Berburu Tempat Instagramable Part 007: Omah Dhuwur Restaurant Jogja

Ada yang kangen sama serial berburu tempat Instagramable? Nggak ada? Oke fine! *gigit gigit baju* Kali ini saya mau mendongeng soal seb...


Ada yang kangen sama serial berburu tempat Instagramable? Nggak ada? Oke fine! *gigit gigit baju*

Kali ini saya mau mendongeng soal sebuah tempat historis di Yogyakarta. Alkisah, jaman dahulu pusat kerajaan mataram itu letaknya bukan di Malioboro tapi disebuah wilayah bernama Kotagede. Di  pusat kotanya Kotagede ini ada sebuah rumah yang tinggi dan gede banget sehingga disebut Omah Dhuwur yang ditempati oleh Pak Tembong. Sampai hari ini rumahnya masih ada, namun sudah bukan jadi tempat tinggal lagi, melainkan menjadi sebuah restoran super duper kece dan instagramable.

Pemandangan Omah Dhuwur Restaurant Jogja
Minggu lalu, saya dan teman-teman blogger lainnya diberikan kesempatan untuk menikmati hidangan dan suasana Omah Dhuwur yang tiada duanya. Saya sebenarnya tidak asing dengan suasana di Omah Dhuwur ini karena saya sudah beberapa kali makan disini. Buat yang sering kepo IG saya, iya foto wisuda sarjana saya dilakukan di restoran super cantik ini.

Omah Dhuwur sendiri terletak di Jalan Mondorakan 252, Kotagede, Yogyakarta dan dikelola oleh HSWS group. Kalau teman-teman yang suka dengan kerajinan silver pasti tidak asing lagi dengan HS Silver. Nah, Omah Dhuwur ini 'sodaraan' dengan HS Silver. Letaknya juga depan-depanan hehehe.

Berhubung lokasinya persis dipinggir jalan raya jadi parkir kendaraan bermotor letaknya diseberang Omah Dhuwur persis. Parkirnya luas kok, nanti dari parkiran sudah ada pak satpam yang sigap menyeberangkan kita. Nah dari pinggir trotoarnya kita langsung disuguhi anak tangga untuk sampai ke restorannya.


Kenapa anak tangga? Lha namanya juga Omah Dhuwur (dhuwur dalam bahasa jawa artinya tinggi gaes) jadi kalo rumahnya nggak tinggi ya nggak dhuwur, okeh?

Begitu masuk, kita langsung disuguhi dengan suasana super instagramable yang nggak ada duanya. Nuansa jawa kuno dipadukan gaya kolonial yang dipercantik dengan ornamen kayu dimana-mana memberikan kesan rustic dan elegan. Rasanya kaya masuk ke rumah mewah di era 1920 an!

Untuk lokasi dining, ada ruangan-ruangan yang diperuntukkan untuk dining indoor namun spot yan paling populernya adalah sebuah deck besar semi outdoor yang langsung memberikan kita pemandangan tamannya Omah Dhuwur yang luar biasa cantik. Ada beberapa spot super instagramable yang akan aku gambarkan disini:

luxurious dining area omah dhuwur resto jogja

omah dhuwur luxurious dining

garden omah dhuwur dari atas


Saya sangat menyarankan untuk lunch di deck sambil memandangi indahnya pemandangan taman Omah Dhuwur. Well, gak cuma lunch sih sebenarnya, buat candle light dinner juga bagus--saya tau karena saya sudah nyobain (tapi itu hanya kenangan bersama pak mantan semata hmpft.)

Untuk meeting room dan indoor dining juga dilengkapi dengan AC dan proyektor sehingga nggak perlu khawatir dengan fasilitasnya. Ada juga menu-menu paket dengan berbagai range harga yang bisa kamu pilih. Hari itu kita nggak bisa eksplor Omah Dhuwur terlalu banyak karena ruangan-ruangan indoor nya memang sedang dipakai untuk persiapan acara HS Living Culture, tapi berdasarkan pengalaman saya, ruangannya cozy cozy dan bagus kok.

tangga taman di omah dhuwur spot paling instagramable
omah dhuwur lokasi kawinan

Taman di Omah Dhuwur ini bisa digunakan untuk acara-acara dengan skala yang cukup besar lho, misalnya gathering atau bahkan wedding. Tempatnya bagus dan tertata banget, bahkan di beberapa sudut ada mini air terjun yang bikin suasana terasa peaceful padahal siang itu panas banget.

All in all, saya suka banget sama suasana dan arsitektur di Omah Dhuwur Restaurant. Tapi kita semua tahu kalau suasana di sebuah restoran itu nggak cukup. Hari itu kami dijamu langsung oleh Pak Irsyam selaku owner dari HSWS Group dan Omah Dhuwur Restaurant untuk mencicipi menu-menu terbaik dari Omah Dhuwur

Ada satu yang saya suka banget dari Omah Dhuwur ini, meskipun siang itu panas, tapi suasana di deck tetap adem dan bahkan semilir, jadi saya nggak merasa kegerahan sama sekali. Yang lebih wow lagi, meskipun Omah Dhuwur merupakan restoran yang upscale dan cukup luxurious untuk ukuran Kota Yogyakarta, tapi suasana di dalam restoran homy banget. Keramahan para waiter dan waitreses sukses bikin saya termehek-mehek sendiri karena memang ramah banget!

Acara dibuka dengan pengenalan signature welcome drink dari Omah Dhuwur yaitu Wedang Lombok which literally means Minuman Cabe. Meskipun nama nya super horror (buat saya) dan ada cabe merah utuh di minumannya, tapi ternyata setelah dicicip rasanya super refreshing. Ada hint kehangatan dari jahe yang meskipun subtle tapi tetep nendang. Minuman ini adalah hasil kreasi pak Irsyam lho! Penasaran gak?


