• about me
  • menu
  • categories
  • Agi Tiara Pranoto

    Agi Tiara Pranoto

    Seorang Blogger Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. Selain menulis, dia juga sangat hobi main PUBG Mobile. Cita-citanya adalah mendapatkan passive income sehingga tidak perlu bekerja di kantor, apa daya selama cita-cita itu belum tercapai, dia harus menikmati hari-harinya sebagai manajer sebuah penginapan syariah dan content manager sebuah clothing line

    Apa Yang Lebih Serem Daripada Pengabdi Illuminati? Pengabdi Money Game Jawabannya!

    money game di indonesia berbeda dengan mlm dan lebih serem dari illuminati

    Kalau kalian pikir illuminati itu organisasi paling serem di dunia, pikir lagi baik-baik deh: berapa banyak orang di sekitar kita yang terindikasi sebagai pengikut illuminati??? *brb nginget-nginget siapa yang kemaren pas DWP alias coachella dengan kearifan lokal pake tato-tatoan segitiga di jidat*
    Kalau jumlah orang-orang yang terindikasi pengikut illuminati disekeliling kita dibawah 3 orang, selamat, anda akan relate sama postingan saya yang satu ini.

    Jadi, alasan mengapa saya tetiba menulis blogpost yang random ini selain menambah jumlah postingan organik demi SERP yang lebih sehat adalah dikarenakan kekesalan saya secara pribadi terhadap makhluk-makhluk durjana kenalan-kenalan lama yang tiba-tiba rajin ngirim direct message di media sosial.

    FYI, i'm not popular at school. i'm not popular during college. most of these people aren't my friends or someone i'm hanging out with. 

    Dan nge-DMnya tuh yang random gitu, bukan yang pas saya lagi lempar topik apa terus membalas, diskusi. Enggak. Random. Out of the blue. Disertai dengan kalimat "HEYYY AGI APA KABAR??? KANGEN DEH"

    Masalahnya... kata kangen deh merupakan kalimat yang tidak umum diucapkan oleh seseorang yang sebenernya nyaris nggak pernah ngobrol sama kamu (bahkan mungkin ikut ngebully atau ngegosipin, lel). Paling satu-dua kali, seperlunya aja. Terus tiba-tiba, lo and behold, dia muncul di deretan pesan dan menyapa kamu dengan akrab seolah-olah kita dulu belajar ngerokok bareng di gang senggol sepulang sekolah.

    Tapi karena saya anaknya baik, ramah, tidak sombong, gemar menabung dan rajin belajar tentu saja saya menanggapi pesan-pesan ini dengan sopan. Ingat, pesan-pesan, berarti plural, meaning nggak cuma satu pesan semacam ini yang saya terima seumur hidup saya #nangis

    Dan, balasan mereka hampir selalu seragam: Agi gue liat sekarang lo suka bahas soal finance dan investasi, gue ada business plan nih, tenang aja returnnya gede kok! Bisa ketemuan nggak? Lo sekarang dimana?

    via GIPHY

    Sek, menghela nafas sek.

    Tahun 2010an saya kerap dikirimi pesan serupa via messenger, tapi bahasanya agak lain.

    Hai agi, apa kabar? ((baik lo apa kabar kok nggak pernah keliatan)) gua bisnis sekarang... kapan-kapan gue mau ajakin lo ketemuan deh... TERUS SAYA DIBAWA IKUT GATHERING MLM DIA.  BORO-BORO MELEPAS KANGEN! YANG ADA CUMA DISUGUHIN PENJELASAN SOAL SISTEM KAKI-KAKI. JAHAT GAK SIH.

    Dari situ deh saya mulai sebel sama temen-temen yang ikutan MLM, apalagi yang kerjaannya bukannya jualan malah cari downline. Kalo jualan kan lumayan bisa liat-liat katalognya hmmmm... *mengekap dompet erat-erat*

    Saking sebelnya saya sampai bergabung dengan komunitas MLM watcher di kaskus dan di facebook. Iya, saking gedegnya karena diprospek terus. Mungkin mereka pikir karena saya seneng duit, saya bisa dikibulin gitu??? ooooo... tidak semudah itu fergusooooo

    Nah dari komunitas MLM watcher inilah saya paham bahwa ada organisasi yang kerjaannya meregulasi dan mengawasi para pelaku MLM ini, yaitu APLI atau Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia. Kenapa Penjualan Langsung? karena MLM yang sehat sistemnya adalah direct selling atau penjualan secara langsung BUKAN cari downline. Downline cuma sebagai bonus sistem aja.

