Belajar Kearifan Lokal Bersama Desa Wisata Pentingsari #wisatasleman

Oke kali ini postingan blog aku akan sedikit berbeda dari biasanya, karena kali ini aku mau serius dikit *kemudian negakin sandaran kur...



Oke kali ini postingan blog aku akan sedikit berbeda dari biasanya, karena kali ini aku mau serius dikit *kemudian negakin sandaran kursi sambil berdeham ala ala direktur-direktur di film korea*

Kemarin aku diajak Pak Wasito dari Dinas Pariwisata Sleman untuk 'nyobain' berlibur di Desa Wisata Pentingsari di Cangkringan, Sleman. Sebenarnya konsep desa wisata ini adalah hal yang baru buat aku, karena aku belum pernah liburan di desa wisata. Ternyata, liburan di desa wisata ini nggak cuma sekedar soal liburan dan hura-hura lho guys!

Penasaran aku ngapain aja di Desa Wisata Pentingsari? Yuk disimak cerita aku dibawah ini!


Waktu baru datang, aku dan teman-teman blogger langsung diberikan sambutan ramah oleh perangkat Desa Wisata Pentingsari. Lokasi Desa Wisata Pentingsari ini tepat dibawah kaki gunung merapi, sekitar 12 KM dari puncak, sehingga termasuk daerah rawan bencana, namun apapun yang ditanam di desa ini langsung tumbuh dengan subur, sehingga lokasinya cocok sekali untuk bertani dan bercocok tanam. 

Menurut Kepala Desa Wisata Pentingsari, yang membedakan Desa Wisata Pentingsari dengan resort-resort wisata adalah ketika tamu berkunjung menjadi turis di desa wisata ini, tamu tidak akan diperlakukan selayaknya tamu hotel melainkan sebagai bagian dari penduduk desa, jadi suasana desa yang diberikan ya authentic banget guys. Nantinya tamu akan tinggal di rumah-rumah penduduk yang sudah disulap menjadi homestay. 

Nah, setelah tinggal di rumah penduduk, tamu tetap harus patuh dengan aturan yang berlaku di desa wisata pentingsari, jadi kita harus siap dengan segala aturan-aturan yang ada di desa wisata pentingsari ini lho guys. 

Kebanyakan tamu yang datang ke desa wisata ini adalah tamu dari instansi pendidikan, namun banyak juga tamu asing yang datang untuk belajar kearifan lokal di Desa Wisata Pentingsari. Tamu rombongan besar maupun kecil juga akan diladeni selama masih mencukupi kapasitas tampungnya. Tiap bulan, Desa Wisata Pentingsari bisa kedatangan 2000-3000 orang tamu. 


salah satu tempat yang saya datangi bersama teman-teman blogger di desa wisata pentingsari adalah JOGLO Herbal yang dikelola oleh Pak Bagyo alias Pak Rahman. JOGLO Herbal ini adalah kepanjangan dari Jamu, Obat, Gegodengan buah Lan Sayuran Organik, jadi disini banyak tanaman herbal sekaligus homestay juga, seru kan?

Trivia #001: untuk menginap di Desa Wisata Pentingsari ini per-orangnya dikenai biaya Rp. 100 ribu rupiah saja, sudah termasuk makan tiga kali sehari. Murah kan?


Pak Rahman

Jadi Pak Rahman adalah Pensiunan sebuah Bank berpelat merah di Indonesia. Sewaktu bekerja, Pak Rahman banyak sekali terekspos dengan bahan kimia tidak sehat serta makanan-makanan berkolesterol tinggi, sehingga diusia 52 tahun Pak Rahman merasa tubuhnya sangat tidak fit. Berbekal pengetahuannya sebagai sarjana pertanian, Pak Rahman kemudian mencoba-coba bercocok tanam sendiri di lahan yang ia miliki. 


