Menyoal Kosmetik (dan Obat dan Makanan) Illegal Itu...

Kosmetik dan make-up adalah benda-benda yang ngga pernah lepas dari keseharian saya. Kenapa? Karena saya adalah orang yang nggak  kurang...


Kosmetik dan make-up adalah benda-benda yang ngga pernah lepas dari keseharian saya. Kenapa? Karena saya adalah orang yang nggak kurang pede dengan penampilan saya sendiri. Make up bisa membuat pipi saya kelihatan lebih kurus, wajah saya kelihatan lebih bercahaya, alis saya (yang noneksisten itu) kelihatan lebih tebal, dan seterusnya.

Dan jujur aja, walaupun saya anak hukum, saya nggak pernah mempertanyakan legalitas kosmetik yang saya pakai itu (this is dumb, i know) sampai hari selasa minggu lalu.



Bersama dengan teman-teman dari Masyarakat Digital Jogja (atau nama kerennya: Masdjo), saya bertukar pikiran dengan BPOM Yogyakarta mengenai peranan BPOM di era digital ini. Saya yakin pemirsa sekalian familiar ya dengan BPOM? 

Bagi yang belum familiar, BPOM itu adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan. Kebanyakan orang taunya BPOM adalah petugas-petugas yang suka sidak makanan kadaluarsa menjelang lebaran, that is partially true. Tugas BPOM adalah mengawasi peredaran obat dan makanan di Indonesia. Selain obat dan makanan BPOM juga mengawasi peredaran kosmetika juga lho!


Sore itu, kami berbincang-bincang mengenai banyak hal; dari jajanan bermicin, jamu tradisional yang disusupin bahan kimia berbahaya sampai peredaran kosmetik.

Karena topik blog ini adalah seputar lifestyle, travel & beauty, saya mau menyorot lebih mengenai kosmetik. Ada beberapa hal yang membuat saya rada 'ehem' kalo ngomongin soal dunia perkosmetikan ini, yaitu:


Pertama: Seberapa sering sih kita mengecek legalitas kosmetik yang kita pake?


Ini bukan cuma masalah "supaya aman" atau "supaya diawasi BPOM". Enggak. Ini supaya kamu sebagai konsumen bisa menuntut hak-hak kamu seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sebagai efek samping dari kosmetik yang kamu pakai.

Kosmetik yang diawasi BPOM selain harus jelas metode produksinya, bahan yang digunakan, juga harus jelas siapa yang memproduksi dan siapa yang mendistribusikan. Tujuannya? Supaya kalau misalnya nanti setelah produknya dilepas di lapangan dan ternyata (amit-amit jabang bayi) disusupi bahan-bahan yang berbahaya, si produsen bisa diseret ke meja hijau. 

Yang nggak legal? Jangan harap bisa menuntut produsen, situ selamat abis make aja udah bagus.

Kedua: Seberapa bahaya sih kosmetik ilegal?


Pernah dengar soal merkuri? Hidroquinon? Steroid? Rhodamin? Mungkin pernah.

Ada banyak bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik yang harus kita waspadai. Penggunaan mercury sekecil apapun dalam kosmetik dapat merusak jaringan tubuh kita, padahal belum ada cara yang dinilai ampuh untuk mengeluarkan merkuri dari dalam tubuh manusia :( yes, it is that scary.

Kebanyakan kosmetik ilegal yang ada dipasaran seringkali disisipi bahan-bahan berbahaya seperti ini. Tujuannya? membuat kita lebih cantik secara instan sampai akhirnya kita ketergantungan pada kosmetik tersebut, padahal ujung-ujungnya kulit kita bisa rusak parah :(

Addicted to dangerous cosmetics is as dangerous as addicted to meth, kids.

Ketiga: Adakah Kosmetik Ilegal di Make-Up Pouch kita?

Btw saya mau cerita dikit nih ya, di sesi bebas, saya sempat berdiskusi dengan Ibu dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt. Sebagai kepala BPOM Yogyakarta soal impor kosmetik yang semakin menggila.

Ngaku aja nih ya, saya juga sering beli kosmetik untuk dipakai sendiri dari luar negeri. Kenapa? Soalnya di Indonesia ga ada yang jual--dan kalopun ada harganya berkali-kali lipat karena ketambahan pajak dan lain-lain.

Nah, sekarang ada aturan bahwa dilarang mengimpor kosmetik dalam jumlah besar untuk dijual tanpa lisensi dari BPOM. Aturan ini lagi jadi topik HOT dikalangan beauty enthusiast yang suka order kosmetik dari luar negeri via ekspedisi pos. 

Jadi, ilegal bukan cuma sekedar soal diproduksi sama pabrik gurem-gurem tapi juga soal ijin edar kosmetik tersebut. 