    Jadi buat kalian para pejuang tutup poin di tupperware, oriflame, sophie martin dan MLM lainnya yang emang fokusnya jualan aja bukan ngejar bonus kaki-kaki alias gaet downline; tenang aja kalian aman. Kalian bukan target kemarahan saya (dan ratusan ribu korban money game berkedok mlm lainnya).

    Dari situ saya juga belajar bahwa MLM seperti ini bukanlah MLM melainkan money game berkedok MLM. Dan money game seperti ini jumlahnya banyak sekali; bahkan ada pelaku-pelaku money game yang sudah di taraf kecanduan alias berpindah dari satu money game ke money game lainnya.




    Apa sih Money Game Itu?

    Money game intinya adalah 'permainan yang melibatkan uang'. Sebenernya money game itu istilah yang luas, bahkan gambling dan pricing game bisa dinilai sebagai money game, tapi, disini saya mau bahas yang paling sering ada di Indonesia dan yang paling nyebelin. 

    Pernah denger skema ponzi? Kalau belum saya jelasin sedikit. Skema Ponzi itu skema yang dijalankan oleh Charles Ponzi pasca perang dunia. Jadi disini konsepnya adalah investasi yang menjanjikan return yang besar dalam periode waktu yang singkat. 

    Lho bagus dong kalo investasi bisa balik modal dalam waktu cepat??? Nanti dulu. Jadi duit yang dipakai untuk membayarkan dividen investor itu bukan uang investasi yang dikelola melainkan uang dari investor lain yang join sesudah investor tersebut. 

    Biar gampang saya kasih contoh gini ya; misalnya saya membuka investasi dengan return 40% setiap bulannya dengan setoran awal 10 juta rupiah + bonus 10% kalo kamu join dengan membawa teman kamu. Terus kamu join nih, kemudian mengajak temanmu yang bernama Mawar untuk join. Nah saya membayarkan 40% + 10% ke kamu dari uang yang digunakan Mawar untuk join. Nanti Mawar bakal saya suruh untuk mengajak temannya lagi misalnya Melati untuk join--nah saya akan membayar Mawar pake duitnya Melati.

    Intinya begitu terus sampai nggak ada yang daftar lagi, maka saya bakal menghilang membawa kabur sisa uang yang harusnya saya bayarkan ke kalian.

    Yang kasian siapa? Ya yang daftar belakangan. Member-member yang join di awal-awal juga tentunya bakal kalang kabut karena terlanjur mengajak banyak orang. Kalian semua rugi, saya mah tinggal kabur. Begitu kira-kira. 

    Itu contoh paling mudahnya. Pada kenyataannya dilapangan, biasanya para pelaku money game ini menerapkan sebuah sistem yang njelimet binjulit alias ribet. Ya ada bonus rekrutmen lah, bonus penjualan benda yang katanya produk padahal sebenernya worthless lah, nanti pada bulan sekian ada yang bonus jumlahnya jadi lebih gede atau lebih kecil lah, keuntungan cuma bisa dikasih kalau udah rekrut 2 member lah.

    Untuk mendapatkan downline alias kaki-kaki, mereka juga mengerahkan strategi yang lebih njelimet lagi yaitu dengan memamerkan kekayaan hasil bisnis (yang belom tentu beneran lho!), menjelek-jelekkan pekerjaan konvensional, nyuruh pepotoan didepan mobil orang, pergi kemana-mana pake jas, bikin seminar tidak berkesudahan soal kekayaan tapi ngasih minum cuma aqua gelas dan strategi-strategi marketing nggak masuk diakal lainnya.

    Macem-macem pokoknya. 

    Money Game Seringkali "Menyamar" Sebagai MLM, Koperasi, Arisan dan Tawaran Investasi

    Yang kurang ajar dari money game ini adalah, mereka seringkali menyamar menjadi MLM (dengan jualan produk yang overclaim sebagai basa-basi), menyamar jadi Koperasi--dimana menurut saya kelakuan money game yang satu ini adalah penghinaan terhadap konsep ekonomi kerakyatan dan konsep Koperasinya Bung Hatta--dan menyamar menjadi Arisan dan Tawaran Investasi.