Kreasi lainnya dari Omah Dhuwur adalah Es Jambu Selarong yang terinspirasi dari Goa Selarong--konon, katanya dulu disitu banyak tumbuh jambu, gak tau juga kalo jaman now, jambunya masih ada apa nggak, yang jelas Es Jambu Selarong ini segar banget dan rasa jambunya out of this world banget!

Es Jambu Selarong ini menurut saya cocok banget kalo dipadukan dengan si Bebek Santan Lombok Ijo. Kenapa begitu? karena si bebek santan adalah salah satu bebek tergurih yang pernah saya rasakan. Rasa bebumbuannya terserap total di daging bebek yang gurih dan lembut. I can eat this for days and will not get bored. Say hello, cholesterol!


selanjutnya adalah pairing yang nggak kalah endeusnya yaitu Wedang Serai dan Sop Buntut. Wedang Serai ini segar dan fruity banget meskipun ga kehilangan wewangian khas rempah-rempahnya sedangkan Sup Buntutnya... #ENAKBUANGET

Asli, saya berani jamin kalo ini adalah salah satu sup buntut terbaik yang pernah saya coba selama saya di Jogja. Sup nya segar tapi gurih dan kalo dimakan sebelum makanan yang lain, bikin nafsu makan semakin menggelora. For me, it's a perfect appetizer! Tapi kalo disini, Sup Buntutnya disajikan dengan nasi dan tempe goreng + sambal.


Selanjutnya ada juga sate kotagede, yaitu sate daging sapi yang disajikan dengan kecap. Penyajiannya unik karena dibentuk seperti menara, jadi meskipun makan sate tapi satenya tetep instagramable, hahaha!

Menurut saya Sate Kotagede ini cocok banget dimakan sama Nasi + tempe goreng dan Sup Buntut nya Omah Dhuwur karena rasa manis gurih dari sate berpadu dengan asin gurih dari sup buntut menciptakan cita rasa super-duper-ultra-mega-giga-umami yang tidak bisa dikalahkan oleh siapapun dan apapun dimuka bumi ini... ini nggak lebay. serius.


Cuma, teteup ya, seperti biasa, saya punya personal favorite, yaitu Seafood Mondorakan. Seafood Mondorakan ini adalah perpaduan nasi + pipilan jagung yang dimakan dengan udang dan ikan bakar. Awalnya saya kira ini adalah kombinasi yang agak ajaib, tapi ternyata setelah dicoba, rasanya enak dan bikin pengen nambah (sayangnya saya jaim sedikit hehehe)

Kesimpulan yang saya tarik sesudah menikmati makan siang di Omah Dhuwur adalah: saya akan balik lagi. Makanannya enak-enak banget sampai saya sendiri bingung mau nulis apa, berhubung setiap liat gambar makanan di Omah Dhuwur bawaannya laper selaper-lapernya laper hehehe.

Dari segi harga, makanan di Omah Dhuwur punya range harga di kisaran IDR 20k-150k, tapi, tapi, tapi, porsi yang disajikan juga besar dan cita rasanya juga tidak kalah luar biasa, jadi menurut saya meskipun harganya sedikit lebih mahal daripada restoran sejenis di Yogyakarta, tapi Omah Dhuwur Restaurant sangat worth it.

Atmosfir yang disajikan juga tidak kalah menarik. Perpaduan arsitektur jawa-kolonial disajikan dengan gaya modern membuat Omah Dhuwur punya ciri khas tersendiri. Makanan yang merupakan fusion dari masakan traditional jawa dengan western culinary technique and presentation berhasil mencuri perhatian saya.

Saya sangat merekomendasikan Omah Dhuwur untuk group gathering, meeting, romantic dining berdua bahkan wedding. Ketersediaan venue untuk berbagai acara menurut saya juga menjadi nilai plus dari Omah Dhuwur Restaurant.

All in all, I will definitely Come Back!

Omah Dhuwur Restaurant

Jl. Mondorakan No.252, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta
Phone: +62-274-386677
Opening hours: 11 AM - 10 PM

You Might Also Like

10 comments

  1. Beb, ini tempatnya cucok banget. Aduh aku pengen lho ke situ. Next time ajakin ke situ ya Agi!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo beb, awal bulan aja yha agar cucok dengan dompet hihihihi

      Delete
  2. Dengan suasana, atmosphere, dan makanan yang seperti itu wajar sih kalau harganya pun di atas rata-rata. Aduh aku ngiler liat sop buntutnya. Sampe gak muat gituuu mangkoknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya meskipun harga diatas rata-rata tapi bener-bener ga rugi deh mba! harus cobain deh sup buntutnya, rasanya super duper endeusss!

      Delete
  3. ngefans banget sama cara Agy mengambil best angle dan editing
    semuanya nampak apik dan aesthetic ;)
    oke noted kapan2 kalo ke jogja

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mba nindaaaa :") aku kan belajar dari blogmu juga hihihi
      ayo dong ke jogja, nanti kita meetup yaaaa

      Delete
  4. Ya ampyuunnn...itu yg lagi turun dr gojek diriku lhooo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah hihihi, nggak tau aku mba, maafkan ya aku main jepret ajaaaa :"")
      kemaren keasikan jepret-jepret, aku malah baru sadar ada yang turun dari gojek hehehe

      Delete
  5. sering ke jogja tapi belum pernah ke sini hehe, kayaknya tempatnya asik bangat ya clasik dan suasananya itu kerasa banget klasiknya dan makanannya kayaknya enak" banget pengen banget nyobain semuannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya hehehe, next time kalo ke jogja mampir kesini ya mbaaa

      Delete

I'm Part of:

Blogger Perempuanpostimage

Instagram Feeds