Setiap tanaman yang ditanam oleh Pak Rahman punya manfaatnya masing-masing. Menurut Pak Rahman, sebenarnya pengetahuan mengenai herbal ini sudah dimiliki oleh nenek moyang kita, hanya saja seiring dengan perkembangan zaman, kita lebih banyak membeli obat-obatan kimia yang lebih praktis sehingga pengetahuan mengenai herbal ini banyak sekali diabaikan.


Nah, kami para blogger kemudian dibekali cara mudah deteksi asam urat dan dehidrasi untuk mencegah asam urat. Semuanya langsung rebutan deh pengen diajarin caranya mendeteksi asam urat oleh Pak Rahman (kalau saya mah takut, takut ketauan banyak penyakittt huahahahaa)


Masih di tempat Pak Rahman, oleh kru dari desa wisata Pentingsari, kami diajari membuat berbagai kreasi dari Janur, salah satunya adalah belalang dari Janur ini. 


Nah, belalang ini sebenarnya memiliki makna filosofis, dan seringkali ditaruh di hiasan pelaminan jawa. Tujuannya adalah untuk mengingatkan pasangan pengantin bahwa belalang itu dapat bertindak cepat dalam menyelamatkan keluarga. Ini info baru buat aku yang sebenarnya adalah orang jawa coret hahaha. Maklum yes, pas nikah gak ada dekorasi pelaminannya hahaha.


Nah, sesudah itu kami diajari cara membuat belalang dari janur yang katanya simpel tapi ternyata susah (buat saya) karena tangan saya kiri semua makanya galulus pelajaran kertakes. Disini sih saya bisa menyimak dengan serius (tapi ujung-ujungnya mah dibikinin juga hahaha)



Bisa diliat yaaa, aku serius banget ngerjainnya padahal gak bisa-bisa hehehe. Aku colek colek kiri kanan terus nanya gimana cara bikinnya hahaha. ujung-ujungnya akhirnya aku dibikinin juga. Padahal bapaknya udah bilang "ini gampang kok, anak kecil juga bisaaaa" 

Mungkin dalam hatinya si bapak, desye bingung kali ya ini anak kota payah banget nggak bisa ngapa-ngapain,hahaha. dimaapkeun ya bapak, saya dulu kertakes dapetnya maksimal 7 ajah hihihi. 


ini dia hasil belalang-belalangannya, lucu kaaan? iyah, iyah saya dibikinin, tapi boleh lah bangga saeutik kaaan?



Setelah dari situ, saya dan teman-teman mampir ke kelompok ibu ibu pengrajin kopi tradisional di Desa Wisata Pentingsari. Keren banget kan? Jadi kopi disini masih diolah secara tradisional--namun tetap dengan memperhatikan kualitas cita rasa biji kopi, sehingga rasanya pun ga kalah dengan kopi kemasan.


Nah buat yang kepo, bisa langsung cari aja kopi bubuk tunggaksemi ini di toko oleh-oleh di sleman atau bisa langsung datang ke desa wisata pentingsari untuk membeli kopi serta snack-snack buatan ibu-ibu yang tergabung di kelompok pengrajin tunggaksemi ini. As I Always Said, Shop Local guys!

Quick Trivia #002: Sebenarnya kami juga diajarin main gamelan, tapi karena sayanya keasikan main gamelan jadilah saya nggak ambil foto-foto hehehe. Oleh karena itu, saya akan menggantinya dengan foto spot-spot instagramable di Desa Wisata Pentingsari! 




Ini foto di jembatan yang menyebrangi kali kuning di desa wisata pentingsari. Tempatnya instagramable, tapi karena konstruksi jembatan yang lentur, makanya kalo kita geraknya agak heboh jembatannya langsung goyang. Saya sendiri sempat loncat ketakutan waktu jembatannya goyang. Big props buat kak Charis yang udah fotoin aku selama event ini!

Quick Trivia #003: iya, saya masih pegang belalang.