    Harus diakui masyarakat Indonesia itu pinter-pinter, sumpah. Kenapa? karena Ibu Rumah Tangga yang penghasilannya nggak seberapa (seperti saya) saja selalu mencari cara-cara untuk bisa menabung dan melipatgandakan uang. Caranya? Ya arisan lah, ya ikut investasi kecil-kecilan lah, ya ikut segala cashback-cashback an lah.

    Nah, cara-cara ini kadang nggak disertai dengan background check yang memadai, because let's face it, ngurus rumah tangga aja udah capek banget, ini lagi harus background check temen arisan satu-satu. Belum lagi dengan intimidasi pengelola arisan yang hobi bikin status nyindir-nyindir soal kepercayaan dan amanah di facebook, duh, mau nanya arisan kapan turun aja deg-degan!

    via GIPHY
    ☝🏻☝🏻 menabur receh dihadapan para netizen sekalian

    Ada lagi yang menawarkan investasi dengan return yang tinggi sekali, cenderung too good to be true tanpa menjelaskan kemana uang diinvestasikan serta resiko-resiko investasinya. Iya kalo beneran diinvestasiin, kalo ternyata ujung-ujungnya skema ponzi juga? Kan kampret.

    Nah money game yang umpet-umpetan begini biasanya menyasar warga pedesaan atau warga kota dari latar ekonomi yang justru kurang beruntung atau baru aja punya duit tapi gatau mesti ngapain. Kenapa begitu? Karena biasanya sasaran money game ini adalah orang-orang yang nggak paham soal investasi dan ekonomi.

    Yakali ngasi return 10%, wong bunga investasi di tempat-tempat yang resmi dan terdaftar di OJK aja nggak segitunya.

    Bagaimana Cara Mengenali Penipuan Money Game Seperti Ini?

    Sebenarnya kunci dari investasi adalah sabar. Sebelum menyerahkan uang ke dalam produk investasi MANAPUN, kita harus tau dulu latar belakang pihak pengelola investasi kita; terdaftar OJK nggak? terpercaya nggak? too good to be true nggak?

    via GIPHY

    Kebanyakan money game dengan skema ponzi ini menjanjikan return yang sangat besar, diatas 20% TAPI dengan syarat tertentu misalnya setelah dapet profit kita nggak boleh tarik duitnya, atau baru bisa tarik profit kita kalo udah bawa orang buat join. 

    Kalau kedoknya sebagai MLM nih, udah jelas--dia nggak ada produk untuk dijual, jadi produk cuma sekadar basa-basi aja, atau kalaupun ada, bonus penjualan produk nggak akan sesignifikan bonus cari downline. Udah gitu uang pendaftarannya biasanya gede banget. 

    Bahkan ada juga MLM Money Game yang jualan produk tapi produknya overclaim banget bisa menyembuhkan kanker, aids dan lain-lain. Nah yang beginian dosanya dobel nih, udah dosa nipu, dosa menyesatkan orang sakit juga. Ujung-ujungnya bonus baru bisa diambil kalo udah dapet downline, kan kampret.

    Biar jelas, kalian cek aja ke Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) MLM tersebut legit apa nggak. Kalo nggak terdaftar, nggak usah ikutan!

    Kalau dia berkedok arisan (dan biasanya arisan online) kadang pengelolanya ngambekan, misal ditanya latar belakang gamau, terus testinya palsu semua. Dulu saya sering nih nemu akun facebook yang mengelola arisan semacam ini biasanya ngaku lulusan universitas terkemuka atau kerja di instansi terkemuka. Kalau saran saya, jangan ikut arisan kecuali kita udah kenal pengelolanya atau udah yakin 100% dengan background check.

    Kalau dia berkedok Koperasi dan investasi, langsung cek di OJK. Kamu bisa telfon OJK di nomor 157. Inget, kalo skemanya belibet dan too good to be true, biasanya nggak beres. Mending invest di saham atau reksadana yang terdaftar di OJK aja.

    LET ME TELL YOU THIS: THE GOVERNMENT IS YOUR FRIEND. OJK IS YOUR FRIEND. Sumpah saya tau ini kaya public service announcement banget tapi seriusan. OJK itu garda terdepan keamanan ekonomi kita dan ada untuk melindungi kita, jadi jangan suudzon mulu sama program pemerintahan.

    Expert Tip: orang-orang skema ponzi itu ya sebenernya dia-dia aja alias 4L (Lo Lagi Lo Lagi) jadi coba deh kalo kalian diprospek bisnis apapun, cek kredensial para pendirinya atau minimal direkturnya deh. Penting itu.