Sebenarnya kita harusnya merasa terlindungi dengan aturan ini, karena kalo kita impor dari luar negeri misalnya, adakah seller yang bisa menjamin keaslian barang tersebut 100%? Mungkin ada, tapi kalau palsu apakah kita mau capek-capek meretur ulang ke luar negeri? I doubt not. 

Terus Harus Gimana Kalau Menemukan Kosmetik yang Kita Curigai Berbahaya?

Helloooo emak-emak, ini tahun 2017, udah zamannya era digital! kita bisa cek nomer POM produk-produk yang kita pakai lewat internet! *sambil utek utek sempoa*

Mau cek nomer POM produk kosmetik (dan makanan dan obat)? bisa langsung klik link ini aja!

Males buka internet lewat HP? Ada kok aplikasi android BPOM yang bisa diunduh disini!

Nah, kalau misalnya kita menemukan produk yang illegal, nomer POM nya ngaco, produsennya gurem-gurem, kita bisa mengadu ke BPOM lewat email di laman surel berikut ini . kalau mau tanya tanya juga bisa melalui surel berikut ini. Mudah kan? 




Anyway, dalam pertemuan bersama BPOM ini saya juga jadi belajar banyak. Misalnya: jamu tradisional itu pengobatannya pasti jangka panjang, jadi ngga mungkin abis diminum terus sakit langsung hilang atau badan langsung segar. Kalau habis minum jamu terus tiba-tiba badan menjadi tegar seperti superman bisa dipastikan si jamu mengandung zat-zat kimia yang nggak tradisional sama sekali hehehe.

Ilmu lain yang saya dapat adalah: micin itu tidak berbahaya selama tidak dikonsumsi berlebihan. sebagai anak micin, ini adalah kabar yang sangat membahagiakan sekali *loncat kegirangan*

Tapi teteup sih, soal kosmetik ini memang agak nyesss gitu buat saya, karena yaaaaa bisa dibilang kan sekarang aset dari beauty (and lifestyle!) blogger salah satunya adalah wajah kan yaaa....terus selama ini buat wajah, saya suka coba-coba produk aneh-aneh..... dan saya jarang banget cek POM nya! (kecuali produknya bener-bener mencurigakan hahaha)

Kesimpulannya nih, dalam satu setengah jam saya duduk bersama Masdjo dan BPOM, saya belajar banyak soal kosmetik yang saya pakai. I promised to always bring you reviews from safe and legal cosmetics from now on.

Buat muka kok coba-coba? 

You Might Also Like

8 comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Baca sub-judulnya, serasa baca artikel investigasi dari Vice. :D

    ReplyDelete
  3. Kalo kosmetik impor yang kita beli di drugstore/counter sini berarti ndak masalah kan ya?
    Aq gak gitu rajin make up an tapi kmaren sempet kena alergi dikit jd agak trauma coba coba buat muka. Pdhl ud produk jelas lho bukan produk gajebo. Ya yg aman pun belum tentu cocok ama kita kan ya, apalagi yg gak aman

    ReplyDelete
  4. sis itu anak siapa? hahaha *salah fokus*
    Btw, emang penting sih ya cek nomor POM tapi kok ya aku kadang suka males *bandel jangan ditiru yaa* hahahah


    www.deniathly.com

    ReplyDelete
  5. aduh ini informatif banget mengingat aku juga suka skincare dan makeup import :(

    ReplyDelete
  6. memang sie, klo gw ditanya seberapa sering perhatikan yg kayak diatas macam legalitas dll, mungkin minus kali ya, tapi kan kita juga bisa bertanya kepada BPPOM, apakah dia hanya mengurus legalitas dll atau punya kekuatan untuk memberantas dan mencari produk ilegal yg beredar, jng2 jangan cuma mengawasi yang sudah melapor aja, sedangkan yg beredar dipasaran dan belum lapor bisa aja maen pasang label sudah diperiksa BPPOM di produk nya.

    ReplyDelete
  7. So far saya kalau beli bedak dan lipstick (cuma pake ini doang sih, haha) memang harus beli yang brand-nya terkenal. Bukan gaya2an sih, cuma biar aman masalah label halal dan BPOM-nya. Atau setidaknya memang kedua syarat itu ada. BPOM akhir2 ini makin sering ya ngadain talkshow ttg makanan dan kosmetik. Waktu itu ngadain juga di FX Senayan.

    ReplyDelete
  8. bener banget kak, dalam milih kosmetik memang harus teliti.. teliti kandungannya, sudah BPOM atau enggaknya, teliti siapa yang membuatnya dan lain-lain agar terhindar dari efek samping negatif, apalagi kalau kosmetik yang kita pakai mengandung bahan kimia..

    ReplyDelete

hai, terimakasih ya sudah mau mampir ke blog aku dan baca-baca isi blognya. kalau mau komen plis jangan ninggalin link hidup. keep in touch yaaa

I'm Part of:

Blogger Perempuanpostimage

Instagram Feeds