Ini adalah spot selanjutnya, yang terletak di daerah bumi perkemahannya Desa Wisata Pentingsari. Dimaapkeun mata saya yang merem karena panasnya duhhh nggak nguatin mata banget. Spot bambu-bambu ini adalah sumbangan dari pemda sleman untuk mempermanis desa wisata pentingsari ini, jadi keliatan banget kan minat Pemda Sleman untuk terus mengembangkan Community Based Tourism di Desa-desa wisata ini??

Buat teman-teman dan pemirsa yang berminat untuk liburan di desa wisata pentingsari ini bisa langsung menghubungi kontak person dibawah ini:

Desa Wisata Pentingsari 

Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, 55583
phone: +62858-6866-3456 / +6281215663039 (Doto Yogantoro)





You Might Also Like

17 comments

  1. Saya suka blusukan ke desa, tapi kalau ke desa wisata belum pernah. Kalau mau datang kesini apakah harus reservasi dulu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebaiknya reservasi dulu untuk mengetahui ketersediaan pemandu dan acara, tapi mau datang langsung pun akan dilayani :)

      Delete
  2. Desa pentingsari keliatannya menyenangkan yah. Liburan sekaligus merasakan jd penduduk setempat psti jd sensasi tersendiri. Kapan2 klo liburan ke jogja mau aah mampir ke sana. Tks sdh berbagi mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. betulll, lebih seru lagi kalau dilakukan bersama keluarga. Bisa jadi alternatif liburan yang edukatif :)

      Delete
  3. Hebat sekali sosok Pak Rahman ini. Peduli sekali dengan efek engatifnya makanan yang mengandung bahan kimia. Kapan-kapan aku mau bepergian ke Desa Wisata Pentingsari, ah.. Ijin share boleh ya, kak? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, monggo silahkan share, tidak perlu izin, hehehe
      betul sekali, beliau mengingatkan kami untuk makan makanan bergizi padahal hari itu saya dan teman-teman sudah janjian makan tengkleng :))

      Delete
  4. aku belum foto di tengah jembatan :(. Apa perlu ke Pentingsari lagi? #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. salahnya heboh sendiri cari brosur hahaha :))
      ayo kesini lagi!

      Delete
  5. wah seru.... alamnya asri ya..., duh..jadi pengen foto dijembatan juga hahahah...

    ReplyDelete
  6. Gi, spot di bambu2 itu cakep banget loh...

    ReplyDelete
  7. Ternyata handeulem ya tulisannya gitu toh, aku baru tau hehe aku cuma tau utk obat daun andelen :)) ternyata salah penulisanku
    Dan namanya lucu ya pentingsari :) backGroundnya unyuuk yg bpk2 yg speech

    ReplyDelete
  8. Asyiknya mba Agi ada pengalaman seperti ini. Jadi pengen sekali bisa ke desa wisata :)

    ReplyDelete
  9. Pengalamannya keren.. btw Poto dibambu cakep, coba pake baju Putri. Pasti jadi keliatan seperti putri liliput. Hihihih...

    ReplyDelete
  10. Wisata ke pedesaan juga nggak kalah seru ya. Malah dapat banyak ilmu 😊 Aduh bikin janur itu kok kayaknya susah juga ya 😂

    ReplyDelete
  11. Pengalamannya pak Rahman mengajakrkan kita betapa pentingnya menjaga kesehatan. Terkadang kita harus belajar banyak dengan orang desa. Manteeepp banget pengalamannya :( jadi pingin ke desa ...

    ReplyDelete
  12. saya suka artikel diatas, bagus artikelnya. dibaca juga ya tulisan dari saya http://pariwisata.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete
  13. Menariik bangeet sepertinyaa desa wisata pentingsari 😁 bisa masuk wishlist untuk diexplore nih. . Tfs mbaak agi 😊 salam kenaall. ..

    ReplyDelete

I'm Part of:

Blogger Perempuanpostimage

Instagram Feeds