    Saya tau persis nantinya orang-orang dari money game ini bakal bilang "sedang ngurus izin OJK" "OJK ribet" "pemerintahan jahat dan dikontrol oleh bank yang mana dikontrol oleh illuminati karena dengan program ini masyarakat jadi kaya dan ngga perlu utang bank" ((iya alasan yang terakhir ini beneran pernah saya denger pas lagi diprospek salah satu MLM))

    Kalau saya pegang nasihat dari ibu saya; nggak usah ala-ala. invest di bidang yang emang kita tau aja, atau beli saham/reksadana yang pasti-pasti aja. Banyakin baca koran dan warta ekonomi. Baca laporan keuangan perusahaan dan prospektus sebelum mutusin investasi. Sabar dan banyakin nabung.

    Inget, nggak ada yang bisa gandain duit berkali-kali lipat secara cepat. Dukun yang ngegandain uang aja kebanyakan ketangkep karena fraud. Ya tolong pinter-pinter dikit lah ya, jaman udah canggih ada google ada sosmed. Always do your research!

    Love, duckofyork.
    money game di indonesia berbeda dengan mlm dan lebih serem dari illuminati

    Kalau kalian pikir illuminati itu organisasi paling serem di dunia, pikir lagi baik-baik deh: berapa banyak orang di sekitar kita yang terindikasi sebagai pengikut illuminati??? *brb nginget-nginget siapa yang kemaren pas DWP alias coachella dengan kearifan lokal pake tato-tatoan segitiga di jidat*
    Kalau jumlah orang-orang yang terindikasi pengikut illuminati disekeliling kita dibawah 3 orang, selamat, anda akan relate sama postingan saya yang satu ini.

    Jadi, alasan mengapa saya tetiba menulis blogpost yang random ini selain menambah jumlah postingan organik demi SERP yang lebih sehat adalah dikarenakan kekesalan saya secara pribadi terhadap makhluk-makhluk durjana kenalan-kenalan lama yang tiba-tiba rajin ngirim direct message di media sosial.

    FYI, i'm not popular at school. i'm not popular during college. most of these people aren't my friends or someone i'm hanging out with. 

    Dan nge-DMnya tuh yang random gitu, bukan yang pas saya lagi lempar topik apa terus membalas, diskusi. Enggak. Random. Out of the blue. Disertai dengan kalimat "HEYYY AGI APA KABAR??? KANGEN DEH"

    Masalahnya... kata kangen deh merupakan kalimat yang tidak umum diucapkan oleh seseorang yang sebenernya nyaris nggak pernah ngobrol sama kamu (bahkan mungkin ikut ngebully atau ngegosipin, lel). Paling satu-dua kali, seperlunya aja. Terus tiba-tiba, lo and behold, dia muncul di deretan pesan dan menyapa kamu dengan akrab seolah-olah kita dulu belajar ngerokok bareng di gang senggol sepulang sekolah.

    Tapi karena saya anaknya baik, ramah, tidak sombong, gemar menabung dan rajin belajar tentu saja saya menanggapi pesan-pesan ini dengan sopan. Ingat, pesan-pesan, berarti plural, meaning nggak cuma satu pesan semacam ini yang saya terima seumur hidup saya #nangis

    Dan, balasan mereka hampir selalu seragam: Agi gue liat sekarang lo suka bahas soal finance dan investasi, gue ada business plan nih, tenang aja returnnya gede kok! Bisa ketemuan nggak? Lo sekarang dimana?

    via GIPHY

    Sek, menghela nafas sek.

    Tahun 2010an saya kerap dikirimi pesan serupa via messenger, tapi bahasanya agak lain.

    Hai agi, apa kabar? ((baik lo apa kabar kok nggak pernah keliatan)) gua bisnis sekarang... kapan-kapan gue mau ajakin lo ketemuan deh... TERUS SAYA DIBAWA IKUT GATHERING MLM DIA.  BORO-BORO MELEPAS KANGEN! YANG ADA CUMA DISUGUHIN PENJELASAN SOAL SISTEM KAKI-KAKI. JAHAT GAK SIH.

