinguk di lorong, dan dengan bodohnya dia jalan ke lorong terus pintu hotel ketutup begitu aja. Otomatis Botak nggak bisa masuk kamar. 

    Botak berusaha gedor-gedor kamar, tapi karena Asep lagi di kamar mandi, dia nggak denger si Botak gedor-gedor kamar. Akhirnya Botak nyerah dan turun ke resepsionis untuk minta kunci satu lagi. Baru sampai lift, Botak denger suara langkah orang, tapi dia nengok ke kiri kanan nggak ada orangnya. Karena Botak merinding dia baca-baca aja sepanjang langkah ke resepsionis. 

    Sampai di resepsionis, karena takut, selain minta kunci dia juga minta ditemenin lagi ke atas sama resepsionisnya. Yang lucu adalah, resepsionisnya manggil salah satu temennya juga, jadi mereka naik ke atas bertiga :)))

    Botak nggak berani komentar apa-apa. Tapi di lift dia bisa liat si resepsionis dan temennya itu kayak liat-liatan cemas. Akhirnya Botak bisa masuk kamar, dan pas dia masuk kamar, Asep udah kerukupan selimut.

    Paginya baru si Asep cerita, pas Botak kekunci di luar, telepon di kamar bunyi lagi dan pas di angkat, nggak ada suara apa-apa. Karena Botak ilang, Asep ketakutan jadi dia langsung tidur aja nggak jadi makan popmie. 

    Saya? sampai checkout nggak kena apa-apa. Jadi cuma dua makhluk itu aja yang kena kejadian aneh-aneh. Hahahaha. 

    Tapi ada beberapa hal yang saya lakukan yang saya yakin puol Asep sama Botak tidak melakukannya yaitu:

    1. Selalu 'Permisi-permisi'

    Agama yang saya anut mengajarkan bahwa di tempat manapun pasti ada 'penunggunya'. Jadi hal pertama yang saya lakukan setiap masuk tempat manapun adalah mengucap salam, meski dalam hati. 

    Yah meskipun saya jarang ibadah tapi kebiasaan yang satu ini cukup nempel di kepala saya hehehe. 

    Walaupun pada dasarnya saya nggak relijius tapi menurut saya nggak ada salahnya selalu permisi-permisi dan mengucap salam dimanapun karena kesopanan pasti akan dihargai dimanapun. 

    2. Nggak Usah Banyak Kepikiran

    Menurut saya, serem atau nggak itu udah sugesti. Banyak orang yang sedikit-sedikit overthinking begitu melihat bangunan lama dan berpikir di situ ada setannya, makanya hal-hal kecil apapun yang terjadi maupun didengar akan berasa menyeramkan. 

    Jadi kalau ada kejadian yang kira-kira seram ngga usah mikir aneh-aneh. Fokus ke hal-hal yang perlu dilakukan aja. Kalau misalnya memang mau istirahat, nyalain TV atau musik dan fokus ke tontonan saja. Nggak usah ide ngegoogle hotel yang diinapi ada cerita horror apa karena malah bakal bikin takut. 

    3. Tenangkan Hati dan Niatkan untuk Istirahat

    Menurut saya hati yang tenang itu goes a long way. Kalau saya di kamar hotel ketakutan sendirian, saya pasti berusaha menenangkan hati entah dengan makan, telfon teman, dan lain sebagainya. Kemudian set intention untuk istirahat. Fokus di kebutuhan untuk istirahat, gunakan parfum yang nyaman, lakukan skincare routine seperti biasa, dan siap-siaplah untuk istirahat. 

    4. Keep Things Organized!

    Saya sering banget nonton film horror dan kalau ada yang saya pelajari dari film-film tersebut adalah, kita harus organized. Misalnya, handphone harus selalu dalam keadaan dicharge dan ada pulsa/kuota dan sinyal. Yang kedua, selalu juga siapkan alat untuk self defense karena tentu saja orang jahat lebih serem daripada setan. 

    Oh ya, saat tidur di hotel pun saya mengusahakan untuk selalu menggunakan pakaian lengkap. Ini supaya kalau ada apa-apa saya bisa lari dengan pakaian lengkap alias nggak telanjang. Tips ini nggak hanya berguna kalau kalian nginep di hotel angker, tapi juga di daerah yang rawan gempa. 

    Nah itu tadi pengalaman dan tips dan trick dari saya untuk menginap di hotel angker. Kalau kalian ada cerita apa nih?