    Dari situ deh saya mulai sebel sama temen-temen yang ikutan MLM, apalagi yang kerjaannya bukannya jualan malah cari downline. Kalo jualan kan lumayan bisa liat-liat katalognya hmmmm... *mengekap dompet erat-erat*

    Saking sebelnya saya sampai bergabung dengan komunitas MLM watcher di kaskus dan di facebook. Iya, saking gedegnya karena diprospek terus. Mungkin mereka pikir karena saya seneng duit, saya bisa dikibulin gitu??? ooooo... tidak semudah itu fergusooooo

    Nah dari komunitas MLM watcher inilah saya paham bahwa ada organisasi yang kerjaannya meregulasi dan mengawasi para pelaku MLM ini, yaitu APLI atau Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia. Kenapa Penjualan Langsung? karena MLM yang sehat sistemnya adalah direct selling atau penjualan secara langsung BUKAN cari downline. Downline cuma sebagai bonus sistem aja.

    Jadi buat kalian para pejuang tutup poin di tupperware, oriflame, sophie martin dan MLM lainnya yang emang fokusnya jualan aja bukan ngejar bonus kaki-kaki alias gaet downline; tenang aja kalian aman. Kalian bukan target kemarahan saya (dan ratusan ribu korban money game berkedok mlm lainnya).

    Dari situ saya juga belajar bahwa MLM seperti ini bukanlah MLM melainkan money game berkedok MLM. Dan money game seperti ini jumlahnya banyak sekali; bahkan ada pelaku-pelaku money game yang sudah di taraf kecanduan alias berpindah dari satu money game ke money game lainnya.




    Apa sih Money Game Itu?

    Money game intinya adalah 'permainan yang melibatkan uang'. Sebenernya money game itu istilah yang luas, bahkan gambling dan pricing game bisa dinilai sebagai money game, tapi, disini saya mau bahas yang paling sering ada di Indonesia dan yang paling nyebelin. 

    Pernah denger skema ponzi? Kalau belum saya jelasin sedikit. Skema Ponzi itu skema yang dijalankan oleh Charles Ponzi pasca perang dunia. Jadi disini konsepnya adalah investasi yang menjanjikan return yang besar dalam periode waktu yang singkat. 

    Lho bagus dong kalo investasi bisa balik modal dalam waktu cepat??? Nanti dulu. Jadi duit yang dipakai untuk membayarkan dividen investor itu bukan uang investasi yang dikelola melainkan uang dari investor lain yang join sesudah investor tersebut. 

    Biar gampang saya kasih contoh gini ya; misalnya saya membuka investasi dengan return 40% setiap bulannya dengan setoran awal 10 juta rupiah + bonus 10% kalo kamu join dengan membawa teman kamu. Terus kamu join nih, kemudian mengajak temanmu yang bernama Mawar untuk join. Nah saya membayarkan 40% + 10% ke kamu dari uang yang digunakan Mawar untuk join. Nanti Mawar bakal saya suruh untuk mengajak temannya lagi misalnya Melati untuk join--nah saya akan membayar Mawar pake duitnya Melati.

    Intinya begitu terus sampai nggak ada yang daftar lagi, maka saya bakal menghilang membawa kabur sisa uang yang harusnya saya bayarkan ke kalian.

    Yang kasian siapa? Ya yang daftar belakangan. Member-member yang join di awal-awal juga tentunya bakal kalang kabut karena terlanjur mengajak banyak orang. Kalian semua rugi, saya mah tinggal kabur. Begitu kira-kira. 

    Itu contoh paling mudahnya. Pada kenyataannya dilapangan, biasanya para pelaku money game ini menerapkan sebuah sistem yang njelimet binjulit alias ribet. Ya ada bonus rekrutmen lah, bonus penjualan benda yang katanya produk padahal sebenernya worthless lah, nanti pada bulan sekian ada yang bonus jumlahnya jadi lebih gede atau lebih kecil lah, keuntungan cuma bisa dikasih kalau udah rekrut 2 member lah.

    Untuk mendapatkan downline alias kaki-kaki, mereka juga mengerahkan strategi yang lebih njelimet lagi yaitu dengan memamerkan kekayaan hasil bisnis (yang belom tentu beneran lho!), menjelek-jelekkan pekerjaan konvensional, nyuruh pepotoan didepan mobil orang, pergi kemana-mana pake jas, bikin seminar tidak berkesudahan soal kekayaan tapi ngasih minum cuma aqua gelas dan strategi-strategi marketing nggak masuk diakal lainnya.

    Macem-macem pokoknya. 

    Money Game Seringkali "Menyamar" Sebagai MLM, Koperasi, Arisan dan Tawaran Investasi

    Yang kurang ajar dari money game ini adalah, mereka seringkali menyamar menjadi MLM (dengan jualan produk yang overclaim sebagai basa-basi), menyamar jadi Koperasi--dimana menurut saya kelakuan money game yang satu ini adalah penghinaan terhadap konsep ekonomi kerakyatan dan konsep Koperasinya Bung Hatta--dan menyamar menjadi Arisan dan Tawaran Investasi.

    Harus diakui masyarakat Indonesia itu pinter-pinter, sumpah. Kenapa? karena Ibu Rumah Tangga yang penghasilannya nggak seberapa (seperti saya) saja selalu mencari cara-cara untuk bisa menabung dan melipatgandakan uang. Caranya? Ya arisan lah, ya ikut investasi kecil-kecilan lah, ya ikut segala cashback-cashback an lah.

    Nah, cara-cara ini kadang nggak disertai dengan background check yang memadai, because let's face it, ngurus rumah tangga aja udah capek banget, ini lagi harus background check temen arisan satu-satu. Belum lagi dengan intimidasi pengelola arisan yang hobi bikin status nyindir-nyindir soal kepercayaan dan amanah di facebook, duh, mau nanya arisan kapan turun aja deg-degan!

    via GIPHY
    ☝🏻☝🏻 menabur receh dihadapan para netizen sekalian

    Ada lagi yang menawarkan investasi dengan return yang tinggi sekali, cenderung too good to be true tanpa menjelaskan kemana uang diinvestasikan serta resiko-resiko investasinya. Iya kalo beneran diinvestasiin, kalo ternyata ujung-ujungnya skema ponzi juga? Kan kampret.

    Nah money game yang umpet-umpetan begini biasanya menyasar warga pedesaan atau warga kota dari latar ekonomi yang justru kurang beruntung atau baru aja punya duit tapi gatau mesti ngapain. Kenapa begitu? Karena biasanya sasaran money game ini adalah orang-orang yang nggak paham soal investasi dan ekonomi.

    Yakali ngasi return 10%, wong bunga investasi di tempat-tempat yang resmi dan terdaftar di OJK aja nggak segitunya.

    Bagaimana Cara Mengenali Penipuan Money Game Seperti Ini?

    Sebenarnya kunci dari investasi adalah sabar. Sebelum menyerahkan uang ke dalam produk investasi MANAPUN, kita harus tau dulu latar belakang pihak pengelola investasi kita; terdaftar OJK nggak? terpercaya nggak? too good to be true nggak?

    via GIPHY

    Kebanyakan money game dengan skema ponzi ini menjanjikan return yang sangat besar, diatas 20% TAPI dengan syarat tertentu misalnya setelah dapet profit kita nggak boleh tarik duitnya, atau baru bisa tarik profit kita kalo udah bawa orang buat join. 

    Kalau kedoknya sebagai MLM nih, udah jelas--dia nggak ada produk untuk dijual, jadi produk cuma sekadar basa-basi aja, atau kalaupun ada, bonus penjualan produk nggak akan sesignifikan bonus cari downline. Udah gitu uang pendaftarannya biasanya gede banget. 

    Bahkan ada juga MLM Money Game yang jualan produk tapi produknya overclaim banget bisa menyembuhkan kanker, aids dan lain-lain. Nah yang beginian dosanya dobel nih, udah dosa nipu, dosa menyesatkan orang sakit juga. Ujung-ujungnya bonus baru bisa diambil kalo udah dapet downline, kan kampret.

    Biar jelas, kalian cek aja ke Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) MLM tersebut legit apa nggak. Kalo nggak terdaftar, nggak usah ikutan!

    Kalau dia berkedok arisan (dan biasanya arisan online) kadang pengelolanya ngambekan, misal ditanya latar belakang gamau, terus testinya palsu semua. Dulu saya sering nih nemu akun facebook yang mengelola arisan semacam ini biasanya ngaku lulusan universitas terkemuka atau kerja di instansi terkemuka. Kalau saran saya, jangan ikut arisan kecuali kita udah kenal pengelolanya atau udah yakin 100% dengan background check.

    Kalau dia berkedok Koperasi dan investasi, langsung cek di OJK. Kamu bisa telfon OJK di nomor 157. Inget, kalo skemanya belibet dan too good to be true, biasanya nggak beres. Mending invest di saham atau reksadana yang terdaftar di OJK aja.

    LET ME TELL YOU THIS: THE GOVERNMENT IS YOUR FRIEND. OJK IS YOUR FRIEND. Sumpah saya tau ini kaya public service announcement banget tapi seriusan. OJK itu garda terdepan keamanan ekonomi kita dan ada untuk melindungi kita, jadi jangan suudzon mulu sama program pemerintahan.

    Expert Tip: orang-orang skema ponzi itu ya sebenernya dia-dia aja alias 4L (Lo Lagi Lo Lagi) jadi coba deh kalo kalian diprospek bisnis apapun, cek kredensial para pendirinya atau minimal direkturnya deh. Penting itu.

    Saya tau persis nantinya orang-orang dari money game ini bakal bilang "sedang ngurus izin OJK" "OJK ribet" "pemerintahan jahat dan dikontrol oleh bank yang mana dikontrol oleh illuminati karena dengan program ini masyarakat jadi kaya dan ngga perlu utang bank" ((iya alasan yang terakhir ini beneran pernah saya denger pas lagi diprospek salah satu MLM))

    Kalau saya pegang nasihat dari ibu saya; nggak usah ala-ala. invest di bidang yang emang kita tau aja, atau beli saham/reksadana yang pasti-pasti aja. Banyakin baca koran dan warta ekonomi. Baca laporan keuangan perusahaan dan prospektus sebelum mutusin investasi. Sabar dan banyakin nabung.

    Inget, nggak ada yang bisa gandain duit berkali-kali lipat secara cepat. Dukun yang ngegandain uang aja kebanyakan ketangkep karena fraud. Ya tolong pinter-pinter dikit lah ya, jaman udah canggih ada google ada sosmed. Always do your research!

    Love, duckofyork.
    . Jumat, 14 Juni 2019 .

    18 komentar

    1. Kalau sudah ada teman yang belom apa-apa udah berkoar "Sukses itu mudaah", "Sukses itu pilihaaan" seraya menawarkan barang-barang yang tidak bermanfaat sama sekali. Maka tak salah lagi, dia sudah terjaring virus MLM dan money game.

      - Fajarwalker.com

      BalasHapus
      Balasan
      1. atau status facebooknya "MASIH JAMAN KERJA KANTORAN???"

        Hapus
    2. Intinya kudu research ya mba, biar ga ketipu :D

      BalasHapus
    3. Biasanya pelaku money game mulutnya manis, jadi kasihan mereka yang iya-iya aja dan nyerahin duitnya buat 'invest' ke sistemnya.

      Di daerah saya tahun-tahun kemarin marak investasi CSI dan Pandawa... korbannya banyak, nominalnya sampai ratusan miliar.

      BalasHapus
      Balasan
      1. aduh aku tau nih koperasi pandawa. korbannya banyak banget. jadi sedih kalo inget korbannya tuh sampe ada yang jual semua harta bendanya demi investasi ga jelas begini

        Hapus
    4. Wah terima kasih banyak informasinya mbak Agi. Saya jadi melek yang beginian. Hahaa.. investasi saya cuma ikut arisan bareng tetangga aja. Hahaha... Jelas pengurusnya, dan sejauh ini aman-aman aja. Anggotanya juga gak banyak. 🤣🤣🤣🤣

      BalasHapus
    5. Astaga, kasihaaaan dong ya yang jadi peserta terakhirnya !.

      Sudah kebujuk setor uang, iming - imung tipu daya dapat bonus gede malah berujung melongo nangis bombay doang ..😭

      Waspadalah, waspada..laaah ..

      BalasHapus
      Balasan
      1. iya kak, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada orang jahat... eh salah.. gimana sih kata-katanya bang napi tu? lupa aku

        Hapus
    6. wakakkakakakakakakkakakakakakkakakakakakakak

      *opppsssss.. maapkeunnn Agi :*
      Saya kok malah ngakak di tengah kemarahan Agi wkwkwkkwkw

      Saya jadi ingat, 5 tahun lalu, pertama kali saya bisnis Oriflame dan saya koar-koar di facebook.
      Sejak saat itu, sekitar nyaris setengah tahun, gak ada sama sekali teman yang berani colek saya, even di medsos.

      Biasanya teman-teman saya selalu ribut nanya, Rey.. kapan kita ketemuan?
      Tapi sejak itu, saya chat duluan pun gak dijawab huhuhu.

      Padahal yeee, saya sama sekali gak berani prospek teman, salah satu kekurangan saya makanya gak pernah sukses bisnis MLM, saya malu prospek langsung.
      Saya lebih suka prospek melalui tulisan.

      Bukan langsung ke orangnya, tapi melalui status-status saya.
      Alhasil, selama berbisnis dulu 80% downline yang berhasil saya rekrut, berasal dari facebook yang malah lebih dulu menyerahkan diri buat di prospek hahaha.

      20% berasal dari teman-teman yang akhirnya menyerahkan diri langsung tanpa diminta, hahaha.

      Jangankan money game ya.
      Bahkan sistem penjualan kayak Oriflame gitu yang ada upline downline itu bikin saya gak nyaman jalaninnya.
      Ada rasa bersalah di hati rasanya, karena bonus saya adalah hasil setengah maksa downline untuk tupo.
      Meskipun terus terang, saya sama sekali gak pernah maksa mereka tupo, tapi leader2 upline lainnya gak tinggal diam, mereka turun langsung ke bawah untuk maksa downline tupo.

      Jangankan downline baru, saya aja bahkan kadang udah punya poin 200BP means pembelanjaan 1,4 juta yang mana dulu saya gak tiap bulan bisa jualan, cos saya aslinya gak pintar jualan hahaha.
      Tetep saja masih dipaksa belanja biar poin saya cukup untuk naik level.

      Hal-hal seperti itu yang bikin hati saya tetap gak bisa berbohong, kalau saya gak nyaman dengan cara cari duit seperti itu.
      Meskipun saya sadar, semua trik marketing itu sama aja, kayak gitu juga 11 12 perbedaannya.

      Dan apa yang dilakukan upline-upline tersebut tidak juga sepenuhnya salah, tapi di hati saya ada sesuatu yang mengganjal.

      Makanya kata upline2 saya gak bisa sukses, karena mikirnya gitu.
      Biarin dah hahahaha

      Apalagi money game ya?
      Menurut saya, ciri khas money game itu 1.
      menawarkan UNTUNG BESAR, TAPI MODAL DAN USAHA KECIL.

      Pokoknya kalau udah ada yang nawarin hal demikian, mending uangnya depositokan aja deh, atau investasikan di jalur yang benar kayak saham or something like that.
      Atau sekalian buka usaha sendiri.

      Dan benar kata Himawan, jangankan money game, bahkan MLM seperti Oriflame yang aslinya ada sistem bonus berdasarkan keseimbangan kakinya, tetep aja yang kaki paling bawah jadi semacam 'tumbal' :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. yaampun kak reyyyy...
        sampe curhat panjang lebar. makasih ya kak udah mau curhat di postinganku.
        seneng akutu kalo ada yang nanggepin sampe begini :'') terharu

        soal mlm tuh iya sih, temenku juga ada yang suka ketar-ketir kalo mau tupo. untung ibu-ibu disekolah anaknya konsumtif jadi ada aja yang dibeli menjelang tupo.

        terus kalo aku tuh ngga sukanya sama mlm yang dikit-dikit menjelekkan ibu bekerja huhuhu. untung ga banyak yang begini dan kalopun ada cuma sebagian member aja gak semua

        Hapus
    7. Apa mlm sejenis money game juga?

      BalasHapus
      Balasan
      1. beda om, money game banyak yang menyamar jadi mlm tapinya.

        Hapus
    8. Dari tulisannya dah terasa banget kemarahannya. Kira2 klo ada yang datang mau prospek lagi bakal di sate nih hehhe.

      Saya juga rada skeptis dan curiga dengan pola yang fokus membangun downline. Klo semua orang di dunia sudah terekrut trus orang yang paling akhir dapat bonus dari mana ?

      BalasHapus
      Balasan
      1. bede bisa aja. nggak bakal aku sate kok, cuma aku panggang aja sedikit

        Hapus
    9. Iyap betul. Terkadang orang awam sering menyamakan antara MLM dan Money Game. Padahal kenyataannya tidak selamanya seperti itu. Cuman... memang saya melihat ada sebagian MLM yang menggunakan sistem money game instead of pure MLM. Dan jenis MLM seperti ini tentu berbahaya bagi masyarakat, terutama buat mereka yang kurang cermat dalam membedakan mana MLM yang benar, dan mana MLM yang memiliki ruh money game.

      Salut untuk artikelnya. Mengedukasi.

      BalasHapus
    10. Oh sampai segitu ya, ngeri sekali. Kalau saya dari dulu emang nggak pernah berminat kalau ditawari ikut MLM atau money game.

      BalasHapus

    popular posts

    IBX5B00F39DDBE69